Faktor yang Membuat Seorang Melakukan Penggunaan Narkotika



Ada beberapa alasan penyebab seseorang itu mulai atau meneruskan pemakaian narkotika yaitu karena didorong oleh rasa ingin tahu dan iseng, agar supaya diterima dikalangan tertentu, untuk melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman emosional, untuk mengisi kekosongan dan perasaan bosan karena kurang kesibukan, untuk menghilangkan rasa frustasi dan kegelisahan disebabkan suatu problema yang tidak bisa diatasi dan jalan pikiran yang buntu., untuk menentang atau melawan sesuatu otoritas.( Djoko Prakoso dkk, 1987: 492,493).
Adapun faktor utama yang mempengaruhi penyalahgunaan narkotika adalah
a.       Pemakaian untuk tujuan coba-coba
Mencoba obat untuk sekali atau beberapa kali setelah itu menghentikan sama sekali (jadi disini hanya ingin tahu saja).
b.      Pemakaian untuk iseng
Disini yang dimaksud adalah pemakaian obat secara terputusputus tanpa menimbulkan ketergantungan baik secara kejiwaan maupun jasmaniah.
c.       Pemakaian karena ketergantungan
Pemakaian obat disini untuk memperoleh kembali pengaruh obat yang bersangkutan atau untuk menyembuhkan rentetan gangguan jasmaniah karena kompleks gejala akibat pantang. Penggunaan narkotika adalah penggunaan secara tidak benar ialah untuk menikmati yang tidak sesuai dengan pola kebudayaan yang normal. Penggunaan secara berkali-kali narkotika membuat seseorang dalam keadaan tergantung pada narkotika .
Salah satu akibat penggunaan narkotika ialah timbulnya suatu keadaan lupa pada sipemakai, sehingga ia dapat melepaskan diri dari suatu situasi konflik. Ia melarikan diri dari situasi yang tidak dapat ia atasi, akan tetapi sebab dari kesulitan ini sendiri tidak dapat ia hilangkan, persoalannya tetap menjadi persoalan yang tidak terpecahkan. Penggunaan narkotika itu kerapkali mempertahankan ketegangan antara orang itu dengan masyarakat sekitarnya, karena ia makin tidak dapat menyesuaikan diri dengan sekitarnya, sehingga makin besar dirasakan kesulitannya itu dan dengan demikian semakin besar pula rasa kebutuhannya akan narkotika. Itulah yang dimaksud ketergantungan psikis.
Penggunaan narkotika selama beberapa waktu menimbulkan berkurangnya kepekaan terhadap bahan itu, badan menjadi terbiasa sehingga sampai pada tingkat kekebalan atau toterance. Misalnya dalam penggunaan morfin, dosis yang digunakan itu makin lama harus makin banyak untuk mencapai efek yang dikehendaki. Akhirnya efek itu tidak tercapai meskipun dosispun ditambah terus. Sebaliknya kalau penggunaannya itu dihentikan sama sekali maka terjadilah malapetaka yang berlangsung lama dan apabila tidak ditolong oleh dokter dapat mendatangkan kematian. Itulah yang disebut ketergantungan fisik

Related Posts

Subscribe Our Newsletter