Pengertian
Makiyyah dan Madaniyyah
Para fakar Islam mengemukakan empat persepektif dalam mendefinisikan terminologi
makkiyah dan madaniyyah. Keempat persepektif itu adalah: masa turun (zaman an
nuzul), tempat turun (makan an nuzul), objek pembicaraan (mukhattab) dan tema
pembicaraan (maudhu)Berdasarkan
masa turunnya ayat. Dari persepektif masa turun mereka mendefinisikan kedua
terminologi di atas sebagai berikut: “makkkiyah ialah ayat-ayat yang turun sebelum
rasulullah hijrah kemadinah, meskipun bukan turun di mekah, sedangkan
madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun sesudah rasulullah hijrah kemadinah,
meskipun bukan turun di madinah. Ayat-ayat yang turun setelah peristiwa hijrah
disebut madaniyyah walaupun turun di mekkkah ataupun arafah.”
- Berdasarkan tempat turunnya suatu ayat. Dari persepektif tempat turun. Mereka mendefinisikan kedua terminologi diatas sebagai berikut: “makkiyah ialah ayat yang turun di mekkah dan sekitarnya seperti mina, arafah, dan hudaibiyyah. Sedanngkan madaniyyah ialah ayat-ayat yang turun di madinah dan sekitarnya seperti uhud,quba, dan sul’a.”
- Berdasarkan objek Pembicaraannya Dari persepektif pembicaraannnya, mereka mendefinisikan kedua terminologi diatas sebagai berikut: “makiyyah ialah ayat-ayat yang menjadi kitab bagi orang-orang mekkah, sedangkan madaniyyah ialah yat-ayat ang menjadi kitab bagi orang-orang madinah.”
- Dari Perspektif Tema Pembicaraan. “Ayat-ayat Makiyyah mengandung tema kisah-kisah para Nabi danumat-umat terdahulu, sedangkan ayat-ayat Madaniyyah mengandung tema Fara’id dan ketentuan Had.”
Klasifikasi
Ayat-Ayat dan Surat-Surat Al-Qur’an
Pada
umunya, para ulama membagi surat-surat al-Qur’an menjadi dua kelompok, yaitu
surat-surat Makiyyah dan Madaniyah. Mereka berbeda pendapat dalam menetapkan
jumlah masing-masing kelompoknya. Sebagian ulama mengatakan bahwa jumlah surat
Makiyyah ada 94 surat, sedangkan Madaniyah ada 20 surat. Sebagian ulama lain
mengatakan bahwa jumlah surat Makiyyah ada 84 surat, sedangkan yang Madaniyah
ada 30 surat.
Perbedaan-perbedaan
pendapat para ulama itu dikarenakan adanya sebagian surat yang seluruhnya
ayat-ayat Makkiyah atau Madaniyah dan ada sebagian surat lain yang tergolong
Makiyyah atau Madaniyah, tetapi di dalamnya berisi sedikit ayat yang lain
statusnya. Surat-surat al-Qur’an itu terbagi menjadi empat macam:
- Surat-surat Makiyyah murni, yaitu surat-surat Makiyyah yang seluruh ayat-ayatnya juga berstatus Makiyyah semua, tidak ada satupun yang Madaniyah.
- Surat-surat Madaniyah murni, yaitu surat-surat Madaniyah yang seluruh ayat-ayatnya juga berstatus Madaniyah semua, tidak ada satupun yang Makiyyah.
- Surat-surat Makiyyah yang berisi ayat Madaniyah, yaitu surat-surat yang sebetulnya kebanyakan ayat-ayatnya adalah Makiyyah, sehingga berstatus Makiyyah, tetapi di dalamnya ada sedikit ayatnya yang berstatus Madaniyah.
- Surat-surat Madaniyah yang berisi ayat Makiyyah, yaitu surat-surat yang sebetulnya kebnyakan ayat-ayatnya adalah Madaniyah, sehingga berstatus Madaniyah, tetapi di dalamnya ada sedikit ayatnya yang berstatus Makiyyah .