MAKALAH TAKHRIJ HADIS

Takhrij Hadis

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ وَكِيعٍ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ إِسْرَائِيلَ ح قَالَ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ وَهُوَ ابْنُ مَدُّوَيْهِ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ إِسْرَائِيلَ وَاللَّفْظُ لِحَدِيثِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الْهَمْدَانِيِّ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْخَالَةُ بِمَنْزِلَةِ الْأُمِّ
وَفِي الْحَدِيثِ قِصَّةٌ طَوِيلَةٌ وَهَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ

Artinya : “Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Waki', telah menceritakan kepada kami bapakku dari Isra`il -dalam riwayat lain- Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ahmad ia adalah Ibnu Madduwaih, telah menceritakan kepada kami Ubaidullah bin Musa dari Isra`il -lafazh adalah milik haditsnya Ubaidullah- dari Abu Ishaq Al Hamdani dari Al Barra` bin Azib dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Khalah (bibi dari ibu) itu kedudukannya sama dengan seorang ibu." Hadits ini memiliki kisah yang panjang dan ini merupakan hadits shahih.”
 
A.    Takhrij Hadits
JALUR SANAD KE - 1
Urutan Sanad
Urutan Sanad
Urutan Sanad
Urutan Sanad
Sufyan bin Waki'bin Al
Jarrah

1.      Al- Bara’ bin ‘Azib bin Harits
  • Nama Lengkap : Al Bara' bin 'Azib bin Al Harits
  • Kalangan : Shahabat
  • Kuniyah : Abu 'Imarah
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 72 H
2.      Amru bin 'Abdullah bin 'Ubaid
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hajar Al Atsqalani
Shahabat
Adz Dzahabi
Shahabat
  • Nama Lengkap : Amru bin 'Abdullah bin 'Ubaid
  • Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu Ishaq
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 128 H
3.      Isra’il bin Yunus bin Abi Ishaq
ULAMA
KOMENTAR
Ahmad bin Hambal
Tsiqah
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Adz Dzahabi
Ahadul Ahlam
  • Nama Lengkap : Isra'il bin Yunus bin Abi Ishaq
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Yusuf
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 160 H
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah
4.      Waki’ bin Al Jarrah
  • Nama Lengkap : Waki' bin Al Jarrah bin Malih
  • Kalangan : Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Sufyan
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 196 H
ULAMA
KOMENTAR
Al 'Ajli
Tsiqah
Ya'kub bin Syaibah
Hafizh
Ibnu Sa'd
tsiqah ma`mun
Ibnu Hibban
Hafizh
Ibnu Hajar al 'Asqalani
tsiqah ahli ibadah
Adz Dzahabi
seorang tokoh
 
5.      Sufyan bin Waki’ bin Al Jarrah
  • Nama Lengkap : Sufyan bin Waki'bin Al Jarrah
  • Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Muhammad
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 247 H
ULAMA
KOMENTAR
An Nasa'i
laisa bi tsiqah
Adz Dzahabi
dla'if


JALUR SANAD KE - 2
Urutan Sanad
Urutan Sanad
Urutan Sanad
Urutan Sanad
 
 
1.      Al Bara' bin 'Azib bin Al Harits
 
  • Nama Lengkap : Al Bara' bin 'Azib bin Al Harits
  • Kalangan : Shahabat
  • Kuniyah : Abu 'Imarah
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 72 H

2.      Amru bin 'Abdullah bin 'Ubaid
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hajar Al Atsqalani
Shahabat
Adz Dzahabi
Shahabat
  • Nama Lengkap : Amru bin 'Abdullah bin 'Ubaid
  • Kalangan : Tabi'in kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu Ishaq
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 128 H
3.      Isra'il bin Yunus bin Abi Ishaq
ULAMA
KOMENTAR
Ahmad bin Hambal
Tsiqah
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Adz Dzahabi
Ahadul Ahlam
  • Nama Lengkap : Isra'il bin Yunus bin Abi Ishaq
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan tua
  • Kuniyah : Abu Yusuf
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 160 H


4.      Ubaidullah bin Musa bin Abi Al Mukhtar Badzam
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Tsiqah
  • Nama Lengkap : Ubaidullah bin Musa bin Abi Al Mukhtar Badzam
  • Kalangan : Tabi'ut Tabi'in kalangan biasa
  • Kuniyah : Abu Muhammad
  • Negeri semasa hidup : Kufah
  • Wafat : 213 H



5.      Muhammad bin Ahmad bin Al Husain bin Muddawaih
ULAMA
KOMENTAR
Yahya bin Ma'in
Tsiqah
Abu Hatim
shaduuq tsiqah
Al 'Ajli
Tsiqah
Ibnu Adi
Tsiqah
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'Ats Tsiqat'
Ibnu Hajar
tsiqah berpemahaman syi'ah
Adz Dzahabi
tsiqah
  • Nama Lengkap : Muhammad bin Ahmad bin Al Husain bin Muddawaih
  • Kalangan : Tabi'ul Atba' kalangan pertengahan
  • Kuniyah : Abu 'Abdur Rahman
  • Negeri semasa hidup : Himsh
  • Wafat :
ULAMA
KOMENTAR
Ibnu Hibban
disebutkan dalam 'ats tsiqaat
Ibnu Hajar al 'Asqalani
Shaduuq



B.      Status bibi dalam hak pemeliharaan anak
Kalau kasus yang terjadi adalah ibu atau kedua orang tuanya meninggal, maka orang yang berhak mengasuh anak yang ditinggalkan adalah bibi (dari pihak ibu) sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam hal pemutusan hak asuh terhadap putri Hamzah:
وَعَنْ اَلْبَرَاءِ بْنِ عَازِبِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَضَى فِي اِبْنَةِ حَمْزَةَ لِخَالَتِهَا, وَقَالَ: اَلْخَالَةُ بِمَنْزِلَةِ اَلْأُمِّ ) أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ


Artinya: “Dari al-Barra' Ibnu 'Azb bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam telah memutuskan puteri Hamzah agar dipelihara saudara perempuan ibunya. Beliau bersabda: "Saudara perempuan ibu (bibi) kedudukannya sama dengan ibu." Riwayat Bukhari."
Ayat–Ayat Tentang Hadhanah
Firman Allah SWT. Yang membahas tentang hadhanah di antaranya adalah :
QS.Al-Baqarah:220

’Îû $u‹÷R‘‰9$# ÍotÅzFy$#ur 3 y7tRqè=t«ó¡o„ur Ç`tã 4’yJ»tGuŠø9$# ( ö@è% ÓyŸxô¹Î) öNçl°; ׎öyz ( bÎ)ur öNèdqäÜÏ9$sƒéB öNä3çRºuq÷zÎ*sù 4 ª!$#ur ãNn=÷ètƒ y‰Å¡øÿßJø9$# z`ÏB ËxÎ=óÁßJø9$# 4 öqs9ur uä!$x© ª!$# öNä3tFuZôãV{ 4 ¨bÎ) ©!$# ͕tã ÒOŠÅ3ym ÇËËÉÈ  
Artinya : “tentang dunia dan akhirat. dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, Maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang Mengadakan perbaikan. dan Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

Sebab turunnya ayat:
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa ketika turun ayat "walataqrabu mal al-yatimialla bi allatihiyaahsanu" (S. 6: 152) dan ayat "inna al-ladzinaya'kulunaamwala al-yatamadhulman", sampai akhir ayat"(S.4:10),orang  yang memelihara anak yatim memisahkan makanan dan minuman nya dari makanan dan minuman anak-anak yatim itu.
Hal tersebut memberatkan mereka .Lalu mereka menghadap Rasulullah untuk menceritakan hal tu . Maka turunlah ayat tersebut  di atas (S. 2: 220) yang membenarkan menggunakan cara lain yang lebih baik. Diriwayatkan oleh  Abu Dawud, al-Nasai, al-Hakim dan lain-lainnya yang bersumber dari Ibu Abbas.

Urutan rang-orang  yang berhak dalam masalah hadhanah:

Ibu, jika ada penghalang maka, ibunya ibu keatas, ibunya bapak, saudara perempuan tunggal bapak ibu, saudara perempuan tunggal ibu, saudara perempuan tunggal bapak, anak saudara perempuan tungal bapak ibu, anak saudara perempuan tunggal ibu, bibi tunggal bapak ibu, bibi tungal ibu, bibi tunggal bapak, anak perempuan saudara perempuan tunggal bapak, anak perempuan saudara laki-laki tunggal bapak ibu, anak perempuan saudara laki-laki tunggal ibu, Anak perempuan saudara laki-laki tunggal bapak, dst.

Syarat-syarat hadhanah ada tujuh:
(1)Berakal, (2) Merdeka (3) Beragama Islam (4) Amanah (5) Iffah (6) Sepi dari suami (7) Bermuqim.
Adapun syarat untuk anak yang akan diasuh (mahdhun) itu adalah:
1. Ia masih berada dalam usia kanak-kanak dan belum dapat berdiri sendiri dalam mengurus hidupnya     sendiri.
2. Ia berada dalam keadaan tidak sempurna akalnya dan oleh karena itu tidak dapat berbuat sendiri, meskipun telah dewasa , seperti orang idiot. Orang yang telah dewasa dan sehat sempurna akalnya tidak boleh berada dibawah pengasuhan siapapun.

Bila kedua orang tua masih lengkap dan memenuhi syarat, maka yang paling berhak melakukan hadhanah atas anak adalah ibu. Alasannya adalah ibu lebih memiliki rasa kasih sayang dibandingkan dengan ayah, sedangkan biaya yang diperlukan tetap dari ayah.
Di samping alasan kasih sayang, juga dari hadis Nabi dari Abdullah bin Mas’ud menurut yang diriwayatkan Ahmad, AbuDaud, dan dikisahkan oleh Hakim:
Sesungguhnya seorang perempuan berkata kepada Nabi: “YaRasul Allah sesungguhnya anak saya ini perut saya yang mengandungnya, putting susu saya yang mengairinya dan haribaan saya yang memeluknya. Ayah nya telah menceraikan saya dan ingin memisahkan anak saya itu dari saya. Nabi SAW bersabda: “engkau lebih berhak untuk mengurusnya selama engkau belum kawin”.

MUHASABAH AYAT
Muhasabah ayat-ayat tentang hadhanah
Beberapa ayat yang telah diuraikan di atas yang berkaitan dengan masalah hadhanah yakni ayat 2, 5, 6, 10 surat al-Nisa' dan ayat 220 surat al-Baqarah sangat berkaitan satu sama lain. Allah memberikan penjelasan yang sangat jelas tentang harta anak yatim.Yaitu adanya perintah untuk memberikan haknya ketika sudah baligh, dan larangan mentasharrufkannya kepada hal-hal yang buruk.
Dalam kehidupan sehari-harinya, untuk keperluan belanja dan pakaian mereka, Allah memerintahkan agar harta mereka itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhannya, dan berkatalah yang baik kepada mereka.
Dan jika mereka telah baligh dan cerdas, maka berikanlah harta-harta mereka dengan mendatangkan saksi-saksi untuk menghindari fitnah atau kesalah fahaman. Jika kalian miskin, maka boleh memakan harta mereka asal tidak melebihi batas kepatutan. Karena sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara dzalim, sama halnya menelan api sepenuh perutnya dan akibatnya bisa masuk neraka.




Related Posts

Subscribe Our Newsletter