PERKEMBANGAN PADA MASA DEWASA


PERKEMBANGAN PADA MASA DEWASA
Oleh: Andri Nazarudin M
A.      Definisi Dewasa
Seperti halnya dengan remaja, untuk merumuskan sebuah definisi tentang kedewasaan tidaklah mudah. Hal ini karena setiap kebudayaan berbedai-beda dalam menentukan kapan seseorang mencapai status dewasa secara formal. Pada senagian besar kebudayaan kuno, status ini tercapai apabila pertumbuhan pubertas telah selesai atau setidak-tidaknya sudah mendekati selesai apabila organ kelamin anak telah mencapai kematangan serta mampu berproduksi.
Menurut dari segi hukum dewasa adalah dimulai sejak seseorang menginjak usia 21 tahun meskipun belum menikah atau sejak seseorang menikah meskipun belum berumur 21 tahun
Menururt dari lingkup pendidikan dewasa adalah jika seseorang telah mencapai kemasakan kognitif, afektif dan psikomotor sebagai hasil ajar latih yang ditunjang kesiapan.
Menurut dari segi biologis dan psikologis masa dewasa sebagai suatu keadaan bertumbuhnya ukuran-ukuran tubuh dan mencapai kekuatan maksimal serta siap berproduksi.
Dewasa boleh dikenakan kepada individu-individu yang telah memiliki kekuatan tubuh secara maksimal dan siap berproduksi dan telah dapat diharapkan memiliki kesiapan kognitif, afektif dan psikomotor serta dapat diharapkan memainkan peranannya bersama dengan individu-individu lain dalam masyarakat.
B.       Aspek Perkembangan yang Terjadi Selama Masa Dewasa
Berikut ini akan diuraikan beberapa aspek perkembangan yang terjadi selama masa dewasa dan usia tua, yang meliputi perkembangan fisik, kognitif dan psikososial.
1.         Perkembangan fisik
Berikut akan diuraikan beberapa gejala penting dari perkembangan fisik yang terjadi selama masa dewasa.
a)        Kesehatan badan
Awal masa dewasa ditandai dengan munculnya kemampuan dan kesehatan fisik. Meskipun pada masa awal dewasa kondisi kesehatan fisik mencapai puncaknya, namun selama periode ini penurunan keadaan fisik juga terjadi. Perubahan-perubahan sebagian besar lebih bersifat kuantitatif daripada kaulitatif. Secara berangsur-angsur kekuatan fisik mengalami kemunduran, sehingga lebih mudah terserang penyakit. Akan tetapi, masih bisa melakukan aktivitas normal.
Bagi wanita, perubahan biologis yang utama terjadi selama masa pertengahan dewasa adalah perubahan dalam hal kemampuan refroduktif, yakni mulai mengalami menopause atau berhentinya menstruasi dan hilangnya kesuburan. Pada umumnya menopause ini terjadi pada usia sekitar 50 tahun, tetapi ada juga yang sudah mengalami menopause apada usia 40 tahun. Bagi sebagian perempuan, menopause. Tidak menimbulkan problem psikologis. Tetapi, bagi sebagian lain, menopause telah menyebabkan munculnya sejumlah besar gejala psikologis, termasuk depresi dan hilang ingatan.
Bagi laki-laki, proses penuaan selama masa pertengahan dewasa tidak begitu kentara, karena tidak ada tanda-tanda fisiologis dari peningkatan usia seperti berhentinya haid pada perempuan. Hanya beberapa kemunduran fisik juga terjadi berangsur-angsur, seperti berkurangnya produksi air mani, dan frekuensi orgasme yg cenderung merosot.
Pada masa tua atau masa dewasa akhir, sejumlah perubahan pada fisik semakin terlihat sebagai akibat dari proses penuaanm diantara perubahan fisik itu seperti rambut menjadi jarang dan beruban, kulit mengering dan mengerut, gigi hilang dan gusi menyusut, konfigurasi wajah berubah, tulang belakang menjadi bungkuk.
b)      Perkembangan sensori
Pada masa dewasa tengah perubahan-perubahan dalam penglihatan dan pendengaran merupakan dua perubahan fisik yang paling menonjol. Pada usia antara 40 sampai 59 tahun, daya akomodasi mata mengalami penurunan paling tajam. Pada laki-laki lebih awal menagalami penurunan sensitivitasnya dibandingkan perempuan. Hal ini disebabkan karena pengaruh pengalaman laki-laki terhadap suara gaduh dalam pekerjaan sehari-harinya.
Selanjutnya, pada masa dewasa akhir, perubahan-perubahan sensori fisik melibatkan idera pengliahatan, indera pendengaran, indera perasa, indera pencium dan indera peraba. Perubahan dalam indera penglihatan pada masa dewasa akhir misalnya berkurangnya ketajaman penglihatan dan melambatnya adaptasi terhadap perubahan cahaya. Demikian juga halnya dengan pendengaran, diperkirakan sekitar 75% dari usia 75 hingga 79 tahun mengalami berbagai jenis permasalahan pendengaran, dan sekitar 15% dari populasi diatas usia 65 tahun mengalami ketulia, yang disebabkan oleh kemunduran selaput telinga. Sementara itu, penurunan juga terlihat dalam kepekaan terhadap rasa dan bau.
c)      Perkembangan otak
Mulai masa dewasa awal, sel-sel otak juga berangsur-angsur berkurang. Pendapat umum menjelaskan bahwa orang dewasa yang tetap aktif, baik secara fisik, seksual, maupun secara mental, menyimpan lebih banyak kepastian mereka untuk melakukan aktivitas-aktivitas demikian pada tahun-tahun selanjutnya.
Hilangnya sel-sel otak dari sejumlah orang dewasa diantaranya disebabkan oleh serangkaian pukulan kecil, tumor otak, atau karena terlalu banyak minum-minuma beralkohol. Semua itu akan semakin merusak otak, menyebabkan terjadinya erosi mental, yang sering disebut kepikunan (sensility)
2.         Perkembangan Kognitif
a)      Perkembangan Pemikiran Postformal
 Sejumlah ahli perkembangan percaya bahwa baru pada masa dewasalah individu menata pemikiran operasional formal mereka. Ketika sejumlah orang dewasa lebih mampu menyusun hipotesis daripada remaja dan menurunkan suatu pe€ecahan masalah dari suatu permasalahan, bamyak orang dewasa tidak menggunakan pemikiran operasional formal sama sekali (Keating, 1990).
Gisela Labouvie-Vief, 1986 (dalam McConnell dan Philipchalk, 1992) menyatakan bahwa pemikiran dewasa muda menunjukan suatu perubahan yang signifikan.
Dengan demikian, kemampuan kognitif terus berkembang selama masa dewasa. Akan tetapi, bagaimana pun tidak semua perubahan kognitif pada masa dewasa tersebut yang mengarah pada peningkatan potensi. Bahkan kadang-kadang beberapa kemampuan kognitif mengalami kemerosotan seiring dengan pertambahan usia.
b)      Perkembangan Memori
Salah satu karakteristik yang paling sering dihubungkan dengan orang dewasa dan usia tua adalah penurunan dalam daya ingat. Tetapi perubahan memori bukanlah suatu yang sudah pasti terjadi sebagai bagian dari proses penuaan, melainkan lebih merupakan stereotif budaya.
c)      Perkembangan inteligensi
Suatu mitos yang bertahan hingga sekarang adalah bahwa menjadi tua berarti mengalami kemunduran intelektual. Mitos ini diperkuat oleh sejumlah peneliti awal yang berpendapat bahwa seiring dengan proses penuaan selama masa dewasa terjadi kemunduran dalam intelegensi umum.
Studi Thorndike mengenai kemampuan belajar orang dewasa menyimpulkan bahwa kemampuan belajar mengalami kemunduran sekita 15% pada usia 22 dan 42 tahun.
Study Thorndike menyatakan bahwa kemunduran kemampuan intelektual pada orang dewaa tidak disebabkan oleh faktor usia, melainkan faktorfaktor lain. Witherington (1986) menyebutkan tia faktor penyebab terjadinya kemunduran kemampuan belajar orang dewasa. Pertama, ketiadaan kapasitas dasr. Orangdeaa tidak akan memiliki emampuan belajar bila pada usia muda juga tidak memiliki kemampan belajar yang memadai. Kedua, terlampau lamanya  tidak melakukan aktivitas-aktivits yang bersifat intelektual. Ketiga, faktor budaya terutama cara-cara seseorang memberikan sambutan sehingga stetiap usaha untuk mempelajari caasamutan yang bar akan menapat antangan yang kuat.
3.      Perkembangan Psikososial
Pada maa dewasa, individu memasuki peran kehidupan yang lebih luas. Pola dan tingkah laku sosial orang dewas berbeda dalam beberapa hal dari orang yang lebih muda. Perbedaan-perbedan tsebut tidak disebabkan oleh perubahan-perubahan fisik dan kognitif yang berkaitan dengan penuaan, tetapi lebih disebabkan oleh perisiwa-peritiwa kehidupan yang dihubungkan dengan keluarga da pekerjaan. Selama periode ini, orag melibatkan diri secara khusus dalam karr, pernikahan da hidup berkeluarga. Menurut Erikson, perkembangan Psikososial selama masa dewsaa dan tua ini ditandai dengan tiga tipe gejala pentng, yaitu keintiman, generatif dan integritas.
a)        Perkembangan Keintiman
Keintiman dapat diartiakn sebagai suatu kemampuan memperhaikan orang lain dan membagi pengalaman dengan mereka. Orang yang tidak dapat menjalin hubungan  intim dengan orang lain akan terisolasi. Pada masa dewasa awal, orang-orang tla siap dan ingin menyatukan identitasnya dena orang lain. Mereka mendambakan hubungan yang intim-akrab, dilandasi rasa persaudaraan, serta siap mengembangkan daya-daya yang dibutuhkan untuk memenuhi komitmen-komitmen sekalipun mereka mungkin harus berkorban.
b)        Perkembangan generativitas
Generativitas (generativity) adalah tahap perkembangan psikososial yang dialami individu selama pertengahan masa dewasa. Ciri utama tahap geerativitas adalah perhatin terhadap apa yang dihasilkan (keturunan, produk-produk, ide-ide, dan sebagainya) serta pembentukan dan penetapan garis-garis pedoman untuk generasi mendatang.
c)        Perkembangan Integritas
Integritas (integrity) merupakan tahap perkembangan psikososial yang terakhir. Integritas paling tepat dilukiskan sebagai suatu keadaan yang dicapai seseorang setelah memelihara benda-benda, orang-orang, produk-produk dan ide-ide, serta setelah berhasil melakukan penyesuaian diri dengan berbagai keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupannya. Lawan dari iontegritas adalah keputusasaan tertentu dalam menghadapi perbahan-peubahan sklus perubahan ndividu, terhaap kondisi-kondisi sial dan historis, ditambah dengan kefanaan hidup menjelang kematian, kondisi ini dapat memperburuk peasaa baha kehidupan in i tidak berarti, bahwa ajal sudah dekat, dan ketakuanakan kematian.
Tahap integritas dimulai kira-kira usia sekitar 5 tahun, dimana orang-orang yang tengah berada pada usia ini sering disebut sebagai orang usia tua atau orang usia lanjut. [1]
C.      Pembagian masa dewasa
Terlepas dari perbedaan dalam menentukan waktu dimulainya status kedewasaan, pada umumnya psikolog menetapkan sekitar usia 20 tahun sebagai awal masa dewasa dan berlangsung sampai sekitar usia 40-45 tahun, dan pertengahan masa dewasa berlangsung dari sekitar usia 40-45 tahun sampai sekitar usia 65 tahun, serta masa dewasa lanjut atau masa tua berlangsung dari sekitar usia 65 tahun sampai meninggal (Feldman, 1996)
Untuk melihat secara terperinci pembagian masa-masa kehidupan orang dewasa dapat dilihat dari teori yang dikemukakan oleh Hurlock berikut:
1.         Masa dewasa atau “early adulthood awal (dewasa dini) terbentang sejak tercapainya kematangan secara hukum sampai kira-kira usia empat puluh tahun ( dialami seseorang sekitar 20 tahun )
2.         Masa setengah baya atau “middle age” (dewasa madya) yang umumnya dimulai pada usia 40 tahun dan terakhir dalam usia 60 tahun ( dialami seseorang dalam kurun waktu 20 tahun )
3.         Masa tua atau “old age” (usia lanjut) yang dimulai sejak berakhirnya masa setengah baya sampai seseorang meninggal dunia.
Berikut penjelasan dari masing-masing usia dewasa tersebut:
1.         Masa Dewasa Dini
Masa dewasa dini dimulai pada umur 18 tahun sampai kira-kira 40 tahun, saat perubahan-perubahan fisik dan psikologis yang menyertai berkurangnya kemampuan reproduktif.
a)        Ciri-ciri Masa Dewasa Dini
Masa dewasa dini merupakan periode penyesuaian diri terhadap pola-polakehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru.
1)        Masa Pengaturan
Pada generasi-generasi terdahulu berada pandaan bahwa jika anak laki-laki dan wanita mencapai usia dewas secara syah, hari-hari kebebasan telah berakhir dan saatnya telah tiba untuk menerima tanggungjawab sebagai orang dewasa.
2)        Usia Reproduktif
Orang yang cepat mempunyai anak dan mempunyai keluarga besar pada awal masa dewasa atau bahkan pada tahun-tahun terakhir masa remaja kemungkinan seluruh masa dewasa dini merupakan masa reproduksi.
3)        Masa Bermasalah
Dalam tahun-tahun awal masa dewasa banyak masalah baru yang dihadapi seseorang. Masalah-masalah baru ini dari segi utamanya baerbeda dari masalah-masalah yang sudah dialami sebelumnya.
4)        Masa Ketegangan Emosional
Apabila seseorang merasa tidak mampu mengatasi masalah-masalh utama dalam kehidupan mereka, mereka yang sedemikian terganggu secara emosional, sehingga mereka memikirkan atau mencobauntuk bunuh diri.
5)        Masa Keterasingan Sosial
Dengan berakhirnya pendidikan formal dan terjunnya seseorang ke dalam pola kehidupan orang dewasa, yaitu karir, perkawinan dan rumah tangg, hubungan dengan teman-teman sebaya masa remaja menjadi renggang dan berbarengan dengan itu keterlibatan dalam kegiatan kelompok di luar rumah akan terus berkurang.
6)        Masa Komitmen
Sewaktu menjadi dewasa, orang-orang muda mengalami perubahan tanggungjawab dari seorang pelajar yang sepenuhnya tergantung pada orang tua menjadi orang dewasa mandiri, maka mereka menentukan pola hidup baru dan membuat komitmen-komitmen baru.
7)        Masa Ketergantungan
Meskipun telah resmi mencapai status dewasa pada usia 18 tahun, dan status ini memberikan kebebasan untuk mandiri, banyak orang deasa yang masih tergantung atau bahkan sangat tergantung pada orang-orang lain selama jangka waktu yang berbeda-beda.
8)        Masa Perubahan Nilai
Banyak nilai masa kanak-kanak dan remaja berubah karena pengalaman dan hubungan sosial yang lebih luas dengan orang-orang yang berbeda usia dan karena nilai-nilai itu kini dilihat dari kaca mata orang dewasa.
9)        Masa Penyesuaian Diri dengan Cara Hidup Baru
Masa dewasa dini merupakan masa yang banyak menghadapi perubahan. Dlam masa dewasa ini gaya-gaya hidup baru paling menonjol di bidang perkawinan dan peran orang tua.
10)    Masa Kreatif
Orang-orang dewasa banyak yang bangga karena lain dari yang umum dan tidak menganggap hal ini sebagai suatu tanda kekurangan, tidak seperti anak atau remaja yang selalu ingin sama dengan teman sebaya.
b)        Tugas Perkembangan Masa Dewasa Dini
Tugas-tugas perkembangan masa dewasa dini dipusatkan pada harapan-harapan masyarakat dan mencakup mendapatkan suatu pekerjaan, memilih seorang teman hidup, belajar hidup bersama dengan suami atau istri membentuk suatu keluarga, membesarkan anak-anak, mengelola sebuah rumah tangga, menerima tanggungjawab  sebagai warga negara dan bergabung dalam suatu kelompok sosial yang cocok.
c)         Penyesuaian Diri terhadap Masa Dewasa Dini
1)        Perubahan minat pada masa dewasa dini
Remaja pada umumnya mempertahankan minat-minat mereka sewaktu beralih ke masa dewasa. Tetapi minat pada masa dewasa kemudian akan berubah juga. Hal ini disebabkan karena beberapa minat yang dipertahankan dalam kehidupan dewasa tidak sesuai dengan peran sebagai orang dewasa.
Kondisi-kondisi yang mempengaruhi perubahan minat pada masa dewasa dini:
-          Perubahan dalam kondisi kesehatan
-          Perubahan dalam status ekonomi
-          Perubahan dalam pola kehidupan
-          Perubahan dalam nilai
-          Perubahan peran seks
-          Perubahan dari status belum nikah ke status menikah
-          Menjadi orang tua
-          Perubahan kesenangan
-          Perubahan dalam tekanan-tekanan budaya dan lingkungan
2)        Penyesuaian seks pada masa dewasa dini
Penyesuaian pada peran seks pada masa dewasa dini benar-benar sulit. Jauh sebelum masa remaja berakhir, anak laki-laki dan perempuan telah menyadari pembagian pembagian peran seks yang direstui masyarakat, tetapi belum tentu mereka mau menerimanya sepenuhnya. Banyak gadis remaja yang ingin berperan sebagai sebagai seorang ibu dan istri yang baik kalau mereka dewasa nanti, tetapi setelah dewasa mereka tidak mau menjadi istri atau pun ibu sesuai pengertian tradisional.
3)      Penyesuaian pekerjaan
Penyesuaiaan pengalaman induvidu dalam katagori sukses maupun gagal dalam usaha, mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap penyesuaian sosial dan personal yang juga setingkat dengan penguasaan hidup. Dari berbagai bidang dalam menyesuaikan bakat dan minat bagi orang dewasa seyogianya selaras dengan berbagai kriteria dibawah ini, yang dianggap sebagai faktor yang sangat penting dan pling umum.
-Pilihan pekerjaan
Penyesuaian pertama yang dianggap pokok adalah memilih bidang yang cocok dengan bakat, minat dan faktor psikologis lainnya, secara hakiki sulit untuk dipungkiri agar kesehatan mental dan fisiknya sebagai orang dewasa dapat terjaga. Karena banyak kasus dalam memilih bidang kerja yang tidak cocok dengan bakat dan minat (suara hati kecil) tetapi dipilih karena besarnya pengaruh sosial yang ada, justru menimbulkan ketidak puasan terhadap hasil karyanya, tidak merasa mencintai tugasnya dan akhirnya prestasi kerja menurun. Sehubungan itu maka beberapa orang dewasa telah menentukan pilihanya jauh-jauh hari pula mereka melatih diri sesuai dengan prasyarat yang diperlukan untuk jenis tugas yang mereka anggap cocok dengan minat dan bakatnya.
-            Stabilitas pekerjaan
Penyesuaian kedua yang dianggap penting bagi orang dewasa muda adalah pilihan jurusan harus dilakukan dengan mantap. Seberapa jauh tingkat kemantapan pemilihan jurusan bagi seorang bergantung tiga faktor,  yaitu pengalaman bekerja, daya tarik pribadi terhadap pekerjaan, dan nilai yang terkandung pada pekerjaan yang dipilih factor lain yang kurang begitu penting adalah pertimbangan ekonomi yang diperlukan, dimana selama dewasa ini dinggap kurang penting dibanding masa lalu.
Orang dewasa yang mempunyai cukup pengalaman kerja dapat memperoleh kepuasan yang jauh lebih sesuai dengan pekerjaan yang dipilih dibandingkan dengan mereka yang kurang mempunyai pengalaman kerja. Faktor yang mempengaruhi stabilitas pilihan pekerjaan yaitu tingkat stabilitas akan bertambah sejalan dengan bertambahnya usia. Orang yang berganti pekerjaan atau karier terjadi sejauh ia mempunyai alasan-alasan ekonomis atau karena terjadi perubahan daya tarik pada dirinya, atau karena ia ingin mempunyai pekerjaan yang lebih terhormat, atau karena ia atau keluarganya ingin tinggal didaerah tertentu, sehingga perlu mencari pekerjaan didaerah tersebut.
-          Penyesuaiaan diri dengan pekerjaan
Selama pemilihan pekerjaan orang dewasa, dengan sendirinya perlu menyesuaikan diri dengan sifat dan macam pekerjaan tersebut yang diantara lain meliputi jenis kerja setiap hari dan mingguny, penyesuaian dengan teman sejawat dan para pimpinan, dengan lingkungan tempat ia bekerja, dan penyesuaian dengan peraturan serta batasan yang berlaku selama waktu kerja.
Faktor yang paling mempengaruhi proses penyesuaian diri seseorang dengan pekerjaannya adalah sikap pekerja itu sendiri. Kondisi yang mempengaruhi proses penyesuaian bidang pekerjaan pria dan wanita berbeda dalam berbagai aspek. Secara umum masalah itu akan nampak bahwa proses penyesuaian bagi orang pria lebih mudah dibandingkan pandangan orang wanita, tetapi bukan berarti selalu demikian karena hal itu juga bergantung pada jenis kasusnya.
Kondisi yang mempengaruhi kepuasan kerja.
1.      Kesemptan untuk memilih pekerjaan.
2.      Pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan dan minat.
3.      Harapan kerja.
4.      Pekerjaan yang menarik dan yang tidak menarik.
5.      Tingkat orientasi karier.
6.      Keamann pekerjaan.
7.      Tingkat pendidikan.
8.      Kesempatan untuk peningkatan.
9.      Stereotype kerja yang ideal.
10.  Stress karena kerja.
11.  Kondisi kerja
12.  Prilaku orang penting.
4)        Penyesuaian perkawinan
Sama seperti meningkatnya jumlah kesempatan pekerjaan dan penyesuaian yang lebih cocok dan disukai menjadi sulit, begitu juga dengan banyaknya pertambahan model keluarga menjadikan proses penyesuain hidup sebagai suami istri sulit. Tingkat kesulitan ini semakin besar apabila salah seorang anggota keluarga menjadi besar dimana gaya hidupnya berbeda sekali dalam anggota lainnya dalam keluarga.
Kesulitan penyesuaian perkawinan yang hampir tidak terelakan bila suami dan istri mendidik anak dirumah dimana pola keluarganya berbeda. Tanpa memperhatikan tipe keluarganya penyesuaiaan status perkawinan akan menjadi salah satu masalah yang paling sulit yng harus dialami pasangan muda, walaupun sulit, dimana-mana.
Kondisi yang menyumbang terhadap kesulitan dalam penyesuaian perkawinan
1.    Persiapan yang terbatas untuk perkawinan
2.    Peran dalam perkawinan
3.    Kawin muda
4.    Konsep yang tidak realistid tentang perkawinan
5.    Perkawinan campur
6.    Pacaran yang dipersingkat
7.    Konsep perkawinan yang romantis
8.    Kurangnya identitas
Selama tahun pertama dan kedua perkawinan pasangan suami-istri biasanya harus melakukan penyesuaian satu sama lain, terhadap anggota keluarga masing-masing, dan teman-temannya. Saat penyesuaian terhadap aspek yang berbeda dalam hidup sebagai suami-istri harus dilakukan dengan cara yang berbeda pula sesuai dengan tingkat usiaperkawinan mereka.
Dari sekian banyak masalah penyesuaian diri dal perkawinan, empat pokok yang paling penting dan umum bagi kebahagian perkawinan adalah penyesuain dengan pasangan, penyesuaian seksual, penyesuaian keuangan dan penyesuaian dengan keluarga dari pihak masing-masing.
1.    Penyesuaian dengan pasangan
Hubungan interpersonal memainkan peran yang penting dalam perkawinan yang sama pentingnya dengan hubungan persahabatan dan hubungan untuk tidak menunjukan ketakutan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian dengan pasangan
a.    Konsep pasangan yang ideal
b.    Pemenuhan kebutuhan
c.    Kesamaan latar belakang
d.   Minat dan kepentingan bersama
e.    Keserupaan nilai
f.     Konsep peran
g.    Perubahan dakam pola hidup
2.    Penyesuaian seksual
Masalah ini merupakan salah satu masalah yang paling sulit dalam perkawinan dan salah satu penyebab terjadinya pertengkaran dan ketidakbahagiaan perkawinan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian seksual
a.    Perilaku terhadap seks
b.    Pengalaman seks masa lalu
c.    Dorongan seksual
d.   Pengalaman seks marital awal
e.    Sikap terhadap penggunaan alat kontrasepsi
f.     Efek vasektomi
3.    Penyesuaian keuangan
Uang mempunyai pengaruh yang kuat terhadap penyesuaian diri dengan perkawinan. Banyak istri tersinggung karena tidak dapat mengendalikan uang yng dipergunakan untuk melangsungkan keluarga, dan merasa kesulitan untuk menyesuaikan keuangn dengn pendapatan suami setelah terbiasa membelanjakan uang sesuka hati.   
4.    Penyesuaian dengan keluarga dari pihak masing-masing
Suami-istri harus harus mempelajari dan menyesuaikan diri dengan pihak keluarga pasangan bila tidak menginginkan hubungan yang tegang dengan sanak saudara mereka.
Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian dengan keluarga dari pihak masing-masing
a.    Stereotipe tradisional
b.    Keinginan untuk mandiri
c.    Keluargarisme
d.   Mobilitas sosial
e.    Anggota keluarga berusia lanjut
f.     Bantuan keuangan untuk keluarga pasangan
5.      Penyesuaian diri terhadap masa keorangtuaan
Masa orang tua (parenthood) merupakan kriteria terpenting dalam pengalihan dari tanggung jawab individual ke tanggung jawab kedewasaan. Status sebagai orang tua tidak dapat diragukan lagi tentu dilakukan dengan banyak mengorbankan kebahagian dan kepuasan sehingga diartikan sebagai “masa krisis” karena memerlukan banyak perubahan perilaku, nilai dan peranan.
Sebagai orang tua sudah terbiasa terlibat dalam beberapa bahaya potensial untuk menuju penyesuaian perkawinan yang harmonis.
2.         Usia madya
Pada umumnya usia madya atau usia setengah baya dipanjang sebagai masa usia antara 40 sampai 60 tahun. Masa ini ditandai oleh adanya perubahan-perubahan jasman dan mental. Pada usia 60 tahun biasanya terjadi penurunan kekuatan fisik dan daya ingat.
Usia madya merupakan peride yang panjang dalam rentang kehidupan manusia, biasanya terbagi kedalam dua subbagian, yaitu usia madya dini yang membentang dari usia 40 hingga 50 tahun dan usia madya lanjut yangberbentang antara usia 50 hingga 60 tahun. Selama usia madya lanjut, perubahan fisik dan psikologis yang pertama kali mulai selama 40-an awal menjadi lebih kelihatan. [2]
a)        Karakteristik Usia Madya
Usia madya dialokasikan dengan karakteristik tertentu yang membuatnya berbeda. Berikut ini karakteristik usia madya yang sangat penting.
1)        Periode yang sangat ditakuti
Diakui bahwa semakin  mendekati usia tua, periode usia madya semakin terasa lebih menakutkan dilihat dari seluruh kehidupan manusia. Semua ini memberi pengaruh yang kurang menguntungkan terhadap sikap orang dewasa pada saat memasuki usia madya dalam kehidupan mereka sehingga kebanyakan orang dewasa menjadi rindu pada masa muda dan berharap dapat kembali ke masa itu.
2)        Merupakan Masa Transisi
Usia madya merupakan masa dimana pria dan wanita meninggalkan ciri-ciri jasmani dan perilaku masa dewasanya dan memasuki suatu periode dalam kehidupan yang akan diliputi oleh ciri-ciri jasmani dan perilaku baru.
3)        Masa Stres
Penyesuaian secara radikal terhadap peran dan pola hidup yang berubah, khususnya bila disertai dengan berbagai perubahan fisik, selalu cenderung merusak homeostatis dan psikologis seseorang dan membawa ke masa stres.
4)        Usia yang Berbahaya
Usia masa berbahaya karena merupakan suatu masa dimana seseorang mengalami kesusahan fisik sebagai akibat dari terlalu banyak bekerja, rasa cemas yang berlebihan, ataupun kurang memperhatikan kehidupan.
5)        Usia Canggung
Usia muda disebut usia canggung karena bukan lagi usia muda tapi bukan juga usia tua.
6)        Masa Berprestasi
Menurut Erikson, selama usia muda orang akan menjadi lebih sukses atau sebaliknya mereka berhenti dan tidak mengerjakan sesuatu apapun lagi.
7)        Masa Evaluasi
Disebut masa evaluasi karena usia madya merupakan saat pria dan wanita mencapai masa prestasinya, sehingga logis apabila masa ini juga merupakan saat mengevaluasi prestasi tersebut.
8)        Masa Sepi
Disebut masa sepi karena pada masa ini anak-anak tidak lagi tinggal bersama orang tua. Masa sepi usia madya dirasakan lebih traumatik bagi wanita dibandingkan dengan pria.
9)        Masa Jenuh
Kejenuhan tidak mendatangkan kebahagiaan ataupun kepuasan pada usia manapun termasuk usia madya sehingga seriringkali merupakan periode yang tidak menyenangkan dalam hidup.
b)      Tugas-tugas Perkembangan Usia Madya
1)      Tugas yang berkaitan dengan perubahan fisik
Tugas ini meliputi untuk mau melakukan penerimaan akan dan penyesuaian dengan berbagai perubahan fisik yang normal terjadi pada usia madya.
2)      Tugas yang berkaitan dengan perubahan minat
Berusia madya seringkali mengasumsikan  tanggungjawab negara dan sosial, serta mengembangkan minat pada waktu luang yang berorientasi pada kedewasaan tempat kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada keluarga yang biasa dilakukan pada masa dewasa ini
3)      Tugas yang berkaitan dengan penyesuaian kejujuran
Berkisar pada pemantapan  dan pemeliharaan standar hidup yang relatif mapan.
4)      Tugas yang berkaitan dengan kehidupan keluarga
Berkaitan dengan hal-hal yang meliputi seseorang sebagai pasangan, menyesuaikan diri dengan orang tua yang lanjut usia, dan membantu anak remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggungjawab.
c)        Peyesuaian diri pada masa usia madya
1)      Penyesuaian diri terhadap perubahan fisik
Penyesuaian diri terhadap perubahan fisik ini terasa sulit sehingga harus memperhatikan hal-hal berikut ini:
-       Perubahan dalam penampilan
Perubahan ini terjadi pada berat badan bertambah, berkurangnya rambut dan beruban, perubahan pada kulit, tubuh menjadi gemuk, perubahan otot, melatih persendian, perubahan pada gigi dan  perubahan pada mata.
Pada usia madya seseorang harus dapat mempertahankan penampilannya sehingga tidak mudah bagi orang lain untuk menyaingi ataupun mengurangi daya tarh.ik terhadap orang-oran atau lawan jenisnya
-       Perubahan dalam kemampuan indera
Pada usia madya perubahan yang paling merepotkan terdapat pada mata dan telinga. Perubahan fungsional dan generatif pada mata berakibat pada mengecilnya bundaran kecil pada anak mata dan ketajaman mata sedangkan pada telinga yaitu kemampuan mendengar melema.
-       Perubahan pada keberfungsian fisiologis
Perubahn ini terjadi pada sebagian besar bagian tubuh langsung atau tidak langsung yang diakibatkan oleh perubahan jaringan tubuh. Seperti gelang karet yang tua, dinding saluran arteri menjadi rapuh, meningkatnya tekanan darah, fungsi kelenjar tubuh menjadi lemabab, dan lain sebagainya. Kesulitan ini berakibat pada makin terbatasnya keterbatasan fungsi tubuh.
-       Perubahan pada keterbatasan
Masalah kesehatan secara umum pada usia madya mencakup kecenderungan untuk mudah lelah, telinga mendengung, sakit pada otot, kepekaan kulit, pusing-pusing, sakit pada lambung, kehilangan selera makan serta insomnia.
-       Perubahan seksual
Penyesuaian fisik yang paling sulit dilakukan oleh pria maupun wanita pada usia madya terdapat pada perubahan-perubahan kemampuan seksual. Wanita memasuki menopause dan pria mengalami klimakterik pria.
2)        Perubahan diri terhadap perubahan mental
Banyak pria dan wanita yang cemas untuk membangun kesediaan secara mental dibuktikan oleh minat yang berkembang dalam mentalnya yang masih ada. Hal ini merupakan bukti bahwa daya tariknya terhadap kebutuhan kultural berkembang dan daya tarik tersebut dianggap sebagai bentuk rekreasi.
Pria menunjukan peningkatan IQnya lebih tinggi pada saat mereka menjadi semakin tua sedangkan wanita menunjukan sedikit penurunan. Hal ini karena pria secara mental harus lebih waspada dan siap untuk bersaing dalam kerja daripada wanita.
3)        Penyesuaian diri terhadap perubahan minat
Perubahan minat ini terjadi sebagai akibat dari perubahan tugas, tanggungjawab, kesehatan dan peran dalam hidup. Perubahan minat dalam peran bagi para wanita jauh lebih tegas dan konkrit pada usia madya dibanding pria, konsekuensinya, perubahan keingianan ini lebih berkesan.
Sebab-sebab terjadinya perubahan minat:
-             Penampilan dan pakaian
-             Uang
-             Simbol status
-             Agama
-             Urusan kemasyarakatan
-             Rekreasi
4)      Penyesuaian Sosial
Pola kegiatan sosial dlam masa usia madya sangat dipengaruhi oleh status kelas sosial seseorang. Mereka yang status ekonominya tinggi akan lebih aktif pada masa usia tersebut dibandingkan dengan mereka yang status sosialnya lemah.
Pria pada umumnya mempunyai lebih banyak teman dan kerabat daripada wanita, namun wanita mempunyai hubungan yang lebih dekat dengan teman-temannya dibanding pria.
5)        Penyesuaian Pekerjaan
Hanya sedikit orang hidup sampai usia madya dan hanya sedikit orang yang tetap bekerja selama sepanjang periode ini. Lebih jauh lagi, perubahan dalam pola kerja dan kondisi yang ada terjadi lebih lambat.
Berikut beberapa perubahan kondisi bekerja yang mempengaruhi pekerja usia madya:
-       Sikap sosial yang tidak menyenangkan
-       Strategi perekrutan karyawan
-       Meningkatnya penggunaan otomatisasi
-       Kerja kelompok
-       Peranan istri
-       Masa pensiun wajib
-       Kekuatan bisnis besar
-       Relokasi
6)      Penyesuaian terhadap pola keluarga
Pola kehidupan keluarga yang dijalani banyak mengalami perubahan selama periode usia madya. Penyesuaian terhadap perubahan ini biasanya lebih sulit bagi wanita dibanding pria karena kehidupan wanita berpusat pada rumah dan anggota keluarga selama bertahun-tahun usia dewasa dini.
Perubahan terhadap perubahan keluarga dalam usia madya sering dipersulit oleh sejumlah faktor yang berhubungan secara langsung ataupun tidak langsung dengan kehidupan keluarga. Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
-       Perubahan fisik
-       Hilangnya peran sebagai orang tua
-       Kurangnya persiapan
-       Perasaan kegagalan
-       Merasa tidak berguna lagi
-       Kekecewaan terhadap perkawinan
-       Merawat anggota keluarga berusia lanjut
3)        Usia lanjut
Usia tua adalah periode penutup dalam rentang hidup seseorang, yaitu suatu periode diaman seseorang telah "beranjak jauh" dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan, atau beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat.
Tahap terakhir dalam rentang kehidupan sering dibagi menjadi usia lanjut dini yang berkisar antara usia enam puluh sampai 70 tahun dan usia lanjut yang mulai pada usia 70 sampai skhir kehidupan seseorang.
a)        Ciri-ciri Usia Lanjut
Ciri-ciri usia lanjut cenderung menuju dan mambawa penyesuaian diri yang buruk daripada yang baik dan kepaa kesengsaraan daripada kebahagiaanm
1)      Periode kemunduran
Kemunduran pada masa usia lanjut dicirikan dengan adanya perubahan yang bersiafat evolusional yang berarti bahwa orang selalu menuju kedewasaan dan keberfungsian. Perubahan-perubahan ini sesuai dengan hukum kodrat manusia yang pada umumnya dikenal dengan istilah menua. Perubahan-perubahan tersebut mempengaruhi struktur baik fisik maupun mentalnya dan keberfungsiannya juga.
2)      Perbedaan Individu pada Efek Menua
Menua mempengaruhi orang-orang secara berbeda. Orang menjadi tua berbeda karena mereka mempunyai sifat bawaan yang berbeda, sosioekonomi dan latar pendidikan yang berbeda dan pola hidup yang berbeda. Perbedaan kelihatan diantara orang-orang yang mempunyai jenis kelamin yang sama, dan semakin nyata bila pria dibandingkan dengan wanita karena menua terjadi dengan laju yang berbeda pada masing-masing jenis kelamin.
3)        Usia Tua Dinilai dengan Kriteria yang Berbeda
Karena arti tua itu sendiri kabur dan tidak jelas dan tidak dapat dibatasi pada anak muda, maka orang cenderung menilai tua itu dalam hal penampilan dan kegiatan fisik. Bagi usia tua, anak-anak adalah lebih kecil dibandingkan dengan orang dewasa dan harus dirawat, sedang orang dewasa adalah super besar dan dapat merawat diri sendiri.
4)        Sikap Sosial terhadap Usia Lanjut
Arti penting tentang sikap sosial terhadap usia lanjut yang tidak menyenangkan mempengaruhi cara mereka memperlakukan orang usia lanjut. Sebagai pengganti penghormatan dan penghargaab terhadap orang usia lanjut dan sebagai ciri-ciri banyak kebudayaan.
5)        Mempunyai Status Kelompok-Minoritas
Status kelompok-minoritas ini terutama terjadi sebagai akibat dari sikap sosial yang tidak menyenangkan terhadap orang usia lanjut. Oleh karena itu, kelompok orang usia lanjut disebut sebagai Warga negara kelas dua yang hidup dengan status bertahan dan mempunyai efek penting terhadap penyesuaian sosial mereka.
6)        Menua Membutuhkan Perubahan Peran
Orang-orang yang lebih tua tidak bisa bersaing dengan orang-orang yang lebih muda dalam berbagai bidang tertentu damana kriteria nilai sangat diperlukan dan sikap sosial terhadap mereka tidak menyenangkan. Sehingga orang usia lanjut diharapkan untul mengurangi peran aktifnya dalam urusan masyarakat dan sosial.
7)        Penyesuaian yang Buruk Merupakan Ciri-ciri Usia Lanjut
Karena sikap sosial yang tidak menyenagkan bagi orang usia lanjut, yang nampak dalam cara orang memperlakukan mereka maka tidak heran jika banyak orang usia lanjut tidak menyenangkan. Hal ini cenderung diwujudkan dalam bentuk perilaku buruk dengan tingkat kekerasan yang berbeda pula.
8)      Keinginan Menjadi Muda Kembali
Status kelompok-minoritas yang dikenakan pada orang berusia lanjut secara alami telah membangkitkan keinginan untuk tetap muda selama mungkin dan ingin dipermuda apabila tanda-tanda menua tampak.
b)      Tugas Perkembangan Usia Lanjut
Sebagian besar tugas perkembangan usia lanjut lebih banyak berkaitan dengan kehidupan pribadi seseorang daripada kehidupan orang lain.
Cepat atau lambat, sebagian besar orang berusia lanjut perlu mempersiapkan dan menyesuaikan diri dengan peristiwa kematian suami atau istri. Kejadian ini jauh lebih menjadi masalah bagi wanita dibanding pria. Kematian suami bagi wanita sering berarti berkurangnya pendapatan dan timbulnya bahaya karena hidup sendiri, sehingga perlu melakukan perubahan aturan hidup.
c)        Penyesuaian Diri pada Masa Usia Lanjut
1)        Penyesuaian Diri terhadap Perubahan Fisik Usia Lanjut
Perubahan fisik terjadi kearah yang memburuk, proses dan kecepatannya sangat berbeda untuk masing-masing individu walaupun usia mereka sama. Berikut perubahan fisik yang terjadi pada masa usia lanjut:
-            Perubahan penampilan
Bischof mengatakan bahwa menua berarti "peralihan dari kacamata bicofal ke tricofal dan dari gigi palsu ke kematian". Pendapat ini menyarankan bahwa kebanyakan tanda+tanda yang paling jelas dari usia lanjut hanyalah perubahan pada wajah.
-          Perubahan bagian dalam tubuh
Perubahan bagian dalam tubuh tidak bisa dilihat dari luar walaupun begitu perubahan tersebut juga jelas terjadi dan menyebar ke seluruh organ bagian dalam tubuh.
-          Perubahan pada fungsi fisiologis
Orang sudah tua tidak mampu bertahan pada temperatur yang sangat panas atau dingin hal ini disebabkan oleh menurunnya fungsi pembuluh darah pada kulit.
-          Perubahan panca indera
Pada usia lanjut fungsi seluruh organ penginderaan kurang mempunyai sensitivitas dan efisiensi dibanding yang dimiliki oleh orang yang lebih muda.
-            Perubahan seksual
Masa berhentinya reproduksi keturunan pada pria datang belakangan dibanding masa menopause pada wanita, memerlukan masa yang lebih lama.
2)      Perubahan Kemampuan Motorik Pada Usia Lanjut
Orang berusia lanjut pada umumnya menyadari bahwa mereka berubah lebih lambat dan koordinasi gerakannya kurang begitu baik dibanding masa muda mereka. Perubahan dalam kemampuan motorik ini disebabkan oleh pengaruh fisik dan psikologis.
Penyebab fisik yang mempengaruhi perubahan-perubahan dalam kemampuan motorik meliputi menurunnya kekuatan dan tenaga, menurunnya kekerasan otot, kekakuan pada persendian.
Berbagai penyebab psikologis yang mempengaruhi perubahan dalam kemampuan motorik berasal dari kesadaran tentang merosotnya dan perasaan akan rendah kalau dibandingkan dengan orang yang lebih muda dalam arti kekuatan, kecepatan dan keterampilan.
3)      Perubahan Kemampuan Mental Pada Usia Lanjut
Menurunnya kondisi fisik yang menunjang terjadinya kerusakan mental telah ditunjukkan dengan fakta bahwa perlakuan terhadap hormon seks pada wanita berusia lanjut dapat meningkatkan kemampuan berpikir, mempelajari bahan baru, menghapal, mengingat, dan meningkatkan kemampuan untuk mengeluarkan energi intelektual.
4)        Perubahan Minat Pada Usia Lanjut
Terdapat hubungan yang hebat antara jumlahj keinginan dan minat orang pada seluruh tingkat usia dan keberhasilan penyesuaian mereka. Sebaliknya hal ini mementukan kebahagiaan atau ketidak bahagiaan yang akan diperoleh.
Keinginan dan minat seseorang pada usia lanjut sangat berbeda. Bagaimanapun juga, keinginan tertentu mungkin dianggap sebagai tipe keinginan orang berusia lanjut pada umumnya antara lain keinginan dan minat pribadi, minat untuk berekreasi, keinginan sosial, ekinginan yang bersifat keragaman dan keinginan untuk mati.
5)      Penyesuaian Pekerjaan dan Kehidupan Keluarga Pada Usia Lanjut
Dua dari sekian banyak tugas perkembangan yang paling sulit pada masa usia lanjut berkaitan dengan bidang yang juga penting bagi setiap orang dewasa yaitu pekerjaan dan kehidupan keluarga.
Dalam keluarga, pria dan wanita usia lanjut usia lanjut harus dapat menyesuaikan diri untuk saling bergantung satu sama lainnya demi terjalinnya suatu bentuk persahabatan yang akrab.
Penyesuaian diri terhadap pekerjaan dan keluarga bagi orang usia lanjut adalah sulit karena hambatan ekonomi yang dewasa ini sangat memainkan peran penting ketimbang masa sebelumnya. Walaupun ada bantuan keuangan dari pemerintah dalam bentuk jaminan sosial untuk membantu orang sia lanjut, bantuan kesehatan, dan pembagian keuntungan secara bertahap yang diperoleh dari dana pensiun dan dari perusahaan, mereka kadang-kadang tidak sanggup mengatasi pelbagai problem yang mereka hadapi.


REFERENSI
Desmita. 2008. Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fauzi, Ahmad. 2004. Psikologi Umum. Bandung: Pustaka Setia.
Hurlock, Elizabeth B. 1999. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga.







[1] Desmita, Psikologi Perkembangan, Bandung: Remaja Rosdakarya, h. 253.
[2] Elizabeth B. Hurlock, Psikologi Perkembangan, Jakarta: Erlangga, h. 320.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter