Komandan pasukan Bani Umayyah yang berhasil menguasai
sebagian Semenanjung Iberia (Andalusia, Spanyol) adalah Tariq bin Ziyad. Pada
waktu itu, Bani Umayyah berada di bawah pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik
(Al-Walid). Tariq yang keturunan Barbar itu melakukan penyerangan ke Spanyol
pada tahun 711 M atas perintah Gubernur Aftika utara, Musa bin Nusair. Saat
itu, di Andalusia, terjadi perebutan kekuasaan di Kerajaan Gotia, yang akhirnya
dimenangkan Roderick. Setelah itu, muncul pemberontakan yang dilakukan kelompok
Witiza dan kelompok Julian, yang juga masih bagian Kerajaan Gotia.
Raja Witiza tidak mampu menghadapi serangan Roderick sehingga
tewas. Kemudian, putra Witiza, Graaf Julian, meminta bantuan kepada Musa bin
Nusair, gubernur Bani Umayyah, di Afrika Utara. Laskar Islam yang ditugaskan
untuk menghadapi Roderick adalah Tariq bin Ziyad. Tariq berhasil memperoleh
kemenangan yang gemilang dalam menghadapi Roderick di Xeres pada tahun 7lZ M.
Kemudian, disusul Musa bin Nusair dengan membawa bala bantuan sebanyak 18.000.
Sejak itulahAndalusia menjadi salah satu provinsi Kerajaan Bani Umayyah di
Damaskus. Dalam waktu 7 tahun hampir seluruhAndalusia dapat direbut tentara
Islam.
- Faktor-Faktor Pendukung Masuknya Islam ke Andalusia
Proses masuknya Islam ke Andalusia berlangsung melalui proses
yang sangat panjang. Setidaknya, ada dua proses yang memengaruhi, yaitu proses
kebudayaan danproses politik. Proses kebudayaan, yaitu daya tarik yang dimiliki
peradaban Islam yang menyebabkan masyarakat di luar Islam berkeinginan untuk
mengembangkannya. Orang-orang Eropa tertarik dengan ukhuwah, semangat jihad,
kepemimpinan, dan perkembangan ilmu pengetahuan. Dari proses politik,
orang-orang Eropa dapat mengenal Islam melalui hubungan antarpemimpin negara
atau para utusan masing-masing negara.
Pengaruh Islam melalui proses politik ataupun kebudayaan ke
Eropa untuk pertama kali tedadi di Andalusia (Spanyol). Orang-orang Andalusia
dengan mudah menerima kedatangan Islam yang menjunjung tinggi asas perdamaian.
Pada masa itu, Andalusia diperintah raja yang kejam. Pemerintahan Gotia di
Andalusia kurang disenangi rakyatnya, termasuk umat Kristen (Romawi) yang
berada di luar Andalusia. Untuk itu, para pemuka Kristen meminta bantuan kepada
kaum muslimin untuk membebaskan rakyat dari kekejaman Raja Gotia. Sejarah
mencatat, ada dua faktor yang mendukung masuknya Islam ke Andalusia, yaitu
faktor intem dan ekstern.
Faktor intern, kondisi intern sangat rapuh dan penuh gejolak
yang berkepanjangan. Kepemimpinan Gotia yang selalu menindas menyebabkan rakyat
sangat menderita. Di antara kepemimpinan Gotia yang tidak disenangi rakyat
adalah sebagai berikut.
- Gotia tidak mengenal toleransi terhadap pemeluk agama yang berbeda dengan agafit6 resmi kerajaan, yaitu Kristen. Padahal, mayoritas penduduk Andalusia pemeluk agama Yahudi.
- Kepemimpinan Raja Gotia pada umumnya menggunakan kekerasan. Kaum Yahudi dipaksa dibaptis menurut agama Kristen. Bagi merekayarrg tidak mau dibaptis dan menolak, akan mendapatkan siksaan. Keadaan semacElm ini juga diperlakukan terhadap pemeluk Kristen yang berbeda aliran. Hal itu yang membuat Gotia juga dimusuhi kaum Kristen di luar Spanyol, seperti Katholik Roma.
- Kondisi ekonomi yang makin terpuruk. Makin hari justru tidak menguntungkan bagi rakyat, bahkan rakyat makin sengsara.
Faktor eksternal adanya perlawanan oleh kelompok agama atau
pemeluk agama yang berbeda dengan agamayang dikehendaki Raja Gotia, terutama
yang datang dari luar Spanyol. Dari sinilah Islam mulai terbuka untuk masuk ke
Andalusia. Hal ini dapat ditilik dari letak Andalusia sendiri. Di antara fal(or
lain yang sangat mendukung masuknya Islam diAndalusia, dapat kita perhatikan
dari hal-hal berikut inil.
- Di belahan utara (Afrika Utara) terdapatwilayah yang menjadi pusat Katholik Romawi dan Islam. Hubungan kedua wilayah tersebut terbuka.
- Banyak wilayah di utara yang dahulu menjadi pusat Yahudi dan Kristen, kemudian bergabung dengan Islam. Mereka bergabung dengan Islam karena tidak menyukai kepemimpinan Gotia yang tidak mengenal toleransi. Mereka berusaha untuk menjatuhkan Gotia. Islam yang mengedepankan toleransi, akhimya menjadi pilihan yang tidak dapat diragukan lagi.
- Proses Masuknya Islam di Andalusia
Pada masa pemerintahan Khalifah Walid bin Abdul Malik (8G96
H1705:715 M) dari Dinasti Umayyah, para juru dakwah Islam telah memasuki
Andalusia di daratan Eropa. Andalusia dahulunya disebut Vandalusia, yaitu
negeri bangsa Vandal. Andalusia sekarang lebih dikenal dengan nama Spanyol.
Nama Vandalusia berasal dari kekuasaan Romawi pada abad kelima Masehi.
Pada masa itu bangsa Vandal dikalahkan bangsa Gotia. Bangsa
Gotia inilah yang menguasai Andalusia ketika juru dakwah Islam mulai masuk ke
Andalusia. Pada masa itu Andalusia diperintah Raja Roderick. Ia pengganti Raja
Witiza meskipun tak dikehendaki rakyat, yang mengakibatkan persengketaan. Putra
Witiza yang bemama Graaf Julian meminta bantuan Musa bin Nusar, Gubemur Afrika
Utara dari Dinasti Umayyah. Dari sinilah parajuru dakwah Islam mulai terlibat dalam
kancah politik untuk menyelamatkan bangsa Eropa di Spanyol Pada tahun 92H
(711M) Musa bin Nusair dengan seizin Khalifah Walid bin Abdul Malik,
GubemurAfrika Utara, mengutusTariq bin Ziyad untuk datang memenuhi permintaan
rakyat Andalusia. Perjalanan Tariq dari Afrika ke Andalusia dilakukan dengan
menyeberangi selat dan mendarat di sebuah gunung. Karena itu, gunung itu
dikenal dengan sebutan "Jabal Tariq", yang artinya Gunung Tariq,
dalam bahasa Latin disebut "Gibraltar".
Salah satu keputusan Tariq bin Ziyad yang sampai saat ini
dipandang berani dan cemerlang adalah memerintahkan kepada pasukannya untuk
membakar seluruh kapal yang ditumpanginya. Pasukannya terkejut karena belum
paham maksud perintah itu. Untuk menenangkan pasukannya, Tariq binZiyad berpidato,
" Kita sekarang berada di antara dua pilihan, menang atau mati. Di
belakang kita terbentang lautan luas, di depan kita lawan yang telah menghunus
pedang . Tidak ada lagi jalan mundur. Siapa yang lapar silakan ambil makanan
yang ada di tangan musuh, dan siapa yang memerlukan senjata, silakan ambil di
tangan lawan, siapa yang ingin mati syahid di dalam membela agama Allah tidak
ada rasa takut dan khawatir, dan siapa yang pengecut akan mati konyol dan
sia-sia."
Setelah itu, Tariq bin Ziyad mengajak tentaranya berdoa
memohon petunjuk dan pertolongan dari Allah swt. Bagaikan gemuruh, serentak
para pejuang Islam menyatakan siap dengan segala risiko dan membenarkan ucapan
Tariq bin Ziyad. Temyata, Tariq benar. Tak berapa lama, mereka diserang pasukan
Roderick dengan 25.000 orang tentara lengkap, sedangkan kaum muslimin hanya
berjumlah 7.000 orang. Satu hal yang tidak disadari Raja Roderick adalah Tariq
bin Ziyad datang ke Andalusia atas undangan rakyat. Akhirnya, kerja sama
pasukan Tariq binZiyad dan masyarakat Andalusia dapat merontokkan kecongkakan
Raja Romawi di Spanyol. Pertempuran itu disebut Perang Xeres.
Tariq bin Ziyad pulalah yang memperkenalkan akhlak Islam pada
bangsa Eropa. Pada saat perang berkecamuk, Tariq menyampaikan pesan kepada
pimpinan masyarakatAndalusia untuk tidak merusak gereja dan tempat-tempat
ibadah orang Yahudi. Mereka diberi kebebasan melakukan upacara keagamaan
seperti biasanya. Selain itu, mereka juga tidak boleh membunuh wanita dan
anak-anak
Tanq bin Ziyad tidak mendapat perlawanan yang berarti ketika
memasuki Kota Kordoba, Toledo, Granada, dan kota lainnya di Spanyol. Karena
Islam yang damai dan berbudi luhur, penduduk setempat merasa tertarik. Semua
itu bertolak belakang dengan apa yang mereka alami dan rasakan sehari-hari.
Tariq bin Ziyad berjuang bahu-membahu untuk mendapat dukungan dari penduduk
Andalusia.
Raja Gotia terakhir yang sempat menyaksikan kehancuran Gotia
adalah Roderick. Semenjak saat itu, berakhirlah penguasa yang zalim di
Andalusia (Spanyol). Usaha ini dilakukan kurang lebih selama 6 tahun (711-:717
M).
Setelah perang berakhir, masyarakat Andalusia secara resmi
menyatakan berada di bawah Kerajaan Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus.
Untuk melaksanakan pemerintahan, diangkat seorang wali (gubernur) yang berkedudukan
di ibu kota Andalusia, yaitu Toledo.
- Ibrah dari Masuknya Islam di Andalusia
Dengan masuknya Islam ke Andalusia, mulai saat itu Islam
mengalami perkembangan yang cukup pesat. Bahkan, penyebarannya hingga ke Benua
Eropa. Selama abad 7, panji-panji Islam berkibar di Andalusia. Bangsa Andalusia
menjadi negara yang paling menjunjung tinggi peradaban di belahan Eropa. Dari
sinilah dapat ditarik perjalanan (ibrah) yang sangat penting bagi tumbuh
berkembangnya Islam di Andalusia. Adapun ibrah yang bisa dipetik sebagai
pelajaran tentang masuknya Islam di Andalusia, antara lain sebagai berikut.
- Islam dengan mudah diterima di Andalusia (Spanyolj karena penguasa Spanyol pada waktu itu sangat kejam, tidak adil, dan tidak toteian terhadap penganur agama selain Kristen. Di lain pihak, Islam memberikan kebebasan kepada rakyat untuk menganut agamanya masing-masing dan lebih keadilan. mementingkan perdamaian serta menjunjung tinggi keadilan.
- Dengan masuknya Islam, Andalusia menjadi negara Islam yang kuat, megah, dan berkeadilan. Masjid Agung Kordoba menjadi pusat tumbuh dan berkembangnya ilmu pengetahuan. Selama tujuh abad umat Islam mencapai kejayaan di berbagai bildang ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial kemasyarakatan, serta pembangunan fisik.
- Andalusia pada masa kejayaannya menjadi pusat belajar filsafat, kedokteran, ataupun ilmu alam oleh sarjana Eropa. Islam memberikan ketebasan belpikir kepada seiiap pemeluknya.
- Pada saat Islam berkembang dan Kordoba menjadi pusat ilmu pengetahuan, bangsa Eropa sedang tenggelam dalam masa perbudakan dan kemunduran. pada abad ke-15 bangsa Eropa baru menyadari kemunduran tersebut, kemudian muncullah yang disebut renaissance. Kebangkitan orang-orang Eropa pada hakikatnya adalah kesadaran mereka untuk menggali sejarah. Islam telah memberikan pelajaran bagi siapa saja untuk mengembangkan dan mengambil pelajaran dari sejarah masa lalu untuk diteraplan paaa masa sekarang.