PRINSIP KERJA TRANSFORMATOR


A.    Dasar Teori
Transformator (trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC). Transformator terdiri dari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan. (Hikam,2005)
Prinsip kerja dari sebuah transformator adalah sebagai berikut. Ketika Kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik, perubahan arus listrik pada kumparan primer menimbulkan medan magnet yang berubah. Medan magnet yang berubah diperkuat oleh adanya inti besi dan dihantarkan inti besi ke kumparan sekunder, sehingga pada ujung-ujung kumparan sekunder akan timbul ggl induksi. Efek ini dinamakan induktansi timbal-balik (mutual inductance). (Kanginan,marthen.1992) Adapun persamaan yang berlaku pada transformator, yaitu:
Berdasarkan perbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder transformator ada dua jenis yaitu:
  1. Transformator step up yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np, Vp < Vs, dan Ip > Is).
  2. Transformator step down yaitu transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns, Vp > Vs, dan Ip < Is). (rinawan.2012)

Pada transformator (trafo) besarnya tegangan yang dikeluarkan oleh kumparan sekunder adalah:
  1. Sebanding dengan banyaknya lilitan sekunder (Vs ~ Ns).
  2. Sebanding dengan besarnya tegangan primer ( VS ~ VP).
  3. Berbanding terbalik dengan banyaknya lilitan primer. (Soedojo.2004)

B.     Alat dan Bahan
1.      Alat
a.       Kumparan dengan jumlah lilitan 1000 dan 1500
b.      2 buah voltmeter
c.       2 buah ampermeter
d.      Kabel penghubung
e.       Power suplay  
2.      Bahan
a.       Sumber tegangan

C.     Langkah Kerja
1.Disiapkan 2 buah voltmeter dan 2 buah ampermeter, kemudian ditentukan mana tegangan yang sekunder dan primer.
2.      Kabel penghubung dihubungkan pada voltmeter dan ampermeter tak lupa dihubungkan kepada 2 buah kumparan
3.      Setelah itu power suplay dinyalakan
4.      Kabel penghubung dipasang di Vp dengan tegangan 10 V dan berpasangan dengan Is dengan besar 1 A
5.      Kabel penghubung  dipasang di Vp dengan tegangan 50 V dan berpasangan dengan Is dengan besar 1 A
6.      Kabel penghubung  dipasang di Vp dengan tegangan 50 V dan berpasangan dengan Is dengan besar 5 A
7.      Kabel penghubung  dipasang di Vp dengan tegangan 10 V dan berpasangan dengan Is dengan besar 5 A
8.      Tegangan pada Vs dimatikan dengan otomatis
9.      Ditentukan jarum mana yang akan digunakan untuk mengetahui Vp, Ip, dan Is
10.  Dilihat jarum tersebut mengerah ke angka berapa, catatan ketika melihat jarum harus dari arah depan atau atas jangan sampai dipinggir karena akan mempengeruhi nilai.
11.  Dicatat hasil pengamatan kemudian dimasukkan ke dalam rumus persamaan transformator.

D.    Hasil Pengamatan

Ip
Is
Vp
Vs
66
72
8,8 v
8,06 v
66
72
1,96 v
2,73 v
12,8
19,2
1,96 v
1,27 v
12,4
19,6
8,8 v
5,57 v

E.     Pembahasan
Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain, melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Pada dasarnya transformator memiliki banyak jenis, namun dalam praktikum ini hanya dilalakukan percobaan untuk jenis transformator step up dan transformator step down.
Perbedaan transformator step up dengan transformator step down terdapat pada lilitannya, transformator step up memiliki lilitan sekunder (Ns) lebih banyak dibandingkan dengan  lilitan primernya (Np), transformator step up ini berfungsi untuk menaikkan/ memperbesar tegangan bolak-balik suatu sumber. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil praktikum. Namun untuk dibuktikan dalam bentuk lilitan belum dapat dilakukan karena kurangnya penjelasan dan ketidak tahuan jumlah lilitan kumparan yang digunakan dalam praktikum kali ini.
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dan dibuat tabel diatas, dapat diketahui bahwa percobaan yang termasuk kedalam transformator step-up, jika dilihat dari voltmeter bahwasanya dengan tegangan 50 V dan 1 A dihasilkan Vp = 1,96 V dan Vs = 2,73 V. sedangkan jika dilihat dari ampermeter nilai dari Ip tidak ada yang lebih besar dari nilai Is sehingga pada ampermeter tidak ada yang mengalami transformator step-up. percobaan ini menandakan sesuai dengan teori dikarenakan ciri dari transformator step-up adalah Vp < Vs, Np < Ns, dan Ip > Is 
Kebalikan dari transformator step up, transformator step down memiliki lilitan sekunder (Ns) lebih sedikit dari pada lilitan primernya (Np), dan berfungsi untuk menurunkan tegangan. Hal ini dapat dilihat dalam hasil praktikum. Namun pada praktikum kali ini hanya dibuktikan dengan tegangan yang diukur pada voltmeter dan ampermeter.
Dalam praktikum ini yang termasuk ke dalam transformator step down adalah pada transformator dengan tegangan primer (Vp) = 8,8 V dan tegangan sekunder (Vs) = 8,06 V pada percobaan 10 V dan 1 A sedangkan pada percobaan 50 V dan 5 A didapatkan Vp = 1,96 V dan Vs = 1,27 V, ini membuktikan bahwa hasil pengamatan sesuai dengan teori transformator step down yang berfungsi menurunkan tegangan. Dengan persamaan sebagai berikut Vp > Vs. pada pengukuran menggunakan ampermeter hasil yang didapatkan berupa transformator step down semua dikarenakan Ip < Is dengan pembuktian sebagai berikut percobaan 10 V dan 1A dihasilkan Ip = 66 A dan Is = 72 A, pada percobaan 50 V dan 5 A dihasilkan Ip dan Is yang sama pada percobaan pertama, sedangkan pada percobaan 50 V dan 5 A dihasilkan Ip = 12,8 A dan Is = 19,2 A, pada percobaan 10 V dan 1 A dihasilkan Ip = 12,4 A dan Is = 19,6 A. berarti dapat dibuktikan bahwa hasil percobaan kali transformator dibagi menjadi dua yaitu transformator step-up dan transformator step-down.  
Secara teori untuk transformator dengan Np = 1500; Ns = 1000, maka tegangan yang dihasilkan pada kumparan sekunder seperdua dari tegangan pada kumparan primer, ini karena jumlah lilitan pada kumparan setengah dari lilitan pada kumparan primer. Untuk transformator dengan Np = 1500; Ns = 1000, maka tegangan yang dihasilkan pada kumparan sekunder seperempat dari tegangan pada kumparan primer, ini karena jumlah lilitan pada kumparan sekunder empat kali lebih sedikit dari lilitan pada kumparan primer. Namun pada praktikum kali ini tidak diamati berapa jumlah lilitan yang terdapat pada kumparan primer dan kumparan sekunder.

F.      Kesimpulan
1.      Transformator step-up terjadi pada percobaan 50 V dan 5 A dengan hasil Vp = 1,96 v dan Vs = 2,73 V sesuai dengan teori bahwa Vp < Vs.
2.      Transformator step-down terjadi pada percobaan ke 1, 3, dan 4 dengan dihasilkan Vp = 8,8 V dan Vs = 8,06 V pada percobaan pertama. Ini membuktikan bahwa Vp > Vs.

REFERENSI
Kanginan,marthen.1992. fisika.jakarta: Erlangga.
Hikam,2005. Fisika universitas. Bandung: penebar swadaya.
Soedojo.2004. fisika. Bandung. PT. Phibeta Aneka Agama.
Rinawan.2012. fisika. Klaten. PT. Intan Prawira.




Related Posts

Subscribe Our Newsletter