TEORI PADA STRATEGI
PEMBELJARAN
KOOPERATIF JIGSAW DAN PEMAHAMAN MEMBACA
Oleh: Andri Nazarudin M
1. Strategi Pembelajaran Kooperatif
Ada beberapa definisi pembelajaran kooperatif, tetapi
berputar disekitar konsep berikut :
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran dikelola
oleh siswa dalam kelompok-kelompok heterogen dalam masing-masing, untuk
mencapai tujuan bersama yang menyelesaikan tugas-tugas yang diperlukan
dari mereka, di bawah pengawasan guru bimbingan, dan masing-masing
anggota kelompok bertanggung jawab untuk belajar dan belajar rekan-rekannya,
dengan cara yang disediakan oleh kontribusi untuk mencapai tugas ini.
Pembelajaran
kooperatif ini dikenal juga sebagai: Strategi yang mencakup pekerjaan siswa
bersama-sama dalam tim dari individu, yang pada berbagai tingkatan
(heterogen) untuk menyelesaikan tugas-tugas dan kegiatan belajar yang
direncanakan dan dilaksanakan di bawah pengawasan guru untuk mencapai
tujuan akademik, sosial dan pribadi.
.) محمد نجيب مصطفى عطيو وأخرون،٢٠٠٩ :
١٨٢(
Pembelajaran kooperatif adalah suatu cara pengorganisasian lingkungan kelas, di mana pembagiannya tergantung pada jumlah siswa dalam kelompok-kelompok kecil dari berbagai kemampuan dan latar belakang ilmiah untuk m untuk
menyelesaikan tugas-tugas
bersama diantara mereka dengan tujuan mengajari satu sama lain diantara
mereka.
Dan Pembelajaran kooperatif
didefinisikan sebagai falsafah mengenai tanggung jawab pribadi dan sikap
menghormati sesama. Peserta didik bertanggung jawab atas belajar mereka sendiri
dan berusaha menemukan informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
dihadapkan pada mereka. Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih
luas meliputi semua jenis kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin
oleh guru atau diarahkan oleh guru.( Agus Supriono, 2009;54).
Sehingga dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran kooperatif adalah suatu strategi pembelajaran mencakup sebuah pekerjaan siswa secara
bersama-sama dalam sebuah tim dari individu dalam kelompok-kelompok heterogen untuk
mencapai tujuan bersama dan berusaha menemukan informasi untuk berusaha
menemukan informasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang dihadapkan
pada mereka dan dilaksanakan dengan
bantuan dan arahan dari guru.
Ditambahkan pula oleh agus bahwa
pembelajaran kooperatif sebagai falsafah mengenai tanggung
jawab pribadi dan sikap menghormati sesama.
Keuntungan pembelajaran kooperatif
1) Meningkatkan pencapaian pendidikan
2) Membangun sikap positif terhadap sekolah
3) Mengembangkan kompetensi berpikir kritis
4) Perkembangan hubungan antara siswa dan guru
5) Pengembangan hubungan antara siswa dan siswa
1) Meningkatkan pencapaian pendidikan
2) Membangun sikap positif terhadap sekolah
3) Mengembangkan kompetensi berpikir kritis
4) Perkembangan hubungan antara siswa dan guru
5) Pengembangan hubungan antara siswa dan siswa
Faktor-faktor
yang menghalangi pembelajaran kooperatif
1) Kurangnya kematangan anggota kelompok
2) memberikan individu untuk menjawab tanpa analisis umum
1) Kurangnya kematangan anggota kelompok
2) memberikan individu untuk menjawab tanpa analisis umum
3) Paksa di kerumunan (kemungkinan beberapa anggota mengurangi upaya mereka tanpa menyadari orang lain)
4) Untuk mendapatkan sesuatu untuk apa-apa
5) Kehilangan motivasi karena rasa keadilan
6) cling ke tampilan
7) Kurangnya homogenitas yang cukup
8) Kurangnya keterampilan kerja sama tim
9) tidak sesuai jumlah anggota kelompok (
4) Untuk mendapatkan sesuatu untuk apa-apa
5) Kehilangan motivasi karena rasa keadilan
6) cling ke tampilan
7) Kurangnya homogenitas yang cukup
8) Kurangnya keterampilan kerja sama tim
9) tidak sesuai jumlah anggota kelompok (
Menurut Jhonson&Jhonson, (1993)dalam Anita
lie (2007,hal 18 )Untuk mencapai hasil yang maksimal, terdapat lima unsur
dalam strategi pembelajaran kooperatif yang harus diterapkan. Lima unsur
tersebut adalah:
i)
Positive interdepence ( saling
ketergantungan positif)
ii)
Personal
responsibility (tanggung jawab perseorangan)
iii)
Face to fae promotive interaction (interaksi promoitf)
iv)
Interpersonal skill (komunikasi
antar anggota)
v)
Group
processing (pemrosesan kelompok)
2.
Konsep Strategi pembelajaran Jigsaw
- Pengertian Strategi jigsaw
Teknik
mengajar Jigsaw dikembangkan oleh Aronson et. al. sebagai metode Cooperative
Learning. Teknik ini dapat diterapkan untuk materi-materi yang
berhubungan dengan keterampilan membaca, menulis, mendengarkan, berbicara
ataupun beraktifitas.( Miftahul huda, 2012 hal : 149 ).
Pembelajaran
Kooperatif Jigsaw merupakan strategi yang berpusat kepada siswa (Student
Center) dimana siswa dituntut untuk bekerjasama dan bertanggung jawab baik
kepada dirinya maupun kepada kelompoknya.
Terdapat
beberapat pendapat mengenai pengertian Strategi jigsaw. Pembelajaran kooperatif jigsaw merupakan
salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling
membantu dalam mengusai materi pelajaran untuk mencapai prestasi yang
maksimal.( Isjoni.2009, hal : 54)
Sedangkan strategi pembelajaran jigsaw menurut
Hamzah B. Uno (2012 :98) pembelajaran jigsaw adalah strategi yang menghendaki
siswa belajar melalui kelompok. Strategi ini mendorng kerja sama dalam
kelompok setiap anggota kelompok memahami dan mendalami sesuatu, kemudian
digabung menjadi satu dengan anggota kelompok lain untuk memperoleh
pemahaman yang utuh.
Ini adalah strategi siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari (3_5) siswa, dan membagi pelajaran menjadi subtugas cocok dan ukuran kelompok, dan anggota dari masing-masing sub-tugas untuk Penguasaan dan kembali ke kelompok inti untuk berbagi pengalaman mereka satu sama lain.
Strategi
pembelajaran jigsaw termasuk dari beberapa jenis pembelajaran kooperatif,
dimana siswa belajar dalam kelompok kecil dan setiap siswa menjadi
kelompok ahli dalam bagian dari materi
pelajaran dengan rekan-rekannya sesama kelompok ahli, kemudian masing-masing
siswa itu kembali ke kelompok asal dan bergantian dengan rekan-rekannya
dalam pengajaran kelompok. ( arab )
Kesimpulan Strategi pembelajaran jigsaw adalah
salah satu strategi pembelajarn kooperatif dimana siswa belajar dalam
kelompok kecil yang mendorong kerja sama dan saling membantu dalam memahami
dan mengusai materi pelajaran, kemudian digabung menjadi satu dengan anggota
kelompok lain untuk memperoleh pemahaman yang utuh.
- Langkah-langkah strategi pembelajaran
jigsaw
- Bagilah siswa menjadi
kelompok-kelompok yang terdiri dari
4-5 siswa per kelompok.
- Materi pembelajaran dibagi menjadi
beberapa topik, spektrum sesuai dengan anggota masing-masing kelompok.
- Pilih bagian dari bahan ilmiah untuk
setiap anggota kelompok dan setiap anggota ahli dalam topik Anda.
- Para ahli bertemu kelompok yang berbeda
yang memiliki topik yang sama untuk mempelajari dan mendiskusikan topik
pertemuan para ahli, langkah ini adalah pola pemahaman deteksi kesalahan
dan dikoreksi.
- Para ahli kembali ke kelompok asli mereka
dan masing-masing ahli mengajarkan informasi tentang tema sisa anggota
kelompoknya, sehingga bertujuan untuk masing-masing ahli pola pemahaman
kesalahan Almujwoodh oleh anggota kelompoknya.
- Kompleksitas pengujian individual yang
mencakup semua bagian dari bahan ilmiah dan semua siswa menjawab
- Ulangi langkah di atas untuk
masing-masing materi
melibatkan Pasal ilmiah, dan nilai dihitung setiap kelompok dalam tes, dan
guru mengumumkan kelompok pemenang.
C.
Kelebihan dan Kelemahan Strategi
Pembelajaran Jigsaw
Menurut Ibrahim, dkk (2000:18) mengemukakan bahwa sebagai
salah satu strategi pembelajaran, pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw mempunyai
kelebihan dan kelemahan dalam penerapannya di dalam kelas, sebagai berikut:
a.
Kelebihan:
1)
Dapat mengembangkan hubungan antara pribadi positif diantara siswa yang
memiliki kemampuan belajar berbeda
2)
Menerangkan bimbingan sesama teman.
3)
Rasa harga diri siswa yang lebih tinggi
4)
Memperbaiki kehadiran
5)
Penerimaan terhadap perbedaan individu lebih besar
6)
Sikap apatis berkurang
7)
Pemahaman materi lebih mendalam
8)
Meningkatkan motivasi belajar
b. Kelemahan:
Walau Jigsaw merupakan salah satu tipe strategi pembelajaran kooperatif yang fleksibel, namun
kelemahan strategi ini adalah:
1) Jika
guru tidak mengingatkan agar siswa selalu menggunakan ketrampilan-ketrampilan
kooperatif dalam kelompok masing-masing maka dikhawatirkan kelompok akan macet
2)
Jika jumlah anggota kurang, akan menimbulkan masalah, misal jika ada anggota
yang hanya membonceng dalam menyelesaikan tugas-tugas yang pasif dalam diskusi
3) Membutuhkan
waktu yang lebih lama apalagi bila penataan ruang belum terkondisi dengan baik.
3.
konsep qiro’ah
A.
Qiro’ah
KBBI mendefinisikan
membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis, dengan
melisankan atau hanya dalam hati. ( Dendy Sugiono,dkk. 2008 )
Membaca adalah proses mental yang melibatkan penafsiran simbol-simbol, yang di Tlfaqaha pembaca melalui memerlukan pemahaman tentang makna dari simbol-simbol ini, dan membutuhkan hubungan antara pengalaman pribadi dan makna dari operasi ini berhubungan dengan membaca psikologis kompleks ini untuk tingkat besar.
membaca adalah terjemahan dari surat yang ditulis dengan makna atau memberikan makna terhadap kata-kata yang dicetak proses dua arah.
Membaca adalah mentalitas proses organik, penerjemahan adalah simbol tertulis (surat, gerakan dan kontrol) glitter Baca (Saúth / diam) dapat dimengerti, jelas dampak mengenali ketika pembaca untuk berinteraksi dengan Maigro dan digunakan dalam perilakunya yang diterbitkan dalam saat membaca atau setelah selesai.
Bahwa proses mental yang membaca melibatkan
interpretasi simbol yang diterima oleh pembaca melalui dalam bentuk permintaan
memahami arti dari simbol tersebut, dan meminta hubungan antara
pengalaman pribadi dan makna dari operasi ini berhubungan dengan membaca
psikologis - ini - gelar besar yang kompleks.
Juga membaca bahwa ada dua operasi saling berhubungan: bentuk mekanik pertama praktis setiap respon fisiologis dengan apa yang tertulis. Operasi kedua adalah Hilalha interpretasi proses mental makna, dan termasuk proses berpikir dan kesimpulan.
Menurut
Abdul Alim Ibrahim, pengertian membaca mengalami perkembangan dari waktu
kewaktu. Perkembangan tersebut menurut beliau adalah sebagai-beriknut :
1. Dulu
pengertian qiraah sangat sempit, terfokus pada kemampuan mengungkapkan dan
mengucapkan lambing-lambang tulisan tersebut
2. Pada
tahap berikutnya, pengertian diatas, berkembang menjadi aktivitas berfikir
disertai pemahaman membaca dalam pengertian ini adalah mengubah syimbol tulisan
kepada makna yang dikandungnya
3. Pengertian
kedua berkembang lagi dengan ditambah unsure lain yaitu adanya interaksi antara
pembaca dengan teks yang bisa membuat sipembaca menyetujui, membenci,
mengagumi, merasa senang, sedih, dan sebagainya akibat adanya interaksi dengan
teks tersebut.
4. Akhirnya
pengertian diatas berkembang lagi menjadi penggunaan atau pengamalan apa yang
dipahami pembaca dari sebuah teks dalam menghadapi problematika kehidupan.
Kalau seorang pembaca tidak mampu mengambil kesimpulan atau pelajaran dari teks
yang dibacanya, maka dalam pengertian yang
terakhir ini, menurut Abdul alim Ibrahim ia belum dianggap “membaca”.
(Ibrahim abdul Alim)
Jadi membaca adalah mengungkapkan
dan mengucapkan lambang-lambang tulisan dalam
bentuk permintaan memahami arti dan di sertai interaksi respon fisiologis dan termasuk proses berpikir dan kesimpulan.
B. Tujuan pembelajaran maharat al-qiroah
Sebelum membahas
tujuan pembelajaran keterampilan membaca ، ada beberapa keterampilan dasar yang
harus dikuasai siswa dalam pembelajaran qiroah. keterampilan-keterampilan ini
penting untuk diketahui agar tujuan pembelajaran membaca fokus dan terarah.
Dalam konteks
pembelajaran bahasa Arab, Al-naqah dalam
Hasan saefullah mengemukakan bahwa tujuan pembelajaran membaca dapat dilihat
dari dua sisi, tujuan umum dan tujuan khusus. ( Hasan Saefullah, 2012. Hal :
75)
Tujuan
umum dari pembelajaran keterampilan membaca adalah dapat membaca bahasa arab
dari arah kanan kekiri dengan baik disertai dengan pemahaman. Membaca dalam
konteks ini adalah membaca dalam hati dengan tempo yang normal serta mampu
menangkap makna secara langsung dari sebuah teks, tanpa kendala baik dari sisi
kosakata, maupun dari sisi struktur kalimat dan gramatika.
Adapun
tujuan pembelajaran kemahiran membaca secara khusus adalah sebagai berikut :
1. Siswa
dapat mengaitkan lambang tulisan dengan bunyi ujaran
2. Siswa
dapat membaca sebuah teks dengan nyaring
3. Siswa
dapat membaca teks dengan lancar
4. Siswa
dapat memahami makna kosakata sesuai konteks
5. Siswa
dapat menangkap makna umum dari suatu teks serta dapat memahami perubahan makna
sesuai perubahan struktur kalimat
6. Siswa
dapat memahami makna kalimat dalam sebuah paragraph secara utuh dan dapat
mengaitkan makna antar kalimat
7. Siswa
dapat memahami bacaan tanpa kendala berarti dari sisi sintaks dan morpologinya
8. Siswa
dapat memahami ide secara detail dan dapat mengaitkan dengan ide pokoknya
9. Siswa
dapat memahami tanda baca
10. Siswa
dapat membaca berbagai jenis bacaan, mulai dari teks biasa, sastra, sejarah,
iptek, dan sebagainya, dapat mmenyimpulkan, menganalisa dan mengkritisi
maknanya serta dapat menghubungkan apa yang ia baca dengan kebudayaan Arab.
Agar
tidak terkecoh dengan berbagai tujuan pembelajaran membaca diatas, kita dapat
memfokuskan tujuan tersebut pada dua aspek inti dari pembelajaran membaca,
yaitu :
1. Tujuan
pengajaran membaca untuk pemula focus pada pencapaian kompetensi pengucapan
atau melek huruf, yaitu mengenali lambang bunyi bahasa dan melafalkannya dengan
baik dan benar sesuai aturan ponetik dan tata bahasa Arab
2. Tujuan
pembelajaran membaca tingkat lanjut diarahkan pada pencapaian kompetensi
pemahaman atau fahm al maqru, yaitu melatih siswa untuk memahami dan memetik
makna dari lambang-lambang yang tersaji dalam bahasa tulis.
Sehingga dari
berbagai pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan pembelajaran
membaca tergantung keluasan dan
kedalaman sesuai dengan tingkat pendidikan siswa. tingkatan dasar lebih
memfokuskan pada pengetahuan akan lambing bunyi bahasa dan melafalkannya dengan
baik dan benar dan pada tingkatan menengah disamping kelancaran pengucapan juga harus mampu
memahami tanda baca dan sifat2nya dan
menangkap makna umum.
C.
Jenis qiraah.
Membaca dari dua jenis: diam dan keras, membaca diam lebih umum sering digunakan dalam kehidupan dan yang paling penting dalam pencapaian dari pada keras.
Adapun sering digunakan disebabkan membaca diam lebih cepat daripada
membaca keras, dan karena pembaca digunakan untuk
dirinya sendiri, tidak seperti
membaca keras dimaksudkan untuk pendengar.
Tidak diragukan lagi bahwa membaca
adalah kurang banyak digunakan
daripada membaca untuk
diri sendiri.
Membaca dalam hati adalah proses berfikir
untuk memasukkan suara itu,
karena mereka menguraikan mulai memahami maknanya
dengan mudah dan akurat, dan tidak mengeraskan suara dengan
kata-kata, tapi
pekerjaan tambahan, dan juga
untuk melihat hati, misalnya, cukup
untuk melihat tanpa perlu pengucapan dalam nama-Nya, sehingga melihat kata-kata
tertulis.
Dalam membaca dalam hati guru mengarahkan siswa untuk membaca dengan mata saja, maka Qchehem untuk sampai ke arti kosa kata, dan
pemahaman umum...
Dalam pandangan lain, membaca membaca dalam hati hanya diberikan, tanpa suara atau berbisik
atau menggerakan bibir, tetapi bahkan tanpa getaran
pita suara di tenggorokan pembaca. Ini berarti
bahwa kata-kata symbol-simbol
tulisan berubah menjadi makna
dibenak pembaca tanpa melalui fase pengucapan.
Membaca adalah membaca dengan
suara keras untuk menyertakan persyaratan
membaca dalam hati, dari Bosra tahu kode yang
ditulis, dan pikiran untuk
memahami arti dan makna mereka, dan meningkatkan ekspresi lisan tentang implikasi
tersebut dan makna, pengucapan kata-kata dan Aljherbha
Membaca dengan suara keras, dimulai di mana para siswa setelah
mereka menjelaskan tujuan mereka
yang mendorong mereka untuk membaca
keras-keras, sebagai
jawaban atas pertanyaan tentang pemecahan
masalah ... dll).
Jadi membaca
dalam hati adalah membaca dengan proses
berfikir untuk memahami makna pada
bacaan melalui mata saja tanpa suara atau bisikan atau menggerakan bibir atau
tanpa menaikan suara dengan kata-kata bahkan tanpa getaran pita suara
ditenggorakan pembaca. Sedangkan membaca nyaring adalah membaca dengan suara
keras
Tujuan
utama pengajaran membaca adalah untuk melatih siswa untuk Iqrwa efektif dan
cepat untuk mendapatkan informasi atau makna bahan tertulis pemahaman yang
sempurna Tambahan Tujuan keseluruhan ini ada alasan lain untuk belajar membaca
. :
1 - pada tahap awal pembelajaran bahasa asing , peran membaca adalah untuk memberikan kecurigaan awal bentuk linguistik seperti Alsotim " fonem " , kata-kata , jenis kalimat , dan fungsi dalam konteks yang sesuai linguistik . Mereka juga membantu siswa untuk mengenali simbol-simbol yang terlihat , dan rasa bagaimana mengucapkan kalimat dan nada , dan dalam rangka untuk menyesuaikan diri dengan ejaan bahasa Inggris dan meningkatkan pengucapan dengan dia pada tahap ini mengambil pembacaan berupa latihan lisan hafal , seperti kata-kata membaca dan kalimat dan paragraf pendek dan percakapan mudah keras .
2 - Setelah memahami dasar-dasar simbol suara hubungan dan keaksaraan keterampilan membaca mentah , mengarahkan siswa untuk membaca dan memahami antologi lagi bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mereka untuk memahami informasi spesifik yang terkandung dalam teks dan untuk memperluas kosa kata mereka lebih dan ide-ide baru dan ekspresi linguistik , Dan Anda dapat membaca peran dalam integrasi beberapa kegiatan bahasa seperti . mendengarkan , berbicara dan menulis . Oleh karena itu memberikan pengalaman siswa dalam membaca topik untuk diskusi dan menulis , dan juga Mendengarkan cerita, puisi dan laporan dapat mengembangkan kemampuan untuk memahami
.
3 - memberikan area membaca siswa individu dari kebebasan untuk memilih apa yang ingin ia baca . Untuk membaca di sini tujuan diterapkan dan rekreasi , dan kadang-kadang siswa membaca buku atau majalah atau koran , baik untuk bersenang-senang atau untuk pengumpulan informasi dan untuk memperluas pengetahuan publik latar belakangnya . Dan dengan demikian memiliki motif untuk melanjutkan membaca dalam dan di luar sekolah .
3 - memberikan area membaca siswa individu dari kebebasan untuk memilih apa yang ingin ia baca . Untuk membaca di sini tujuan diterapkan dan rekreasi , dan kadang-kadang siswa membaca buku atau majalah atau koran , baik untuk bersenang-senang atau untuk pengumpulan informasi dan untuk memperluas pengetahuan publik latar belakangnya . Dan dengan demikian memiliki motif untuk melanjutkan membaca dalam dan di luar sekolah .
4 - merupakan alat membaca untuk komunikasi selain mendengarkan dan membaca . Bagi siswa yang tidak memungkinkan mereka kesempatan untuk berbicara dengan pemilik bahasa Inggris , mereka bisa membiasakan diri dengan literatur bahasa Inggris dan pengetahuan melalui membaca .
5 - membaca juga membantu untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bahasa Inggris sebagian karena mereka termasuk aspek referensi linguistik dan budaya dan memperkenalkan mereka ke posisi yang realistis dari pemilik bahasa dan masyarakat .
6 - dan mendapatkan keterampilan membaca adalah lebih penting daripada keterampilan lain di lain Dunia Arab karena bahasa Inggris diajarkan untuk tujuan komersial dan akademik daripada dalam kontak sehari-hari dan percakapan .
Jadi dapat disimpulkan
bahwa pembelajaran membaca itu memang sangat penting karena
1) meningkatkan
pengucapan berupa latihan lisan hafal pada pembelajran bahasa asing
2) Dapat
memperluas kosakata
3) mengembangkan
kemampuan siswa
untuk memahami informasi spesifik yang terkandung dalam teks
4) memberikan
pengalaman siswa dalam membaca topik untuk diskusi dan menulis
5)
mengembangkan kemampuan untuk memahami dalam Mendengarkan cerita, puisi dan laporan
6)
merupakan alat membaca untuk komunikasi selain
mendengarkan dan membac
7) untuk meningkatkan
kemampuan siswa dalam bahasa asing