PENDAHULUAN
Berbicara mengenai ilmu tasawuf berarti berusaha mendekatkan
diri kepada Allah SWT , karena ilmu ini bertujuan untuk memperbaiki akhlak dan
rohani. Serta menjauhkan diri dari sifat hedoisme atau hubuddunnya sehingga
mampu kembali kepada tujuan manusia di ciptakan. Oleh sebab itu, makalah ini
akan membahas mengenai tarekat sejarah dan perkembangannya
A. Rumusan
masalah
1. Apakah
pengertian tarekat?
2. Apakah
hubungan tarekat dengan tasawuf?
3. Bagaimana
sejarah timbulnya tarekat?
4. Apa saja
aliran-aliran tarekat di dunia islam?
5. Bagaimana
pengaruh tarekat di dunia islam?
B. Tujuan
masalah
1. Mampu
memahami makna tarekat dan hubungan dengan tasawuf.
2. Mampu
mengkronologikan histori timbulnya tarekat, aliran-aliran serta pengaruh
tarekat dalam dunia islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Secara etimologis kata tarekat berasal dari bahasa
arab, thariqoh yang berarti jalan, keadaan, aliran atau garis pada sesuatu.
Tarekat adalah “ jalan ‘’ yang di tempuh para sufi, yaitu yang berpakal dari
syariat, sebab jalan utama di sebut syar sedangkan anak jalan di sebut thariq.
Menurut Asy-syekh Muhammad Amin Al-kurdiy,
mendefiniskan tarekat adalah menjauhi larangan dan melakukan perintah Allah SWT
sesuai dengan kesanggupan baik larangan dan perintah yang nyata maupun yang
tidak ( batin ).
B. Hubungan
Tarekat dengan Tasawuf
Tasawuf secara umum merupakan usaha mendekatkan diri
kepada Allah SWT dengan sedekat mungkin , melalui penyesuaian rohani dan
memperbanyak ibadah merupakan hakekat tarekat yang sebenarnya.
Usaha mendekatkan diri, biasanya dilakukan dibawah
bimbingan seorang guru (syekh). Substansinya, tasawuf adalah usaha mendekatkan
diri kepada Allah, sedangkan tarekat adalah cara jalan yang ditempuh seorang
dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah. Tarekat merupakan cabang atau aliran
dalam paham tasawuf. Pengertian ini dapat di temukan pada tarekat Qadariah,
naqsabandiyah , rifa’iah, samaniyah dll.
C. Asal-usul
Historis Kelahiran Tarekat
Menurut Barmawi Umari, penyebut timbulnya tarekat adalah:
1. Karena
dalam diri manusia terselip bakat atau potensi yang cenderung pada kehidupan
kerohanian, seperti fitrah spiritual.
2. Karena
reaksi zaman atau tempat, misalnya setelah adanya suatu revolusi setempat atau
penguasa bertindak sewenang-wenang sehingga banyak orang-orang bersikap apatis
atau masa bodoh kemudian menerjukan diri memasuki tarekat atau mengadakan
tarekat sebagai pelopor atau pioner di tempat ini.
3. Karena
jemunya orang dengan kehidupan yang enak di dunia, ingin menyendiri dan hidup
secara sederhana.
Harun Nasution menyatakan bahwa al-Ghazali menglahkan
tasawuf yang sebelumnya dikatakan sesat, tasawuf berkembang di dunia islam.
Tetapi perkembangannya terjadi melalui tarekat. Tarekat adalah organisasi dari
pengikut sufi besar yang bertujuan untuk
melestarikan ajaran-ajaran tasawuf gurunya. Tarekat ini memakai suatu tempat
pusat yang disebut ribat. ( Disebut juga Zawiyah, hangkah atau pekir ). Ini
merupakan tempat para murid berkumpul melestarikan ajaran tasawufnya, ajaran
tasawuf walinya dan ajaran tasawuf syekhnya.
Organisasi itu mulai timbul pada abad XII M, tetapi
baru tampak perkembangannya pada abad-abad berikutnya.
Tarekat yang pernah muncul sejak abad ke 12 (abad ke
611) itu antara lain tarekat Qadiriyah (di hubungkan kepada syekh Abdul Qodir
Al-Jailani yang wafat di irak pada 1161/561), tarekat Rifa’iyah (di hubungkan
kepada syekh Ahmad Ar-Rifa’i, wafat di irak pada 1182 M/528 H), Tarekat syadziliyah
(dihubungkan kepada syekh ahmad asy syadzili, yang wafat di mesir pada
1258M/658 H), Tarekat maulawiyah (dihubungkan kepada syekh maulana jalaludin
rumi, wafat di koya (turki) pada 1273 M/672 H), Tarekat Nagsabandi, wafat di
Bukhoriq pada 1389 M/791 H), Tarekat syahiriyah (dihubungkan kepada syekh
Abdullah Asy-syattari, wafat di india pada 1236 M/633 H).
D. ALIRAN-ALIRAN
TAREKAT DI DUNIA ISLAM
Pada awal kemunculannya, tarekat berkembang dari dua
daerah yaitu, khurasan (iran) dan mesopotania (irak). Pada periode ini mulai
timbul beberapa tarekat, diantaranya sebagai berikut:
1. Tar ekat
Yasaviyah, di dirikan oleh Ahmad Al-Yasafi
(W. 562 H/1169 M) dan di susul oleh tarekat khawajagawiyah yang di
sponsori Abd Al-kholiq Al-Ghuzdawani (W. 617 H/1220 M) Tarekat yasaviyah
berkembang ke berbagai daerah, antara lain ke turki. Di sana tarekat ini
berganti nama menjadi, Bentashiya yang diidentikan kepada pendirinya, Muhammad
‘ Ata ‘ bin ibrahim Hajji Buktasy ( W. 1335 M) Tarekat ini sangat populer dan
pernah memegang peranan penting di turki yang dikenal denag nama Korp
Jenissari, yang di organisasikan oleh murad I pada masa Turki Utsmani.
2. Tarekat
Naqsabandiyah, di dirikan oleh Muhammad Bahauddin An-Naqsabandi Al-Awisi
Al-Bokhori ( W. 1389 M) di turkistan. Tarekat Naqsabandiyah merupakan salah
satu tarekat sufi yang paling luas penyebarannya dan banyak terdapat di wilayah
Asia muslim dan turki, Bosnia Herzegovina dan wilayah Volga Ular. Ciri yang
menonjol dari tarekat Naqsabandiyah adlah diikuti syariat secaraketat keseriusan
dalam beribadah menyebabkan pendekan terhadap musi dan tari, serta lebih
mengutamakan berdzikir dalam hati. Dan kecenderungan semakin kuat ke arah
keterlibatan dalam politik (meskipun tidak konsistem).
Dalam perkembangannya, tarekat ini menyebar ke Anatolia
(turki) kemudian meluas ke india dan indonesia dengan berbagai nama baru yang
di sesuaikan dengan pendirinya di daerah tersebut. Seperti tarekat khalidiyah,
muradiyah, mujadidiyah dan ahsaniyah.
3. Tarekat
khalwatiyah
Yang di dirikan oleh Umar Al-khawati (W. 1397 M)
Tarekat ini adalah nama sebuah aliran tarekat yang berkembang di mesir. Secara
nasabiyah, tarekat khalwatiyah, merupakan cabang dari tarekat Az-Zahdiyah,
cabang dari Al-Abhariyah, dan cabang dari As-Suhrawardiyah yang di dirikan oleh
Syekh Syihabuddin Abi Hafs Umar As-Suhrawardi Al-Bagdadi (539-632 H), Tarekat
ini terbagi menjadi beberapa cabang, antara lain tarekat samaniyah, yang di
dirikan oleh Muhammad bin Abd. Al-karim
As-Samani (1718-1225) tarekat ini di kenal juga dengan nama tarekat Hafniyah.
Tarekat khalwatiyah pertama kali muncul di turki, didiran oleh Amir Suhan (W.
1439 M).
4. Tarekat
safawiyah, yang didirikan oleh safiyudin Al-Ardabili ( W. 1334 M)
5. Tarekat
barahamiyah, yang didirikan oleh Hijjri Bairan (W.1439)
Di daerah mesopotamia masih banyak tarekat yang muncul
dalam periode ini dan cukup terkenal. Tetapi tidak termasuk rumpun Al-Junaidi.
Tarekat-tarekat ini diantaranya:
1. Tarekat
Qadariyah, yang didirikan oleh Muhyiddin Abdul Qodir bin Abi Salih Zangi Dost
Al-Jailani (470-561 H/1077-1166 M),
Tarekat ini telah berkembang sejak abad ke 13. Namun. Meskipun sudah berkembang
sejak abad ke 13, tarekat ini baru terkenal di dunia pada abad ke 15 M. Di
mekkah, tarekat Qodariyah sudah berdiri sejak 1180 H/1669 M. Tarekat ini
berkembang dan berpusat di irak dan syiria, kemudian diikuti oleh jutaan umat
muslim yang tersebar di Yaman, Turku, Mesir, India, Afrika dan Asia.
Tarekat Qodariyah ini dikenal luwes, yaitu bila murid
sudah dapat derajat syekh, dia tidak mempunyai sesuatu keharusan untuk terus
mengikuti tarekat gurunya.dan ungkapan Abdul Qodir sendiri “ bahwa murid yang
sudah mencapai derajat gurunya, dia jadi mandiri sebagai syekh dan Allah-lah
yang menjadi walinya untuk seterusnya.”
Mungkin karena keluwesannya tersebut, ada dua puluh an
tarekat yang masuk dalam kategori Qadariyah di dunia islam, seperti bahwana
yang berkembang pada abad ke 19, Ghawatiyah (1517 M), junaidiyah (1515 M),
Kamaliyah (1584 M), dan lain-lain, semua berasal dari india. Di turki terdapat
tarekat Hindiyah, Asadiyah, dan lain-lain. Di yaman ada tarekat Ahdaliyah,
Asadiyah, dan mushariyah, sedangkan di afrika diantaranya terdapat tarekat
Ammariyah dan Bakka’iyah.
2. Tarekat
Syadzili, yang dinisbatkan kepada Nuruddin Ahmad Asy-Syadzili (593-656
H/1196-1258 M).
Secara pribadi, Asy-Syadzili tidak meningglkan karya
tasawuf. Begitu juga muridnya, Abul Abbas Al-Mursi, kecuali hanya sebagai
ajaran lisan tasawuf, do’a, dan Hizib, Ibn Atha’illah As-Sukandari adalah orang
yang pertama menghimpun ajaran-ajaran, pesan-pesan, do’a dan biografi keduanya,
sehingga khazanah tarekat Syadziliyah tetap terpelihara.
Melalui sirkulasi karya-karya Ibn Atha’illah, tarekat
syadziliyah mulai tersebar sampai ke Maghrib, sebuah negara yang pernah menolak
sang guru. Akan tetapi ia tetap mengungkapkan tradisi individualistik,
hampir-hampir mati, meskipun tema ini tidak di pakai. Yang menitikberatkan
pengembangan sisi dalam. Para murid melaksanakan tarekat Syadziliyah di Zawiyah
yang tersebar tanpa mempunyai hubungan satu dengan yang lain.
Sebagai ajaran tarekat ini di pengaruhi oleh
Al-Ghazali dan Al—Makki. Salah satu perkataan As-Syadzili kepada murid-muridnya
adalah, ‘’ seandainya kalian mengajukan suatu permohonan kepada Allah,
sampaikanlah lewat Abu Hamid Al-Ghazali.’’ Perkataan lainnya adalah, ‘’ kitab
Ihya’Ulum Ad-Din karya Al-Ghazali, mewarisi anda ilmu. Sementara Qut Al-Qulub
karya Al-Makki, mewarisi anda cahaya.
E. PENGARUH
TAREKAT DI DUNIA ISLAM
Dalam perkembangannya, tarekat-tarekat itu bukan hanya
memusatkan perhatikan pada tasawuf ajaran-ajaran gurunya, tetapi juga mengikuti
kegiatan politik. Umpamanya tarekat Tijaniyah yang dikenal dengan gerakan
politik yang menentang penjajahan prancis di afrika utara. Sanusiah menentang
penjajahan italia di Libia, ahmadiyah menentang orang-orang salib yang datang ke
mesir. Sungguhpun mereka memusatkan perhatian kepada akhirat, dan mereka ikut
bergerak untuk menyelamatkan umat islam dari bahaya yang mengancarnya.
Mulai abad ke 13, tarekat mempengaruhi dunia islam.
Dan kedudukan tarekat pada saat itu sama dengan partai politik. Bahkan tentara
juga menjadi anggota tarekat. Penyokong tarekat Bektashi, umpamanya adalah
tentara turki. Ketika tarekat itu di bubarkan olen Sultan Mahmud II, tentara
turki yang di sebut Jenissari menentangnya. Jadi, tarekat tidak hanya bergerak
dalam persoalan dunia yang mereka pikirkan.
Tarekat keagamaan meluaskan semua pengaruh dan
organisasinya ke seluruh pelosok yang ada di dunia ini, dan menguasai semua
masyarakat dengan melalui suatu rancang dengan baik, dan memberikan otonomi
daerah seluas-luasnya. Setiap desa atau kelompok desa ada wali lokalnya yang di
dukung dan mulia sepanjang hidup. Dan di puja dan di agungkan setelah kematian.
Pada saat-saat itu telah terjadi penyelewengan dalam
tarekat-tarekat, dan terjadi dalam paham wasilah, dan menjelaskan bahwa
permohonan seseorang tidak dapat dialamatkan langsung kepada Allah, dan akan
tetapi harus melalui gurunya, guru ke gurunya, dan demikian sampai pada syekh,
baru bisa bertemu dengan Allah atau berhubungan dengan Allah.inilah yang
ditentang oleh Muhammad Abdul Wahhab di arabia karena paham ini sudah membawa
pada paham Syirik, yang di jumpai di zaman jahiliyah ketika mannata, lata, dan
Uzza dijadikan perantara orang jahiliyah dengan tuhan, yang kemudian dibasmi
oleh nabi Muhammad SAW, itulah sebabnya, wahabiyah menentang keras paham ini
sampai menghancurkan kuburan-kuburan sahabat yang berada di madinah. Dan di
samping itu tarekat pada umumnya hanya berorientasi akhirat, tidak mementingkan
dunia. Dan tarekat juga menganjurkan banyak beribadah saja dan jangan mengikuti
dunia ini karena anggapan, ‘’dunia ini adalah bangkai maka yang mengejar dunia
adalah anjing’’. Dan ajaran pun tampaknya menyelewengkan umat islam dari jalan
yang harus di tempuhnya. Demikian juga, sifat tawakal, menunggu apa saja yang
akan datang, Qadha dan Qadhar yang sejalan dengan peham Asy’ariah.
Oleh karena itu, pada abad ke-19, timbulnya pemikiran yang
sinis terhadap tarekat dan juga tasawuf. Banyak pula orang yang menentang
tarekat atau tasawuf.akan tetapi pada akhir-akhir ini, perhatian kepada tasawuf
timbul kembali karena dipengaruhi oleh paham materalisme. Dan orang barat
melihat bahwa meteralisme itu memerlukan sesuatu yang bersifat rohani,
immateri, sehingga banyak orang yang kembali memperhatikan tasawuf.