PISIKOLOGI PERKEMBANGAN MASA AKHIR ANAK



A.      Psikologi Perkembangan (Masa Akhir Anak)
Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Permulaan masa akhir kanak-kanak ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu. Bagi sebagian anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupan anak. Sementara mrnyesuaikan diri dengan tuntutan dan harapan baru dari kelas satu, kebanyakan anak berada dalam keadaaan tidak seimbang; anak mengalami gangguan emosional sehingga sulit untuk hidup bersama dan bekerja sama. Masuk kelas satu merupakan peristiwa penting bagi setiap anak sehingga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan prilaku.
Ayat Al-Qur’an tentang pendidikan pada anak-anak (Surat Al-Luqman: 13-19) beserta artinya:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لإنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

13. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi nasehat kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

وَوَصَّيْنَا الإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

14. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

15. “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

16. (Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui.”

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

17. “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

18. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan.”

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ إِنَّ أَنكَرَ الأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِير

19. “Dan rendah dirilah ketika berjalan dan pelankan suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”
 Selama setahun atau dua tahun terakhir dari masa kanak-kanak terjadi perubahan fisik yang menonjol dan hal ini juga dapat mengakibatkan perubahan dalam sikap, nilai, dan prilaku untuk memasuki masa remaja. Perubahan fisik yang terjadi menjelang berakhirnya masa kanak-kanak menimbulkan keadaan ketidakseimbangan dimana pola kehidupan yang sudah terbiasa menjadi terganggu sampai tercapainya penyesuaian diri terhadap perubahan ini.
Akhir masa kanak-kanak secara tepat dapat diketahui, tetapi orang tidak dapat mengetahui secara tepat kapan periode ini berakhir karena kematangan seksual. Yaitu criteria yang digunakan untuk memisahkan masa kanak-kanak dengan masa remaja-timbuknya tidak selalu pada usia yang sama. Ini disebabkan perbedaaan dalam kematangan seksual anak laki-laki dan anak perempuan.
Ciri-ciri akhir masa kanak-kanak, yaitu sebagai berikut.
1.     Label yang digunakan oleh orang tua. Bagi banyak orang tua, akhir masa kanak-kanak merupakan usia yang menyulitkan suatu masa dimana anak tidak mau lagi menuruti perintah dan anak lebih banyak dipengaruhi oleh teman-teman sebaya dibanding orang tua atau keluarga.
2.    Label yang digunakan untuk para pendidik. Para pendidik melabelkan akhir masa kanak-kanak dengan usia sekolah dasar. Para pendidik juga memandang periode ini sebagai periode kritis dalam dorongan berprestasi.
3.    Label yang digunakan ahli psikologi Bagi ahli psikologi, masa akhir kanak-kanak adalah usia berkelompok, usia penyesuaian diri, usia kreatif, serta usia bermain.
4.    Label perkembangan akhir masa kanak-kanak. Untuk memperoleh tempat di dalam kelompok social, anak yang lebih besar harus menyelesaikan berbagai tugas dalam perkembangan. Kegagalan dalam pelaksanaannya mengakibatkan pola prilaku yang tidak matang, sehingga sulit diterima oleh kelompok teman-temannya dan tidak mampu menyamai teman-teman sebayanya yang sudah menguasai tugas-tugas perkembangan tersebut.
Penguasaan tugas-tugas perkembangan tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggung jawab orangtua seperti tahun-tahun prasekolah. Sekarang penguasaan ini juga menjadi tanggung jawab guru-guru dan sebagian kecil menjadi tanggung jawab kelompok teman-temannya. Kematangan seksual anak laki-laki lebih lambat dari anak perempuan, sehingga masa kanak-kanak yang dialami lebih lama.
Adapun perkembangan fisik pada akhir masa kanak-kanak, yaitu sebagai berikut.
1.    Tinggi
Kenaikan tinggi pertahun adalah 2 sampai 3 inchi. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai tinggi badan 58 inchi dan anak laki-laki 57,5 inchi.
2.    Berat
Kenaikan berat lebih bervariasi daripada kenaikan tinggi, berkisar antara 3-5 pon per tahun. Rata-rata anak perempuan sebelas tahun mempunyai berat 88,5 pon dan anak laki-laki 85,5 pon.
3.    Perbandingan tubuh
Beberapa perbandingan wajah yang kurang baik menghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, dahi melebar dan merata, bibir semakin berisi, hidung menjadi lebih besar dan lebih berbentuk. Badan memanjang dan menjadi lebih langsing, leher menjadi lebih panjang, dada melebar, perut tidak buncit, lengan dan tungkai memanjang, dan tangan dan kaki dengan lambat tumbuh membesar.
4.    Kesederhanaan
Pebandingan tubuh yang kurang baik yang sangat mencolok pada masa akhir kanak-kanak menyebabkan meningkatnya kesederhanaan pada saat ini. Disamping itu, kurangnya perhatian terhadap penampilan dan kecenderungan untuk berpakaian seperti teman-teman tanpa memperdulikan pantas tidaknya, juga menambah kesederhanaan.
5.    Perbandingan Otot Lemak
Selama akhir masa kanak-kanak, jaringan lemak berkembang lebih cepat daripada jaringan otot yang perkembangannya baru mulai melejit pada awal pubertas. Anak yang berbentuk endomorfik jaringan lemaknya jauh lebih banyak daripada jaringan otot sedangkan pada tubuh mesomorfik keadaanya terbalik. Pada bentuk tubuh ektomorfik tidak terdapat jaringan yang melebihi jaringan lainnya sehingga cenderung tampak kurus.
6.    Gigi
Pada permulaan pubertas, umumnya seorang anak sudah mempunyai 22 buah gigi tetap. Keempat gigi terakhir, muncul selama masa remaja.
Adapun pola emosi yang umum pada akhir masa kanak-kanak yaitu sama dengan pada awal masa kanak-kanak. Perbedaannya terletak pada jenis situasi yang membangkitkan emosi dan bentuk ungkapannya.
Adapun periode meningginya emosi pada masa akhir anak-anak yaitu ada waktu dimana anak sering mengalami emosi yang hebat. Karena emosi cenderung kurang menyenangkan, maka dalam periode ini meningginya emosi menjadi periode ketidakseimbangan, yaitu saat dimana anak menjadi sulit dihadapi.
Meningkatnya emosi pada akhir masa kanak-kanak dapat disebabkan karena keadaan fisik atau lingkungan. Keadaan lingkungan yang menyebabkan meningginya emosi juga beragam dan serius. Namun pada umumnya akhir masa kanak-kanak merupakan periode yang relative tenang yang berlangsung sampai mulainya masa puber.
B.       Keterampilan Akhir Masa Kanak-Kanak
Pada permulaan akhir masa kanak-kanak, anak-anak mempunyai sejumlah besar keterampilan yang mereka pelajari selama bertahun-tahun di prasekolah. Keterampilan yang dipelajari oleh anak-anak yang lebih besar sebagian bergantung pada lingkungan, sebagian pada kesempatan untuk belajar, sebagian pada bentuk tubuh, sebagian lagi bergantung pada apa yang sedang digemari oleh teman-teman sebaya.
a.    Kemajuan Berbicara
Dengan meluasnya cakrawala social anak-anak, anak menemukan bahwa berbicara merupakan sarana penting untuk memperoleh tempat didalam kelompok. Hal ini membuat dorongan yang kuat untuk berbicara lebih baik, dorongan untuk memperbaiki kemampuannya berbicara, dan yang lebih penting anak mengetahui bahwa inti komunikasi adalah bahwa ia mampu mengerti apa yang dikatakan oranglain.
Bantuan untuk memperbaiki pembicaraan pada akhir masa kanak-kanak berasal dari 4 sumber. Pertama orangtua dari kelompok social ekonomi menengah ke atas merasa bahwa berbicara sangat penting sehingga mereka memacu anak-anak mereka untuk berbicara lebih baik. Kedua radio dan televisi memberikan contoh yang baik bagi pembicaraan anak-anak yang lebih besar sebagaimana halnya bagi anak-anak selama tahun-tahun prasekolah. Ketiga setelah anak belajar membaca, ia menambah kosakata dan terbiasa dengan bentuk kalimat yang benar. Dan keempat setelah anak mulai sekolah, kata-kata yang salah ucap dan arti-arti yang salah biasanya cepat diperbaiki oleh guru.

C.      Pengelompokan Sosial dan Perilaku Sosial pada Masa Akhir Anak-anak
Akhir masa anak-anak sering disebut sebagai “usia berkelompok” karena ditandai dengan adanya minat terhadap aktivitas teman-teman dan meningkatnya keinginan yang kuat untuk diterima sebagai anggota suatu kelompok, dan merasa tidak puas bila tidak bersama teman-temannya. Anak tidak lagi puas bermain sendiri di rumah atau dengan saudara-saudaranya atau melakukan kegiatan bersama keluarganya. Anak selalu ingin bersama teman-temannya jika bermain dan merasa kesepian bila tidak bersama dengan teman-temannya.
Dua atau tiga tidaklah cukup baginya. Anak-anak ingin bersama dengan kelompoknya, karena hanya dengan demikian terdapat cukup teman untuk bermain dan berolahraga serta mendapat cukup kegembiraan. Sejak anak masuk masa sekolah sampai masa puber, keinginan untuk bersama dan untuk diterima dikelompok menjadi sangat kuat. Hal ini berlaku untuk anak laki-laki maupun untuk anak perempuan.
1.      Ciri Geng Anak
Banyak orang menganggap geng anak-anak sebagai kelompok penjahat atau pengacau karena adanyaasosiasi yang popular tentang kenakalan anak-anak. Sebagaimana digunakan oleh para ahli psikologi anak-anak dan para ahli sosiologi, geng anak-anak sangat berbeda dengan geng remaja. Oleh karena itu, bila berbicara tentang geng pada masa kanak-kanak biasanya istilah itu menunjuk pada anak-anak sebagai geng anak-anak untuk membedakan dari geng remaja.
Geng anak-anak berbeda dengan geng remaja dalam banyak hal, empat diantaranya sangat penting dan sangat umum. Pertama, tujuan utama geng anak-anak adalah memperoleh kesenangan. Sebaliknya, geng remaja bertujuan untuk menimbulkan kesulitan bagi orang lain sebagai pembalasan terhadap kalalaian kelompok sosial yang benar adanya. Kedua, geng anak terdiri dari anak-anak populer dengan teman-teman sebaya sedangkan geng remaja terdiri dari remaja yang tidak berhasil memperoleh dukungan teman-teman sehingga mereka bersatu dengan keinginan untuk membalas dendam kepada setiap orang yang tidak menerima mereka. Ketiga, geng anak-anak jarang beranggotakan campuran laki-laki dan perempuan, sedangkan geng remaja lebih banyak anggotanya adalah campuran dari laki-laki maupun perempuan dari pada yang sejenisnya. Dan keempat, geng anak-anak terdiri dari anak-anak yang seusia dan tingkat perkembangannya sama dan yang mempunyai minat serta kemampuan yang sama, sedangkan geng remaja terdiri dari individu-individu yang berbeda tingkat usianya dan kemampuan serta minatnya tidak perlu sama kecuali bahwa mereka semua ingin membalas dendam kepada orang-orang yang menolak mereka.
Ciri yang terpenting adalah bahwa geng anak-anak merupakan kelompok sosial yang dibentuk oleh anak-anak sendiri, bukan oleh orang-orang dewasa. Tujuan utama mereka adalah memperoleh kesenangan, bukan mengacau atau membuat perilaku tidak sosial lainnya.
2.      Efek dari Keanggotaan Kelompok
Keanggotaan kelompok dapat menimbulkan akibat yang kurang baik pada anak-anak, empat diantaranya sangat sering terjadi dan cukup gawat sehingga dapat mengganggu proses sosialisasi. Pertama, menjadi anggota geng seringkali menimbulkan pertentangan dengan orang tua. Dengan demikian berpengaruhnya anggota geng dari pada orang tua, anak lebih bayak menghabiskan waktu dengan gengnya daripada dengan keluarganya, sehingga anak tidak melakukan tugas-tugas rumah atau tanggung jawab keluarga. Jika orang tua menentangnya maka pertentangan orang tua-anak semakin meluas dan dengan demikian memperlemah ikatan emosional antara kedua belah pihak.
Akibat kedua adalah permusuhan antara anak laki-laki dan perempuan semaki  meluas. Meskipun geng anak-anak biasanya terdiri dari anak-anak sejenis, beberapa anak lebih menyukai seorang lawan jenis sebagai teman atau mungin menganggap beberapa permainan dari lawan jenis lebih menarik. Ada beberapa anak laki-laki yang menyukai persahabatan dengan anak perempuan tetapi takut jika sikap yang tidak menyenangkan timbul dari anggota-anggota kelompoknya. Teman-tamannya tidak ingin terlihat bermain dengan anak perempuan.
Tetapi pola yang lebih umum adalah sikap antisipasi terhadap anggota lawan jenis, yang mencapai titik tertinggi beberapa saat sebelum masa puber, dimana sikap anak perempuan terhadap anak laki-laki lebih bersifat emosional daripada sifat anak laki-laki terhadap anak perempuan. Ada alasan untuk menganggap bahwa sikap anak perempuan yang kurang baik terhadap anak laki-laki pada usia ini disebabkan karena kebenciannya terhadap kebebasan yang lebih banyak dimiliki laki-laki. Hal ini juga disebabkan oleh kenyataan bahwa pada saat anak perempuan mencapai masa puber, kematangan sosial yang lebih besar yang menyertai awal kematangan seksual perilaku anak laki-laki yang khas bagi usia mereka tampak kurang matang.
Akibat ketiga adalah kecenderungan anak yang lebih tua untuk mengembangkan prasangka terhadap anak yang berbeda. Pada mulanya, prasangka tidak berbentuk diskriminasi dan penolakan untuk berhubungan dengan anak yang berbeda, tetapi cenderung lebih menyukai anak-anak yang sama dengan dirinya.
Keempat, dan dalam banyak hal merupakan akibat yang paling merusak, adalah cara anak memperlakukan anak-anak yang bukan anggota geng. Mereka seringkali bersikap kejam kepada anak-anak yang tidak dianggap sebagai anggota geng. Kecenderungan untuk bersikap kejam dan tidak berperasaan terhadap yang bukan anggota kelompoknya biasanya mencapai puncak sekitar sebelas tahun.
Meskipun setiap anak mengalami kesulitan mencari teman dan agar diterima oleh kelompok, anak yang pindah ke lingkungan baru atau ke sekolah baru mengahadapi masalah yang sangat sulit. Begitulah anak yang baru harus memulai hubungan kalau ingin mendapatkan teman. Usaha memperoleh teman dilakukan dengan mencoba menegur atau bermain dengan anggota salah satu kelompok yang sudah terbentuk, dengan mengamati dan meniru permainan mereka, dan dengan mencoba menarik perhatian mereka.
3.      Teman pada Masa Akhir Kanak-kanak
Seperti halnya dengan awal masa kanak-kanak, teman pada akhir masa kanak-kanak terdiri dari rekan, teman bermain atau teman baik. Berbeda dengan masa anak-anak yang lebih muda, anak-anak yang lebih besar jarang puas dengan rekannya. Untuk memenuhi kebutuhan sosialnya, teman harus berperan sebagai teman bermain atau teman baik. Meskipun anak mempunyai hubungan yang erat dengan beberapa anggota kelompok tertentu, namun ia menganggap semua anggota kelompok sebagai “teman”, walaupun ia juga berperan sebagai teman bermain.
Anak laki-laki cenderung mempunyai hubungan teman sebaya yang lebih luas daripada anak perempuan, ia lebih suka bermain berkelompok dari pada hanya dengan satu atau dua anak. Sebaiknya, hubungan social anak perempuan lebih intensif dalam arti bahwa ia lebih sering bermain dengan satu atau dua daripada dengan seluruh kelompok.
Bayak factor yang menentukan pemilihan teman. Biasanya yang dipilih adalah yang dianggap serupa dengan dirinya sendiri dan memenuhi kebutuhan.  Karena daya tarik fisik mempengaruhi kesan pertama, anak cenderung memilih mereka menjadi teman bermain dan sebagai teman baik.
Keakraban di sekolah atau di lingkungan adalah penting karena untuk memilih teman lingkungan anak-anak terbatas pada daerah yang relative sempit. Terdapat kecenderungan yang kuat  bagi anak-anak untuk memilih teman dari kelasnya sendiri di sekolah. Dan yang lebih dipilih adalah teman sejenis daripada lawan jenis.
Sifat-sifat kepribadian penting dalam memilih teman, apakah sebagai teman bermain ataupun sebagai teman baik. Anak yang lebih besar memberi nilai tinggi pada kegembiraan, keramahan, kerjasama, kebaikan hati, kejujuran, kemurahan hati, bahkan sportivitas, pada teman bermain ataupun teman baik. Menjelang masa kanak-kanak berakhir, anak lebih menyukai teman dari latar belakang social ekonomi, ras, agama yang sama, khususnya sebagai teman baik.
4.      Status Sosiometris
Sebelum akhir masa kanak-kanak berakhir, sebagian besar anak-anak tidak menyadari status sosiometris mereka, yaitu status yang mereka senangi pada kelompok social, tetapi juga status sosiometris dari teman-teman sebaya mereka. Mereka mengerti bahwa dari beberapa teman diterima dan disukai teman-teman yang lain, sedangkan beberapa orang lagi hanya sekedarnya saja diterima dan ada beberapa orang yang ditolak atau dengan sendirinya mengundurkan diri dari kelompok teman-temannya. Anak-anak juga mengerti bagaimana penilaian teman-teman terhadap dirinya, meskipun ada kecenderungannya untuk memeperbesar-besarkan penerimaan social dan memperkecil penolakan social.
Tingkat penerimaan yang digemari anak dipengaruhi oleh metode pelatihan anak yang digunakan oleh orang tua. Anak dari keluarga yang demokratis pada umumnya cenderung lebih diterima dari paa anak yang berasal dari keluarga yang menggunakan metode pelatihan anak yang otoriter atau lunak. Anak yang menarik pada umumnya lebih diterima daripada anak yang kurang menarik. Alasannya adalah bahwa orang cenderung menghubungkan banyaknya sifat yang baik dan sedikitnya sifat antisosial kepada anak yang menarik daripada anak yang kurang.
5.      Pemimpin pada Akhir Masa Kanak-kanak
Anak yang dipilih oleh temannya untuk berperan sebagai pemimpin pada akhir masa kanak-kanak, mendekati ideal kelompok. Ia tidak hanya disukai oleh sebagian besar anggota kelompok, tetapi juga memiliki ciri-ciri yang dikagumi.
Karena anak menghabiskan waktu dengan bermain dan berolahraga dengan teman-teman sebaya, keterampilannya dalam bidang tersebut melebihi anggota kelompok yang lain yang mempunyai kesempatan yang sangat baik untuk dipilih sebagai pemimpin. Namun, keterampilan saja tidaklah cukup. Anak yang berperan sebagai pemimpin juga harus mempunyai sifat-sifat kepribadian yang dikagumi oleh kelompok, seperti sportif, kerja sama yang baik, murah hati, dan jujur.
Berbeda dengan pemimpin selama tahun-tahun prasekolah, pemimpin pada akhir masa kanak-kanak yang menggunakan tenik otoriter dan kekejaman segera akan kehilangan peran kepemimpinannya.

D.      Minat dan Kegiatan Bermain pada Akhir Masa Kanak-kanak
Karena anak sudah sekolah dan mempunyai pekerjaan rumah, waktu untuk bermain lebih edikit dibandingkan dengan ketika ia masih berada dalam tahun-tahun prasekolah. Namun, di dalam kebudayaan Amerika saat ini, bermain dianggap sangat penting untuk perkembangan fisik dan psikologis sehingga semua anak diberi waktu dan kesempatan untuk bermain dan juga didorong untuk bermain, tanpa memperdulikan status social ekonomi keluarga mereka.
Bagaimana anak bermain lebih merupakan masalah individual daripada sewaktu dalam periode awal masa kanak-kanak. Kegiatan bermain anak yang lebih besar dan banyaknya waktu yang digunakan untuk kegiatan ini bergantung pada polaritas dan apakah iamenjadi anggota kelompok atau tidak. Anak yang diterima oleh kelompok terpaksa melakukan kegiatan bermain sendiri.
Anak yang cerdas terutama bila bertambah besar leboh banyak bermain sendiri daripada bermain yang bersifat social dan hanya sedikit mengikuti kegiatan yang melibatkan permainan fisik yang berat dari pada anak yang terlampau cerdas. Jenis lingkungan di mana anak hidup juga menentuka ada tidaknya kesempatan untuk bermain.
1.      Bermain Konstruktif
Membuat sesuatu hanya untuk bersenang-senang saja, tanpa memikirkan manfaatnya merupakan bentuk permainan yang populer di antara anak-anak yang lebih besar.
Menggambar, melukis, dan membentuk tanah liat berangsur-angsur kurang disenangi dengan berjalannya masa kanak-kanak. Hal ini bukan karena anak yang lebih besar tidak berminat lagi dalam kegiatan seperti ini, melainkan karena ia kurang senang bila dikritik oleh teman-teman atau guru. Banyak yang menyenangi kegiatan ini di rumah karena mereka tidak banyak dikritik atau dicemooh.
Bernyanyi merupakan bentuk kegiatan kreatif, umumnya mereka tidak senang bernyanyi di sekolah di saat jam pelajaran. Karena mereka cenderung dikritik. Anak lebih senang bernyanyi bersama teman-teman jauh dari telinga guru dan orang tua
2.      Menjelajah
Seperti anak yang lebih muda, anak yang lebih besar senang memuaskan keingintahuan tentang hal-hal baru yang berbeda dengan menjelajahinya. Tetapi berbeda dengan anak yang lebih muda, anak yang lebih besar tidak puas dengan menjelajah mainan dan benda-benda disekitar lingkungannya. Anak-anak ingin menjelajah lebih jauh dari lingkungan rumah dan lingkungan tetangga dan menjelajah daerah-daerah baru.
3.      Mengumpulkan
Mengumpulkan sebagai suatu bentuk bermain, meningkat dengan berjalannya masa kanak-kanak, karena kegiatan mengumpulkan berfungsi sebagai sumber iri hati dan gengsi diantara teman-teman dan juga memberikan kesenangan bagi kolektor.
4.       Permainan dan olahraga
Anak yang lebih besar tidak puas lagi memainkan jenis permainan yang sederhana dan tidak terdiferensiasi, yang merupakan permainan awal masa kanak-kanak. Ia ingin memainkan permainan anak yang lebih besar, seperti bola basket, sepak bola, baseball dan hockey. Pada anak berusia sepuluh tahun, permainannya terutama bersifat persaingan, dengan pokok perhatian pada keterampilan dan keunggulan dan tidak semata mata pada kegembiraan.
5.      Hiburan
Beberapa hiburan yang digemari pada akhir masa kanak-kanak diantaranya membaca, buku komik, film, radio dan televisi, melamun dan berkhayal.

E.       Sikap dan Perilaku Moral
Apabila awal masa kanak-kanak akan berakhir, konsep moral anak tidak lagi sesempit dan sekhusus sebelumnya. Anak yang lebih besar lambat laun memperluas konsep sosial sehingga mencakup situasi apa saja, lebih dari pada hanya situasi khusus. Disamping itu, anak yang lebih besar menemukan bahwa kelompok sosial terlibat dalam berbagai tingkat kesungguhan pada berbagai macam perbuatan. Pengetahuan ini kemudian digabungkan dalam konsep moral.
Menurut Piagert, antara usia lima dan dua belas tahun konsep anak mengenai keadilan sudah berubah. Pengertian yang kaku dan keras tentang benar dan salah, yang dipelajari dari orang tua, menjadi berubah dan anak mulai memperhitungkan keadaan-keadaan khusus disekitar pelanggaran moral. Jadi, menurut piagert, relativitisme moral menggantikan moral yang kaku. Kohlberg memperluas teori piagert dan menamakan tingkat kedua dari perkembangan moral akhir masa kanak-kanak sebagai tingkat moralitas konvensional atau moralitas dari aturan-aturan dan penyesuaian konvensional. Dalam tahap pertama dari tingkat ini yang oleh Kohlberg disebutkan moralitas anak baik, anak mengikuti peraturan untuk mengambil hati orang lain dan untuk mempertahankan hubungan-hubungan yang baik. Dalam tahap kedua, Kohlberg mengatakan bahwa kalau kelompok sosial menerima peraturan-peraturan yang sesuai bagi semua anggota kelompok, ia harus menyesuaikan diri dengan peraturan untuk menghindari penolakan kelompok dan celaan.



a.    Perkembangan Kode Morel
Kode moral berkambang dari konsep-konsep moral yang umum. Pada akhirnya masa kanak-kanak seperti halnya awal masa remaja, kode moral sangat di pengaruhi oleh standar moral dari kelompok dimana anak mengidentifikasikan diri.
Ketika anak mencapai akhir masa kanak-kanak, kode moral berangsur-angsur mendekati kode moral dewasa, yang dengannya anak berhubungan dan perilakunya semakin sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan oleh orang dewasa.
b.   Peranan Disiplin dalam Perkembangan Moral
Disiplin berperan penting dalam perkembangan kode moral. Kalau disiplin dibutuhkan dalam perkembangan, haruslah disesuaikan dengan tingkat perkembangan anak. Hal-hal yang pokok dari disiplin yang efektif sebagai berikut.
·      Bantuan dalam mendasarkan kode moral
·      Ganjaran : seperti pujian atau perlakuan secara khusus karena berhasil mengatasi situasi sulit, dengan baik, mempunyai nilai pendidikan yang kuat jika pujian dan perlakuan khusus menunjukkan pada anak bahwa ia bertindak benar dan juga jika mendorong anak untuk mengulang perilaku yang baik.
·      Hukuman : seperti ganjaran, hukuman harus sesuai dengan perkembangan dan harus dilakukan secara adil ; kalau tidak, dapat menimbulkan kebencian anak.
·      Konsistensi : disiplin yang baik selalu konsisten. Apa yang benar hari ini, besok juga benar dan lusa pun juga benar.
c.    Perkembangan Suara Hati
Istilah suara hati berarti suatu reaksi khawatir yang terkondisi terhadap situasi dan tindakan tertentu yang telah dilakukan dengan jalang menghubungkan perbuatan tertentu dengan hukuman. Suara hati merupakan “polisi yaang diinternalisasikan” yang mendorong anak untuk melakukan yang benar dan menghindari hikuman.

d.      Pelanggaran Hukum pada Akhir Masa Kanak-kanak
Seperti halnya dengan anak yang lebih kecil, beberapa pelanggaran ringan oleh anak yang lebihbesar disebabkan oleh ketidaktahuan akan apa yang diharapkan dari padanya atau karena salah mengerti peraturan. Ada beberapa pelanggaran yang merupakan usaha anak utntuk menguji tokoh otoriter dan usaha untuk melaksanakan kemandiriannya. Namun sebagian besar pelanggaran hukum merupakan akibat dari ikut sertanya anak dalam perbuatan geng yang salah.
Pelanggaran pada akhir masa kanak-kanak bergantung pada peraturan–peraturan yang dilanggar. Dan karena tidak ada peraturan yang berlaku universal untuk semua anakAmerika baik di rumah maupun di sekolah, maka tidak ada pelanggaran pada masa kanak-kanak yang berlaku universal dalam kebudayaan Amerika saat ini.
a)   Pelanggaran yang Umum pada Akhir Masa Kanak-kanak
1.    Di rumah
·      Berkelahi dengan saudara-saudara
·      Merusak milik saudaranya
·      Bersikap kasar kepada saudara yang dewasa
·      Malas melakukan kegiatan rutin
·      Melalaikan tanggung jawab
·      Berbohong
·      Tidak berterus terang
·      Mencuri milik saudaranya
·      Sengaja menumpahkan sesuatu
2.    Di Sekolah
·      Mencuri
·      Menipu
·      Berbohong
·      Menggunakan kata-kata yang kasat dan kotor
·      Merusak milik sekolah
·      Membolos
·      Mengganggu anak-anak yang lain dengan mengejek, menggertak dan menciptakan gangguan
·      Membaca komik atau mengunyah permen karet selama pelajarab berlangsung
·      Berbisik-bisik, melucu, atau berbuat gaduh di kelas
·      Berkelahi dengan temman sekelas
·      Minum obat-obatan terlarang, terutama marijuana di pekarangan sekolah.

F.     BAHAYA PSIKOLOGIS PADA AKHIR MASA KANAK-KANAK
a.      Bahaya dalam Berbicara
Ada empat bahaya berbicara yang umum terdapat pada akhir masa kanak-kanak: 
a)      kosa kata yang kurang dari rata-rata menghambat tugas-tugas di sekolah dan menghambat komunikasi dengan orang-orang lain.
b)      kesalahan dalam berbicara seperti salah ucap dan kesalahan tata bahasa, cacat dalam berbicara seperti gagap atau pelat akan membuat anak menjadi sangat sadar diri sehingga anak dapat berbicara bilamana perlu.
c)      anak mengalami kesulitan bahasa yang di gunakan di lingkingan sekolah akan terhalang dalam usaha untuk berkomunikasi dan mudah merasa bahwa ia “berbeda”.
d)     pembicaraan yang bersifat egosentris yang mengritik dan merendahkan orang laindan yang bersifat membual akan di tentang olehg teman-teman.
b.      Bahaya Emosi
Anak akan di anggap tidak matang baik teman-teman sebaya maupun orang-orang dewasa kalau ia masih menunjukan pola-pola ekspresi emosi yang kurang menyenangkan seperti amarah yang meledak-meledak dan juga bila emosi yang buruk, seperti marah dan cemburu masih sangat kuat sehingga kurang di senangi oleh orang-orang lain.

c.       Bahaya Sosial
Terdapat lima jenis .anak yang penyesuainnya di pengaruhi oleh bahaya social. Pertama, anak yang di tolak atau di abaikan oleh sekelompok teman-teman akan kurang mempunyai kesempatan untuk belajar bersifat social. Kedua, anak yang terkucil yang tidak memiliki persamaan dengan kelompok teman-teman akan menganggap dirinya berbeda dan merasa tidak mempunyai kesempatan untuk di terima oleh teman-teman. Ketiga, anak yang mobilitas social dan grafis nya tinggi mengalami kesulitan untuk menerima dalam kelompok yang sudah terbentuk. Keempat, anak yang berasal dari kelompok ras atau kelompok agama yang terkena prasangka. Dan kelima, para pengikut yang ingin menjadi pemimpin kemudian menjadi anak yang penuh dengki dan tidak puas.  
d.      Bahaya Bermain
Anak yang kurang memiliki dukungan social akan terasa kekurangan kesempatan untuk mempelajari permainan dan olahraga yang penting untuk menjadi anggota kelompok. Anak yang di larang berkhayal kareana membuang waktu atau dilarang melakukan kegiatan kreatif dan bermain kan mengembangkan kebiasaan penurut yang kaku.
e.       Bahaya dalam Konsep Diri
Anak yang mempunyai konsep diri yang ideal biasanya merasa tidak puas pada diri sendiri dan tidak puas pada perlakuan orang lain. Kalau konsep social nya di dasarkan pada pelbagai stereotip; ia, cenderung berprasangka dan bersikap diskriminatif dalam memperlakuakn orang lain. Karena konsep nya berbobopt emosi maka itu cenderung menetap dan terus memberikan pengaruh buruk pada penyesuaian social anak.
f.       Bahaya Moral
Ada enam bahaya yang umumnya di kaitkan dengan perkembangan sikap moral dan perilaku anak-anak:
a)      perkembangan kode moral berdasarkan konsep teman-teman atau berdasarkan konsep-konseo media massa tentang benar dan salah yang tidak serupa dengan kode orang dewasa.
b)      tidak berhasil mengembangkan suara hati sebagai pengawas dalam terhadap perilaku;
c)      disiplin yang tidak konsisten membuat anak tidak yakin akan apa yang sebaiknya dilakukan;
d)     hukuman fisik merupakan hukuman contoh agresivitas anak;
e)      menganggap dukungan teman-teman terhadap perilaku itu menjadi kebiasaan; dan
f)       tidak sabar terhadap perbuatan orang lain yang salah.
g.      Bahaya yang Menyangkut Minat
Ada dua bahaya yang umum di hubungkan dengan minat masa kanak-kanak: pertam, tidak minat pada hal-hal yang di anggap penting pleh teman-teman sebaya dan kedua, mengembangkan sikap yang kurang baik terhadap minat yang dapat bernilai bagi diri nya, seperti kesehatan atau sekolah.
h.      Bahaya dalam Penggolongan Peran Seks
Ada dua bahaya yang umum dalam penggolongan peran seks: kegagalan untuk mempelajari organ-organ peran seks yang di anggap pantas oleh teman-teman sebaya, dan ketidakmauan untuk melakukan peran seks yangdi setujui. Bahaya yang pertama cenderung berkembang bila anak di besarkan dalam keluarga dimana orang tua nya melakukan peran seks yang berbeda dengan orang tua teman-teman. Bahaya kedua berkembang bila mana anak laki-laki di harapakan melakukan peran sederajat dan anak perempuan di harapkan melakukan peran-peran tradisional.
i.        Bahaya Hubungan Keluarga
Pertentangan dengan anggota-anggota keluarga mengakibatkan dua hal yaitu melemahkan ikatan keluarga kebiasaan popla penyesuaian yang buruk, serta masalah masalah yang di bawa keluar rumah.
j.        Bahaya dalam Perkembangan Kepribadian
Ada dua bahaya yang serius dalam perkembangan kepribadian periode ini, pertama perkembangan konsep diri yang buruk mengakibatkan penolakan diri dan kedua egosentrisme yang merupkan lanjutan dari awal masa kanak-kanak. Egosentrisme merupkan hal yang serius karena memberikan rasa penting diri yang palsu.

G.    KEBAHAGIAN PADA AKHIR MASA KANAK-KANAK
Akhir masa kanak-kanak dapat dan harus merupakan periode yang bahagia dalam rentang kehidupan. Meskipun periode ini bukan masa yang sepenuh nya gembira karena anak diharapkan memikul tambahan tanggung jawab di sekolah dan di rumah, , keberhasilan dalam melakukan tanggunganya, kecauli kalu timbul kondisi yang luar biasa. Kalau anak menyenangi dukungan social yang wajar, permainan nya dapat merupakan sumber kebahagiaan sehari-sehari.
Anak-anak yang berbahagia belum tentu merasa bahagia pada tahap selanjutnya, tetapai kondisi-kondisi yang menimbulkan kebahagiaan dalam periode ini juga akan menimbulkan kebahagiaan pada periode berikutnya.
Kalau jelas terlihat tidak adanya factor-faktor penentu kebahagiaan, di terima atau di dukung oleh orang lain dan kasih sayang orang lain maka hal ini harus di anggap sebagai tanda bahaya adanya berbagai kesulitan di masa mendatang.

REFERENSI

Anonim. 2010. Aspek Perkembangan Kognitif Anak Usia Taman Kanak-kanak (Online).http://www.Pembelajaranguru.Wosdpress.com. 13 April 2012. 19.00 WIB.
Dariyo, Agoes. 2007. Psikolgi Perkembangan. Bandung : Refika Adiama
Hurlock, Elizabeth B. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga
Melly. 2010. Perkembangan Kognitif (Online). http:www.Tumbuh-Kembang-Anak.com 13 April 2012. 19.10 WIB.
Nut’aeni.2004. Intervensi Dini Bagi Anak Bermasalah. Jakarta : Rineka Cipta
Kartono, Kartini. 1995. Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung: Mandar Maju.






Related Posts

Subscribe Our Newsletter