PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manusia
adalah makhluk yang mempunyai kemampuan untuk berilmu pengetahuan. Salah satu insting manusia
adalah selalu cenderung ingin mengetahui segala sesuatu disekelilingnya, yang
belum diketahuinya. Berawal dari rasa ingin tahu maka timbulah ilmu
pengetahuan. Dalam hidupnya manusia digerakan sebagian oleh kebutuhan untuk
mencapai sesuatu, dan sebagian lagi oleh tanggung jawab sosial dalam
masyarakat. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan-kemampuan, tetapi juga
mempunyai keterbatasan-keterbatasan, dan juga tidak hanya mempunyai sifat-sifat
yang baik, namun juga mempunyai sifat-sifat yang kurang baik. Manusia sangat membutuhkan pendidikan. Karena melalui pendidikan manusia dapat mempunyai
kemampuan-kemampuan mengatur dan mengontrol serta menentukan dirinya sendiri.
Melalui pendidikan pula perkembangan kepribadian manusia dapat diarahkan kepada
yang lebih baik. Dan melalui pendidikan kemampuan tingkah laku manusia dapat
didekati dan dianalisis secara murni.
Sampai dengan saat ini kajian mengenai
perkembangan manusia telah banyak menunjukkan manfaat yang signifikan. Dan
salah satu manfaat dari berkembangnya disiplin ilmu tentang perkembangan
manusia ini adalah pendidikan. Dan jika kita berbicara pendidikan tentunya
unsur yang mutlak ada ialah manusia itu sendiri. dalam hal ini kajian ataupun
teori-teori mengenai perkembangan manusia sangat dibutuhkan oleh dunia
pendidikan. Memahami proses perkembangan manusia baik itu secara fisik maupun
psikologis sanat berguna bagi para pendidik. Dengan begitu akan menjadi
petimbangan bagi pendidik dalam memilih dan memberikan materi pendidikan dan
pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak didik pada tiap tingkat
perkembangan tertentu. Selain itu juga, dapat memilih metode pengajaran dan
menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan pemahaman
murid-murid mereka. Tentunya dalam mempelajari perkembangan manusia, seluruh
aspek tersebut saling berkaitan satu sama lain. Begitu juga dalam penggunaan di
dalam konteks pendidikan, ilmu mengenai perkembangan manusia sebaiknya dikuasai
secara menyeluruh agar mendukung kompetensi pendidik dalam memahami kondisi
anak didiknya.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas
dapat diambil suatu rumusan masalah
sebagai berikut:
1.
Apakah yang dimaksud dengan manusia dan pendidikan?
2.
Apa
saja aliran pendidikan klasik yang ada dalam perkembangan
manusia?
3.
Bagaimana
hubungan manusia dan pendidikan?
4. Bagaimana
fungsi pendidikan bagi perkembangan manusia?
PEMBAHASAN
A.
Manusia dan
Pendidikan
Pengertian
Manusia Sebagai Mahluk Sosial dan sebagai makhluk Tuhan adalah makhluk pribadi
sekaligus makhluk sosial, susila, dan religius. Sifat kodrati manusia sebagai
makhluk pribadi, sosial, susila, dan religii harus dikembangkan secara
seimbang, selaras, dan serasi. Perlu disadari bahwa manusia hanya mempunyai
arti dalam kaitannya dengan manusia lain dalam masyarakat. Manusia mempunyai
arti hidup secara layak jika ada diantara manusia lainnya. Tanpa ada manusia
lain atau tanpa hidup bermasyarakat, seseorang tidak dapat menyelenggarakan
hidupnya dengan baik. Guna meningkatkan kualitas hidup, manusia memerlukan
pendidikan, baik pendidikan yang formal, informal maupun nonformal.
Dalam kenyataannya, manusia menunjukkan
bahwa pendidikan merupakan pembimbingan diri yang sudah berlangsung sejak zaman
dahulu. Kegiatan pendidikan terjadi dalam hubungan orangtua dan anak. Sebagai
makhluk individu, manusia memerlukan pola tingkah laku yang bukan merupakan
tindakan instingtif belaka. Manusia yang biasa dikenal dengan Homo sapiens
memiliki akal pikiran yang dapat digunakan untuk berpikir dan berlaku
bijaksana. Dengan akal tersebut, manusia dapat mengembangkanpotensi-potensi
yang ada di dalam dirinya seperti, karya, cipta, dan karsa. Dengan pengembangan
potensi-potensi yang ada, manusia mampu mengembangkan dirinya sebagai manusia
seutuhnya.
Perkembangan manusia secara perorangan
pun melalui tahap-tahap yang memakan waktu puluhan atau bahakan belasan tahun
untuk menjadi dewasa. Sebagai makhluk individu manusia mempunyai suatu potensi
yang akan berkembang jika disertai dengan pendidikan.
Melalui pendidikan, manusia dapat menggali dan mengoptimalkan segala
potensi yang ada pada dirinya. Melalui pendidikan pula manusia dapat
mengembangkan ide-ide yang ada dalam pikirannya dan menerapkannya dalam
kehidupannya sehari-hari yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia itu
sendiri.
Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk
Sosial adalah manusia tidak hidup dalam
kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya.
Ini merupakan salah satu kodrat manusia yang selalu ingin berhubungan dengan
manusia lain. Tidak hanya terbatas pada segi fisik saja, manusia juga mempunyai
perasaaan emosional yang ingin diungkapkan kepada orang lain dan mendapat
tanggapan emosional dari orang lain pula. Manusia memerlukan pengertian, kasih
sayang, harga diri, pengakuan, dan berbagai rasa emosional lainnya. Tanggapan
emosional tersebut hanya dapat diperoleh apabila manusia berhubungan dan
berinteraksi dengan orang lain dalam suatu tatanan kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian manusia sebagai makhluk sosial berarti bahwa disamping manusia
hidup bersama demi memenuhi kebutuhan jasmaniah, manusia juga hidup bersama
dalam memenuhi kebutuhan rohani.
Pengembangan manusia sebagai makhluk
Susila adalah manusia dapat menetapkan tingkah laku yang baik dan yang buruk
karena hanya manusia yang dapat menghayati norma-norma dalam kehidupannya.
Melalui pendidikan kita harus mampu menciptakan manusia yang bersusila, karena
hanya dengan pendidikan kita dapat memanusiakan manusia. Melalui pendidikan
pula manusia dapat menjadi lebih baik dari pada keadaan sebelumnya. Dengan pendidikan
ini, manusia juga dapat melaksanakan dengan baik norma-norma yang ada dalam
suatu masyarakat. Manusia akan mematuhi norma-norma yang ada dalam masyarakat
jikadiberikan pendidikan yang tepat.
Pada hakikatnya pendidikan menjadi
tanggung jawab bersama, yakni keluarga, masyarakat, dan sekolah atau lembaga
pendidikan. Keluarga sebagai lembaga pertama dan utama pendidikan, masyarakat
sebagai tempat berkembangnya pendidikan, dan sekolah sebagai lembaga formal
dalam pendidikan.
Pendidikan keluarga sebagai peletak
dasar pembentukan kepribadian anak. Keluarga yang menghadirkan anak ke dunia,
secara kodrat bertugas mendidik anak. Kebiasaan-kebiasaan yang ada dikeluarga
akan sangat membekas dalam diri individu setelah individu makin tumbuh
berkembang. Selanjutnya pengaruh dari sekolah dan masyarakat yang akan tertanam
dalam diri anak. Masyarakat merupakan tempat kedua bagi individu dalam
berinteraksi. Karena keluarga terdapat danberkumpul dalam suatu masyarakat.
Secara sadar atau tidak keadaan masyarakat cukup memberi pengaruh kepada
kepribadian seseorang. Kedudukan individu dalam masyarakat merupakan kondisi
atau situasi yang tidak dapat dihindari karena individu juga merupakan makhluk
social yang pasti membutuhkan manusia lain dalam hidupnya.
Pendidikan mutlak
harus ada pada manusia, karena pendidikan merupakan hakikat hidup dan
kehidupan. Pendidikan berguna untuk membina kepribadian manusia. Dengan
pendidikan maka terbentuklah pribadi yang baik sehingga di dalam pergaulan
dengan manusia lain individu dapat hidup dengan baik. Pendidikan membantu agar
tiap individu mampu menjadi anggota kesatuan sosial manusia tanpa kehilangan
pribadinya masing-masing.
B.
Aliran
Pendidikan Klasik
1.
Aliran Nativisme
Aliran ini berpendapat bahwa segala
perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak
lahir, pembawan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang
menentukan hasil perkembangannya. Manusia yang baru dilahirkan telah memiliki
bakat dan pembawaan baik karena berasal dari keturunan, orang tua, nenek moyang
maupun karena memang sudah ditakdirkan
demikian. Apabila pembawaannya baik maka akan baik pula manusia itu begitupun
sebaliknya. Oleh karena itu pendidikan tidak dapat mengubah sifat-sifat
pembawaan dan di anggap tidak perlu bagi manusia. Dalam ilmu pendidikan aliran
ini disebut pesimisme paedagogis, karena menerima kepribadian sebagaimana
adanya tanpa dilandasi kepercayaan terhadap pendidikan yang dapat merubah
kepripadian seseorang.
2.
Aliran Empiris
Aliran ini mempunyai pendapat yang
berlawanan dengan kaum nativisme. Mereka berpendapat bahwa dalam perkembangan
manusia di tentukan oleh lingkungannya atau oleh pendidikan dan pengalaman yang
diterima sejak kecil. Manusia dapat dididik
menjadi apa saja kearah baik ataupun buruk menurut kehendak lingkungan
atau pendidik-pendidiknya. Dalam pendidikan, pendapat ini terkenal dengan nama
optimisme paedagogis.
Menurut
Alex Sobur, anak yang baru lahir seperti kertas putih bersih yang dapat di
tulis dengan tinta warna apa saja dan warna tulisannya akan sama dengan warna
tinta tersebut. Manusia diumpamakan sebagai kertas putih dan warna tinta
diumpamakan sebagai lingkungan atau pendidikan yang akan berpengaruh
terhadapnya. Pendidikan dapat memegang peranan penting dalam perkembangan
manusia dan menentukan arah perkembangan manusia.
3.
Aliran Konvergensi
Aliran ini merupakan perpaduan antara
aliran nativisme dan aliran empiris yang keduanya dipandang sangat berat
sebelah atau tidak seimbang. William Stren berpendapat bahwa pembawaan dan
lingkungan keduanya menentukan perkembangan manusia. Manusia memiliki kemampuan
dalam dirinya berupa bakat atau potensi, tetapi potensi itu hanya dapat berkembang jika ada
pengarahan, pembinaan, dan bimbingan dari luar atau lingkungan. Oleh karena
itu, di perlukan adanya perpaduan antara faktor dasar atau pembawaan
dengan lingkungan atau pendidikan.
C.
Hubungan Manusia
Dengan Pendidikan
Manusia dan pendidikan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. dimanapun
manusia berada pasti akan membutuhkan pendidikan, hal ini disebabkan karena
fungsi utama pendidikan adalah memanusiakan manusia, yaitu mengembangkan
seluruh potensi manusia yang ada ke arah yang lebih baik. Pendidikan tidak akan berjalan jika
tidak ada manusia, baik manusia yang
menjalankan pendidikan tersebut maupun manusia yang akan di didik.
Pada masa permulaan
berdirinya system pendidikan, tugas kependidikan adalah mencerdaskan daya pikir
manusia dengan melalui mata pelajaran yaitu membaca, menulis dan berhitung.
Akan tetapi, sesuai dengan perkembangan tuntutan hidup manusia, maka tugas
tersebut semakin bertambah dan meluas. Keterampilan atau kemampuan manusia pada
prinsipnya terletak pada kemampuan tangan manusia itu sendiri. Bila dilihat
dari segi pedagogis manusia dipandang sebagai homo ekodandum yaitu makhluk yang
harus dididik. Manusia tidak dapat
terlepas dari potensi psikologis yang
dimilikinya secara individual dengan manusia lainnya. Dengan
berbeda-beda kemampuan itulah pendidikan melakukan seleksi melalui proses
kependidikan atas diri pribadi manusia.
D.
Fungsi
Pendidikan Bagi Perkembangan Manusia
Menurut seorang pakar pendidikan
Bogardus memberikan fungsi pendidikan melalui dua macam yaitu Pendidikan
berfungsi untuk memberantas kebodohan, bahwa melalui proses pendidikan seorang
peserta didik akan diberi pelajaran mengenai cara belajar membaca dan menulis
kemudian mengembangkan pengetahuan dan kemampuan intelektual. Ketika hal tersebut
diatas diperoleh peserta didik, maka akan tercipta hasil budi, yang kemudian
menghasilkan tindakan untuk memilih baik dan buruk serta memahami arti
kehidupan.
Serta fungsi yang kedua adalah melalui
pendidikan akan menghilangkan kesalah pengertian, bahwa pendidikan akan
memberikan pemahaman bahwa selain kebudayaan yang dimiliki dan berada dalam
lingkungan satu individu, terdapat kebudayaan lainnya. Jika individu memahami
hal tersebut, maka akan mengerti hakikat hidup dalam bermasyarakat yang
menghargai dan bersosial.
Dalam fungsi Pendidikan yang lain
bahwa, pendidikan turut andil dalam memberikan corak dan arah pada kehidupan
pada masyarakat mendatang. Sesuai penjelasan diatas dengan pendidikanlah bibit
atau penerus masa depan yang di didik dan dibina minat dan bakat sesuai tempat
dan keadaan serta keperluan masa depan. Jika salah dalam mendidik maka akan
tercipta generasi-generasi yang tidak sesuai dengan tujuan pendidikan yang
diharapkan.
Fungsi
pendidikan bagi perkembangan manusia adalah bahwa Pendidikan merupakan
sistem untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan.
Dalam sejarah umat manusia, hampir tidak ada kelompok manusia yang tidak
menggunakan pendidikan sebagai alat pembudayaan dan peningkatan kualitasnya.
Pendidikan dibutuhkan untuk menyiapkan anak manusia demi menunjang perannya di
masa datang. Upaya pendidikan yang dilakukan oleh suatu bangsa memiliki
hubungan yang signifikan dengan rekayasa bangsa tersebut di masa mendatang.
Dengan demikian, pendidikan merupakan sarana terbaik untuk menciptakan suatu
generasi baru pemuda-pemudi yang tidak akan kehilangan ikatan dengan tradisi
mereka sendiri tapi juga sekaligus tidak menjadi bodoh secara intelektual atau
terbelakang dalam pendidikan mereka atau tidak menyadari adanya perkembangan-perkembangan
disetiap cabang pengetahuan manusia.
Pendidikan merupakan proses budaya
untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang berlangsung sepanjang
hayat. Pendidikan selalu berkembang, dan selalu dihadapkan pada perubahan
zaman. Untuk itu, mau tidak mau pendidikan harus didisain mengikuti irama
perubahan tersebut, apabila pendidikan tidak didisain mengikuti irama
perubahan, maka pendidikan akan ketinggalan dengan lajunya perkembangan zaman
itu sendiri.
Bagi perkembangan manusia pendidikan
adalah transformasi budaya dari generasi ke generasi, mempertahankan
unsur-unsur esensi dari kebudayaan dengan membuka diri pada usur positif dari
luar. Pendidikan bertanggung jawab terhadap generasi masa kini, artinya pendidikan
tidak dapat pejam mata terhadap pengangguran dan harus mewujudkan kesejahteraan
dalam kehidupan. Dalam tugas yang paling berat pendidikan adalah menyiapkan
generasi masa depan dalam perkembangan kehidupan, yang dulu hidup dalam keadaan
tradisional harus mempersiapkan generasi yang mampu menerobos kehidupan modern
dan berperan aktif.
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pengembangan Manusia Sebagai Makhluk
Sosial adalah manusia tidak hidup dalam
kesendirian. Manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan sesamanya
Manusia dan pendidikan
adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. dimanapun manusia berada pasti akan
membutuhkan pendidika, hal ini disebabkan karena fungsi utama pendidikan adalah
memanusiakan manusia, yaitu mengembangkan seluruh potensi manusia yang ada ke
arah yang lebih baik. Pendidikan tidak akan berjalan jika tidak ada manusia, baik manusia yang menjalankan
pendidikan tersebut maupun manusia yang akan di didik.
Aliran Nativisme
berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh
factor-faktor yang dibawa sejak lahir, pembawan yang telah terdapat pada waktu
dilahirkan itulah yang menentukan hasil perkembangannya.
Aliran Empiris mempunyai
pendapat yang berlawanan dengan kaum nativisme. Mereka berpendapat bahwa dalam
perkembangan manusia di tentukan oleh lingkungannya atau oleh pendidikan dan
pengalaman yang diterima sejak kecil.
Aliran Konvergensi merupakan
perpaduan antara aliran nativisme dan aliran empiris yang keduanya dipandang
sangat berat sebelah atau tidak seimbang.
Fungsi
pendidikan bagi perkembangan manusia adalah bahwa Pendidikan merupakan
sistem untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan.
REFERENSI
Hartono, Rodi. Hakikat Manusia Dalam Praktek Pendidikan. [5 Oktober 2012]
Jalaluddin. 2003. Filsafat Pendidikan Manusia, Filsafat dan Pendidikan. Jakarta: Gaya Media Pratama Jalaluddin. [5 Oktober 2012]
NN.
Laporan Hubungan Manusia Dengan Pendidikan. Online tersedia: http://www.scribd.com/doc/23184553/Laporan-Hubungan-Manusia-Dengan-Pendidikan.
[5 Oktober 2012]