Menjadi orang
tua yang terbaik bagi anak memang tidaklah mudah. Rasa jengkel atau kesal
bahkan marah kerap melanda saat anak sulit diatur atau melawan. Bagi orang tua
hati-hatilah anda saat memarahi anak anda khususnya sang buah hati yang masih
di usia tumbuh kembang atau golden age, yakni sekitar lima tahun pertama di
kehidupannya, salah satu tanpa disadari Anda elah membuat buruk karakter anak
dan mematikan ratusan sel otak yang seharusnya berkembang baik untuk kecerdasan
anak. Ingatlah pembentukan karakter dan waktu anak sangat dewasa, ditentukan di
masa anak-anak yakni dimasa tumbuh kembang.
![]() |
| Gambar diambil dari Google |
Banyak dampak negatif jika kita
sebagai orang tua terlalu sering membentak atau memarahi anak. Mas anak-anak
adalah masa yang pennuh dengan perkembangan dan pertumbuhan. Sejumlah
penelitian meyebutkan ratusan sel otak anak akan rusak akibat sekali bentakan.
Oleh karena itu adalah tantangan bagi orang tua untuk tetap bisa menahan dan
mengontrol emosi demi masa depan sang buah hati. Beberapa dampak buruk jika
anak sering dimaraha yaitu sebagai berikut:
- Penurunan kepercayaan diri. Anak saat dewasa menjadi minder dan takut mencoba hal baru. Jiwanya selalu merasa bersalah sehingga hidupnya penuh keraguan dan tidak percaya diri. Anak-anak yang sering kena marah cenderung akan berfikir bahwa peyebab dia dimarahi adalah karena melakukakn kesalahan. Semakin sering anak dimarahi, maka semakin kuat pada diri anak bahwa semua tindakan adalah salah. Ujung-jungnya anak akan kehilangan kepercayaan pada diri sendiri dan takut melakukan hal-hal yang baru,
- Anak akan melihat sipat pemarah, egois judes karena dia dibentuk dengan kemarahan oleh orang tuanga. Jika ada hal yang berkenaan dengan hatinya, karena sikap kawannya, dia cenderung agresip dan memarahi kawannya, padahal masalahnya hanya sepele,
- Anak akan memiliki sipat menantang,
- Anak kan memiliki pribadi yang tertutup dan suka meyimpan unek-uneknya, takut mengutarakan karena takut dipersalahkan. Meyebabkan anak menjadi pasif karena akan selalu memilih lebih baik diam daripada dimarahi,
- Depresi tekanan mental atau depresi bisa sajah dapat terjadi pada anak yang sering sekali dimari. Anak akan menjadi pemurung, jarang tertawa dan kurang bahagia. Malah pada kasus beberapa anak cenderung pemarah dan gemar melakukan kekerasan, baik secara visik maupun verbal,
- Trauma. Anak bisa juga mengalami trauma jika keseringan karena marah, apalagi jika kekerasan verbal yang terjadi disertai dengan pemberian julukan (labeling) yang kasar atau tidak pantas seperti “anak nakal”, “anak bodoh”
Setelah mengetahuai dampak buruk
jika Anda sering memarahi anak, khususnya di usia tumbuh kembang mereka, apakah
sebagai orang tua masih akan tetap tidakmengendalikan emosi anada. Itulah paparan
diantaranya terkait dengan dampak negatif jika orang tua sering memarahi dan marah-marh
