PERKEMBANGAN PROSA PRA ISLAM
Oleh: Andri Nazarudin M
A. Natsr atau Prosa.
Sasatra Arab terbagi menjadi dua, yaitu: Puisi dan Prosa.
puisi adalah Puisi adalah
bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta
ditandai oleh bahasa yang padat. ( H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag &
Laily Fitriani, M,Pd, 2008 : 164)
Sedangkan Prosa adalah karangan bebas yang tidak terikat oleh banyaknya
baris, banyaknya suku kata, dalam setiap baris serta tak terikat oleh irama dan
rimanya seperti dalam puisi
B. Macam-Macam Prosa (Natsr)
1) Khutbah
Khutbah adalah serangkaian perkataan yang jelas dan lugas yang disampaikan
kepada khalayak ramai dalam rangka menjelaskan suatu perkara penting. Yang di
pergunakan untuk mempengaruhi, memotivasi, mempertahankan pendapat sendiri atau
reaksi terhadap pendapat-pendapat yang lain dan mempertahankan mazhabnya.
Adapun Sebab-sebab munculnya khutbah pada periode Jahiliyah diantaranya :
a.
Banyaknya perang antar kabilah.
b.
Pola hubungan yang ada pada masyarakat Jahiliyyah seperti saling
mengucapkan selamat, belasungkawa dan saling memohon bantuan perang.
c.
Kesemrawutan politik yang ada kala itu.
d.
Menyebarnya buta huruf, sehingga komunikasi lisan lebih banyak digunakan daripada
tulisan.
e.
Saling membanggakan nasab dan adat istiadat.
Adapun Ciri khasnya :
a) Ringkasnya kalimat.
b) Lafaznya yang jelas.
c) Makna yang mendalam.
d) Sajak (berakhirnya
setiap kalimat dengan huruf yang sama).
e) Sering dipadukan dengan
syair, hikmah dan matsal.
Contoh Khutbah :
Khutbah Hani’ Bin
Qobishoh pada Pertempuran Dzi-Qorin
Kisra ( Raja Persia ) memaksa
Hani bin Qobishoh Asa-Syaibani agar menyerahkan harta amanah yang dititipkan
kepadanya oleh Nu’man ibnul Mundzir-salah seorang penguasa Irak-. Hani menolak
permintaan tersebut demi menjaga amanah yang dititipkan kepadanya sehingga
terjadilah perang antara tentara Persia dengan kabilah Bakr yang dipimpin oleh
Hani, pertempuran tersebut berlangsung pada sebuah tempat dekat Bashrah di Irak
yang bernama Dzi-Qorin, pertempuran tersebut akhirnya dimenangkan oleh Kabilah
Bakr, sebelum pertempuran tersebut berlangsung Hani’ membakar semangat para
pasukannya dengan perkataannya :
يا معشر بكر , هالك معذور خير من ناج
فرور, إن الحذر لا ينخي من القدر, و إن الصبر من أسباب الظفر, المنية ولا الدنية,
استقبال الموت خير من استدباره, و الطعن في ثغر النحور, أكرم منه في الأعجاز و
الظهور, يا أبا بكر : قاتلوا فما للمنايا من بد
“Wahai sekalian kaum Bakr, orang yang kalah secara
terhormat lebih baik dari orang yang
selamat kar’na lari dari medan juang, sesungguhnya ketakutan tidak akan
melepaskan kalian dari ketentuan Tuhan, dan sesungguhnya kesabaran adalah jalan
kemenangan. Raihlah kematian secara mulia, jangan kalian memilih kehidupan yang
hina ini. Menghadapi kematian lebih baik daripada lari darinya, tusukan tombak
di leher-leher depan lebih mulia dibanding tikaman dipunggung kalian, wahai
kaum Bakr….. Berperanglah!!!! Karena kematian adalah suatu kepastian.. (
Al-Iskandary, 1978 : 28, ichsanmufti.wordpress.com)
2) Wasiat
yaitu nasihat seorang yang akan meninggal dunia atau akan berpisah kepada
seorang yang dicintainya dalam rangka permohonan untuk mengerjakan sesuatu.
Kata akhir orang yang mau meninggal bagi bangsa arab menjadi sangat istimewa.
Karena kata akhir yang mau meninggal ini biasanya dikenal dengan Wasiat. Wasiat
memiliki banyak persamaan dengan khutbah hanya saja umumnya wasiat lebih
ringkas.
Contoh Wasiat :
Wasiat Disaat Dzul Isba’ Al-‘adwani kepada anaknya Usaid
Disaat Dzul Isba’
Al-‘adwani merasakan ajalnya ia memanggil anaknya Usaid, ia menasihati anaknya
dengan beberapa nasihat demi mewujudkan kedudukan yang mulia ditengah manusia
dan menjadikannya seorang yang mulia, terhormat dan dicintai oleh kaumnya. Ia
berkata :
ألن جانبك لقومك يحبوك, وتواضع لهم
يرفعوك, وابسط لهم وجهك يطيعوك, ولا تستأثر عليهم بشيء يسودوك,أكرم صغارهم كما
تكرم كبارهم و يكبر على مودتك صغارهم, واسمح بمالك, و أعزز جارك وأعن من استعان
بك, وأكرم ضيفك, وصن وجهك عن مسألة أحد شيئا, فبذلك يتم سؤددك
“Berlemah lembutlah
kepada manusia maka mereka akan mencintaimu, dan bersikap rendah hatilah
niscaya mereka akan mengangkat kedudukanmu, sambut mereka dengan wajah yang
selalu berseri maka mereka akan mentaatimu, dan janganlah engkau bersikap kikir
maka mereka akan menghormatimu. Muliakanlah anak kecil mereka sebagaimana
engkau mencintai orang-orang dewasa diantara mereka, maka anak kecil tadi akan
tumbuh dengan kecintaan kepadamu, mudahkanlah hartamu untuk kau berikan,
hormatilah tetanggamu dan tolonglah orang yang meminta pertolongan, muliakanlah
tamu dan selalulah berseri ketika menghadapi orang yang meminta-minta, maka
dengan itu semua sempurnalah kharismamu.” (Al-Maliji, 1989: 44, t.t. : 109-110)
3) Hikmah
adalah ungkapan ringkas dan indah yang mengandung kebenaran yang dapat
diterima dan bermanfaat. Hikmah biasanya lahir dari orang-orang yang punya
banyak pengalaman , ilmu tinggi dan pengetahuan yang luas. ( H. Wildana
Wargadinata, Lc., M.Ag & Laily Fitriani, M,Pd, 2008 : 201)
Contoh Hikmah:
آفة الرأي الهوى
“Perusak akal sehat manusia adalah hawa nafsunya.”
مصارع الرجال
تحت برو ق الطمع
“Kehancuran seorang lelaki terletak dibawah kilaunya ketamakan“
4) Matsal atau Amtsal
Adalah ungkapan atau kalimat-kalimat ringkas yang lahir dari suatu kejadian
kemudian menjadi terkenal dan menjadi pembicaraan orang banyak, hingga menjadi
perumpamaan atau kata-kata tiruan yang bertujuan untuk perbandingan nasehat,
prinsip hidup atau aturan tingkah laku. (Mursyidy, tt.: 123)
Contoh Matsal :
سبق السيف
العذل
“Pedang telah mendahului celaan.” (Al-Iskandary, 1978: 16)
( Bermakna “nasi sudah menjadi bubur” dimana celaan tidak akan mampu
merubah kejadian yang telah terjadi)
Kisah Matsal: Seorang
Arab mengutus anaknya untuk mencari untanya yang hilang, namun anaknya tak
kunjung pulang, maka pergilah sang ayah untuk mencari anaknya tersebut pada
bulan haram, ditengah perjalanan ia bertemu dengan seorang pemuda dan
menemaninya, sang pemuda tersebut kemudian berkata: beberapa waktu lalu aku
bertemu dengan seorang pemuda dengan ciri-ciri begini dan begini dan aku rampas
pedang ini darinya, sang ayah pun berfikir dan melihat pedang tersebut, barulah
ia sadar bahwa pemuda inilah yang membunuh anaknya, sang ayah pun menebas
pemuda tadi hingga mati, ketika masyarakat mengetahui hal tersebut mereka
mengatakan “ mengapa kau membunuh di bulan haram, sang ayah berkata :
سبق السيف العذل
“pedangku telah mendahului celaan kalian. (Matsal ini kita ucapkan kepada
seorang yang menyesali perkara yang
telah lalu).
الصيف ضيعت اللبن
“Musim panas yang lalu engkau telah menyia-nyiakan susu yang ada.”
Kisah Matsal : Pada
suatu musim panas seorang lelaki tua menikahi gadis muda yang cantik jelita,
lelaki tadi memiliki begitu banyak unta dan kambing yang senantiasa memproduksi
susu. Akan tetapi wanita ini tidak mencantai lelaki tua itu dan meminta untuk
diceraikan, maka merekapun bercerai. Wanita tadi akhirnya menikah dengan
seorang pemuda yang tampan namun miskin, tidak punya kambing apalagi unta, pada
musim dingin wanita tadi melihat sekawanan kambing milik lelaki tua mantan
suaminya dan memohon agar diberikan susu dari kambing-kambing tersebut, namun
lelaki tua itu menolak dan berkata
الصيف ضيعت اللبن
“musim panas yang lalu kau telah menyia-nyiakan susu yang aku beri”
Matsal ini diucapkan
kepada seorang yang telah menyia-nyiakan kesempatan dimasa lalu namun kini
mengharapnya kembali.
5)
Qasas ( kisah-kisah jahiliyah )
Kehidupan
bangsa Arab sebelum diutusnya Rasulullah, berada dalam kekacauan yang luar
biasa. Mereka menyekutukan Allah, membuat patung berhala, banyak berbuat
maksiat, tidak memiliki norma, percaya kepada khurafat, dan berbagai bentuk
kebobrokan moral lain.
Manusia pada saat itu benar-benar dalam kebodohan,
ucapan yang mereka sangka baik padahal bukan, serta amalan yang disangka baik
padahal rusak. Paling mahirnya mereka adalah mendapat ilmu dari warisan para
Nabi terdahulu namun masih samar bagi mereka antara haq dan batil. ahirnya,
kebatilan dan kerusakan pada saat itu berlipat-lipat ganda dari kebenarannya.
(Iqtidha’ Sirathal Mustaqim 1/74-75).
Orang-orang arab jahiliyah biasanya menceritakan
tentang kisah-kisah peperangan yang mendominasi kisah jahiliyah. Perang menjadi
tema pokok kisah-kisah jahiliyah, perang ini lebih dikenal dengan Ayyam
al-‘arab.
Salah satu peperangan antara suku-suku badui yang
paling terkenal adalah Perang Basus yang terjadi pada ahir abad kelima antara
Banu Bakr dan keluarga dekat mereka dari Banu Taghib di arab sebelah timur
laut. Kedua suku itu beragama kristen dan mengklaim sebagai keturunan wa’il.
Konflik mereka muncul akibat karena beberapa faktor :
v
Seetuakor unta betina
v
Seorang perempuan tua suku Bakr yang bernama Basus,
dilukai oleh kepala suku Taghlib.
Menurut legenda
Ayyam al-‘arab, perang itu berlangsung selama 40 tahun dengan cara merampok dan
menyerang satu sama lain. Sementara perang saudara itu berahir sekitar 525
setelah al-mundzir III dari Hirah turun tangan, setelah kedua belah pihak
berperang.
6) Saj’u
al-kuhhan
Pada masa jahiliyah ada sekelompok yang mengaku
mengetahui hal-hal Ghaib dan mengetahui apa yang akan terjadi besok. Orang
semacam ini disebut Kahin sedangkan jamknya Kuhhan, adapun Khaddam disebut
dengan Raiy. Biasanya mereka berkhidmah pada berhala dan tempat pemujaan
tertentu sehingga memiliki posisi tinggi dan mulia dikalangan masyarakat, dan
menjadi hakim penengah ketika mereka berselisih.
Sedangkan mantra-mantra yang mereka ucapkan disebut
Saj’ul Kuhhan. Biasanya kalimatnya pendek dan kata-katanya asing dan tidak
jelas. ( Muzakki, 2006: 95)
Para dukun dalam mantra dan ramalannya itu banyak
menggunakan kata-kata misteri dan samar, sehingga para pendengar menta’wil
kata-kata mereka sesuai dengan pehaman mereka. Selain itu juga para dukun dalam
mantranya banyak menggunakan sumpah dengan planet-planet, bintang-bintang dan
angin. ( Bunyamin, 2005: 79 )
Banyak cerita aneh tentang dukun-dukun jahiliyyah
seperti raja dukun yang bernama Syiqqa ibn al-sha’b, dia dijuluki manusia
separoh, hanya punya mata satu, tangan satu,dan kaki satu. Raja dukun kedua
adalah Sathin ibn Rabiah al-Dzi’by, dia adalah manusia tanpa tulang kecuali
tulang tempurung, wajahnya berada di dada,dan tidak punya leher. ( Dhaif, 2001:
421 )
C. Ciri-Ciri
Umum Sastra Jahiliyyah
Kampung
Badui adalah lingkungan puisi jahiliy karena itu puisi jahily merupakan cermin
kehidupan badawiyah yang berkisar antara onta dan reruntuhan kampung.
Adapun
ciri-ciri puisi jahiliyyah adalah sebagai berkut :
Ø
Jujur, kejujuran dalam menullis puisi adalah seorang
penyair mengungkapkan apa yang dirasakannya secara nyata dan tidak diungkapkan
secara berlebih-lebihan
Ø
Ringkas, pemantapan dan makna dalam pembuatan
kata-kata yang sedikit mungkin.
Ø
Kesederhanaan, dalam pembuatan puisi aliran
kata-katanya harus lancar, dan tidak bertele-tele.
Ø
Romantis, puisi jahiliyyah sangat romantis
mengungkapkan jiwa dan perasaan penyairnya.
BAB III
KESIMPULAN
A. Natsr atau Prosa.
Sasatra Arab terbagi menjadi dua, yaitu: Puisi dan Prosa.
puisi adalah Puisi adalah
bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta
ditandai oleh bahasa yang padat.
Sedangkan Prosa adalah karangan bebas yang tidak terikat oleh banyaknya
baris, banyaknya suku kata, dalam setiap baris serta tak terikat oleh irama dan
rimanya seperti dalam puisi
B. Macam-Macam prosa (Natsr)
a) Khutbah
b) Wasiat
c) Matsal
d) Hikmah
e) Sjhul kuhhan
C. Ciri-Ciri
Umum Sastra Jahiliyyah
a) Jujur
b) Ringkas
c) Sederhana
d) Romantis
REFERENSI
Wargadinita, H. Wildana, Lc, M.Ag, Fitriani, laily, M.Pd. 2008
“SASTRA ARAB DAN LINTASAN BUDAYA” : UIN MALANG
PRESS: Sukses Offset.
Muzakki, Ahmad.2006. “ KESUSASTRAAN ARAB ”:
PENGANTAR TEORI DAN TERAPAN. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.
Bunyamin, Bachrum. 2005. SASTRA ARAB JAHILY.
Yogyakarta
: Adab Press.