Banyak penjelasan dari Allah SWT tafsir bil ayat (tafsir dengan ayatnya
dalam surat an-nur ayat 35, 36, 37 ini penjelasan bagaimana cara cahaya Allah
SWT itu bekerja,
Artinya: Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi.
perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di
dalamnya ada Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan
bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari
pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur
(sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja)
hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya
(berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki,
dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha
mengetahui segala sesuatu.(QS An-Nur 35)
Artinya: Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang Telah diperintahkan
untuk dimuliakan dan disebut nama-Nya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu
petang (QS An-Nur 36)
Kalau kita tidak mengikuti surat an-nur ayat 35, 36, 37 di atas
tadi dipastikan cahaya itu tidak akan ada,
kalaupun ada cahanya itu adalah cahaya palsu. Contohnya kita bingung mengenai
pekerjaan sebenernya bolehlah itu di bilang Dulumatud ad-dunnya sebagai
gelapnya dunia. Orang kebingungan kalau ga ada kerjaan mau makan apa dan segala
macam kira-kira seperti itu, lalu kemudian dia dapat pekerjaan tapi kita liat
bagaimana pekerjaannya itu adalah cahaya palsu buat dia rupanya dia bekerja
tetap aja tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya, dan bagaimana cahaya Allah
bekerja terhadap orang tua dahulu, oaring tua dahulu dagangannya sepuluh butir
kelapa sajah dan naik sepeda berbelas belas kilometer pergi dan pulang dari
mulai setelah sholat subuh dia tahajud dulu cuma sepuluh butir kelapa dia jual
di pasar, kelaiatnnya dia tidak munkin bisa memenuhi kebutuhan keluarganya tapi
apa yang kita saksikan anak-anak dan keluarganya cukup bisa makan sekolah.
Lalu kita liat pasangan hidup muda sekarang ini gajih besar, mobil
puya anaknya dua apa yang terjadi jaman
sekarang dia tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya dan anak-anaknya
tersebut. Kenapa bisa terjadi seperti itu, bisa jadi dia tidak diberikan cahaya
oleh Allah SWT, banyak orang yang berusaha tapi malah menjadi banyak utang,
banyak masalah bisa jadi Allah SWT tidak
menberikan cahaya di pekerjaannya ataupun di rumah tangganya. Banyak orang yang
karirnya luar biasa di nomor satukan itu pekerjaannya, pimpinannya tapi apa
yang terjadi karirnya pun tidak bercahaya, belasan puluhan tahun begitu sajah
tidak berkembang-kembang gaji pekerjaannya.
Dlam surat An-Nur di ats tadi dijelaskan bahawa kalau kita ingin mendapatkan
cahaya dari Allah SWT, Allah ijinkan kita meyebut namanya, mengagungkan namanya
Allah ijinkan bertasbih kepadanya, jadi kalau kita ingin mendapatkan cahaya
dari Allah SWT kita harus sering bertasbih kepadanya pagi, siang, sore, dan
malam. Coba renungkan dalam diri kita apakah pagi tadi, sore kemarin, malam
kemarin ada tasbihnya tidak, meyebut namanya tidak teryata kita tidak bertasbih
kepadanya bagaimana mungkin akan mendapatkan cahaya keberekahan dari Allah SWT kalau
bertasbihpun tidak pernah. Di dalam rumah tangga, pekerjaannya, usahanya,
dagangnya tidak bercahaya kenapa karena ga ada meyebut dan bertasbih kepadanya,
tidak ada solatnya, kiamul al-lailnya, ngaji qur’annya tapi apa yang terjadi
kita meyombongkandiri kita sendiri kita mensucikan, meninggikan diri kita
sendiri.
Mudah-mudahan artikel mengenai cara mendapatkan cahaya Allah dan
bagaimana cahaya Allah itu bekerja bisa bermanfaat dan sebagai bahan intropeksi
terhadap diri kita ini.