MAKALAH SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI AMERIKA

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kebanyakan dari amerika adalah penduduk kota, lebih suka menganggap negeri mereka sebagai pedesaan. Alasan pandangan mereka tentang pedesaan ini sudah amat berkurang. Sekitar 70% penduduk amerika tinggal didaerah perkotaan, dan lebih dari 40% dari mereka tinggal didaerah berpenduduk satu juta atau lebih. Pada thn 1990 jumlah penduduk amerika yang menjadi petani sekitar 5 juta. Suatu jumlah yang menurun  secara konstan sejak sensus nasional pertama pada tahun 1790 sekitar 90% penduduk amerika menjadi petani. Kebanyakan kota di amerika berpola jaringan segi empat, sebagian sebagai hasil dari sikap budayanya , sebagian karena keinginan untuk memiliki pengangkutan yang efisien sebelum ada mobil dan juga karena pola ini merupakan cara yang mudah untuk mensurvei wilayahnya.
Didalam kota terdapat kelompok pusat-pusat  industry dan perdagangan,daerah pemukiman,gudang dan lain sebagainya.    
                                                                                                    .                                                           
B.     Rumusan masalah
1.      Bagaimana sejarah  Amerika ?
2.      Bagaimana kebudayaan Aztek ?
3.      Bagaimana Kebudayaan Maya?
4.      Bagaimana Kebudayaan Inca ?


C.    Tujuan
1.      Sebagai tugas Terstruktur Mata Kuliah Sejarah Klasik
2.      Sedikitnya memberikan pengetahuan tentang sejarah peradaban amerika, kebudayaan Aztek, Maya dan Inca.


BAB II
PEMBAHASAN  

A.       Peradaban Kuno Bangsa Indian.
Menurut para ahli, bangsa yang mengembangkan peradaban tua benua Amerika berasal dari daratan Siberia di Rusia yang menyeberang melalui Selat Bering ketika  saat itu  masih sempit pada kira-kira 20.000  -  50.000 tahun lalu. Berdasarkan  tenuan-temuan  arkeologis diperkirakan bahwa mereka berasal dari berbagai suku bangsa. Yang pertama datang adalah bangsa Amurian yang memiliki ukuran tubuh lebih pendek dibandingkan dengan  orang Eropa. Kemudian disusul oleh bangsa yang memiliki ras Mongolia yang datang pada kira-kira awal abad Masehi. Dari percampuran kedua bangsa tersebut melahirkan bangsa Indian Amerika (American Indians) yang disebut juga bangsa Amerind.
Bangsa Amerind adalah bangsa nomaden yang kemudian menyebar ke seluruh peloksok benua Amerika dari utara, tengah dan selatan. Kehidupan sehari-hari mereka  adalah  berburu binatang-binatang kecil, menangkap ikan dan mengumpulkan buah-buahan liar. Ketika bangsa Eropa tiba di benua ini pada abad 15 mereka masih hidup pada zaman neolitikum. Berdasarkan temuan arkeologis diperkirakan bahwa sejak tahun 2500 SM bangsa ini telah menanam jagung, kacang, kentang, tomat, coklat dan tembakau yang merupakan  tanaman agraris  mereka. Diperkirakan bahwa tanaman-tanaman yang kita kenal sekarang adalah berasal dari mereka.
Di Meksiko Tengah bangsa Amerind membangun chinampas atau kebun mengambang. Melalui cara chinampas, tanah subur yang digali dari danau ditempatkan di alas yang terbuat dari ranting-ranting, dan  di atasnya ditanami biji-bijian.  Sistem ini sangat produktif sehingga bisa dipanen tiga kali setahun. Diperkirakan bahwa dengan semakin meningkatnya produksi pertanian maka berpengaruh juga dengan tingkat kelahiran sehingga jumlah penduduk yang tinggal di kawasan ini semakin meningkat. Akhirnya,  melalui perjalanan waktu bangsa-bangsa ini menyebar dan membentuk peradabannya sendiri sehingga menjadi berbeda antara yang satu dengan yang lainnya.
Pada kira-kira 2000 tahun silam terdapat peradaban tua yang telah maju di benua Amerika, yaitu peradaban  Mesoamerika  yang meliputi peradaban  Olmec, Maya danTeotihuacan dan Toltec. Oleh para para ahli peradaban ini disebut Mesoamerika karena terletak di tengah benua Amerika dan dataran tinggi Yucatan; peradaban Aztec di dataran tinggi Mexico dan  peradaban Inca  di Amerika Selatan.  Hasil  peradaban mereka bisa disejajarkan dengan peradaban lembah Sungai Indus, Sungai Kuning, Sungai Nil dan peradaan Mesopotamia, Eufrat dan Tigris.


1.      Olmec.
Berdasarkan temuan arkeologis, peradaban Olmec berkembang sejak 1500 SM sampai 300 M. Para pendukung peradaban ini diperkirakan berpusat di sekitar kota San Lorenzo sekarang di Amerika Tengah. Penduduknya tinggal berkelompok di bangunan-bangun dari batu besar. Mereka  dipimpin oleh golongan elit secara turun-temurun. Bangsa ini telah mengenal bentuk tulisan. Diperkirakan peradaban ini mengalami kehancuran akibat serangan bangsa yang datang dari arah utara.
Bangunan piramida besar yang tingginya sekitar 30 M  yang dibangun bangsa Olmec berfungsi sebagai tempat upacara persembahan pada dewa mereka. Bangunan ini dikelilingi oleh ladang pertanian yang luas yang diperkirakan untuk mendukung buruh-buruh yang membangun monumen tersebut. Kemampuan bangsa ini adalah membangun patung batu yang halus yang berfungsi sebagai bagian dari kepercayaan mereka.[1] 

2.       Peradaban Maya di Amerika Tengah.

Selama  2000 tahun salah satu budaya yang mengagumkan berkembang di Amerika Tengah (Mesoamerika: Meksiko dan Guatamala). Bangunan berbentuk piramida didirikan untuk upacara-upacara agama dan tulisan juga ditemukan. Ibu kota Aztec lebih besar dan lebih kaya daripada kota-kota di Eropa. Budaya Maya dan Aztec dihancurkan oleh penjajah Spanyol pada tahun 1520 M.

Asal-mula perada-ban di Amerika Tengah berawal dari bertani jagung, sekitar tahun 2700 SM. Petani-petani dapat mena-nam jagung 4 kali setahun karena hujan yang sudah pasti turun, suhu panas yang cocok, dan tanah yang subur. Oleh sebab itu maka terjadilah surplus pangan. Dan bertahap-tahap ber-kembang peradaban di Amerika Tengah.

Pada tahun 1250 SM beberapa negara kecil muncul di wilayah Mexico Tenggara. Candi-candi berbentuk piramida dan patung-patung monumental dibangun sebaga pusat upacara-upacara. Penanggalan-penanggalan rumit berdasar peng-amatan perbintangan dan tulisan-gambar khas dikembangkan. Budaya-budaya kompleks sudah tercapai 800 SM.

Kota Teotihuacan dibangun se-kitar tahun 150 M di Lembah Mexico. Kota tersebut memiliki istana-istana, pusat-pusat upacara, pertokoan dan bengkel-bengkel kerajinan. Luas kota-nya lebih luas dari kota Roma. Pada saat itu bangunan terbesar di Amerika Tengah adalah Piramida Matahari.Kasta pendeta Maya memiliki pengetahuan astronomi dan penang-galan.

Para arkeolog menemukan pu-luhan peninggalan monumen batu yang disebut stelae yang menceritakan perbuatan raja-raja dan peristiwa-peristiwa penting (prasasti). Tulisan yang mereka gunakan adalah tulisan glyph, yang mulai berkembang kira-kira sejak tahun 800 SM. [2]

Berdasarkan temuan arkeologis, bangsa ini berasal dari daerah sebelah utara kemudian menetap dan mengembangkan peradabannya di Semenanjung Yucatan, Amerika Tengah.Peradaban mereka berpusat pada kehidupan agraris. Mereka menanam jagung, kacang, merica dan beberapa biji-bijian serta buah-buahan. Mereka juga memelihara kalkun serta anjing, serta menangkap ikan di sepanjang pantai yang dilakukan oleh pria. Mereka juga memintal kapas untuk tekstil yang dijual ke tempat lainnya. Jadi,  selain pertanian, perdagangan merupakan kegiatan utama. Mereka menjual barang dagangannya yang dibawanya langsung pada pembeli yang jaraknya sangat jauh di kawasan Amerika Tengah.
Organaisasi sosial ditandai dengan berkuasanya golongan elit yang kaya yang juga melakukan kegiatan dagang. Golongan elit juga berfungsi sebagai pemimpin upacara ritual dalam kepercayaan mereka. Mereka juga termasuk golongan terdidik  yang memiliki hak istimewa mempelajari ilmu pengetahuan. Di luar golongan itu adalah para petani dan budak yang dimiliki oleh golongan elit.
Bangsa Maya telah mengembangkan sistem tulisan yang mirip hieroglyp yang memiliki 850 karakrter. Tulisan ini digunakan untuk mencatat urutan-urutan peristiwa, kegiatan upacara agama, ilmu perbintangan atau astronomi yang ditulis pada kulit pohon dan kulit rusa. Tulisan yang mereka kembangkan berfungsi juga sebagai sejarah yang mencatat kelahiran perkawinan, peperangan  dan kematian raja-raja Maya. Dengan berkembahgnya tulisan maka ilmu pengetahuanpun mengelami perkembangan pula. Bangsa ini telah mengenal  kalender  dengan tahunnya berjumlah 18 bulan yang tiap bulannya adalah 20 hari, dan satu bulan yang berjumlah 5 hari sehingga jumlah hari pertahun adalah 365 hari. Mereka juga telah mengembangkan matematika, menggunakan sistem bar (+5) dan dot (atau titik = 1). Bentuk matamatika yang dikembangkannya didasarkan atas vigesimal (20) daripada sistem desimal. Selain itu, astronomi juga merupakan salah satu ilmu yang mereka kembangkan 3) Peradaban Teolihuacan dan Toltec di Amerika Tengah.
Peradaban  Teotihuacan  yang didukung oleh sekitar 200.000 penduduk bermukim di lembah-lembah Meksiko tengah. Mereka mengembangkan peradaban dagang berpusat di Teoticuacan. Kota ini juga berfungsi sebagai pusat agama yang mengundang pejiarah dari kawasan Amerika Tengah. Di pusat kota dibangun piramida bulan dan matahari.  Piramida matahari yang terbuat dari bata merah dan dilapis dengan batu memiliki panjang 700 kaki dan tinggi 200 kaki. Piamida bulan juga dibanggun dengan konstruksi yang hampir sama namun dengan ukuran yang lebih kecil. Pada kuil yang lebih kecil, penduduk dan pendatang melakukan pemujaan pada dewa hujan dan dewa ular, yang mereka sebut Quetzalcoatl. Makanan pokok penduduk adalah jagung. 
Peradaban Teotihuacan jatuh pada tahun 700 M akibat serbuan bangsa barbar. Pada dua ratus tahun kemudian terjadi persaingan antar berbagai suku bangsa yang memasuki kawasan ini yang menyebabkan berakhirnya zaman keemasan Mesoamerika. Di antara bangsa yang bersaing, bangsa  Toltec  adalah yang paling kuat dan kemudian membentuk pemerintahan konferderasi dengan mendasarkan pada peradaban pendahulunya.
Raja Toliptzin (980-1000 M) yang bergelar  Quetzalcoatl  atau pemimpin agama memperluas hegemoninya atas seluruh Mexico bagian tengah dan membangun ibukota di Tula.
Sepeninggamya raja ini Tula direbut oleh bangsa barbar Chichimec  tahun 1224 M. Kemudian bangsa Chichimec ditaklukkan oleh bangsa Aztec  sebagai bangsa yang gemar perang. Bangsa Aztec menciptakan peradaban terakhir di Meksiko sebelum datangnya bangsa-bangsa Eropa. 
Peradaban Aztec.Setelah merebut kekuasaan dari bangsa Chichimec, bangsa Aztec mendirikan ibukota di Tenochitiliin. Dengan mengadopsi budaya Toltec, bangsa Aztec meluaskan wilayahnya hingga menguasai seluruh daratan Meksiko serta menguasai beberapa bangsa taklukkan. Ibukota Aztek berkembang pesat sebagai pusat dagang.
Dengan pesatnya perdagangan kelas pedagangpun tumbuh dengan pesat seningga membentuk lapisan tersendiri. Mereka menjual barang-barang mewah seperti katun, koka, kulit dan perhiasan emas. Kaisarnya yang terkenal adalah Montezuma II (1502-1520 M) dianggap oleh sejarawan memiliki lambang-lambang kebesaran dibandingkan raja-raja Eropa pada periode yang sama.
Bangsa Aztek adalah bangsa yang gemar perang. Bagi mereka perang merupakan bagian dari budaya sehari-hari serta bagian dari sistem kepercayaannya, Mereka menyembah banyak dewa (politheis). Huitzilopochtli adalah dewa matahari yang paling besar. Mereka percaya bahwa matahari adalah sumber kehidupan dan harus terus dipelihara agar terus beredar di orbitnya dan berputar, terbit dan tenggelam. Untuk itu diperlukan pelumas yang murni yaitu darah manusia. Mereka yakin bahwa pengorbanan manusia merupakan tugas suci dan wajib dilakukan agar  dewa matahan tetap memberikan kemakmuran bagi manusia.
Upacara pengorbanan dilakukan di altar di puncak piramida dengan cara mengambil jantung korban oleh pendeta-pendeta. Upacara pengorbanan manusia juga dilakukan secara niassal dengan membunuh banyak korban.
Ada tiga hipotesis yang dilakukan para antropolog mengenai alasan pengorbanan manusia, disarnping alasan untuk pengorbanan pada dewa. Pertama, pengorbanan manusia dilakukan untuk mengurangi jumlah penduduk terutama sejak jumlah tawanan perang meningkat dengan pesat dibanding dengan tingkat kelahiran. Kedua, adalah untuk memberikan  rakyat mayat-mayat yang telah dikorbankan sebagai sumber protein dan vitamin.
Hipotesis ini sangat lemah sebab bangsa Aztek menghasilkan banyak tumbuhan jagung dan kacang-kacangan dan tomat, serta memelihara artjing, ayam dan kalkun. Ketiga, yang lebih rasional, adalah untuk menakut-nakuli para pembangkang dan pemberontak agar mereka tidak melakukan perlawanan terhadap kekuasaan raja. Para tawanan perang banyak yang dijadikan korban dalam lumlah besar untuk dewa matahari. Orang-orang yang bersalah juga menjadi sasaran untuk jadi korban seperti
jendral yang gagal dalam memimpin perang, para koruptor, hakim yang keliru membuat keputusan serta pejabat negara yang berbut salah, termasuk orang yang memasuki daerah terlarang di istana raja. Raja Montezutna II pernah mengorbankan sejumlah 5100 korban dalam upacara peringatan ken;iikan tahtanya.
Stratifikasi Sosial Bangsa Aztec.
Pada awal migrasi ke Meksiko tidak terdapat pelapisan atau Stratifikasi sosial karena semua golongan adalah miskin. Tidak diketahui dengan  pasti latarbelakang timbulnya Stratifikasi sosial ini. Menurut lagenda Aztec, masyarakat dibagi ke dalam beberapa golongan.
Golongan pertama adalah keluarga raja dengan puncak pimpinan adalah kaisar. Kaisar dibantu oleh golongan bangsawan atau pejabat kekaisaran yang bertindak seperti golongan feodal Eropa pada zaman pertengahan. Para pangeran atau bangsawan disebut  techutli. Dibawah golongan bangsawan adalah golongan para tentara  atau prajurit. Golongan ini mendapatkan kedudukan istimewa dalam negara karena merekalah yang mampu menangkap tawanan untuk dijadikan budak atau korban untuk dewa. Bila mereka gagal melakukan tugas mereka akan dijadikan buruh atau bahkan dijadikan korban untuk dewa.
Kelas dibawah prajurit adalah warga biasa yang disebut  maceuatli  atau pekerja. Golongan ini berfungsi sebagai petani, tentara rendahan serta buruh untuk membangun kuil, jalan jembatan dan lain-lain. Dibawah mereka adalah golongan pekerja yang tidak memiliki tanah atau disebut  thalmaitl Golongan ini memiliki hak kewarganegaraan dan lebih tinggi dari budak. Golongan paling bawah adalah budak atau disebut tlatocotin. Golongan ini juga memiliki hak-hak tertentu, yang berbeda dengan golongan budak di Eropa. Mereka diperbolehkan menyembah dewa dan memiliki tanah atas kemampuan sendiri.
Semua golongan masyarakat menyembah dewa yang sama  Huitzilopochtli  dan dewa-dewa laiiinya tetapi dengan kuil yang berbeda-beda, Upacara pengorbanan dipimpin oleh pendeta yang sering juga berfungfsi sebagai dukun yang meramalkan nasib seseorang pada masa yang akan datang. Pergantian raja tidak dilakukan menurut hierarld atau keturunan melainkan berdasarkan pemilihan. Walau anak tertua menjadi prioritas untuk dipilih, aspek ketrampilan dan kecakapan merupakan dasar pemilihan raja.
Seni Bangunan Aztec.
Bangsa Aztec memiliki seni bangun (arsitektur) yang amat tinggi. Ketika bangsa Spanyol datang ke k;ota Tenochtitlan (sekarang Mexico City) mereka menyaksikan sendiri kemajuan yztng telah dicapai bangsa ini. Di kota Tenichititlan terdapat bangunan-bangunan yang memiliki nilai arsitektur amat tinggi seperti aquaduc (bangunan air), empat jaringan jalan raya menuju kota, jalan-jalan lebar serta kanal yang melintasi kota serta jembatan di atasnya. Bangunan-bangunan itu dibangun dengan menggunakan teknologi tinggi menurut ukuran zaman itu. Di tengah pusat kota dibangun kuil besar sebagai pusat persembahan terhadap dewa Huitzilopochtli.
Tinggi bangunan itu 30 M, terdiri dari tiga tingkat yang masing-masing tingkat memiliki 120 anak tangga. Dibangunnya jalan-jalan serta kanal-kanal yang lebar adalah untuk memudahkan lalu lintas orang dan barang dagangan. Mereka memperjualbelikan kalkun, bebek, ayam, kelinci dan rusa. Hasil pertanian yang diolah di ladang-ladang pertanian adalah alpukat, kacang merah dan jagung. Mereka juga membuat kerajinan dari emas dan perak untuk perhiasan. Dari kegiatan dagang dan jenis barang dagangan yang diperjualbelikan serta sarana penunjang yang dibangunnya para ahli berkesimpulan bahwa bangsa Aztec memiliki peradaban tinggi. [3]
3.      Peradaban Inca di Peru.
Peradaban Inca berkembang di sepanjang belahan barat Amerika Selatan terutama di Peru. Seperti halnya bangsa Aztec, bangsa Inca adalah bangsa yang memiliki watak miiiter sehingga perluasan wilayah imperium dilakukan dengan cara peperangan.
Inti peradaban bangsa Inca adalah pertanian yang berkembang antara tahun 600-1000 M.Mereku membuat sistem terasering untuk menahan longsor dan irigasi untuk menahan banjir.
Untuk mengolah tanah mereka menggunakan bajak yang tebuat dari perunggu Tanaman yang ditanam adalah kacang-kacangan, jagung, merica, tomat, kentang putih. Hasil pertanian bukan hanya untuk memenuhi konsumsi petani melainkan juga untuk memberi makan tentara dalam jumlah besar, golongan birokrat dan ribuan buruh pabrik. Minuman khas mereka adalah chicha yaitu semacam bir yang dibuat dari jagung.
Bangsa Inca adalah bangsa imperialis yang menaklukkan dan menguasai bangsa-bangsa tetangganya dengan kekuatan miiiter. Dengan demikian pemerintahannya imperium militeristis.
Ketika raja Pachacuti Inca (1438-1471 M) dan anaknya Topa Inca (1471  -1493) berkuasa,wilayah Inca diperluas dengan menaklukkan bangsa-bangsa sekitaraya yang berdiam di Equador, Colombia dan Chile, Berbeda dengan bangsa Aztec yang mengontrol ' rakyat jajahan dengan teror bangsa  Inca melakukannya dengan penyatuan imperium. Raja mereka memaksa penduduknya dan bangsa yang ditaklulckannya menggunakan bahasa nasional  Quechwa (diucapkan keshwa) serta menyembah dewa negara yaitu dewa matahari.
Dalam menjalankan pemerintahan imperium pemimpin lokal dilibatkan dalam birokrasi pusat pemerintahan imperium melalui kebijaksaaan kolonisasi yang disebut  mitima.  Untuk  mempertahankan kesatuan imperium mereka membangun jalan-jalan lebar yang menghubungakan pusat pemerintahan dengan derah-daerah yang ditaklukkannya. Jalan-jalan tersebut akan memudahkan lalu lintas tentara untuk memadamkan pemberontakan atau juga untuk memudahkan lalu lintas penduduk dari satu tempat ke tempat lain. Dapat disimpulkna bahwa dalam menjalankan sistem pemerintahan bangsa Inca lebih maju dibandingkan dengan bangsa Aztec dan bangsa Mesoamerika.
Walaupun dalam bidang matematika dan astronomi tidak unggul dibandingkan bangsa Aztec dan Mesoamerika bangsa Inca memiliki keunggulan di  bidang sent bangun,  seperti halnya dalam pembuatan tekstil dan keramik. Pembangunan benteng-benteng pertahanan dan jalan-jalan raya yang lebar menunjukkan bahwa mereka telah memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengatur jalannya pemerintahan. Raja tinggal di istana yang indah yang dibangun dengan batu utuh atau monoilith yang diukir. Dalam menjalankan pemerintahannya raja bersifat "sosialis". Hasil surplus pertanian daerah subur didistribusikan ke daerah yang kekurangan. Dibidang sosial Raja sangat menaruh perhatian pada aspek perkawinan. Laki-laki atau perempuan yang sudah dewasa dan belum memiliki pasangan dipilihkan orang lain, lalu dikawinkan dalam upacara umum.
Dalam aspek religi bangsa Inca percaya pada  dewa matahari.  Raja-raja mereka dipercaya memiliki hubungan genealogis atau asal usul keturunan dengan matahari. Hanya tidak diketahui dengan pasti apakah bangsa Inca juga melakukan upacara pengorbanan manusia seperti bangsa Aztec. [4]




BAB III

PENUTUP


A.    Kesimpulan

      Menurut para ahli, bangsa yang mengembangkan peradaban tua benua Amerika berasal dari daratan Siberia di Rusia yang menyeberang melalui Selat Bering ketika  saat itu  masih sempit pada kira-kira 20.000  -  50.000 tahun lalu. Berdasarkan  tenuan-temuan  arkeologis diperkirakan bahwa mereka berasal dari berbagai suku bangsa. Yang pertama datang adalah bangsa Amurian yang memiliki ukuran tubuh lebih pendek dibandingkan dengan  orang Eropa. Kemudian disusul oleh bangsa yang memiliki ras Mongolia yang datang pada kira-kira awal abad Masehi. Dari percampuran kedua bangsa tersebut melahirkan bangsa Indian Amerika (American Indians) yang disebut juga bangsa Amerind.

1.      Kebudayaan Aztek
Kaum Aztek atau Aztec adalah orang Amerika Tengah dari sentral Meksiko yang kaya dengan warisan mitologi dan kebudayaan. Dalam bahasa Nahuatl, bahasa suku Aztek, "Aztek" berarti seseorang yang berasal dari Aztlán". Kaum Aztek juga menyebut diri mereka sebagai Mehika atau Meshika atau Mexica, asal nama "Meksiko". Penggunaan nama Aztek sebagai istilah yang merujuk kepada mereka yang mempunyai ekonomi, adat, agama, dan bahasa Mexica diawali oleh Alexander von Humboldt.

a.       Pemerintahan
Kerajaaan Aztec berdiri sekitar tahun 1298 M dan mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1450 M. Kerajaan Aztec mengalami kehancuran setelah datangnya bangsa Spanyol, dengan raja terakhirnya Monte Zuma II. Pusat kerajaan Aztec berada di daerah semenanjung Yukatan.

b.      Kepercayaan
Kepercayaan suku Aztec mengorbankan nyawa manusia saat pemujaan merupakan warisan dari suku Toltek. Walaupun begitu, suku Aztec meneruskan pemujaan sendiri yaitu Huiyzilopochtti, dewa yang memeperhatikan peruntungan politik Tenochtitlan. Tidak seperti suku Toltek yang mengagungkan dewa Tezkatlipoka.

c.       Hasil Kebudayaan suku Aztec
Ø  kuil berbentuk piramida yang tengahnya berlubang untuk memasukan kurban (emas dan perak)
Ø  Konsep kepercayaannya menyembah dewa-dewa
Ø  Ditemukan patung di kota Vera Cruz, yang beratnya 30 ton sebagai perwujudan dewa utama yang disucikan
Ø  Mampu mengusahakan tambang emas dan perak
Ø  Suku Aztec tiap 52 tahun sekali mengadakan upacara besar-besaran yang dipusatkan di Hall of the Star, ibukota kerajaan Aztec.

2.      Kebudayaan Maya

a.       Letak Geografis
Kerajaan Maya terletak di Meksiko Selatan dan Amerika Tengah. Wilayah Kerajaan Maya meliputi Semenanjung Yukatan (Meksiko), Honduras, dan Guatemala. Pusat peradabannya di Semenanjung Yukatan.

b.      Pertanian
Suku Maya telah mengenal sistem pengairan terusan. Mereka membangun kebun Chinampa di pulau-pulau buatan yang subur atau di danau-danau yang dangkal di lembah Meksiko. Tanaman pokoknya adalah jagung.

c.       Ilmu Astronomi
Suku Maya telah mengenal dua sistem kalender, yaitu:
• Sistem Kalender berdasarkan peredaran matahari , 1 tahun = 365 hari
• Sistem Kalender berdasarkan kepercayaan , 1 tahun = 260 hari

d.      Hasil Kebudayaan
Ø  Mampuv membangun kota terbesar di dunia, kota Theotihuakan yang dihuni 100.000 penduduk.
Ø  Tikal, situs tertua di dunia yang berbentuk piramidv bersisi terjal.
v Kota dongeng Machu Picchu bertengger mengakangi gunung yang sempit, menjulang pada ketinggian 600 m di atas lembah sungai Urubamba.

e.       Kepercayaan
Kepercayaan suku Maya memuja banyak dewa (politheisme), seperti Dewa laut, Dewa Matahari, Dewa Hujan, Dewa Musim Semi. Mereka juga mengenal upacara pemujaan yang mengorbankan nyawa manusia. Karena mereka percaya matahari harus makan jantung dan darah manusia untuk menentukan kelangsungan hidup dunia

3.      Kebudayaan Inca
a.       Letak Geografis
Ø  Kerajaan Inca terletak di Peru tepatnya disekitar danu Titicaca dekat pegunungan Andes. Pendirinya adalah Manco-Copac tahun 500 M.

Ø  Wilayah Kekuasaannya : Bolivia, Chili, Brazilia dan Equador terjadi pada masa Raja Sinci Roca 1105 M, yang merupakan pemersatu bangsa Indian. Tiap wilayah diberi hak otonomi yang disebut Ayllu.

b.      Pertanian
Penduduknya telah mengenal sistem irigasi dan mempunyai kemampuan bekerja sama sehingga pertaniannya mengalami kemajuan.

c.       Kepercayaan
Percaya pada dewa-dewa. Dewa yang disembah adalah Dewa Viracocha (Dewa pencipta alam), Dewa Matahari, Dewa Bulan, Dewa Bumi dan Dewa Laut.

d.      Hasil kebudayaan Suku Inca
a.       Bangunan-bangunan Istana Megah terbuat dari batu-batu besar dan batu karang.
b.      Mayat suku Inca biasanya diawetkan (mummi).[5]





[2] Tim program BSB, sekilas sejarah dunia, (Tejakula buleleng Bali-Indonesia: Yayasan Gemah Ripah, 2011, hal 127 )
[3] Arnold Toynbee. Sejarah Umat Manusia uraian analitis, kronologis, naratif dan komparatif. . (Yogyakarta: Pustaka Pelajar  Offset,  1967, hal.157)

[4] Ibid 473, 681

Related Posts

Subscribe Our Newsletter