HAKIKAT BIMBINGAN DI SEKOLAH DASAR


PEMBAHASAN
A.      Pengertian Bimbingan
Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance dalam bahasa inggris. Sesuai dengan istilahnya maka bimbingan dapat diartikan secara umum sebagai suatu bantuan.
Dengan membandingkan beberapa definisi tentang bimbingan, dapat ditarik beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan pengertian bimbingan, yaitu:
1.      Bimbingan merupakan suatu proses yang berkelanjutan
Artinya bahwa kegiatan bimbingan bukan merupakan kegiatan yang dilakukan secara kebetulan, insidental, sewaktu-waktu, tidak sengaja atau asal saja, melainkan suatu kegiatan yang dilakukan dengan sistematis, sengaja terus menerus dan terarah kepada tujuan.
2.      Bimbingan merupakan proses membantu individu
Arti membantu disini adalah bukan suatu paksaan. Membantu disini artinya adalah menolong mengarahkan individu kearah suatu tujuan yang sesuai dengan potensinya secara optimal.
3.      Bantuan yang diberikan ialah kepada individu yang memerlukan didalam memecahkan masalah yang dihadapinya

 
Bimbingan bukan hanya diberikan pada mereka yang masih baru sekolah saja, atau mereka yang nakal saja atau juga pemuda dan anak-anak sedangkan orang dewasa tidak. Tapi bimbingan bisa untuk semua kalangan baik dia pintar atau kurang pintar, nakal atau baik, anak-anak atau pemuda, remaja atau dewasa, kaya atau miskin dan lain sebagainya.
4.      Bantuan yang diberikan bertujuan agar individu dapat mengembangka dirinya secara optimal menjadi pribadi-pribadi yang mandiri.
Jadi diadakannya bimbingan itu harus  bertujuan agar individu tersebut menjadi individu yang mandiri.
5.      Mencapai tujuan bimbingan
Untuk mencapai tujuan bimbingan seperti tersebut diatas, dapat digunakan pendekatan ribadi dengan menggunakan berbagai teknik dan media bimbingan.
6.      Melaksanakan usaha dengan berbagai media
Artinya pembimbing hendaknya menciptakan suasana asuhan yang memiliki rasa kkasih sayang, keakraban, hormat menghormati, saling mempercayai, dan tanpa pamrih mewarnai seluruh kegiatan bimbingan.
7.      Pelaksanaan bimbingan diperlukan personal yang memiliki keahlian
Jadi pembimbing harus memiliki keahlian dan pengalaman yang khusus dalam bidang bimbingannya.

 
Jadi bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemadirian dalam pemahaman diri penerimaan diri, pengarahan diri, dan perwujudan diri dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan penyesuaian diri dengan lingkungannya.
B.       Fungsi Bimbingan di Sekolah Dasar
Bimbingan dan konseling disekolah berfungsi sebagai upaya untuk membantu kepala sekolah beserta stafnya di dalam menyelenggarakan kesejahteraan sekolah. Uman Suherman (2008) menyatakan bahwa secara umum, fungsi bimbingan dan konseling dapat diuraikan sebagai berikut:
1.          Fungsi pemahaman
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli (klien) agar memiliki pemahaman terhadap potensi dirinya dan lingkungan (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.
2.          Fungsi preventif
Yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok.
3.          Fungsi pengembangan

 
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif . konselor berupaya untuk menciptakan lingkungan yang nyaman dan kondusif. Konselor dan guru atau staf sekolah bekerja sama membentuk tim kerja merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara berkesinambungan membantu konselor mencapai tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan di sini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karya wisata.
4.          Fungsi penyembuhan
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling dan remedial teaching.
5.          Fungsi penyaluran
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan, atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian, dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.
6.          Fungsi adaptasi
 
Yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala sekolah/ madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi sekolah/madrasah, memilih  metode dan proses pembelajaran maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseling.
7.          Fungsi penyesuaian
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli untuk menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.
8.          Fungsi perbaikan
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berpikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konsling supaya memiliki pola berpikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat menghantarkan mereka pada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.
9.          Fungsi fasilitas
Memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras, dan seimbang dalam seluruh aspek dalam diri konseli.

 
 


10.      Fungsi pemeliharaan
Yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktifitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif, dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseling.

C.      Tujuan Bimbingan
Selain terdapat fungsi bimbingan dan koneling juga, BK memiliki tujuan bimbingan bagi siswa dan guru juga bagi sekolah. Tujuan Bimbingan bagi siswa sendiri yaitu:
1.      Membantu siswa-siswa untuk mengembangkan pemahaman diri sesuai dengan kecakapan, minat, pribadi, hasil belajar, serta kesempatan yang ada.
2.      Membantu siswa-siswa untuk mengembangkan motif-motif dalam belajar, sehingga tercapai kemajuan pengajaran yang berarti.
3.      Memberikan dorongan di dalam pengarahan diri, pemecahan masalah, pengambilan keputusan, dan keterlibatan diri dalam proses pendidikan..     

 
Membantu siswa-siswa untuk memperoleh kepuasan pribadi dalam penyesuaian diri secara maksimum terhadap masyarakat.
5.      Membantu siswa untuk hidup di dalam kehidupan yang seimbang dalam berbagai aspek fisik, mental dan sosial
Tujuan bimbingan bagi guru adalah sebagai berikut:
1.      Membantu guru dalam berhubungan dengan siswa-siswa.
  1. Membantu guru dalam menyesuaikan keunikan individual dengan tuntutan umum sekolah dan masyarakat.
  2. Membantu guru dalam mengenal pentingnya keterlibatan diri dalam keseluruhan program pendidikan.
  3. Membantu keseluruhan program pendidikan untuk menemukan kebutuhan-kebutuhan seluruh siswa.
Adapun tujuan bimbingan bagi sekolah:
1.      Menyusun dan menyesuaikan data tentang siswa yang bermacam-macam.
  1. Mengadakan penelitian tentang siswa dari latar belakangnya.
  2. Membantu menyelenggarakan kegiatan penataran bagi para guru dan personil lainnya, yang berhubungan dengan kegiatan bimbingan
  3. Mengadakan peneltian lanjutan terhadap siswa-siswa yang telah meninggalkan sekolah. 
D.      Prinsip Bimbingan


Pelayanan BK secara resmi memang ada di sekolah tetapi keberadaannya belum optimal. Dalam hal ini, Belkin (dalam Prayitno 1994) seperti terungkap dalam tulisan Wawan Junaidi (009), menegaskan bahwa untuk menumbuhkembangkan pelayanan BK di sekolah, ada prinsip-prinsip yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut.
1.      Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan:
a.    Melayani semua individu tanpa memandang usia, jenis kelamin, suku, agama dan status sosial.
b.    Memerhatikan tahapan perkembangan.
c.    Memerhatikan adanya perbedaan individu dalam layanan.
d.   Berkenaan dengan permasalahan yang dialami individu.
e.    Menyangkut pengaruh kondisi mental maupun fisik individu terhadap penyesuaian pengaruh lingkungan, baik di rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.
f.     Timbulnya masalah pada individu karena adanya kesenjangan sosial, ekonomi, dan budaya.
2.      Prinsip yang berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan:
a.    Pelayanan diarahkan untuk pengembangan individu yang akhirnya mampu secara mandiri membimbing diri sendiri.
b.    Pengambilan keputusan yang diambil oleh individu hendaknya atas kemauan diri sendiri.
c.    Permasalahan individu dilayani oleh tenaga ahli/profesional yang relevan dengan permasalahan individu.
d.  

 
Perlu ada kerja sama dengan personal sekolah dan orangtuan dan bila perlu dengan pihak lai yang berwenang dalam permasalahan individu.
e.    Proses pelayanan bimbingan konseling melibatkan individu yang telah memperoleh hasil pengukuran dan penilaian layanan.
3.      Prinsip yang berkenaan dengan program pelayanan bimbingan dan konseling:
a.       Bimbingan dan konseling merupakan bagian integral dari pendidikan dan pengambangan individu, sehingga program bimbingan konseling diselaraskan dengan program pendidikan dan pengembangan diri peserta didik.
b.      Program bimbingan dan konseling harus fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik maupun lingkungan;
c.       Program bimbingan dan konseling disusun dengan mempertimbangkan adanya tahap perkembangan individu.
d.      Program pelayanan bimbingan dan konseling perlu diberikan penilaian hasil layanan.
4.      Prinsip yang berkenaan dengan permasalahan individu :
a.       Pemberian bimbingan yang menyangkut masalah penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan keluarga, sekolah dalam kaitannya dengan kontak sosial maupun pekerjaan.
b.      Pemberian bimbingan yang menyangkut masalah kesenjangan sosial, ekonomi dan kebudayaan.

PENUTUP

A.      Kesimpulan
Bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, agar individu itu dapat memahami diri, mengarahkan diri, membuat keputusan sendiri, memikul tanggung jawab sendiri dan bertindak wajar. Dan konseling yaitu kontak atau hubungan timbal balik antara dua orang (konselor dan klien) untuk menangani masalah klien, yang didukung oleh keahlian dan dalam suasana yang laras dan integrasi, berdasarkan norma yang berlaku untuk tujuan yang berguna bagi klien.
Tujuan dari bimbingan dan konseling di SD terdiri dari tujuan bagi siswa dan guru serta tujuan bagi sekolah. Jadi bimbingan dan konseling di SD terdapat tujuannya masing-masing.
Fungsi dari bimbingan dan konseling di SD terdiri dari fungsi pemahaman, preventif, pengmbangan, penyembuhan, penyaluran, adaptasi, penyesuaian, perbaikan, fasilitas dan pemeliharaan.
Prinsip dari bimbigan konseling di SD yaitu prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan, tujuan dan pelaksanaan pelayanan, program pelayanan bimbingan dan konseling, dan permasalahan individu.

REFERENSI



Surya, dkk. 2007. Kapita Selecta Kependidikan SD. Jakarta: Universitas Terbuka

2012)


Related Posts

Subscribe Our Newsletter