HUKUM MENGGUNJING ORANG YANG BERZINA

Perbuatan zinah adalah perbuatan dosa yang sangat besaar di mata Allah, di jaman modern saat ini perzinahan sangat maarak dimana-mana, dari mulai usia anak-anak hingga dewasa dan tidak sedikit yang sudah menikah pun terjerumus ke dalam lubang perjinahan. ini sebagian dari arus moderenisasi dan teknologi canggih saat inii tanpa ada pilterisasi dan lemahnya moral agama yang dimiliki orang saat ini. Keimanan kepada tuhanlah untuk menghambat perbuatan yang haram ini. Agama sangat melarang perbuatan seperti ini bahkan di agama manapun yang namanya perzinahan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim itu dilarang, karena ini memiliki banyak dampak negative dari segi sosial, pisikologis, dan kesehatan. Allah SWT melaranng perbuatan zinah bahkan perbuatan yang sepereti ini termasuk perbuatan dosa yang  sangat besar, siapa saja yang melakukan perbuatan ini maka hukumannya di dunia dan di akherat, di dunia orang yang melakukan perbuatan zinah ini harus di rajam sebanyak 100 kali dan di asingkan bagi mereka yang belum menikah, tetapi bagi mereka yang melakukan zinah yang sudah menikah maka hukumannya di rajam sampai meninggal.
Karna ini perbuatan yang sangat di larang oleh Allah SWT, mendekatinyapun di larang sebagaimana dalam tafsir Ibnu Katsir Allah SWT berfirman dalam surat sebagai berikut:
وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
Artinya "Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS.Al Israa. ayat 32)
Dalam menafsirkan ayat diatas Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah swt, mengharamkan hamba-hambanya berbuat zina, begitu pula mendekatinya dan melakukan hal-hal yang mendorong dan meyebabkan terjadinya zina.
Tetapi dalam artikel kali ini khusus akan membahan mengenai menggunjing, menggunjing orang yang telah melakukan zinah. Di certikan bahwa menggunjing orang yang berzinah sama seperti orang yang melakukan berzinah. Jangan sampai menceritakan kepada seseorang tentang perbuatan zinah baik itu dirinya sendiri maupun orang lain mungkin ada orang yang terpeleset dalam perbuatan zinah tapi tutuplah dan mngadulah kepada Allah biarpun ada orang yang sangat deket kepada kita maka tidak perlu bercerita tentang perbuatannya tersebut karena sedekat-dekat manusia akan melihat jeleknya manusisa nanti, yang pernah mabuk jangan bangga dan jangan pernah bercerita kepada orang lain karena itu masalalu biarkan masa lalu itu masa lalu semoga Allah mengampuni dosanya yang masalalu, bahkan kalau orang lainpun menayakan kepada kita tentang perbuatan kita khususnya dalam hal ini perbuatan zinah jangan sampai kalian menjawab bahwa ia saya telah melakukannya meskipun di itu telah berbohong atas perbuatannya tersebut, jangan pernah mengadu kepda selain Allah tentang perbuatannya buruknya kepada orang lain tapi mengadulah kepada Allah dengan bertaubat yang sebenar-benarnya dan mintalah ampunan kepadanya dengan tetesan airmata yang tidak munafik.
Di dalam kisah yang terjadi dalam Nabi Muhammada SAW itu dihindari oleh Nabi tapi dialihkan mungkin kau haya meyentuh mungkin kau haya begini masih saja orang tersebut mengadu kepada Nabi pada saat itu, sehingga para ulama menjelaskan bahwa dosa seperti zinah dan yang lainnya dosa kepada Allah hendaklah di tutup dan jangan diceritakan kepada orang lain khususnya masala zinah apalagi dia menuduh orang yang berzinah sebagaimana firman Allah SWT tentang larangan menggunjing orang lain :
Artinya “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan sakwa-sangka, karena sebagian dari sakwa-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? (QS Al Hujurat : 12)
Mulai saat ini kita jangan sampai menggujing atas aib orang lain yang jelek seharusnya kita mendoakan kepada orang yang telah melakukan perbuatan dosa tersebut semoga Allah mengampuni dosanya tersebut. Sekian mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter