Bimbingan dan konseling bertujuan membantu individu mengembangkan
potensi dirinya secara optimal.Pengembangan potensi tersebut meliputi tiga
tahapan, pertama, pemahaman dan kesadaran.Kedua, sikap dan penerimaan. Ketiga, keterampilan dan tindakan
melaksanakan tugas-tugas perkembangan. Disamping itu bimbingan dan konseling
bertujuan membantu individu dalam mencapai kebahagiaan hidup sebagai makhluk
Tuhan (meningkatkan ketaqwaan), kehidupan yang produktif dan efektif dalam masyarakat
sesuai potensi yang dimilikinya.[1]
Sedangkan tujuan Bimbingan Konseling yang dikemukakan
dalam GBHN adalah untuk meningkatkan kataqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian,
mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapat menumbuhkan
manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun diriny sendiri serta
bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.[2]
Sedangkan tujuan bimbingan konseling Islam menurut Annur
Rohim Faqih yakni membantu individu mewujudkan dirinya sebagai manusia
seutuhnya agar mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Namun secara khusus bimbingan dan konseling Islam memiliki tujuan
sebagai berikut meliputi:
1)
Membantu klien agar tidak menghadapi
masalah.
2)
Membantu memelihara dan mengembangkan situasi kondisi yang baik
atau baik menjadi lebih baik.
3)
Kesadaran hidup kompetitif dan adaptasi.
4) Optimalisasi potensi yang dimiliki (kesesuian cita-cita dengan
kemampuan).