Banyak Firman-Firman Allah SWT dan Sabda Rasulullah SAW yang menerangkan
tentang keutamaan berjihad dijalan Allah SWT. Dalam hidup yang sesaat ini, maka
alangkah baiknya apabila kita memperbanyak amal shaleh karena sesungguhnya
hidup di dunia ini hanyalah sementara. Rasulullah SAW bersabda :
- Artinya : “Abu Hurairah ra. berkata: Ya Rasulullah SAW ditanya, Amal apakah yang utama? Jawab Nabi SAW, Iman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Ditanya, kemudian apa lagi? Jawab Nabi SAW Jihad (berjuang) fi sabilillah. Ditanya lagi, kemudian apa? Jawab Nabi SAW Haji yang Mabrur.” (BUKHARI MUSLIM)
Dalam riwayat bukhari; seseorang
bertanya “Ya Rasulullah SAW, tunjukan padaku amal perbuatan yang biasa menyamai
jihad fisabilillah.” Jawab Nabi SAW, “Tidak aku dapatkn.” Kemudian Nabi SAW
bersabda, “Dapatkah engkau jika pejuang itu keluar untuk berjihad, lalu engkau
masuk mesjid berdiri melakukan shalat tanpa henti, dan berpuasa tnpa makan
minum hingga kembali pejuang itu dari medan jihadnya?” Jawab orang itu, “Siapa
yang dapat berbuat demikian itu?”
- Artinya : “Zaid Bin Khalid ra berkata: Rasulullah SAW bersabda, Barang siapa mempersiapkan keperluan orang yang akan berjuang fisabilillah, berarti ia telah ikut berjuang. Dan barang siapa menjaga keluarga pejuang fisabilillah, berarti ia telah berjuang.” (BUKHARI MUSLIM)
Dari riwayat Nabi SAW diatas
sudah jelas bahwa tidak hanya ikut berperang saja untuk berjihad tetapi dengan
kita ikut mempersiapkan barang-barang untuk berjihad dan menjaga keluarga yang salah
satu keluarganya ikut berjuang maka ia telah berjuang. Jika ad orang yang ingin
berjihad fisabilillah maka terlebih dahulu kita harus masuk Islam dulu kemudian
baru kita berjihad sebagaimana Sabda Rasulullah SAW:
- Artinya : “Al-Barra ra berkata: Seseorang yang berpkaian besi datang kepada Nabi SAW dan berkata, Ya Rasulullah SAW apakah aku berperang dahulu baru kemudian masuk Islam? Jawab Nabi SAW, Islamlah lebih dahulu kemudian berperanglah. Maka ia masuk Islam kemudian ia berperang hingga gugur. Rasulullah SAW bersabda, Ia telah berbut sedikit dan telah mendapat pahala yang banyak sekali.” (BUKHARI MUSLIM)
Janganlah kita merasa berat untuk
pergi berperang dijalan Allah SWT. Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah
ayat 39 yang berbunyi :
- Artinya : “Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah SWT Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Pergilah berperang dengan penuh
kecintaan kepada Allah SWT janganlah merasa takut dan cemas, berangkatlah
dengan penuh keberanian. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam Surat At-Taubah
Ayat 41 yang berbunyi :
- Artinya : “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”
Rasulullah SAW bersabda :
- Artinya : “Ibnu Umar ra. Berkata: Rasulullah SAW bersabda, Kuda itu selalu terikat pada ubun-ubunnya kebaikan hingga hari kiamat.” (BUKHARI MUSLIM)
Dalam kesempatan yang lain Rasulullah SAW bersabda :
- Artinya : “Urwah Al-Bariqi ra. Berkata: bersabda Nabi SAW Kuda itu selalu terikat di atas kuncung kepalanya kebaikan sampai hari kiamat, yaitu pahala dan Ghanimah (harta rampasan perang).” (BUKHARI MUSLIM)
Janganlah berperang karena
menginginkan harta rampasan tapi berperanglah karena Agama Allah SWT karena
imbalannya lebih baik dari pada mendapatkan keuntungan seisi dunia. Sebagaimana
Sabda Rasulullah SAW :
- Artinya : “Abu Musa ra berkata: Seorang Badul datang kepada Nabi SAW dan bertanya: Ya Rasulullah SAW ada orang yang berperang untuk mendapatkan Ghanimah, dan ada yang berperang supaya terkenal, dan ada yang berperang untuk kedudukan, atau keberanian, atau karena itu yang disebut fisabilillah? Jawab Nabi SAW Siapa yang berperang untuk menegakan Agama Allah SWT, maka itu fisabilillah.” (BUKHARI MUSLIM)
- Artinya : “Anas ra berkata: Rasulllah SAW bersabda: Pergi pagi atau senja hari dalam perang fisabilillah itu lebih baik dari pada mendapatkan keuntungn dunia seisinya.” (BUKHARI MUSLIM)
Dalam riwayat lain Rasulullah SAW bersabda :
- Artinya : “sahl bin sa’ad ra berkata: Rasulullah SAW bersabda, penjaga garis depan sehari saja dalam perang sabil lebih baik dari keuntungan dunia seisinya. Dan tempat cemeti salah seorang kamu di surga lebih berharga dari pada dunia seisinya. Dan seorang yang pergi berjuang pada pagi atau sore hari dalam perang sabil lebih baik dari kekayaan dunia seisinya.” (BUKHARI MUSLIM)
Dalam pembagian
ghanimah Allah SWT menerangkan dalam Al-Qur’an surat Al-Anfal ayat 41, yang
berbunyi :
- Artinya : “Ketahuilah, ssesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang*), maka sesungguhnya seperlima untuk Allah SWT, Rasul, Kerabat Rasul, Anak Yatim, Orang-orang Miskin dan Ibnu Sabil. Dan jika kamu beriman kepada Allah SWT dan kepada apa-apa**) yang kami turunkan kepada hamba kami (Muhammad SAW) dihari furqaan***), yaitu hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah SWT maha Kuasa Atas segala sesuatu.”
Maka segeralah kita berperang di
jalan Allah SWT apabila kamu tidak mau berjihad, Niscaya Allah SWT akan
menyiksa kamu dengan siksaan yang pedih dan ditukarkannya dengan kaum yang
lain. Sesungguhnya tidak ada suatu perbuatan pun yang dapat menyerupai
pahalanya dengan berjihad dan seandainya adapun, kamu tidak dapat melakukannya.
- Artinya : “Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah SAW ditanya, Perbuatan apakah yang bisa menyamai Jihad fisabilillah? Bersabda Nabi SAW, “kamu tidak dapat melakukannya”. Maka diulungi pertanyaannya itu hingga tiga kali, sedang jawaban Nabi SAW tetap sama, “Kamu tidak dapat melakukannya”. Kemudian Nabi SAW bersabda, Perumpamaan pejuang fisabilillah bagaikan orang yang sedang berpuasa dan shalat, membaca ayat Allah tanpa berhenti dari berpuasa dan shalat, hingga kembali pejuang fisabilillah itu dari medan jihadnya. (BUKHARI MUSLIM)
Dalam Al-Qur’an Surat At-Tahrim
Ayat 9, Allah SWT menyuruh kita berjihad di jalan-Nya, sebagaimana Firmannya:
- Artinya : “Hai Nabi SAW, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka Jahanam dan itu adalah seburukburuknya tempat kembali.”
REFERENSI
- Tafsir Al-Qur’an, PT. Kumudasmoro Graffindo. Semarang,1994
- Bukhari Muslim Penerjemah Abdul Ghani Asykur, Kumpulan Hadits-Hadits Pilihan. Husaini. Bandung.1992
- Al-Qur’an dan Terjemah, CV. Diponegoro. Bandung.2005