1. Pengertian
Membaca
Depdikbud (1985:11) menuliskan bahwa
membaca ialah proses pengolahan bacaan secara kritis, kreatif yang dilakukan
dengan tujuan memperoleh pemahaman yang bersifat menyeluruh tentang bacaan itu,
dan penilaian terhadap keadaan, nilai, fungsi, dan dampak bacaan itu. Definisi
ini sesuai dengan membaca pada tingkat lanjut, yakni membaca kritis dan membaca
kreatif.
Sedangkan
menurut Hodgson,
membaca ialah suatu proses yang dilakukan serta digunakan oleh pembaca untuk
memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis.
Dari
pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa membaca adalah proses mengolah bacaan
dengan tujuan untuk memperoleh informasi.
2.
Tujuan
Membaca
Rivers dan Temperly (1978) mengajukan tujuh tujuan utama
dalam membaca yaitu:
1. Memperoleh informasi untuk suatu
tujuan atau merasa penasaran tentang suatu topik
2. Memperoleh berbagai petunjuk tentang
cara melakukan suatu tugas bagi pekerjaan atau kehidupan sehari-hari
3. Berakting dalam sebuah drama, bermain game,
menyelesaikan teka-teki
4. Berhubungan dengan teman-teman
dengan surat-menyurat atau untuk memahami surat-surat bisnis
5. Mengetahui kapan dan di mana sesuatu
akan terjadi atau apa yang tersedia
6. Mengetahui apa yang sedang terjadi
atau telah terjadi
7. Memperoleh kesenangan atau
hiburan.
Tarigan
(2008) mengemukakan tujuan membaca adalah sebagai berikut :
1. Membaca untuk memperoleh
perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for details or facts). Misalnya
untuk mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh sang tokoh,apa-apa
yang telah dibuat oleh sang tokoh, apa yang telah terjadi pada tokoh khusus,
atau untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh.
2. Membaca untuk memperoleh ide-ide
utama (reading for main ideas). Misalnya untuk mengetahui mengapa hal
itu merupakan topik yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita,
apa-apa yang dipelajari atau dialami sang tokoh, dan merangkum hal-hal yang
dilakukan oleh sang tokoh untuk mencapai tujuannya.
3. Membaca untuk mengetahui urutan atau
susunan, organisasi cerita (reading for sequence or organization).
Seperti menemukan atau mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita,
apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua, dan ketiga/seterusnya. Setiap tahap
dibuat untuk memecahkan suatu masalah, adegan dan kejadian buat dramatisasi.
4. Membaca untuk menyimpulkan, membaca
inferensi (reading for inference). Seperti menemukan serta mengetahui
mengapa para tokoh merasakan seperti cara mereka itu, apa yang hendak
diperlihatkan oleh sang tokoh berubah, kualitas-kualitas yang dimiliki para
tokoh yang membuat mereka berhasil atau gagal.
5. Membaca untuk mengelompokkan,
membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify). Misalnya untuk
menemukan serta mengetahui apa-apa yang tidak biasa, tidak wajar mengenai
seseorang tokoh, apa yang lucu dalam cerita, atau apakah cerita itu benar atau
tidak benar.
6. Membaca menilai, membaca evaluasi (reading
to evaluate).Seperti untuk menemukan apakah sang tokoh berhasil atau hidup
dengan ukuran-ukuran tertentu, apakah kita ingin berbuat seperti cara sang
tokoh bekerja dalam cerita itu.
7. Membaca untuk memperbandingkan atau
mempertentangkan (reading to compare or contrast). Kegiatan membaca ini
dilakukan untuk menemukan bagaimana caranya sang tokoh berubah, bagaimana
hidupnya berbeda dari kehidupan yang kita kenal.
Berdasarkan pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa
tujuan membaca adalah untuk mencari
serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Makna atau
arti (meaning) erat sekali hubungannya dengan maksud tujuan, atau
intensif dalam membaca.
3.
Manfaat
Membaca
Manfaat
dari membaca :
1.
Membaca bisa
membuat kita refresing, jadi refresing itu tidak usah pergi jauh, dengan
membaca juga bisa menghibur diri kita, seperti membaca novel atau buku bacaan
yang bermanfaat.
2.
Dengan membaca
kita bisa menuangkan pikiran kita kedalam tulisan, baik berupa ide,
gagasan ataupun perasaan kita tentang
isi dari bacaan itu. (Henry,1986).
3.
Dapat memperluas
ilmu pengetahuan, jadi dengan membaca itu kita bisa menambah ilmu pengetahuan
yang kita dapat, mengetahui informasi terbaru dan dapat membuka gerbang ilmu
pengetahuan. (Slamet,2008)
4.
Dapat
melancarkan atau memudahkan
berkomunikasi didepan umum.
5.
Dapat
meningkatkan prestasi belajar, jadi membuat kita semakin pintar.
6. Mengetahui
hal-hal yang aktual. Jadi kita bisa mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi
di lingkungan sekitar ataupun di dunia, baik materi pelajaran atau yang lainnya
dan kita pun bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan para ahli dapat diambil kesimpulan bahwa
manfaat membaca adalah dapat memperluas ilmu pengetahuan, jadi dengan membaca
itu kita bisa menambah ilmu pengetahuan yang kita dapat, mengetahui informasi
terbaru dan dapat membuka gerbang ilmu pengetahuan
4. Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Membaca
Menurut Sugono, (1994). Banyak faktor yang berpengaruh
terhadap kemampuan membaca.Umumnya kemampuan membaca dimaksud, ditujukan oleh
pemahaman seseorang pada bacaan yang dibacanya dan tingkat kecepatan yang
dimiliki.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kemampuan dalam membaca antara lain :
1.
Tingkat inteligensi,
Kapasitas
intelegensi merupakan salah satu faktor dalam memprediksi prestasi belajar.
Namun selain kapasitas intelegensi, prestasi belajar juga ditentukan oleh
beberapa faktor lainnya di antaranya oleh proses belajar mengajar. Proses
belajar mengajar merupakan trasnformasi pengetahuan dari guru kepadamurid dalam
institusi pendidikan formal melalui kemampuan menyimak dan kemampuan membaca.
2.
Kemampuan berbahasa
Empat
keterampilan berbahasa yaitu menyimak, berbicara, membaca, menulis memiliki
hubungan yang sangat erat meskipun masing masing memiliki ciri tertentu. Karena
ada hubungan yang sangat erat ini, pembelajaran dalam satu jenis keterampilan
sering meningkatkan keterampilan yang lain. Misalnya pembelajaran membaca, di
samping
3.
Sikap, minat, emosi
Ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat baca
dengan kemampuan memahami bacaan.Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi minat
baca maka semakin tinggi pula kemampuan memahami bacaannya, begitu juga
sebaliknya.
4. Keadaan membaca
Membentuk
kebiasaan membaca yang efisien memakan waktu yang relatif lama.Selain waktu,
faktor keinginan dan kemauan sertamotivasi perlu ada.Tetapi keinginan dan
kemauan harus diperkuat oleh motivasi.Selain itu faktor lingkungan juga
berperan. Jika lingkungan tidak mendorong, dan bahkan menghambat, maka
kebiasaan sukar, atau bahkan tidak akan terbentuk.
5. Kebiasaan membaca
Apabila
suatu kegiatan atau sikap, baik yang bersifat fisik maupun mental, telah
mendarah daging pada diri seseorang, maka dikatakanbahwa kegiatan atau sikap
itu telah menjadi kebiasaan. Terbentuknya suatu kebiasaan tidak dapat terjadi
dalam waktu singkat, tetapi pembentukan itu adalah proses perkembangan yang
memakan waktu relatif lama. Tentunya ini memerlukan ketekunan dan latihan yang
berkesinambungan untuk melatih kebiasaan membaca agar kemampuan membaca,
khususnyamembaca pemahaman dapat dicapai.Kemampuan membaca ialah kecepatan
membaca dan pemahaman isi secara keseluruhan.
5. Tahap-tahap kemampuan membaca pada usia dini
Pada era
globalisasi seperti sekarang ini telah terjadi kemajuan yang sangat pesat pada
bidang teknologi informasi.Kemajuan itu menuntut dukungan budaya baca tulis,
yaitu perwujudan perilaku yang mencakup kemampuan, kebiasaan, kegemaran, dan
kebutuhan baca tulis.
Namun hingga
saat ini budaya baca tulis belum sepenuhnya berkembang di masyarakat Indonesia.
Karena itu jika bangsa Indonesia ingin berhasil dalam pembangunan dimasa depan,
pengembangan budaya baca tulis mutlak diperlukan.
Menurut Durkin
yang dikutip dalam(NurbianaDhieni, 2005 : 5.2) telah mengadakan
penelitian tentang pengaruh membaca dini pada anak-anak. Dia menyimpulkan bahwa
tidak ada efek negatif pada anak-anak yang diajar membaca dini.Menurut Steinberg
(dalam Nurbiana Dhieni, 2005 : 5.2) juga demikian bahwa anak-anak yang mendapatkan
pelajaran membaca dini umumnya lebih maju di sekolah. Hal tersebut masih
diperkuat oleh pendapat Moleong (dalam Nurbiana Dhieni, 2005 : 5.3) yang
mengatakan salah satu aspek yang harus dikembangkan pada anak TK adalah
kemampuan membaca dan menulis.
Jadi
pengembangan kemampuan membaca dan menulis di TK dapat dilaksanakan selama
masih dalam batas-batas aturan praskolastik dan sesuai dengan karakteristi
kanak, yakni belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar.
Untuk
mengajarkan kemampuan membaca pada anak TK, guru perlu mengetahui tahapan
perkembangan kemampuan membaca padaanak.Menurut Cochrane Efal (dalam Nurbiana
Dhieni, 2005 : 5.9).tahap-tahap tersebut antara lain:
1. TahapFantasi (Magical Stage)
Pada tahap ini anak mulai
belajar menggunakan buku. Anak mulai berpikir bahwa buku itu penting dengan
cara membolak-balik buku.
2. TahapPembetukanKonsepDiri
(Self Concept Stage)
Anak memandang dirinya sebagai
pembaca dan mulai melibatkan dirinya dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca
buku.
3. Tahap Membaca Gambar
(Bridging Reading Stage)
Anak menyadari cetakan yang
tampak dan mulai dapat menemukan kata yang sudah dikenal.
4. Tahap Pengenalan Bacaan
(Take-off Reader Stage)
Anak mulai menggunakan tiga
sistem isyarat (graphoponic, semantic dan syntactic) secarabersama-sama.Anak
mulai tertarik pada bacaan dan mulai membaca tanda-tanda yang ada di lingkungan
seperti membaca kardus susu, pasta gigi dan lain-lain.
5. Tahap Membaca Lancar
(Independent Reader Stage)
Anak dapat
membaca berbagai jenis buku secara bebas. Huruf dan kata-kata merupakan
suatu yang abstrak bagi anak-anak, sehingga untuk mengenalkannya guru harus
membuatnya menjadi nyata dengan mengasosiasikan pada hal-hal yang mudah diingat
oleh anak. Pertama kali mengenalkan huruf biasanya guru memusatkan hanya pada
huruf awal suatu kata yang sudah di kenal anak.Dan agar tidak ada kesan
pemaksaan “belajar membaca” pada anak maka harus dilakukan dengan menyenangkan.
Menurut
tahap-tahap di atas akan dapat membaca sejak usia dini dengan tanpa adanya
keterpaksaan dari guru maupun dari orang tua, sehingga ia akan lebih asyik
untuk mengeksplor kemampuannya. Peran orang tua dan guru disini hanya sebagai
fasilitator yang menyidiakan bahan bacaan yang diperlukan oleh anak.
6.
Upaya
Peningkatan Kemampuan Membaca Dan Menulis
Menurut
Jeprie Membaca
harus selalu menjadi daftar aktifitas yang pertama, artinya dengan banyak
membaca kita dapat mempunyai lebih banyak sumber, referensidan informasi untuk
ditulis. Sama halnya dengan berlari jika anda ingin menjadi seorang pelari maka
berlarilah, banyak pelatihan menulis dengan berbagai macam teorinya namun pada
akhirnya adalah tetap saja pada akhirnya “Menulislah”.kemudian, hal pertama yang harus kita
pikirkan dalam menulis adalah ide atau gagasan apa yang kita miliki untuk
kemudian kita tuangkan dalam sebuah tulisan.
Kita dapat mencari ide dan gagasan tersebut dari berbagai
sumber.Seperti pengalaman pribadi, pengetahuan yang sudah dimiliki, opini, dsb.
Cara terbaik untuk memperluas dan memperkaya ide dan gagasan tersebut adalah
dengan cara membaca. Semakin banyak kita membaca maka pengetahuan kita akan
semakin bertambah banyak. Selain memperkaya ide, banyak membaca juga secara
tidak langsung akan mengajarkan pada kita bagaimana gaya bahasa dalam menulis
yang baik dan benar seperti dicontohkan oleh penulis dan pengarang buku-buku
bacaan yang telah kita baca. Jadi dapat disimpulkan bahwa membaca dan menulis
merupakan satu kesatuan yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.
Menurut Dadang (2012:http://dadang-id.blogspot.com)
meningkatkan kemampuan membaca bisa
dilakukan dengan cara:
a)
Biasakan membaca
Kebiasaan
membaca akan memberi dampak yang baik terhadap kemampuan membaca kita, dengan
seringnya membaca secara otomatis otak kita pun akan mampu menyimpan banyak
ide-ide untuk dituangkan dalam tulisan.
b) Belajar cara membaca yang benar
Belajar
membaca yang benar bisa dilakukan dengan Latihan membaca cepat. Latihan membaca
cepat sendiri adalah pelatihan yang
dibuat untuk memaksimalkan potensi baca seseorang dalam memahami sebuah bacaan.
Setelah kita melakukan latihan membaca cepat maka pemahaman kita akan semakin
bertambah terhadap bacaan, dan secara langsung kecepatan dan kemampuan kita
dalam membaca juga akan meningkat.
c) Sesuaikan cara membaca dengan kebisaan dalam membaca
Misalnya
ada orang yang apabila membaca lebih senang dengan mendengarkan musk, kemudian
ada juga yang apabila membaca lebih senang pada Susana yang sepi.Dengan
menyesuaikan kebiasaan kita dalam membaca itu akan lebih membantu kita dalam
memahami suatu bacaan yang kita baca.
B.
Peningkatan
Kemampuan Menulis
1.
Pengertian
Menulis
Menurut Pranoto (2004;9) menulis
berarti menuangkan buah pikiran kedalam bentuk tulisan atau menceritakan
sesuatu kepada orang lain melalui tulisan. Menulis juga dapat diartikan sebagai
ungkapan atau ekspresi perasaan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dengan
kata lain, melalui proses menulis kita dapat berkomunikasi secara tidak langsung.
Berbeda dengan Pranoto, M. Atar Semi (2007:14) dalam bukunya
mengungkapkan pengertian menulis adalah suatu proses kreatif memindahkan
gagasan ke dalam lambang-lambang tulisan. (Minang, 2013: http://zhaminang
.wordpress.com.)
Dari
dua pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa menulis adalah menuangkan apa
yang dipikirkan kedalam sebuah tulisan.
2.
Tujuan
Menulis
Menurut Syafie’ie (1988:51-52), tujuan menulis dapat
diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Mengubah keyakinan pembaca
2. Menanamkan pemahaman sesuatu
terhadap pembaca
3. Merangsang proses berpikir pembaca
4. Menyenangkan atau menghibur pembaca
5. Memberitahu pembaca
6. Memotivasi pembaca.
Berdasarkan pengertian diatas yang mengemukakan tentang
tujuan dari menulis dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan menulis adalah untuk
meningkatkan daya tarik para pembaca, karena menulis tanpa pembaca maka bukan
menjadi sebuah tulisan. Tulisan yang dapat menarik para pembaca mengartikan bahwa tulisan itu
bermanfaat. Kualitas dari sebuah tulisan juga menentukan daya tarik dari
para pembaca,contohnya seperti tulisan motivasi yang banyak memikat para
pembaca.
3.
Manfaat
Menulis
Manfaat
dari menulis :
1. Dengan
membaca kita bisa menuangkan pikiran kita kedalam tulisan, baik berupa ide,
gagasan ataupun perasaan kita tentang
isi dari bacaan itu. (Henry,1986).
2. Dapat
memperluas ilmu pengetahuan, jadi dengan membaca itu kita bisa menambah ilmu
pengetahuan yang kita dapat, mengetahui informasi terbaru dan dapat membuka
gerbang ilmu pengetahuan. (Slamet,2008)
3. Dapat
meningkatkan prestasi belajar, jadi membuat kita semakin pintar.
4. Dapat
membantu program pemerintah dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
5. Mengetahui
hal-hal yang aktual. Jadi kita bisa mengetahui peristiwa-peristiwa yang terjadi
di lingkungan sekitar ataupun di dunia, baik materi pelajaran atau yang lainnya
dan kita pun bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
6. Kegiatan
menulis dalam sebuah bidang ilmu akan memungkinkan kita untuk menjadi aktif dan
tidak hanya menjadi penerima informasi.
Berdasarkan para ahli dapat diambil kesimpulan bahwa
manfaat menulis adalah sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan
menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai.
4.
Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Menulis
Menurut
Agustina,
Kurangnya keterampilan menulis disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya:
1)
Kurangnya minat menulis para pelajar
2)
Kesulitan menuangkan ide
3)
Malas membaca
5.
Upaya
peningkatan kemampuan membaca dan menulis
Menurut Dadang meningkatkan kemampuan menulis bisa dilakukan dengan cara:
a)
Menulis secara teratur.
Menulis yang teratur dapat menjaga dan meningkatkan kualitas
tulisan yang kita hasilkan. Hal ini dikarenakan kebiasaan menulis yang dijaga
dengan baik tidak akanmelunturkan cara dan gaya bahasa kita dalam menulis. Kita
juga dapat mengatur frekuensi menulis kita agar kegiatan menulis tidak membuat
hidup kita menjadi jenuh.Misalnya, kita menulis minimal seminggu sekali atau
sesuai dengan jadwal kesibukan kita masing-masing.
b). Belajar
cara menulis yang baik dan benar.
Dalam rangka mengembangkan kemampuan menulis yang kita
miliki, kita juga dapat belajar bagaimana cara menulis yang baik dan benar dari
berbagai sumber referensi yang terpercaya. Kita dapat mengambil kursus menulis
atau belajar secara otodidak mengenai teknik menulis yang baik.Semakin banyak
kita belajar menulis maka semakin banyak pula pengetahuan kita dalam membuat
tulisan yang baik. Selain itu, semakin banyak kita mendekati hal-hal yang
berkaitan dengan dunia tulis menulis maka secara tidak langsung akan mempengaruhi
mindset kita dalam meningkatkan kemampuan menulis.
c).
Perhatikan mood.
Kondisi perasaan kita sangat berpengaruh terhadap kualitas
tulisan yang dihasilkan. Ketika perasaan kita galau tidak menentu maka hasil
tulisan kita pun akan terkesan berantakan dan asal-asalan. Tulisan merupakan
cerminan dari kepribadian dan intelektual penulisnya. Jadi, menulis dalam
keadaan mood yang baik akan sangat berpengaruh dalam menghasilkan
kualitas tulisan yang bagus.
d).
Kebiasaan melakukan evaluasi.
Melakukan evaluasi terhadap hasil tulisan yang kita buat
sangat penting untuk dilakukan. Hal ini bermanfaat ketika kita mengalami
kesalahan dalam menulis baik berupa pengejaan kata yang salah, penulisan angka
dan huruf yang salah, hingga pembuatan tulisan dengan gaya bahasa yang salah.
e). Minta
pendapat.
Salah satu cara terbaik dan cepat dalam meningkatkan
kualitas menulis kita adalah dengan meminta pendapat kepada seseorang yang
sudah mahir menulis mengenai tulisan yang sudah kita buat. Cara meminta
pendapat ini sangat efisien dalam meningkatkan kualitas menulis kita karena
kita akan cepat mengatahui di mana letak kesalahan kita dalam menulis dan
bagaimana koreksi kebenarannya.
Pada dasarnya menulis itu mudah
dilakukan.Kita hanya perlu sebuah ide dan menuangkannya dalam rangkaian kalimat
yang mudah untuk dibaca dan dipahami isinya.Jika kita belum terbiasa menulis,
jangan ragu untuk memulainya. Kesalahan akan menunjukan kita ke jalan
kebenarannya. Dengan latihan yang rutin kita pasti mampu menciptakan karya
tulisan yang bagus dan menarik untuk dibaca.Membaca pun bukan hal
yang sulit meningkatkan kemampuan membaca sebenarnya pada hakikatnya ada pada
dirikita sendiri yaitu niat dan usaha yang saangan penting dalam proses
peningkatan kemampuan membaca dan menulis yang kita lakukan.
6.
Tahap-tahap perkembangan anak dalam menulis
Menurut Cochrane Efal (dalam
Nurbiana Dhieni, 2005 : 5.9). tahap-tahap perkembangan menulis pada anak usia
dini ada 8 tahap,yaitu:
Tahap 1 : Coretan awal, coretan acak, coretan-coretan sering kali digabungkan
seolah-olah “krayon” tidak pernah lepas dari kertas.
Tahap 2 : Coretan terarah, tanda-tanda tertentu (seperti garis-garis atau
titik-titik) diulang ulang, biasanya bentuk lonjong, tanda-tanda itubelum
berhubungan.
Tahap 3 : Pengulangan Garis dan
Bentuk
Tahap 4 : Berlatih huruf. Anak-anak biasanya sangat tertarik huruf-huruf
dalam nama mereka sendiri.
Tahap 5 : Menulis nama
Tahap 6 : Menyalin kata-kata yang ada di lingkungan. Kata-kata yang
terdapat pada poster di dinding atau dari kantong kata sendiri.
Tahap 7 : Menemukan Ejaan. Anak usia 5-6 tahun ini telah
menggunakan konsonan awal (L untuk Love). Konsonan awal, tengah dan akhir untuk
mewakili huruf (DNS) pada kata dinosaurus.
Tahap 8: Ejaan Baku. Usaha-usaha mandiri untuk memisahkan huruf dan
mencatatnya dengan benar menjadi kata lengkap.
Tidak jauh
berbeda dengan membaca dalam menulis juga anak harus melalui beberapa tahap
seperti yang telah dicantumkan diatas meskipun ia sudah menjadi penulis yang
hebat. Pad usia dinilah anak-anak mulai mengenal tulisan dan melakukannya dalam
nkehidupannya seperti mencoret-coret di dinding rumah. Pada masalah ini orang
tua jangan memarahi anak-anak karena telah mencoret-coret seharusnya bangga
bahwa ia sudah mengenal tulisan.