CARA PEMAKAIAN MIKROSKOP

Taukah anda alat yang namanya Mikroskop meski harus tau apa itu Mikroskop dan kegunaannya, bagi yang belum tau apa itu Mikroskop dan krgunaan ni saya kasih pencerahan ya lumayan Mikroskop merupakan alat yang dipergunakan untuk mengamati benda (obyek) yang diameternya kurang dari 0,1 mm. Mikroskop terdiri dari dua bagian yaitu :
  1. Bagian mekanik : Statik, tubus, revolver, meja benda, sekrup pengatur kondensor dan sekrup-sekrup penggerak meja benda
  2. Bagian optic: lensa ocular, lensa obyektif, kondensor, dan cermin pengatur cahaya atau lampu mikroskop.
OBYEKTIF
Lensa obyektif didalam tubus mikroskop membentuk bayangan nyata dari preparat (benda). Bayangan nyata ini selanjutnya diperbesar oleh lensa okuler. Untuk memperoleh obyektif yang baik perlu diperhatikan perbesaran dan daya pisah.

  1.  Perbesaran; Makin pendek jarak titik api suatu lensa makin kuat perbesarannya. Misalnya obyektif yang mempunyai perbesaran minimal (satu kali) mempunyai jarak titik api 55 mm, sedangkan obyektif yang mempunyai perbesaran maksimal (120 kali) mempunyai jarak titik api 1,5 mm
  2. Daya pisah; Daya pisah adalah kemampuan suatu obyektif untuk memisahkan dua buah titik yang sangat berdekatan di dalam struktur pada suatu obyek. Jadi makin besar kemampuan suatu obyek, makin kecil jarak dua buah titik yang berdekatan yang dapat dilihat secara terpisah dengan mikroskop itu.
Daya pisah dinyatakan dengan rumus :
             
λ : panjang gelombang cahaya yang masuk ke dalam obyektif
A : Apertur Numerik. Makin kecil nilai berarti makin kuat kemampuan lensa untuk memisahkan dua buah titik yang berdekatan supaya dapat dilihat dengan jelas. Pada umumnya daya pisah yang dapat dilihat dengan jelas oleh suatu mikroskop adalah          

Daya pisah dapat diperkuat dengan memperbesar indeks bias dan atau dengan menggunakan cahaya yang mempunyai λ pendek. Indeks bias dapat diperbesar dengan menggunakan minyak immerse. Sinar yang mempunai λ pendek dan banyak digunakan adalah sinar ultra violet dan sinar electron. Lensa-lensa obyektif yang banyak digunakan di dalam laboratorium adalah :


Apertur numerik
Jarak 2 titik terdekat yang tampak terpisah
Lensa Pembesaran Lemah
0,25
0,94 mikron
Lensa Pembesaran Sedang
0,65
0,28 mikron
Lensa Pembesaran Kuat (immerse)
1,25
0,19 mikron

OKULER
Lensa okuler adalah lensa yang berfungsi untuk membuat bayangan semu yang terakhir, sehingga bayangan semu tersebut dapat dilihat langsung dengan mata. Pembesaran normal (Mn) suatu mikroskop ditentukan oleh apertur numerik (A) objektif dan apertur numerik mata.

                A objektif (maksimum)
Mn =
                  A mata (maksimum)
 

Jika apertura numerik mata mendekati 1/250 maka rumus menjadi:

  Mn = 250 x A objektif  (maksimum)
 
Apertura numerik maksimum objektif dapat mencapai  1,6

Mn = 250 x 1,6 = 400 kali.
Dalam praktek pembesaran mikroskop diperoleh dari hasil kali perbesaran obyektif dengan perbesaran okuler yang dapat dibaca pada masing-masing obyektif dan okuler.
Kondensor Kondensor berfungsi sebagai pengatur intensitas cahaya yang masuk ke dalam mikroskop. Kondensor mempunyai dua bagian yaitu:

  1. Susunan lensa-lensa untuk mengumpulkan sinar-sinar sebelum masuk ke dalam mikroskop.
  2.  Diafragma untuk mengatur banyaknya sinar yang masuk ke dalam mikroskop. Dengan adanya diafragma ini aberasi sferik aberasi kromatik dan aberasi astigmatisma akan berkurang, karena diafragma dapat mengurangi sinar tepi yang berlebihan.
Ada beberapa macam kondensor yang digunakan pada mikroskop yaitu:

  1. Kondensor untuk mikroskop biasa
  2. Kondensor untuk mikroskop dengan bidang pemandangan gelap
  3.  Kondensor untuk mikroskop fase kontras
MACAM – MACAM MIKROSKOP

  1. Mikroskop ultraviolet; Mikroskop ini menggunakan sinar ultraviolet, dilengkapi dengan alat pemotret sebagai alat pengamatannya. Oleh karena cahaya yang digunakan adalah sinar ultraviolet yang memakai panjang gelombang lebih pendek daripada sinar biasa, maka mikroskop ini mempunyai daya pisah yang lebih kuat
  2. mikroskop fase kontras; Mikroskop ini dilengkapi dengan diafragma khusus yaitu diafragma dengan celah berbentuk cincin dan lensa obyektifnya dilengkapi lempeng difraksi. Pada mikroskop biasa perbedaan indeks bias yang sangat kecil pada obyek yang tidak dapat terlihat, tetapi dengan adanya lempeng difraksi pada susunan lensa obyektif maka perbedaan indeks bias yang kecil pada obyek dapat terlihat dengan jelas. Hal ini memungkinkan untuk membedakan perbedaan-perbedaan struktur dengan jelas.
  3. Mikroskop Elektron; Mikroskop elktron menggunakan sinar elektron yang mempunyai panjang gelombang sangat pendek. Dengan mikroskop biasa perbesaran yang dapat dicapai kurang lebih 2000 kali. Dengan mikroskop ultraviolet perbesaran yang dapat dicapai kurang lebih 3000 kali.dengan mikroskop elektron perbesaran yang dapat dicapai sedikitnya 10.0000 – 30.000 kali atau lebih, sehingga dapat dipakai untuk melihat molekul-molekul protein, virus, bakteriophage, struktus dalam bakteri dan lain-lain.

Cara pemakaian mikroskop biasa
A. Perbesaran Lemah

  1. untuk mikroskop tipe tertentu tubus okuler perlu ditarik sampai tanda17 (jarak tubus yang ditentukan oleh pabrik)
  2. lensa obyektif 10 : 1 ditempatkan pada kedudukan seporos dengan lensa okuler (perbesaran lemah)
  3. tubus diturunkan dengan pengatur tubus (sekrup kasar) sampai terhenti
  4. amati melalui okuler dan aturlah masuknya cahaya kedalam mikroskop sehingga diperoleh pemandangan yang terang (merata) dengan cara mengatur kedudukan cermin dan dengan mengatur diafragma kondensor
  5. preparat diletakkan pada meja benda
  6. dengan perlahan-lahan naikkan tubus dengan sekrup kasar sehingga diperoleh bayangan obyek. Untuk mendapatkan bayangan yang paling baik tubus dinaik turunkan (diatur) dengan hati-hati memakai pengatur tubus (sekrup halus) , sehingga diperoleh bayangan yang paling jelas
  7. kedudukan bagian-bagian tertentu dari obyek dapat ditentukan dengan mengatur kedudukan preparat. Kedudukan preparat dapat diatur dengan menggunakan sekrup-sekrup pengatur pada meja preparat
     Cara pemakaian mikroskop biasa
B. Perbesaran sedang
  1. mula-mula kerjakan seperti cara pemakaian mikroskop dengan perbesaran lemah sampai diperoleh bayangan-bayangan yang dikehendaki (cara 1 sampai 7)
  2. kemudian lensa obyektif 10 : 1 diganti dengan lensa obyektif 45 : 1 (perbesaran sedang)
  3. cahaya yang masuk kedalam mikroskop diatur lagi dengan mengatur kedudukan kondensor (biasanya dinaikan) serta mengatur diafragma
  4. untuk mendapatkan bayangan akhir yang sebaik-baiknya, tubus diturunkan dengan menggunakan pengatur tubus sekrup halus (jangan menggunakan sekrup kasar)
C. Perbesaran kuat
  1. Seperti pada perbesaran sedang, cara kerja tersebut diulangi sampai diperoleh bayangan yang paling kuat
  2. setelah itu lensa obyektif 45:1 diganti dengan lensa obyektif 100:1 (perbesaran kuat)
  3. tetesi gelas benda pada bagian yang akan diamati dengan minyak immersi
  4. turunkan tubus hati-hati sampai hampir menyentuh gelas benda, sehingga antara lensa obyektif dan gelas benda tertutup minyak immersi (lihat dari samping)
  5. naikkan atau turunkan tubus dengan hati-hati dengan menggunakan sekrup halus sampai didapatkan bayangan yang jelas
setelah menggunakan mikroskop dengan minyak immersi, bagian lensa obyektif yang terkena minyak immersi dibersihkan dengan xylol. Xylol diteteskan diatas kertas lensa yang halus, kemudian diulaskan pada bagian yang kena minyak immersi satu dua kali.


Related Posts

Subscribe Our Newsletter