Apa yang meyebabkan seseorang
berbuat amal kebaikan kepada seseorang akan tetapi perbuatannya tersebut tida
akan mendapat keridhooan dari Allah SWT maka amalnya tersebut akan sia-sia dan
tidak akan mendafatkan pahala dari Allah SWT. Ibn Ata'illah as-Sakandari dalam kitabnya
al-hikam sebagaimana terdapat dalam hikmah yang ke sepulah disebutkan bahwa Amal
itu mempuyai dua bentuk bentuk yang dohir dan bentuk batin(roh) dan rohnya amal
tersebut adalah adanya ke ikhlasan dalam amal tersebut. Amal yang kita lakukan ini
ada bentuk jasad dan ada ruhnya, jadi ada bentuk dohirnya seperti sodakoh,
infak, haji, umrah dan amalam-amalan yang lainnya itu adalah bentuk dohir amal
dan amal memang harus ada dohirnya.
Maka tida ada nilainya amal
tersebut tanpa ruh, amal sebanyak apapun yang kita lakukan kalau tidak ada
ruhnya amal tersebut akan sia-sia seperti bangkai yang tergeletak karena tidak
diterima oleh Allah SWT, jadi amal itu harus ada ruhnya apa ruhnya amal itu ruhnya
segala amal perbuatan adalah ke iklasan, percuma kita melakukan amal sebanyak
apapun kalau kita tidak ikhlas haya ingin di puja dan disanjung oleh orang lain.
Amal dapat dibagi atau di
klasifikasikan menjadi tiga bagian, sebagaimana di kutif dari buya yahya salah
satu ulama asal Cirebon Jawa Barat bahwa amal itu terbagi menjadi tiga
katagori.
- Orang beramal dan berniat yang benar. Maksudnya seseorang itu beramal atau melakukan hal kebaikan di barengi dengan ke ikhlasan dalam hatinya beramalnya haya ingin mendapat keridan dari Allah SWT semata tidak ingin disanjung oleh orang lain.
- Orang beramal tapi niatnya tidak benar. Maksudnya orang itu beramal tapi tidak dibarengi dengan ke ikhlasan pamrihnya bukan karena Allah SWT dikarnakan mahluk sematasajah, misalnya seseorang rajin ke mesjid di saat ada keinginan saja misalnya perginya itu karena ada pacarnya misalnya karena pengen disanjung.
- Niat yang baik tapi tidak pernah beramal. Katagori yang ketiga ini dapat di klasifikasikan menjadi dua. Pertama ada orang yang punya niat baik dan tidak pernah melakukan kebaiakan dalam hal ini misalnya beramal karena keterbatasan setiap hari selalu berangan-angan Kedua punya niat baik tapi giliran kanya atau mampu di tidak melakukan kebaikannya tersebut maka orang yang seperti ini tidak akan punya pahala dari Allah SWT meskipun puya niat yang baik.
Dari ke tiga katagoeri tersebut
niat yang mana yang akan diterima oleh Allah swt, yaitu katagori yang pertama
yaitu orang beramal berbuat kebaikan dan berniat yang benar, jadi orang tersebut
beramal kemudian dibarengi dengan ke iklasan, itulah beberapa diantaranga
katagori amal perbuatan manusi Itulah yang akan diterima oleh Allah SWT.Mudah-mudahan
artikel ini bermanfaat.