Menurut Rivai (2006), metode rekrutmen dapat dibedakan menjadi dua
yaitu, rekrutmen internal dan rekrutmen eksternal. Sumber internal berasal dari
tenaga kerja yang saat ini ada di perusahaan, sedangkan sumber eksternal
berasal dari orang-orang yang pada saat ini tidak dipekerjakan oleh perusahaan.
Metode rekrutmen dari dalam meliputi Job Posting Program dan Departing
Employee. Metode rekrutmen dari luar melalui Walks-in and Write-ins,
rekomendasi karyawan, pengiklanan, lembaga pendidikan, Departemen Tenaga Kerja
dan Open House
Sikap Dalam Rekrutmen Nawawi (2008) mengemukakan terdapat 4 (empat)
sikap yang berbeda di lingkungan organisasi/ perusahaan dalam melakukan
rekrutmen. Keempat sikap tersebut adalah :
1. Sikap pasif tanpa
diskriminasi, sikap ini merupakan sikap para eksekutif di lingkungan
organisasi/perusahaan untuk meniadakan perbedaan dan memberlakukan secara sama
dalam mengangkat, menggaji dan memberikan promosi bagi para calon dan para
pekerja.
2. Rekrutmen berdasarkan
perbedaan, rekrutmen ini dilakukan secara aktif untuk mengelompokkan para
pelamar, dengan hanya menerima kelompok tertentu.
3. Rekrutmen berdasarkan
prioritas, rekrutmen ini dilakukan dengan mendahulukan atau memprioritaskan
kelompok tertentu.
4. Rekrutmen dengan
penjatahan, rekrutmen ini dilakukan dengan menetapkan jatah untuk kelompok
tertentu. Berdasarkan keempat sikap tersebut, maka keputusan dalam rekrutmen
dan pengaturan staf sebaiknya dilakukan berdasarkan kasus masing- masing.
Dengan demikian ras dan jenis kelamin yang seringkali menjadi masalah, dapat
dijadikan salah satu faktor saja dalam pengambilan keputusan untuk menerima
atau menolak calon pelamar. Keputusan harus berdasarkan pada kombinasi semua
faktor yang ada, dengan harus mengutamakan hasil skor (nilai) tes sebagai usaha
dalam memprediksi kemampuan calon sebelum diterima.