Keadaan Manusia Ketika Melewati Jembatan Sirothol Mustakim


Taukan anda bagaimana keadaan manusia ketika melewati jembatan siratal mustaqim di akhirat, Rasullullah SAW bersabda yang artinya sebagai berikut:
Artinya: Lalu diutuslah amanah dan rahim (tali persaudaraan) keduanya berdiri di samping kiri kanan sirot tersebut. Orang yang pertama lewat seperti kilat, kemudian ada yang lewat seperti angin, kemudian seperti burung seperti kuda yang berlari kencang . Mereka berjalan sesuai denganamalan mereka. Nabi kalian waktu itu berdiri di atas sirot sambil berkata: Ya Allah selamatkanlah? Selamatkanlah? Sampai para hamba yang lemah amalannya, sehingga datang seseorang sehingga dia tidak bisa melewati kecuali dengan merangkak pada kedua sisi sirot terdapat besi penggiat yang bergantung untuk meyambar siapa saja yang diperintahkan untuk disambar. Maka ada yang terpleset namun selamatdan ada pula yang tergelincir ke dalam neraka (HR. Muslim).

Akan ada manusia yang meyebrangi jembatan sirot dengan selamat dan ada juga yang mengalami luka-luka dikarnakan sabetan duru-duri yang mencabik-cabik di tubuhnya, lalu ada pula mereka yang gagal meyebranginya hingga ujung mereka terpleset dan terjatuh ke lembah neraka yang meyala-yala di bawah jembatan. Lalu bagaimana seseorang dapat meyebranginya dan selamat Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa pada pristiwa menegangkan itu sedang berlangsung para Nabi dan para Malaikat sibuk mendoakan keselamatan bagi orang-orang yang beriman mereka berdo’a yang artinya Ya Rabbi selamatkanlah Ya Rabbi selamatkanlah selanjutnya Allah akan memberikan cahaya bagi setiap orang yang beriman dan bertakwa Allah telah menjelaskannya dalam al-quran sebagai berikut.

Artinya:  Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah Kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Tahrim ayat 8).

Dan ketika itulah setiap orang tidak akan ingat pada orang lainnya betapa sulitnya bagi kita untuk berjalan meyebrangi di atsnya tetapi allah maha perkasa sekaligus maha bijaksana Allah akan memberikan bekal bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa untuk sanggup untuk melintasi di atas jembatan tersebut. Sungguh pemandangan yang sangat menebarkan pantaslah bila Nabi Muhammad SAW meyatakan bahwa saat pristiwa meyebrangi di atas jembatan neraka jahanam sedang berlangsung setiap orang tidak akan ingat kepada orang lainnya bahkan kepada keluarganya sebab semua orang sibuk memikirkan keselamatan masing-masing itulah keadaan manusia saat akan meyebrangi jembatan sirot itu. Semoga artikel ini bermanfaat dan mengingatkan kita supaya kita terus beribadah kepada Allah dan beramal sholeh sebagai tabungan kita selama hidup di dunia untuk akhirat.



Related Posts

Subscribe Our Newsletter