MAKALAH SEJARAH PERADABAN ASIA BARAT

BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Peradaban Sumeria
A.    Sejarah Peradaban Sumeria

Sumeria (sekitar 3.500 - 2.300 tahun SM) adalah salah satu peradaban kuno di Timur Tengah, terletak di sebelah selatan Mesopotamia (tenggara Irak) dari catatan terawal abad ke-4 SM sampai munculnya Babilonia pada abad ke-3 SM. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Sumeria. Mereka telah mengenal bercocok tanam dan sudah memiliki sistem pengairan. Bangunan-bangunan mereka dibuat dari lumpur.
Bangsa Sumeria merupakan bangsa yang pertama kali mendiami kawasan Mesopotamia, sehingga bangsa Sumeria pantas disebut sebagai penduduk asli Mesopotamia. Bangsa Sumeria datang dari wilayah Asia kecil sekitar tahun 3.500 tahun SM. Pada awalnya, bangsa Sumeria mengolah lahan pertanian yang subur sebagai mata pencahariannya. Lama kelamaan, bangsa Sumeria dapat membangun sistem pengairan untuk menanggulangi banjir dan menyalurkan air ke lahan-lahan pertanian, seperti sistem irigasi dan kanal. Dengan hasil pertanian yang melimpah, bangsa Sumeria sekitar tahun 3.000 tahun SM membangun 12 kota-kota besar, di antaranya kota Ur, Uruk, Lagash dan Nippur.
Pada awalnya, kota-kota tersebut merupakan kota-kota yang berdiri sendiri, sehingga disebut negara kota. Kemudian terjadilah peperangan di antara kota-kota tersebut dan yang kalah akan menjadi bawahan kota yang menang yang lama kelamaan memunculkan sistem pemerintahan kerajaan. Bangsa Sumeria mencapai masa kejayaannya saat dipimpin oleh Raja Ur-Nammu. Namun, sekitar tahun 2.300 tahun SM bangsa Sumeria dapat ditaklukkan oleh bangsa Akkadia di bawah pimpinan Raja Sargon.[1]
B.     Kehidupan Perekonomian
Orang Sumeria sebagian besar hidup sebagai petani, tetapi mereka tidak memiliki tanah sendiri. Mereka mengerjakan tanah milik para pendeta, bangsawan, dan raja. Ketiga kelompok tersebut merupakan tuan tanah. Hal ini mengakibatkan para petani menggantungkan hidupnya pada tuan-tuan tanah. Mereka juga telah mengenal irigasi yang teratur. Pemupukan juga dilakukan dengan baik, sehingga hasil pertaniannya baik. Hasil pertanian Sumeria adalah gandum dan sayur-sayuran.
Perdagangan juga berjalan dengan baik. Semula dengan sistem barter, kemudian berkembang menjadi sistem penggunaan uang sebagai alat tukar. Uang yang digunakan terbuat dari logam mulia. Hal ini menunjukkan kemakmuran bangsa Sumeria. Barang-barang yang diperdagangkan adalah wol, perak, sayur-sayuran, gandum, minyak, mutiara, dan domba.
C.    Kehidupan Sosial
Bangsa Sumeria mengelompokkan masyarakat seperti halnya orang Mesir Kuno. Kelompok masyarakat itu adalah raja dan keluarganya, tuan tanah (bangsawan), pedaganag, petani, dan budak.
D.    Sistem Kepercayaan
Sistem kepercayaan Sumeria bersifat Polytheisme. Polytheisme adalah menyembah banyak dewa. Dewa utama Sumeria adalah dewa marduk, selain itu ada dewa-dewa yang menguasai alam yaitu:
1.Enlil, dewa bumi
2.Ea, dewa air
3.Anu, dewa langit
4.Sin, dewa bulan
5.samas, dewa matahari.
6.Marduk
7.Ereskigal dewa kematian
E.     Kebudayaan
Kebudayaan bangsa Sumeria sudah sangat tinggi. Adapun hasil kebudayaan mereka berupa tulisan, arsitektur, seni kerajinan, dan ilmu pengetahuan.
1)      Tulisan
Tulisan bangsa Sumeria bentuknya menyerupai paku, sehingga disebut tulisan Paku. Tulisan Paku ini mirip dengan huruf Cina. Tulisan Paku bangsa Sumeria itu dipahat pada lempengan tanah liat yang dibakar atau dikeringkan. Hal-hal yang ditulis adalah adat istiadat, perjanjian dagang, dan catatan jual beli. Dalam perkembangannya, tulisan paku menjadi dasar tulisan Latin yang kita pergunakan sekarang ini.

2)      Arsitektur
Rumah bangsa Sumeria terbuat dari batu bata, demikian juga bangunan kulit. Kulit umumnya dibangun di pusat kota pada tanah yang tinggi. Di puncak kuil dibuat menara yang tingginya enam tingkat. Menara itu disebut Ziggurat.
3)      Seni Kerajinan
Hasil-hasil kerajinan antara lain kain lena, tongkat tembaga, cermin, dan tembikar dari tanah liat.
4)      Ilmu Pengetahuan
Orang Sumeria sudah mengenal ilmu ukur untuk membuat bangunan. Mereka juga sudah mengenal pembagian waktu. Sehari semalam = 24jam (1jam = 60menit, 1menit = 60detik). Mereka juga telah mengetahui pembagian lingkaran menjadi 360 drajat. Bangsa Sumeria juga telah mampu membuat/menyusun dua penanggalan. Penanggalan itu berdasarkan peredaran bulan, yaitu 1 tahun = 354 hari dan berdasarkan peredaran matahari, yaitu 1 tahun = 360 hari.
F.     Berakhirnya Peradaban Sumeria
Melemahnya bangsa Sumeria disebabkan oleh tidak adanya persatuan. Mereka saling berebut kekusaan, selama ±500 tahun terjadi perang saudara. Akibatnya, pada tahun 2350 SM bangsa Sumeria dapat ditaklukan oleh bangsa Akadia di bawah pimpinan Raja Sargon.[2]
2.2. Peradaban Babylonia
A.    Masa Pemerintahan Hammurabi
Babylonia adalah sebuah kerajaan kuno yang di dalamnya terdapat peradaban yang besar yang berkembang di sekitar sungai Eufrat dan juga Tigris dan sekarang termasuk pada wilayah Irak Selatan. Ada dua masa yang terkenal berkaitan dengan peradaban Babylonia ini yaitu Babylonia Kuno atau Babylonia Lama di tangan Raja Hammurabi dan Babilonia Baru di tangan Raja Nebukadnezar. Sejarah Babylon memiliki rentang waktu yang sangat panjang sampai ribuan tahun lamanya. Babylon juga dianggap sebagai pusat peradaban dunia pada waktu itu karena sudah mengenal dan mengembangkan sistem irigasi, ilmu pengetahuan, kesusastraan, perekonomian, dan hukum.
            Babylon muncul ketika Hammurabi mendirikan sebuah kerajaan di luar kerajaan Akkadian.  Akkadian Semitik sebagai bahasa resmi, dan mempertahankan bahasa Sumeria dalam bidang keagamaan, yang saat itu tidak lagi menjadi bahasa percakapan sehari-hari. Tradisi Akkadia dan Sumeria memainkan peranan penting di dalam kebudayaan Babylon kelak, dan agama akan tetap menjadi pusat kebudayaan yang penting.         
Pada kira-kira 2300 SM, Akkad dan Sumeria bersatu menjadi negara Babylonia dengan ibu kota Babylon. Pada tahun 1955 SM tahta kerajaan Babylon jatuh ditangan Hammurabi yang pada akhirnya bisa menghancurkan negara yang ada di sekitarnya, juga mempersatukan Mesopotamia serta mempersatukan daerah-daerah jauh yang ada di sekitarnya pada tahun 1925 SM. Hal yang paling terkenal dari Raja Hammurabi adalah hukum yang dibuatnya yaitu Hukum Hammurabi. Hammurabi meninggal pada tahun 1912 SM dan semenjak saat itu sejarah Babylonia menunjukkan penurunan, sudah ada enam orang yang menggantikan Hammurabi dan tetap saja tidak bisa menahan penurunan kondisi kerajaan pada saat itu.
            Pada abad ke-18 datanglah jenis bangsa lain yang menyerbu Mesopotamia yaitu bangsa Indo-Jerman atau Indo-Eropa yaitu bangsa Hittit yang berdiam di Asia Minor yang beribukota di Boghazkeui di dekat kota Ankara sekarang. Bangsa Hittit inilah yang kemudian datang menyerbu dan menghancurkan Babylon. Setelah bangsa Hittit pergi, Babylon masih bisa dibangun sampai datangnya suku Khassit yang sama-sama berasal dari bangsa Indo-Jerman yang datang dari pegunungan Persia Barat, dan berakhirlah kerajaan Babylonia Lama atau Kuno yang didirikan oleh Hammurabi.
            Bangsa Khassit akhirnya bisa menguasai Babylonia 576 lamanya, tetapi mereka pada umumnya tidak merusak kebudayaan dan tatanegara yang telah dibangun oleh Hammurabi, dan saingan dari bangsa ini adalah bangsa Assyria. Bangsa Assyria sendiri, pada saat itu sangat berambisi untuk menguasai Mesopotamia yang akhirnya melalui perjungannya bisa menduduki seluruk Mesopotamia. Puncak kejayaan Assyria terdapat di pemerintahan Ashurbanipal, tetapi setelah dia meninggal keruntuhan mulai terasa sampai pada saatnya terjadi sebuah serangan dari Nabo-Palasar dan bangsa Madia dari Persia dan dengan demikian tamatlah kerajaan Assyria yang telah 5 abad lamanya yang telah memerintah dengan tangan besi dan dengan berbagai macam kekejaman.
            Pada akhirnya kerajaan Assyria dibagi oleh kaum penyerbu, Bangsa Madia mendapat bagian utara yang kemudian bersama-sama dengan Persia mendirikan kerajaan Persia. Bagian Selatan jatuh pada Nabo-Palasar yang mendirikan kerajaan Babylonia Baru  Babylonia baru ini mengalami kebesaran kembali dibawah pemerintahan Nebukadnezar. 


B.     Masa Pemerintahan Nebukadnezar
Nebukadnezar adalah putra tertua Nebopalasar yaitu seseorang yang merupakan pendiri kerajaan Babylonia Baru. Nebukadnezar pada awalnya hanya ditugaskan sebagai komandan militer, tetapi pada akhirnya menjadi raja sesudah ayahnya meniggal dunia. Dia menikah dengan seorang putri yang merupakan anak dari Cyaxares, yang kemudian ini bisa dikatakan perkawinan politik karena bisa menyatukan dinasti Median dan Babylon. Nebukadnezar ini adalah sosok yang sangat terampil ketika berperang dan dia juga sangat pandai dalam berpolitik. Pada masa kekuasaan Nebukadnezar, Babylon merupakan kota terbesar dari kota yang ada di dunia pada saat itu  Luasnya diperkirakan 1000 hektar dengan sungai Euprat yang melewati kerajaan itu.
            Kota Babylon yang tadinya hanya berupa reruntuhan, dibangun kembali menjadi sebuah kota yang indah dan megah dibawah kekuasaan Nebukadnezar. Pembangunan yang dia lakukan, bukanlah pembangunan yang cuma-cuma tetapi pembangunan yang dilakukan secara besar-besaran sampai mengerahkan semua budak yang ada di Babylon pada saat itu sehingga Babylon menjadi sebuah kota yang indah dan melegenda. Kota Babylon yang indah itu dikelelingi parit dan dinding ganda, dengan sungai Euprat yang mengalir melewati pusat kota dan dihubungkan dengan jembatan batu yang indah.  Di pusat kota juga dibangun sebuah ziggurat raksasa yang disebut Etemenanki (Rumah Perbatasan Antara Surga dan Bumi) yang terletak di depan kuil Marduk.
            Sebagai seorang pemimpin yang cakap, Nebukadnezar telah banyak melakukan perang militer dengan berbagi bangsa salah satunya perang militer di Syiria dan Phoenicia, memaksakan setoran upeti dari Damaskus, Tyre, dan Sidon, Dia pun melakukan perang demi terciptanya koloni-koloni seperti yang terjadi di Asia Kecil, yaitu di daratan Haiti. Pada tahun 601 SM  terlibat pertempuran Besar dengan Mesir dan pada tahun 599 SM menyerang Arabia. Pada tahun 597 SM menyerang Israel dan merebut Jerussalem sekaligus menggulingkan raja Jeholakin, Pada akhirnya Mesir dan Babylon pun terlibat perang  untuk menguasai timur dekat di sepanjang masa pemerintahan Nebukadnezar  dan hal inilah yang mendorong raja Zedekiah dari Israel untuk memberontak. Tetapi ternyata setelah 18 bulan Jerussalem dapat direbut pada 587 SM dan ribuan Yahudi pun di deportasi ke Babylon dan kuil Solomon diratakan dengan tanah.
Untuk mendukung pertahanan kota Babylon, Nebuchadnezzar juga berhasil membangun Dinding Median. Dinding ini dibuat untuk mencegah aksi penyerangan dari bangsa Medes di Utara, bangsa yang tumbuh menjadi sangat kuat semasa pemerintahannya. Nebuchadnezzar mengklain bahwa dirinya adalah keturunan dari raja Akkadian, Naram-sin. Dia juga memploklamirkan bahwa ia telah dijamin kekuasaannya oleh Dewa Marduk.[3]
C.    Hasil-Hasil Kebudayaan pada masa Pemerintaha Nebukadnezar
Hasil kebudayaan Babilonia Baru berdasarkan tujuh unsur kebudayaan, yaitu:
1.      Peralatan atau alat perlengkapan hidup
            Masyarakat Babylon merupakan masyarakat yang mulai mengenal adanya perabotan dan peralatan dalam kehiudpan mereka, semua bisa terlihat dari pembangunan kota Babylon yang indah. Masyarakat Babylon sudah mengenal adanya penggunaan guci sebagai alat yang digunakan untuk menyimpan air. Masyakata Babylon juga sudah mengenal perlogaman dan juga emas sehingga banyak menciptakan dan menggunakan alat-alat yang terbuat dari logam. Selain itu, karena tekstur tanah Babylon yang banyak menghasilkan tanah liat maka mereka banyak menggunakan tanah liat dalam membuat dinding baik itu peralat rumah, dinding rumah maupun kuil.
2.   Mata Pencaharian dan Sistem Ekonomi
Mata pencaharian dan sistem ekonomi yang banyak digunakan oleh masyarakat Babylon jika diperhatikan dari aktivitasnya mereka termasuk masyarakat yang juga hidup dari perniagaan atau perdagangan. Barang yang mereka perdagangkan berupa logam, perunggu ataupun timah putih dan hitam, mereka juga terjun dalam perdagangan gandum, sutera, kayu manis, dan yang lainnya. Babylon pun terkenal dengan kota yang memiliki sistem pengairan atau irigasi yang bagus, taman gantung pun salah satu bukti bahwa di Babylon sistem pengairan yang digunakan sudah bagus. Didukung oleh pengairan yang bagus maka, sistem pertanian banyak dilakukan oleh masyarakat Babylon. Masyarakat Babylon juga mengenal perternakan buktinya mereka banyak mempergunakan binatang sebagai alat transportasi. Binatang yang dijadikan hewan peliharaan yaitu doma, kuda, dan yang lainnya.
3.      Sistem Kemasyarakatan
Sistem pemerintahan tertinggi pada masyarakat dipegang oleh seorang raja yang memiliki kekuasaan absolute yang melaksanakan kekuasaan legislative, judikatif, dan juga eksekutif sekaligus. Di bawah kedudukan raja adalah sekelompok gubernur atau pejabat yang ditunjuk oleh raja, walikota ataupun badan sesepuh yang ada di kota pemerintahan lokal.
            Masyarakat Babylon terdiri dari tiga kelas yaitu :
a)                  Awilu yaitu kelompok orang bebas dari kelas atas
b)                  Muskenu yaitu orang bebas dari kelas bawah.
c)                  Wardhu atau budak
Wardhu atau budak, pada awalnya adalah mereka yang merupakan tawanan perang, ada juga dari mereka yang akhirnya dijadikan penduduk Babylon yang berstatus bebas. Orang yang berstatus bebas bisa saja turun kelas sosialnya jika mereka melakukan sesuatu hal yang akhirnya menimbulkan sebuah hukuman.
4.      Bahasa
            Bahasa yang digunakan masyarakat Babylon adalah bahasa yang dulu digunakan oleh bangsa Sumeria, karena mereka mengangap bahwa bangsa Sumeria adalah bangsa yeng pernah menempati tempat mereka pada saat ini, sehingga disebutlah bahasa kesatuan Sumeria. Sistem penulisan yang dikembangkan oleh bangsa Babylon dulunya juga dikembangkan oleh bangsa Sumeria yaitu penulisan cuneiform.
5.      Kesenian dan Bangunan
            Peradaban Babylon memang sangat terkenal dengan seni dan arsitekturnya. Karena Babylon banyak menghasilkan tanah liat maka kebanyakan bangunan yang didirikan di sana banyak menggunakan tanah liat. Penggunaan batu bata pada saat itu membuat bangsa ini mulai mengenal plester dan kolom, langit, langit juga penggunaan keramik putih.  Kuil yang ada di Babylon biasanya dibangun dengan dinding yang diwarnai dan kadang dilapisi logam atau emas juga kadang-kadang digunakan keramik sebagai pelapis dinding. Selain kemegahan dari sebuah kuil, Babylon ini juga terkenal dengan arsitektur yang dibuat pada taman gantung dan juga menara babel.           
Selain pembangunan dalam hal arsitektur yang dihiasi tanah liat, Babylon juga terkenal dengan seni pahatan yang sangat hebat. Sehingga batu-batu disana sangat berhaga karena bisa dijadikan sebagi pahatan terutama untuk pahatan patung. Pahatan yang dihasilkan kebanyakan adalah berbentuk tiga dimensi. Rumah-rumah penduduk pun sudah banyak yang dibangun dengan baik dan sudah terdapat kamar mandi di dalamnya. Pada masa Nebukadnezar juga banyak rumah yang dengan atap datar yang ditopang dengan kayu-kayu yang dilumuri lumpur, bagi orang miskin tidak akan mampu mendapatkan kemewahan kayu hanya bisa membangun pondokan melingkar yang batu bata yang ditopang dengan tiang pusat, dinding-dindingnya dilapisi rumput-rumput panjang dan tanah liat.
Salah satu hasil keindahan arsitekturnya adalah :
a.       Taman Gantung
Taman gantung ini begitu terkenal bahkan sampai sekarang, walaupun keberadaannya masih dipertanyakan, entah itu mitos ataulah sebuah kenyataan. Menurut cerita bahwa taman ini di bangun untuk menghibur istri Nebukadnezar yang bernama Amyitis yang rindu pada kampung halamannya. Amyitis, saudara perempuan raja Medes yang dinikahi oleh Nebukadnezar untuk menciptakan penyatuan antar bangsa. Kampung halaman tempat permaisuri berasal dari yang tanhnya hijau, rimbun dan bergunung-gunung dan dikota Babylon terdapat tanah yang datar, permukaan tanah Mesopotamia yang terbakar terik matahari yang membuatnya tertekan. Menurut Diodorus Siculus, seorang sejarawan yunani mneyatakan bahwa tempat dimana taman itu berdiri terdiri dari lempengan batu besar yang ditutup dengan lapisan rumput, aspal dan ubin. Di atas diletakkan penutup dengan lembaran timah, yang kalau ada air merembas melalui tanah tidak membusukkan fondasi. Diatas semua itu diletakkan tanah dengan kedalaman yang pas, yang cocok untuk pertumbahan pohon-pohon besar. Ketika tanah yang ditimbun sudah rata dan datar, ditanamlah semua jenis pohon, yang keagungan dan keindahannya membuat senang pengunnjung.
b.      Menara Babel
Banyak ahli yang membuat kesimpulan bahwa menara Babel merupakan salah satu zigurat yang didirikan oleh bangsa Babylonia kuno. Tapi Babel bukan Babylonia, dan Menara Babel bukan merupakan zigurat. Bahkan mungkin Menara Babel bukan merupakan sebuah menara. Menurut time line sejarah di Alkitab, kota Babel telah lama ada sebelum zaman kerajaan Babylonia. Jadi bisa dipastikan Menara Babel tidak ada hubungan dengan Taman Gantung atau zigurat-zigurat yang didirikan untuk memuja Dewa Marduk. Dalam Alkitab juga tidak disebutkan bahwa Menara Babel dihancurkan. Melainkan penduduk Babel meninggalkan kota itu dan kemudian terpencar ke seluruh dunia. Sampai saat ini Menara Babel merupakan misteri yang belum berhasil diungkap oleh para ahli sejarah. Namun ada berbagai macam legenda rakyat dari peradaban kuno yang menceritakan menara Babel ini.
c.       Ziggurat
Ziggurat adalah monumen besar yang dibangun di lembah Mesopotamia Kuno dan dataran tinggi Iran bagian barat, yang berbentuk piramida berundak yang tersusun atas kisah atau tingkat yang mundur. Terdapat 32 ziggurat di dan dekat Mesopotamia yang diketahui. 28 terletak di Irak, dan 4 ada di Iran. Ziggurat merupakan tempat pemujaan para dewa orang para pendeta wanita, tetapi juga merupakan tempat perdagangan atau ekonomi. karena seluruh hasil panen yang dihasilkan oleh orang mesir di kumpulkan di dalam kuil. Dan ketika tiba musim pancaroba, maka kuil tersebut akan dibuka dan hasil panen yang telah dikumpulkan akan dibagi kan kepada para penduduk. dan ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan kehidupan.

1.      Sistem Pengetahuan
a.       Astronomi
Dari banyak ilmu yang ada, astronomi dan astrologi masih menduduki peringkat pertama di antara masyarakat Babel. Astronomi adalah ilmu tertua di Babilonia. Zodiak yang saat ini kita kenal, merupakan penemuan orang Babilonia yang sangat tua. Pada masa itu, para Babel sudah bisa meramalkan kapan terjadinya gerhana matahari atau bulan. Ada banyak teks kuno yang menyebutkan tentang penelitian orang Mesopotamia tentang gerhana.
Astronomi Babilonia dipercaya menjadi dasar untuk ilmu astronomi di berbagai daerah lain di seluruh dunia, termasuk astronomi Hellenistik dan Yunani, astronomi klasik India, astronomi Sassania, Bizantium dan Syiria, astronomi Islam, astronomi Asia Tengah serta astronomi Eropa Barat. Teks astronomi tertua yang signifikan adalah catatan 63 hari dari “Enuma Anu Enlil”, catatan venus dari Ammi-Sadupa yang mencatatat kenaikan venus pertama dan terakhir di sepanjang periode sekitar 21 tahun. Dicatat juga bukti paling awal kemunculann sebuah planet yang diakui sebagai sesuatu yang terjadi secara berkala.
Selain itu, penanggalan astrolabe bujur sangkar tertua pada zaman Babyloni 1100 SM. Mul Apin, berisi catalog bintang-bintang dan susunan juga skema untuk memprediksi naiknya hellacal dan susunan planet-planet, lamanya matahari bersinar dikukr dengan jam air, gnomon, bayangan, dan lorong-lorong cahaya. Teks Babylon menyusun bintang-bintang kedalam sebuah deretan yang terletak dispenajnag lingkaran yang menurun yang digunakan untuk mengukur interval waktu, dan juga menggunakan bintang-bintang.
b.      Matematika    
Teks matematik Babel sangat banyak jumlahnya dan teredit dengan sangat baik. Sistem matematik Babel adalah sexagesimal atau bilangan berbasis 60. Oleh karena itu, di masa moderen sekarang penggunaan angka 60 seperti 60 detik dalam satu menit, 60 menit dalam satu jam, dan 360 atau 60x6 dalam derajat lingkaran. Pencapaian dalam ilmu matematika lainnya yaitu ditemukannya penentuan nilai akar kuadrat, bahkan para ilmuan Babel telan mendemonstrasikan teori Pythagoras.  Catatan kuno tentang kuadrat dan kubus yang dihitung menggunakan angka 1 hingga 60, ditemukan di Senkera dimana orang-orang telah menegenal jam matahari, clepsydra, juga tuas dan katrol, padahal saat itu mereka belum memiliki pengetahuan tentang mekanika.Bangsa Babel juga sudah lama mengenal lensa kristal dan penyalaan bubut sebelum ditemukan oleh Austen  
c.       Filsafat
Asal-usul filsafat Babilonia dapat ditelusuri kembali ke awal Mesopotamia literatur kebijaksanaan, yang diwujudkan filosofi kehidupan tertentu, khususnya etika, dalam bentuk dialektika, dialog, puisi epik, cerita rakyat, himne, lirik, prosa, dan peribahasa. Babel penalaran dan rasionalitas dikembangkan di luar empiris pengamatan. Ada kemungkinan bahwa Babel filsafat memiliki pengaruh terhadap Yunani, terutama filsafat Helenistik. Teks Babel Dialog Pesimisme mengandung kesamaan dengan atletik pemikiran dari sofis , yang Heraclitean doktrin kontras, dan dialog dari Plato, serta sebagai awal dari maieutic metode Sokrates dari Socrates . Para Milesian filsuf Thales juga diketahui telah belajar filsafat di Mesopotamia.
d.      Literatur
            Pada masa ini banyak dirikan perpustakaan dan kebanyakan dari orang Babylon sudah mengenal tulisan sehingga bisa membaca dan juga menulis. Sejumlah literature Babylon diterjemahkan dari bahasa Sumeria, bahasa agama, bahasa hukum yang kemudian menjadi bahasa kestuan Sumeria. Ada banyak karya sastra yang lahirdan judul yang paling terkenal yaitu Epic Gilgamesh dalam 12 buku yang diterjemahkan dari Sumeria awal  dan disusun berdasakan prinsip-prinsip astronomi, Setiap bagian cerita merupakan cerita petualangan tunggal Gilgamesh, Seluruh cerita merupakan sebuah hasil gabungan yang nanti akan dilekatkan pada tokoh pusat.
D.    Religi
Pada zaman ini mereka masyarakat banyak dewa tapi yang mereka puja yaitu dewa yang pertama ialah dewa Marduk sehingga mereka banyak mendirikan kuil-kuil di dalam istana maupun di luar istana yang bisa disebut juga dengan Ziggurat. Tetapi masyarakat babylonia sendiri lebih percaya dengan bintang-bintang daripada Tuhan, karena apapun yang terjadi dalam kehidupan mereka, mereka lebih percaya ramalan bintang daripada kehendak Tuhan.
Selain itu ada sebuah festival utama di Babilonia yaitu Buylshu Mishtkaru, festival untuk mengusir roh jahat. Banyak pria Babel yang menghadiri festival ini bahkan sejak usia mereka masih sangat muda. Pada Festival ini, biasanya seorang imam akan menyembelih hewan, yang biasanya seekor sapi, sebagai sebuah persembahan agar para dewa senang. Sebagai gantinya, para dewa mungkin akan memberikan izin kepada orang-orang di festival untuk mendapatkan sebuah jimat untuk masing-masing orang yang dipercaya akan melindungi mereka selama mereka hidup.




2.3. Peradaban Hebru (Bangsa Ibrani/Bani Israel)
A.   Ibrani Peradaban
Bangsa Ibrani dikerdilkan oleh kerajaan besar dari Sumeria, Akkadians, Babilonia dan Mesir, adalah Ibrani. Dari semua peradaban kuno, itu adalah Ibrani yang diberikan mungkin pengaruh terbesar pada masyarakat Barat serta tradisi intelektual Barat.
Bangsa Ibrani adalah orang-orang berbahasa Semit, pertama kali muncul di Mesopotamia. Misalnya, keluarga Abraham yang asli Sumer. Namun antara 1900 dan 1500 SM, orang Ibrani bermigrasi dari Mesopotamia ke Kanaan dan kemudian ke Mesir. Pada saat ini, sebuah suku Ibrani yang mengaku sebagai keturunan Abraham mulai menyebut diri mereka Israel ("tentara Allah"). Orang Ibrani diperbudak oleh firaun Mesir sampai 1250 SM ketika pemimpin mereka, Musa, memimpin mereka pada eksodus dari Mesir ke Semenanjung Sinai. Musa membujuk para pengikutnya untuk menjadi penyembah Yahweh atau Yehovah.
Orang Ibrani yang berjalan ke Sinai dengan Musa memutuskan untuk kembali ke Kanaan. Langkah ini tidak mudah dan Ibrani dihadapkan dengan ancaman konstan dari orang Filistin yang menduduki wilayah pesisir. Dua belas suku Ibrani bersatu pertama di bawah Saul dan kemudian penggantinya, David. Pada abad ke-10, David dan putranya Salomo telah menciptakan kerajaan Israel. Kemajuan ekonomi dibuat sebagai orang Israel mulai berdagang dengan negara-negara tetangga. Kota baru dibangun dan satu pada khususnya, Yerusalem, dibangun oleh Salomo untuk menghormati Tuhan.
Pada 586, wilayah Yehuda hancur dan beberapa ribu Ibrani dideportasi ke Babel. (200 tahun sebelumnya negara utara Israel dihancurkan oleh Asyur Kehancuran 586 menyelesaikan penghancuran dua daerah..) Para nabi Yesaya, Yehezkiel dan Yeremia menyatakan bahwa Babel adalah hukuman Tuhan. The Ibrani, dengan kata lain, telah ditimpakan pembuangan mereka sendiri karena mereka telah melanggar hukum-hukum Allah. Meskipun musibah ini, orang Ibrani selamat sebagai manusia. Pada abad ke-4, Alexander Agung menaklukkan hampir semua dari Timur Dekat dan Palestina dianeksasi ke Mesir dan jatuh di bawah kendali Yunani. Dan oleh BC 1 st dan 2 nd abad, orang Ibrani hilang dekat kemandirian total di bawah Roma. Namun Ibrani tidak akan pernah menyerah iman mereka atau agama mereka.
Orang Ibrani itu, sebagai orang, berkomitmen untuk menyembah satu Tuhan dan Hukum-Nya seperti yang disajikan dalam Perjanjian Lama. Perjanjian Lama merupakan sejarah lisan orang Yahudi dan ditulis, dalam bahasa Ibrani, antara 1250 dan 150 SM Perjanjian Lama ditulis oleh umat beragama dan bukan oleh sejarawan - karena itu mengandung kesalahan faktual, perbedaan dan pernyataan tidak tepat. Namun, banyak dari 39 kitab Perjanjian Lama juga dapat diandalkan sebagai sejarah. Tidak ada sejarawan yang ingin memahami keyakinan agama orang Yahudi dapat melakukannya tanpa menguasai Perjanjian Lama.
Hanya ada satu Tuhan dalam Perjanjian Lama meskipun kitab-kitab Perjanjian Lama menekankan nilai-nilai dari pengalaman manusia. Pahlawan yang tidak dewa dan dewi, tetapi laki-laki dan perempuan, baik yang kuat dan lemah. Apa yang membedakan keyakinan agama orang Ibrani dari sistem kepercayaan Mesir atau Mesopotamia jelas monoteisme mereka. Orang Ibrani menganggap Tuhan sebagai berdaulat penuh - Dia memerintah semua dan tunduk ada hukum sendiri. Berbeda Dekat dewa Timur, Yehuwa tidak diciptakan Allah adalah kekal dan sumber dari semua ciptaan di alam semesta. Dia menciptakan dan memerintah dunia dan membentuk hukum-hukum moral yang mengatur manusia.
Allah adalah transenden yaitu, Dia berada di atas alam dan bukan bagian dari alam. Dalam semacam ini agama, tidak ada tempat untuk dewa matahari atau dewa bulan. Alam telah Demystified - itu tidak lagi super-natural, tapi alami. Artinya, orang Ibrani dikandung alam sebagai contoh karya Tuhan. Hal ini sangat penting karena sifatnya sekali itu Demystified pemikiran ilmiah bisa dimulai. Namun, bahasa Ibrani tidak filsuf atau apakah mereka ilmuwan. Mereka peduli dengan kehendak Tuhan dan tidak dengan kemampuan manusia untuk menjelaskan atau memahami alam. Dengan kata lain, keberadaan Tuhan itu tidak didasarkan pada Alasan atau investigasi rasional, tetapi pada keyakinan agama atau iman saja. Bukan Alasan namun Wahyu adalah landasan iman Ibrani.
Monoteisme ini dimungkinkan untuk kesadaran baru dari individu. Dalam Tuhan, orang Ibrani mengembangkan kesadaran Diri atau "I" - individu yang sadar diri dan sadar otonomi moralnya sendiri dan layak. Dengan pemikiran ini, orang Ibrani percaya bahwa manusia adalah agen bebas - manusia memiliki kemampuan untuk memilih antara yang baik dan yang jahat. Meskipun Allah adalah Mahakuasa Dia juga adil dan penuh belas kasihan. Dia tidak ingin para pengikut-Nya untuk menjadi budak. Sebaliknya, laki-laki dan perempuan untuk memenuhi moralitas mereka dengan bebas membuat pilihan untuk berbuat baik atau jahat. Allah tidak mengendalikan umat manusia - lebih tepatnya, laki-laki harus memiliki kebebasan untuk memilih.
Hanya ada satu Allah dan Ibrani percaya bahwa penyembahan berhala akan menyulitkan umat Allah telah memberikan kebebasan mereka. Keyakinan ini menentang politeisme Timur Dekat yang digunakan untuk mewakili gambar dewa-dewi mereka. Untuk Ibrani, Allah tidak mampu diwakili dalam bentuk apapun. Karena Allah adalah pusat kehidupan semua hanya Dia layak disembah. Oleh karena itu, orang Ibrani akan tidak memberikan kesetiaan utama untuk raja atau jenderal. Untuk melakukannya akan melanggar hukum Allah untuk memiliki "ada Tuhan lain kecuali aku." Jadi, orang Ibrani secara moral bebas. Namun, kebebasan ini datang dengan satu syarat khidmat. Kebebasan tidak berarti, lakukan sesukamu. Sebaliknya, itu berarti ketaatan sukarela pada perintah-perintah moral yang Allah telah diberikan kepada Ibrani melalui Musa.
Bangsa Ibrani dalam mengenal Tuhan tidak bermaksud untuk memahaminya dengan kecerdasan, juga tidak berarti rasional membuktikan keberadaannya, sesuatu yang sibuk teolog Kristen abad pertengahan selama lima ratus tahun. Untuk mengenal Allah, satu hanya harus benar, moral, penuh kasih, penuh belas kasihan dan adil. Ketika pria dan wanita mencintai Tuhan, mereka ditingkatkan.
Salah satu prinsip agama utama dari iman Ibrani adalah bahwa Allah telah membuat perjanjian khusus dengan umat-Nya. Perjanjian ini disebut Kovenan. Dari kitab Keluaran kita baca: "Maka sekarang, jika kamu akan mendengarkan suara saya memang, dan menjaga perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta karun Tambang sendiri dari semua orang, karena seluruh bumi adalah Tambang, dan kamu akan menjadi kepada-Ku suatu kerajaan imam dan bangsa yang kudus. " The Ibrani, kemudian, sadar diri mereka sebagai umat pilihan Allah. Mereka tidak percaya bahwa mereka lebih baik daripada orang lain - sebagai gantinya, mereka percaya bahwa Tuhan telah menyelamatkan mereka dari perbudakan Mesir dan memilih mereka untuk menerima hukum-hukum-Nya.
Ini adalah tanggung jawab yang cukup berat untuk mengatakan paling tidak. Musa menerima 10 Perintah - ". Oughts" kode moral Untuk melanggar hukum-hukum Allah berarti perjanjian - perjanjian khusus dengan Allah - akan rusak. Hal ini bisa mengakibatkan bencana nasional dan penghancuran bangsa Ibrani. Intinya adalah ini: Ibrani masyarakat memiliki kewajiban moral untuk membuat keadilan menang - pada saat yang sama, kejahatan harus diberantas. Ini rasa kewajiban moral (harusnya ini) ditulis ke dalam hukum Ibrani. Kaum miskin, janda, anak-anak dan orang sakit semuanya dilindungi oleh hukum dan kaya dan miskin itu harus diperlakukan berdasarkan hukum yang sama, sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam Kode Hammurabi. Arti penting dari semua ini adalah jelas etika dan moral. Individu itu jelas lebih penting daripada-Nya atau properti pribadinya.
2.4. Peradaban Persia
A. Kebudayaan dan Peradaban Acheminiyah
Pada tahun 600 S.M. suku Medes telah menjadi penguasa Persia. Sekitar tahun 550 S.M. bangsa Persia yang dipimpin oleh Cyrus II menggulingkan kerajaan Medes dan membentuk dinasti mereka sendiri (Kerajaan Achaemenid/Acheminiyah). Cyrus memulai kariernya selaku pejabat rendahan di bagian barat daya Iran, dia menghalau dan memenangkan pertempuran tiga kerajaan besar (Medes, Lydian, dan Babilon), dan menyatukan hampir seluruh daerah Timur Tengah lama menjadi satu negara yang membentang mulai India hingga Laut Tengah .
Cyrus (atau Kurush nama Persinya) dilahirkan sekitar tahun 590 SM di propinsi Persis (kini Fars), di barat daya Iran. Daerah ini saat itu merupakan propinsi Kerajaan Medes. Cyrus berasal dari keturunan penguasa lokal yang merupakan bawahan Raja Medes.
Tradisi yang timbul belakangan bikin dongeng menarik menyangkut diri Cyrus ini, seakan-akan mengingatkan orang akan dongeng Yunani mengenai Raja Oedipus. Menurut dongeng ini, Cyrus adalah cucu Astyages Raja Medes. Sebelum Cyrus lahir, Astyages mimpi bahwa cucunya suatu saat akan menghalaunya dari tahta. Raja keluarkan perintah supaya semua bayi yang baru lahir dibunuh habis. Tetapi, pejabat yang dipercaya melakukan pembunuhan itu tak sampai hati melakukan pembunuhan durjana itu, tetapi diteruskannya perintah itu kepada penggembala dan istrinya supaya melaksanakannya. Namun mereka ini pun tak sampai hati. Mereka bukannya membunuh bayi lelaki melainkan memeliharanya sebagai anak sendiri. Akhirnya, ketika sang bocah tumbuh dewasa, memang betul-betul dia menumbangkan raja dari tahtanya .
Bangsa Medes dan Persia berdekatan satu sama lain, baik disebabkan asal-usul maupun persamaan bahasa. Karena Cyrus tetap meneruskan sebagian besar hukum-hukum Medes dan sebagian besar prosedur administrasi pemerintahan, kemenangannya atas Medes hanyalah merupakan sekedar perubahan dinasti dan bukannya suatu penaklukan oleh bangsa asing. Tetapi, Cyrus segera menampakkan keinginannya melakukan penaklukan ke luar. Sasaran pertamanya adalah Kerajaan Lydian di Asia Kecil, dikuasai oleh Raja Croesus, seorang yang kekayaannya seperti dongeng. Besi Cyrus tak ada artinya jika dibandingkan emasnya Croesus. Menjelang tahun 546 SM Cyrus menaklukkan Kerajaan Lydian dan menjebloskan Croesus ke dalam bui .
Cyrus kemudian mengalihkan perhatiannya ke jurusan timur, dan dalam serentetan pertempuran, dia taklukkan semua bagian timur Iran dan dimasukkannya ke dalam wilayah kekuasaan kerajaannya. Pada tahun 540 SM, Kekaisaran Persia membentang ke timur sejauh Sungai Indus dan Jaxartes (kini Syr Darya di Asia Tengah). Dengan terlindungnya bagian belakang. Cyrus dapat memusatkan perhatian pada yang paling berharga dari segalanya. Kekaisaran Babylon yang makmur loh jinawi, terletak di pusat Mesopotamia tetapi dapat mengawasi segenap daerah "bulan sabit subur" (Fertile Crescent) Timur Tengah. Tidak seperti Cyrus, penguasa Babylon Nabonidus tidaklah populer di kalangan rakyat. Tatkala tentara Cyrus maju bergerak, pasukan Babylon bertekuk di lutut Cyrus tanpa suatu perlawanan. Karena Kekaisaran Babylon meliputi juga Suriah dan Palestina, kedua daerah ini pun dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Cyrus.
Cyrus menghabiskan waktu beberapa tahun untuk mengkonsolidasi penguasaannya dan mengorganisir kembali kekaisaran yang begitu besar yang telah direbutnya. Kemudian dia pimpin Angkatan Bersenjata menuju timur laut menaklukkan Massagetae, suku nomad yang hidup di Asia Tengah sebelah timur laut Kaspia. Orang-orang Persia memperoleh kemenangan pada saat-saat kontak senjata pertama. Tetapi pada pertempuran kedua, pertempuran tahun 529 SM, mereka terkalahkan dan Cyrus terbunuh.
Cyrus digantikan oleh puteranya Cambyses II. Cambyses mengalahkan Massagate dalam pertempuran berikutnya, menemukan mayat ayahnya dan menguburnya kembali di Pasargadae, ibukota Persia kuno. Kemudian Cambyses mengirim pasukan untuk penyerbuan Mesir, sehingga dengan demikian dia menyatukan segenap daerah Timur Tengah lama dalam satu kekaisaran. Dan dalam masa pemerintahan Darius, jalur pelayaran mulai diperkenalkan, bersamaan dengan dimulainya sistem mata uang logam emas dan perak. Jalan kerajaan dari Sardis hingga Susa dan sistem pos difungsikan dengan tingkat efisiensi yang menakjubkan. Pada masa jayanya di tahun 500 S.M. daerah kekuasaan kerajaan ini membentang ke arah barat hingga ke wilayah yang sekarang disebut Libya, ke arah timur hingga yang sekarang disebut sebagai Pakistan, dari Teluk Oman di Selatan hingga Laut Aral di Utara. Lembah Indus juga merupakan bagian dari Kerajaan Achaemenid. Seni budaya Achaemenid memberikan pengaruh pada India, dan bahkan kemudian dinasti Maurya di India dan pemimpinnya Asoka sangat terimbas dengan pengaruh Achaemenid. Begitupun juga yang terjadi di Asia Kecil dan di Armenia, pengaruh Iran sangat kuat bertahan jauh setelah keruntuhan dinasti Achaemenid. Ada beberapa kata yang diserap oleh bahasa Armenia dari kata-kata bahasa Iran sehinggga selama beberapa lama para peneliti mengira bahwa bahasa Armenia merupakan bagian dari bahasa Iran dan bukannya merupakan unit yang terpisah dari keluarga bahasa Indo-Eropa. Pada kira-kira tahun 513 S.M. bangsa Persia melakukan invasi ke tempat yang sekarang merupakan Rusia Selatan dan Eropa Tenggara dan hampir menguasai wilayah ini juga. Darius sekali lagi mengirim bala Tentara Agung-nya ke Yunani di tahun 490 S.M., tetapi dikalahkan oleh pasukan bangsa Athena di Marathon. Sekali lagi putra Darius, Xerxes, menginvasi Yunani di tahun 480 S.M. Bangsa Persia mengalahkan tentara Sparta setelah melalui pertempuran sengit di Thermopylae. Akan tetapi mereka mengalami kekalahan yang menyesakkan di Salamis dan didepak dari Eropa tahun 479 S. M .
 Setelah mengalami kekalahan di Yunani, Imperium Achaemenid kian melemah dan mengalami kemerosotan. Pada tahun 331 S.M. Alexander dari Macedonia menaklukkan kerajaan tersebut, setelah mengalahkan tentara Persia yang besar dalam pertempuran di Arbela. Kemenangan ini mengakhiri Imperium Achaemenid dan Persia pun menjadi bagian dari kekaisaran Alexander.
 B. Kebudayaan dan Peradaban Parthian
Penaklukan oleh Alexander sama sekali bukan pertanda tamatnya Kekaisaran Persia. Lebih dari sepuluh tahun setelah kematian Alexander di tahun 323 S.M., salah seorang panglima bernama Seleucus mendirikan sebuah dinasti yang memerintah Persia dari tahun 155 S.M. dia berhasil menguasai Suriah, Mesopotamia, dan Iran, dengan demikian dia mendirikan Kekaisaran Seleucid. Tetapi, kekuasaan asing atas Iran tidaklah berlangsung lama. Di pertengahan abad ke-2 SM pecah pemberontakan melawan kekuasaan Seleucid, di bawah pimpinan Arsaves I yang menganggap diri keturunan Achaemenid (dinasti Cyrus). Setelah itu, bangsa Parthian memenangkan kendali atas Persia. Pemerintahan mereka bertahan hingga tahun 224 M. Bangsa Parthian membangun kerajaan yang besar melewati Asia Kecil Timur dan Asia Barat Daya. Selama 200 tahun terakhir pemerintahan mereka, bangsa Parthian harus berperang dengan bangsa Romawi di Barat dan bangsa. Kushan di wilayah yang sekarang menjadi wilayah Afganistan. Sekitar tahun 224 M seorang Persia bernama Ardhasir menggulingkan kekuasaan bangsa Parthian dan mengambil alih kerajaan.
C. Kebudayaan dan Peradaban Sasanian
Setelah lebih dari 550 tahun di bawah kekuasaan bangsa asing, orang Persia kembali memerintah Persia, dan dinasti Sassanid (Sasanian) yang juga mengaku keturunan dari Archaeminid, ini bertahan selama lebih dari 400 tahun. Dalam kurun wakitu itu, seni budaya Iran tumbuh subur, jalan-jalan, irigasi dan bangunan berkembang pesat, akan tapi perang antara bangsa Persia dan bangsa Romawi terus berlanjut mewarnai sebagian besar masa pemerintahan rezim Sassanid.
 Peradaban Sassanid mencapai kejayaannya di pertengahan abad ke 6 M . Persia memenangkan beberapa peperangan dengan Romawi, dan menguasai kembali wilayah yang pernah menjadi bagian dari Kerajaan Achaemenid. Tentara Persia sebenarnya telah menguasai hingga perbatasan Konstantinopel, yang pada saat itu merupakan ibukota dari kerajaan Byzantium (Kerajaan Romawi Timur). Akan tetapi mereka di sana dikalahkan dan terpaksa mengundurkan diri dari sernua wilayah yang telah mereka taklukkan. Kerajaan Sassanid jauh lebih tersentralisir dari para pendahulunya. Zoroastrianisme menjadi agama negara . Akan tetapi selama masa rezim Shahpur 1, seorang pemimpin agama dan pergerakan baru muncul ketika Mavi menyatakan dirinya sebagai rasul Tuhan Yesus yang terakhir dan terbesar. Pada akhirnya dia dihukum mati. Agamanya kemudian disebut Manicliaeisme. Di bawah dinasti Sassanid, eksploitasi dan penindasan yang ekstrim terhadap rakyat mencapai puncaknya. Perbudakan telah melampaui batas dan memasuki masa krisis. Migrasi besar-besaran kaum tani miskin telah merambah kota-kota sebagai akibat tirani kebangsawanan feodal yang tak tertahankan. Namun, di kota-kota-pun mereka masih diperlakukan sebagai budak. Penindasan yang terakumulasi itu tiba-tiba meledak dalam bentuk gerakan revolusioner di bawah pimpinan Mazdak . Mazdak adalah seorang revolusioner besar jaman itu dan gerakannya, seperti halnya gerakan Kristen di masa awal yang berkembang di bawah kondisi serupa, memiliki kandungan komunistik. Ajarannya menuntut distribusi kesejahteraan yang adil, melarang memiliki istri lebih dari satu, dan memperjuangkan eliminasi kebangsawanan dan feodalisme. Gagasan-gagasan revolusioner Mazdak mengakar kuat di kalangan budak dan kaum tani miskin. Gerakannya bertahan selama 30 tahun dari tahun 494 M hingga 524 M. Pada masa pemerintahan Raja Nosherwan, gerakan Mazdak secara brutal ditindas dan tiga puluh ribu pengikutnya dibinasakan, akan tetapi pada dasamya Nosherwan telah dipaksa untuk melaksanakan reformasi sosial dan agraris. Gerakan revolusioner Mazdak adalah salah satu perjuangan kelas yang paling inspiratif dalam sejarah Iran. Tradisi ini telah meninggalkan jejak mendalam pada perjalanan panjang gerakan revolusioner Iran. Di pertengahan abad ke-7 M, terjadilah sebuah peristiwa yang merubah nasib Iran. Tentara Arab menaklukkan negara tersebut dan kebanyakan rakyat Iran kemudian menganut agama Islam. Alasan bagi keberhasilan pesat agama baru itu tidak sulit untuk dicari. Di samping ke semua pencapaian yang demikian menakjubkan, Kerajaan Sassanid dicirikan dengan adanya penindasan yang ektrim terhadap rakyat yang telah terinjak. Meskipun begitu, bagi dunia bangsa Iran lahirnya agarna Islam tidak berarti pembebasan, akan tetapi merupakan kekalahan dan penjajahan oleh orang asing. Hal itu merubah seluruh rangkaian sejarah Persia. Dengan memperkenalkan Islam, bangsa Arab mengganti kepercayaan kuno Persia, Zoroastrianisme, dan sejak saat itu hingga hari ini, orang Persia menjadi Muslim.[4]
D. Bahasa Persia
Bahasa Persia adalah salah satu bahasa yang tertua di dunia yang masih digunakan hingga hari ini. Bahasa Persia turut terkenal karena tradisi sastranya dan sastrawan-sastrawannya yang terkenal dan berbakat. Antaranya ialah Hafez, Ferdowsi, Khayyam, Attar, Saadi, Nezami, Roudaki dan juga Rumi. Bahasa ini tergolong dalam keluarga bahasa Indo-Eropa dan merupakan bahasa resmi di Iran, Tajikistan dan Afganistan.
Bahasa Persia turut memengaruhi bahasa Indonesia dari segi nama yang merupakan nama tempat Persia purba, seperti Johansyah (Johan Shah) dan Firmansyah. Selain itu beberapa kosakata Persia lain turut diserap seperti arak, bait, bandar, menara, anggur, ratna (rakna), jahanam, topan (taufan), waswas, dll.
E.     Agama
Peradaban Persia telah memperkenalkan tiga agama utama yaitu Zoroastrianisme, Manikeanisme, dan Bahá'í. Agama-agama lain termasuk Mazdak dan Manikeanisme yang keduanya secara tidak langsungnya memengaruhi agama Kristen: Keduanya berakar dari agama Zoroastrianisme. Sekarang, banyak cendekiawan memperdebatkan tentang agama yang mana terbit dahulu, Zoroastrianisme atau Yahudi. Tetapi mereka telah bersetuju bahwa Zoroastrianisme datang dahulu kalau diambil dari perspektif angelologi (doktrin tentang malaikat), demonologi (doktrin tentang setan) dan doktrin mengenai kiamat dan bencana alam.
Sekarang, mayoritas orang Persia beragama Islam (aliran Syi'ah) dan juga terdapat kelompok minoritas beragama Islam (aliran Sunnah Waljamaah), Zoroastrianisme, Kristen, Yahudi dan Bahá'í. Terdapat juga ateis dan agnostik. Orang Persia mulai memeluk Islam sekitar tahun 637 – 651. Hal itu terkait rapat dengan penyebaran Islam pada zaman Khulafa'ur Rasyidin.













BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Peradaban Sumeria , Babylonia Persia dan Hebru
Dari 4 peradaban yang kami susun dan kami pelajari semuanya, walaupun hanya sebatas membaca dan tidak begitu memahami. Akan tetapi kami dapat mengetahui keempat dari peradaban tersebut sehingga kami dapat menyusun makalah ini.
Sejarah Peradaban dunia klasik yang berpusat di semenanjung Timur tengah (Mesopotamia) merupakan sejarah peradaban yang berusia lebih dari puluhan tahun usianya. Yang membangun suatu peradaban besar yang berpengaruh sampai sekarang. Berikut peradabannya:
•        SUMERIA : Bangsa Sumeria termasuk rumpun Semit. Sekitar tahun 3.000 SM, mereka telah memiliki kebudayaan yang tinggi. Pemukiman mereka di sekitar Teluk Persia. Mereka telah mendirikan daerah perkotaan. Kota-kota yang terkenal, yaitu Larsa (Larsam), Lagasy (Lagash), dan kota Ur. Kota Ur merupakan pusat kegiatan bangsa Sumeria.
•        BABYLONIA : Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang disebut juga Babilonia. Kata Babilonia berasal dari kata babilu yang berarti gerbang menuju Tuhan. Babilon terletak ± 97 kilometer di selatan kota Bagdad sekarang, di tepi sungai Eufrat, Irak selSatan. Babilon menjadi pemerintahan (ibukota).
•        PERSIA : Etnis Persia adalah keturunan Bangsa Arya yang berhijrah dari Asia Tengah ke Iran pada milenium kedua sebelum Masehi (SM). Bangsa Arya ini kemudian terpecah dua menjadi bangsa Persia dan bangsa Media dan mereka berasimilasi dengan suku-suku setempat seperti Elam. Dari sini, lahirlah bangsa Persia [Iran].
•        HEBRU : Bisa disebut juga bangsa Ibrani, mereka datang dari Ur menuju Palestina sekitar 2000 SM. Nama Ibrani berarti bangsa dari sebrang sungai Eufrat. Ibrani adalah bukan orang-orang nomaden. Mereka tinggal di Timur Tengah kuno. Sekitar 1400 SM mereka menetap di Kanaan, negeri di pantai timur laut Mediterania, wilayah Israel modern, Yordania, Lebanon dan Suriah. Kemudian negara ini dikenal sebagai kerajaan Israel dan, setelah kematian Raja Salomo, dibagi menjadi Israel dan Yudea.


Related Posts

Subscribe Our Newsletter