Sya’ban adalah
salah satu bulan yang mulia. Bulan ini adalah pintu menuju bulan Ramadhan.
Siapa yang berupaya membiasakan diri bersungguh-sungguh dalam beribadah di
bulan ini, ia akan akan menuai kesuksesan di bulan Ramadhan. Dinamakan Sya’ban, karena pada bulan itu terpancar bercabang-cabang
kebaikan yang banyak (yatasya’abu minhu khairun katsir). Menurut pendapat lain, Sya’ban berasal dari kata Syi’b, yaitu jalan
di sebuah gunung atau jalan kebaikan. Dalam bulan ini terdapat banyak
kejadian dan peristiwa yang sangat perlu diperhatikan oleh kaum muslimin. Dan pada
bulan ini juga ada beberapa amalan yang biasa dilakukan oleh para Salafuna sholih
untuk mempersiapkan dan melatih diri dengan memperbanyak ibadah dalam rangka menyambut
bulan Ramadhan. Diantara amalan tersebut adalah :
- Puasa
Puasa di bulan Sya’ban itu termasuk disunnahkan karena untuk melatih agar
nanti ketika Ramadhan tiba sudah terbiasa dengan puasa. Selain itu bulan ini
juga banyak dilalaikan oleh manusia sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa
hadits. Namun kita tidak perlu mengkhususkan hari tertentu dari bulan Sya’ban untuk
berpuasa karena tidak ada hadits yang benar secara khusus menentukan hari
tertentu untuk puasa.Yang ada adalah riwayat yang menjelaskan anjuran puasa
bulan Sya’ban secara umum.
- Menghidupkan Malam Nishfu Sya’ban
Jumhur ulama berpendapat bahwa menghidupkan malam Nishfu Sya’ban hukumnya
adalah sunnah baik dengan cara beribadah secara bersama-sama atau
sendiri-sendiri dan kita boleh mengisinya dengan bermacam-macam ibadah seperti
puasa, sholat dan lain sebagainya. Dan itulah yang dilakukan para Ulama dalam
menghidupkan malam Nishfu Sya’ban.
Banyak sekali keutamaan-keutamaan bulan syaban, disebutkan dalam beberapa
hadits Shohih tentang keutamaan Bulan Sya’ban yang sungguh sangat diperhatikan
oleh Nabi Muhammad SAW.
1.
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim
Artinya: Diriwayatkan dari
Sayyidah Aisyah RA beliau berkata : “Rasulullah SAW biasa berpuasa, sampai kami
katakan bahwa beliau tidak berbuka. Beliau pun berbuka sampai kami katakan
bahwa beliau tidak berpuasa. Aku tidak pernah sama sekali melihat Rasulullah
ShallAllohu 'Alaihi Wasallam berpuasa secara sempurna sebulan penuh selain pada
bulan Ramadhan. Aku pun tidak pernah melihat beliau berpuasa yang lebih banyak
daripada berpuasa di bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
Hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Imam Abu Dawud dan Imam Nasa’i dan
Imam Ibnu Khuzaimah dan beliau katakan hadits ini adalah shohih
Artinya: Dari Usamah bin Zaid
berkata: Aku bertanya : Wahai Rasulullah, aku tidak melihatmu berpuasa seperti engkau
berpuasa di bulan Sya’ban (karena seringnya), beliau menjawab: “Bulan itu
adalah bulan yang dilalaikan oleh banyak orang, yaitu antara Rojab dan
Ramadhan, di bulan itu diangkat amal-amal kepada Alloh Tuhan semesta alam, dan
aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa”.
Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam Muslim :
Artinya: Dari Sayyidah A’isyah ra
beliau berkata : Rasulullah ShallAllohu 'Alaihi Wasallam tidak biasa berpuasa satu
bulan lebih banyak dari bulan Sya’ban. Sesungguhnya Rasulullah SAW berpuasa
pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Imam Bukhari no. 1970 dan Imam Muslim no.
1156)
Dalam lafazh Imam Muslim menyebutkan riwayat dari Sayyidah ‘Aisyah
radhiyAllohu ‘anha dengan sedikit berbeda.
Artinya: “Nabi ShallAllohu 'Alaihi
Wasallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya dan hanya sedikit saja hari-hari
berbuka beliau di bulan sya’ban” (HR. Imam Muslim no. 1156)
Dari Riwayat-riwayat tersebut di atas sungguh sangat jelas bahwa Nabi
Muhammad SAW sangat memperhatikan Bulan Sya’ban dengan berpuasa.