A. PERADABAN
MAYA
Peradaban
Maya adalah sebuah peradaban yang muncul di Mesoamerika,
terkenal akan aksara tertulisnya yang berasal dari masa Pra-Columbus,
juga terkenal akan kebudayaannya yang
spektakuler, arsitektur, serta sistem matematika
dan astronominya
yang unik. Peradaban Maya bermula pada periode Pra-klasik, yang berkembang pada
Periode Klasik (sekitar 250 M sampai 900 M), dan berlanjut sampai periode
Pos-Klasik sampai kedatangan bangsa Spanyol di Yucatan.
Pada zaman keemasannya, negeri Maya adalah salah satu negeri terpadat dan
berbudaya paling dinamis di dunia.
Peradaban Maya
memiliki banyak kesamaan dengan peradaban Mesoamerika yang lain disebabkan
tingginya interaksi dan difusi budaya yang terjadi pada wilayah tersebut.
Produk budaya seperti tulisan, epigrafi, dan kalender tidak sendirinya
dihasilkan Maya; namun kebudayaan mereka sungguh tinggi. Pengaruh Maya dapat
ditemukan sejauh Mexico
Tengah, lebih dari 1000 kilometer dari pusat negeri Maya. Peradaban di luar
Maya juga memengaruhi peradaban Maya, dimana ditemukan di seni tradisional Maya
dan arsitekturnya. Pengaruh ini didapat dari hasil pertukaran budaya serta
perdagangan tanpa adanya penundukan eksternal.
Bangsa Maya
tidak punah, baik dari zaman setelah berakhirnya Periode Klasik ataupun dengan
kedatangan penjelajah bangsa Spanyol conquistadores
dan kolonisasi Spanyol yang berturut-turut. Saat ini, Maya dan keturunannya
membentuk populasi yang masih mempertahankan tradisi dan kepercayaan, dengan
hasil akulturasi dan ideologi Katolik Roma
yang diadaptasi sejak zaman pra-Columbus dan masa pos-pendudukan. Bahasa Maya
tetap menjadi bahasa utama mereka saat ini. Salah satu bentuk budaya mereka, Rabinal Achí, yaitu sebuah
drama tradisional,
dimasukkan ke dalam daftar Karya Agung
Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia oleh UNESCO pada
tahun 2005.
SITUS MAYA
CHICHEN ITZA
Chichén
Itzá adalah
suatu Situs Peradaban Maya di Meksiko pada
abad 800 SM. Piramida Kukulcan di kompleks situs bersejarah ini dipercaya
sebagai pusat kegiatan politik dan ekonomi peradaban bangsa Maya yang terletak
di Semenanjung Yucatan (kini wilayah Meksiko). Itza merupkan titik
sentral kompleks bangunan lainnya seperti Piramida Kukulcan, Candi Chac Mool, dan bangunan Seribu Tiang.
Candi Chichen Itza
merupakan peninggalan arkeologi suku Maya yang paling lengkap serta masih
terawat dengan baik. Situs
peradaban Maya di Meksiko
ini, pada 7 Juli 2007, terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia hasil pilihan 100
juta orang via email dan sms (layanan pesan singkat) yang diadakan oleh Swiss
Foundation.
Menurut buku
budaya suku Maya dari Chilam Balam, kompleks
candi ini dibangun antara tahun 502-522 Masehi. Suku
Maya hanya menempatinya selama 200 tahun, kemudian mereka berpindah ke daerah
pantai di Campeche.
Namun versi lain mengatakan, Chichen Itza dibangun sekitar 800 tahun sebelum masehi. Piramida
Kukulcan di kompleks situs bersejarah ini
dipercaya sebagai pusat kegiatan politik dan ekonomi peradaban bangsa Maya yang terletak di
Semenanjung Yucatan
(kini wilayah Meksiko).
Itza merupakan
titik sentral kompleks bangunan lainnya seperti Piramida Kukulcan, Candi Chac Mool, dan bangunan Seribu Tiang.
Di candi
Chichen Itza terdapat dua cenotes (sumur alami) yang
dijadikan tempat menaruh korban persembahan. Konon, suku Indian Maya yang
mendiami kota itu mempersembahkan jade, keramik, dan bahkan manusia untuk dimasukkan dalam sumur itu.
Persembahan itu diberikan saat kekeringan melanda. Persembahan kadang-kadang
berupa gadis-gadis muda untuk dimasukkan hidup-hidup ke dalam sumur itu. Peran
sumur itu begitu penting karena di Semenanjung Yukatan tidak terdapat sungai.
Satu-satunya sumber air ketika kekeringan melanda adalah dari sumur-sumur itu.
Nama Chichen
Itza pun berarti di bibir mata air rakyat dalam bahasa Indian
setempat. Dengan demikian, Chichen Itza berkembang menjadi pusat pemerintahan
dan ekonomi kebudayaan
Maya.
Proses
Penemuan
Bangsa Spanyol
masuk ke Amerika Selatan pada abad ke-16, dengan status agresor mereka menjajah
daratan yang asli ini. Penduduk Amerika Tengah dan Selatan ketika itu hidup
sebagai petani yang primitif, mereka sama sekali tidak berdaya menghadapi kapal
dan meriam kuat bangsa Spanyol. Dan dengan cepat, bangsa Spanyol menyebarkan
agama mereka ke tempat tersebut, dua orang misionaris yang melihat kepercayaan
takhayul dan ilmu sihir penduduk setempat, segera membakar tempat tersebut,
mengakibatkan buku kuno yang disembunyikan semuanya terbakar musnah.
Tidak disangka
bahwa buku-buku tersebut adalah buku kuno yang mencatat pusaka pengetahuan
peninggalan kebudayaan bangsa Maya yang telah lama menghilang, di dalamnya
tercatat secara terperinci tingkat ilmu pengetahuan dan budaya mereka yang
mahatinggi pada masa itu. Mungkin demikianlah takdirnya, kini para ilmuwan yang
menyelidiki kebudayaan Maya hanya bisa menggambarkan kehebatan budaya Maya saat
itu secara tambal sulam berdasarkan potongan naskah yang berhasil dikumpulkan.
Bebatuan
Raksasa di Hutan
Piramida bangsa
Maya dapat dikatakan merupakan bangunan piramida kedua yang terkenal setelah
piramida di Mesir. Kedua jenis bangunan piramida ini terlihat tidak begitu
sama, warna piramida Mesir adalah kuning keemasan, sebuah piramida bersudut
empat yang berbentuk kerucut, agak terkikis setelah berabad-abad tertiup angin
dan diterpa hujan. Piramida Maya lebih rendah sedikit, disusun dari bebatuan
raksasa yang berwarna abu-abu dan putih, tidak semuanya berbentuk kerucut, di
puncaknya ada sebuah balairung untuk memuja dewa. Di sekeliling piramida Maya
masing-masing memiliki 4 tangga, setiap tangga memiliki 91 undakan, secara
total 4 buah tangga ditambah satu undakan bagian paling atas adalah berjumlah
365 undakan (91 x 4 + 1 = 365), tepat merupakan jumlah hari dalam satu tahun.
Bangsa Maya
sangat memperhatikan ilmu perbintangan, baik di dalam maupun di luar bangunan
semuanya adalah angka yang berhubungan dengan hukum peredaran benda langit. Selain
jumlah undakan tangga, pada 4 bagian piramida masing-masing terdapat 52 buah
relief 4 sudut, menandakan satu abad bangsa Maya adalah 52 tahun.
Observatorium
astronomi bangsa Maya juga memiliki bentuk bangunan yang sangat spesifik.
Dilihat dari sudut pandang masa kini, secara fungsional maupun bentuk luar
observatorium bangsa Maya sangat mirip dengan observatorium masa kini, sebagai
contoh misalnya menara pengamat observatorium Kainuoka, di atas teras yang
indah dan sangat besar pada menara tersebut, terdapat undakan kecil
bertingkat-tingkat yang menuju ke teras. Ada beberapa kemiripan dengan
observatorium sekarang, juga merupakan sebuah bangunan tingkat rendah yang
berbentuk tabung bundar, pada bagian atas terdapat sebuah kubah yang berbentuk
setengah bola, kubah ini dalam rancangan observatorium sekarang adalah tempat
untuk menjulurkan teropong astronomi. Empat buah pintu di lantai yang rendah
tepat mengarah pada 4 posisi. Jendela di tempat itu membentuk 6 jalur hubungan
dengan serambi muka, paling sedikit tiga di antaranya berhubungan dengan
astronomi. Salah satunya berhubungan dengan musim semi (musim gugur), sedangkan
dua lainnya berhubungan dengan aktivitas bulan.
Menara pengamat
observatorium Kainuoka ini adalah peninggalan terbesar dalam sejarah, peninggalan
sejarah yang lain juga memiliki bangunan yang serupa. Semuanya dalam posisi
yang saling merapat dengan matahari dan bulan. Belakangan ini arkeolog
beranggapan bahwa astronom bangsa Maya pada zaman purbakala telah membangun
jaringan pengamat astronomi pada setiap wilayahnya.
Dinilai pada
masa kini, bangunan tersebut cukup menakjubkan. Piramida Maya misalnya,
bagaimanakah caranya memotong bebatuan berukuran sangat besar, diangkut ke
tempat yang jauh dalam hutan belantara, bebatuan yang beratnya puluhan ton,
ditumpuk hingga mencapai tinggi 70 meter, jika tidak ditunjang dengan alat
angkut dan peralatan yang memadai, adalah sangat sulit untuk menyelesaikan
pekerjaan tersebut. Dan suku bangsa yang hidup dalam hutan belantara, mengapa
harus mengerahkan upaya dan tenaga sedemikian besar, membangun sebuah jaringan
pengamat observatorium? Ditilik dari sejarah, teleskop baru ditemukan pada abad
ke-16 oleh Galileo, setelah itu barulah muncul observatorium ukuran besar, dan
konsep jaringan pengamat observatorium baru muncul pada zaman modern. Kala itu
konsep yang demikian dapatlah dikatakan sangat maju dan canggih.
Runtuhnya
Kerajaan Maya
Pada abad ke 8 dan ke 9 kebudayaan Maya Klassik merosot,
dengan kebanyakan bandar tanah rendah ditinggalkan. Perperangan, kehabisan
tanah pertanian disebabkan faktor ekologi, dan kemarau atau gabungan
faktor-faktor ini biasanya dicadangkan sebagai sebab kemerosotan ini. Terdapat
bukti carigali arkhaeologi mengenai perperangan, kebuluran, dan pemberontakan
terhadap kaum bangsawan dipelbagai tapak tanah rendah tengah. Maya di tanah
rendah di utara Yucatan masih berkembang melebihi dari satu abad lagi;
sebahagian dari tapak penting pada era ini adalah Chichen Itza, Uxmal, Etzna,
dan Coba. Selepas kejatuhan dinasti pemerintah Chichen dan Uxmal, Mayapan
memerintah kesemua Yucatan sehingga pemberontakan pada tahun 1450 kawasan
tersebut kemudian bertukar menjadi negara bandar sehingga Sepanyol menakluk
Yucatan.
Negeri Post-Klassik Maya turut terus
berkembang ditanah tinggi kawasan selatan. Satu daripada kerajaan Maya di
kawasan ini, Quiché, bertanggung jawab bagi hasil kerja Mayan yang paling
terkenal historiografi dan mythologi, Popol Vuh. Sepanyol memulakan penaklukan
tanah Maya pada 1520-an. Sesetengah negeri Maya memberikan tantangan sengit;
negara bandar Maya terakhir hanya ditewaskan oleh pihak berkuasa Sepanyol pada
1697.[1]
Sebagian besar koloni Amerika Sepanyol terputus hubungan
dengan negara luar, dan runtuhan bandar agung silam tidak begitu diketahui
kecuali kepada penduduk tempatan. Pada tahun 1839 bagaimanapun, pengembara
Amerika, John Lloyd Stephens, mendengar lapuran mengenai tinggalan purba di
dalam hutan, melawat Copan, Palenque, dan tapak lain dengan arkhitek &
pelakar pelan draftsman Inggeris Frederick Catherwood.
Gambaran bergambar
mereka mengenai runtuhan tersebut menyemarakkan minat yang kuat terhadap
penduduk dan kawasan tersebut, dan mereka sekali lagi menduduki kedudukan
penting sebagai penyambung penting dalam warisan Mesoamerican.[2]
Suku Maya
menyebabkan runtuhnya peradaban mereka sendiri, bukan karena siapa-siapa.
B. PERADABAN INCA
Inca biasanya
di eja dengan inka, dikenal juga dengan nama Tiwantinsuya. Sebagai salah satu
peradaban kuno yang hadir di muka bumi ribuan tahun yang lalu, peradaban inca
tentu juga mengalami perkembangan.
Sama seperti
peradaban kuno lainnya, informasi asli tentang inca tidak begitu diketahui.
Rekaman sejarah mereka, begitu juga dengan suku bangsa lainnya yg berkembang di
dunia ini terekam melalui tradisi oral dari mulut ke mulut, batu, barang pecah
belah dari tanah, perhiasan emas , perak, dan permadani yang masih ada di
masyarakat.
Peradaban inca
bangsa Peru mengandung pesona mistis dan sangat menarik bagi dunia barat. 400
tahun yang lalu, kekayaan yang menakjubkan berupa emas dan perak peninggalan
bangsa ini ditemukan dan kemudian secara sistematis dijarah dan dirampas oleh
penjajah Spanyol.
Barang-barang
rampasan yang mereka (Spanyol) bawa pulang berhasil mengubah keseluruhan system
ekonomi Eropa. Dan dengan penuh kesadaran, mereka meninggalkan sebuah peradaban
maju dalam keadaan compang-camping.
Prajurit
Inca
Pada 1438
bangsa inca sudah mulai keluar dari pusat pemerintahannya di Cuzco untuk
menaklukkan daerah lainnya. Selama 50 tahun mereka berhasil menguasai daerah
yang sekarang dikenal dengan Peru, Bolivia, Argentina Utara, Chile dan Ekuador.
Dengan daerah
seluas ini, Bangsa Inca mendirikan sebuah Negara yang memungkinkan pemimpin
suku dan beberapa bangsawan menjadi raja dan pemimpin. Kebanyakan catatan
menunjukkkan ada 13 kaisar yang memimpin bangsa Inca . kaisar-kaisar ini di
kenal dengan gelar yang berbeda-beda termasuk “Sapa Inca”, “Capac Apu”, “Intip
Cori”. Seringkali kaisar ini disebut dengan The Inca.
Tujuh orang
kaisar yang pertama melegenda, bersifat lokal, dan dianggap kurang penting.
Selama masa ini, bangsa Inca adalah suku yang kecil , satu dari sekian banyak
suku yang ada, yang daerah kekuasaannya sangat kecil tidak sampai bermil dari
pusat kotanya Cuzco.
Mereka adalah
para prajurit yang seringkali berperang dengan suku-suku lain yang berdekatan
dengan mereka. Ritual pengorbanan adalah hal yang biasa. Suatu bukti yang
berhasil ditemukan oleh para archeologist baru-baru ini.
Cuzco adalah
pusat dari imperium Inca. Dengan kemajuan dibidang teknik hidrolik, teknik
dibidang pertanian, arsitektur yang menakjubkan , tekstil, keramik, dan
kerajinan dari besi mereka.
Kaisar bangsa
Inca, yaitu :
1. Manco Capac
2. Sinchi Roca
Bangsa Inca
memberi nama imperium mereka dengan nama “Land of the four quarters”, atau
dikenal juga Tahuantinsuyo Empire. Membentang sejauh 2.500 mil melewati gunung
Andrean dari Colombia ke Chile dan mencapai bagian timur dan bagian barat dari
gurun pinggir pantai yang kering yang disebut dengan Atacama sampai ke hutan
hujan Amazon.
Bangsa inca
menguasai gunung Andrean Cordillera yang merupakan gunung tertinggi dan
berbahaya kedua setelah Himalaya. Kehidupan masyarakat terdapat pada ketinggian
15.000 kaki sedangkan kehidupan ritualnya terdapat pada ketinggian 22.057 kaki,
tempat sekarang ditemukannya situs keagamaan bangsa Inca.
Jalan-jalan di
gunung dan panggung upacara keagamaan dibangun dan memerlukan waktu yang lama
untuk mengangkut tanah, batu dan rumput ke tempat yang sangat tinggi itu.
Walaupun dengan
menggunakan pakaian dan perlengkapan gunung terbaru sekarang ini, akan sangat
sulit untuk menyesuaikan diri dengan cuaca dingin dan dehidrasi pada ketinggian
yang seperti ini yang ternyata mampu diatasi oleh bangsa Inca.
Kemampuan untuk
bisa membawa barang-barang ke tempat yang sangat tinggi ini sampai saat ini
masih membingungkan para ahli.
Imperium Inca
merupakan kerajaan yang mempunyai Negara sendiri dengan daerah yang paling
besar di belahan barat dunia ini. Kekayaan dari orang-orang Inca legendaris ini
telah memikat banyak anthropologist dan archeologist ke Negara/gunung andrean
untuk mengetahui keahlian bangsa inca dan penyebab kehancurannya.
Bangsa Inca
mempunyai system jalan yang luar biasa. Satu jalan mampu melewati semua pantai
south American pacific. Jalanan itu membutuhkan teknik dan arsitektur yang luar
biasa untuk bisa dibangun mengingat bangsa Inca tinggal diatas gunung Andrean.
Dipesisir
pantai, jalanan yang ada tidak terlihat dipermukaan dan ditandai hanya dengan
batang pohon. Bangsa Inca meratakan jalan mereka dengan menggunakan batu yang
datar dan membangun dinding batu agar para pejalan tidak terjatuh dari tebing.
Merujuk pada
kemampuan jalannya yang bisa digunakan pada semua musim, 14.000 mil jalan
bangsa Inca merupakan suatu hal yang mengherankan dan merupakan perintis yang
dapat dipercaya bagi kehadiran Automobile dewasa ini.
Komunikasi dan
transportasi sangat efficien dan cepat, menghubungkan orang-orang yang tinggal
diatas pegunungan dan penduduk dataran rendah lainnya dengan pusat kota Cuzco.
Material
bangunan dan arak-arakan upacara yang sudah berlangsung ribuan tahun melalui
jalanan itu sampai saat ini masih bisa kita lihat dengan kondisi yang sangat
bagus. Jalanan itu dibangun agar mampu bertahan terhadap cuaca yang sangat
ekstreme, badai, banjir, kekeringan, dan hujan es.
System
jalanannya melewati lembah yang dalam dan gunung yang tinggi, gundukan salju,
rawa, batuan yang dinamis, sungai dengan arus yang kuat, pada beberapa bagian
jalanannya terlihat halus dan rata.
Dimana-mana
jalanannya terlihat bersih dan terjaga dari bermacam sampah dilengkapi dengan
adanya pondok-pondok kecil, gudang penyimpanan, kuil yang menghadap matahari
dan post penjagaan disepanjang jalan itu.
Bangsa Inca
tidak menemukan roda, sehingga semua pekerjaan dikerjakan dengan menggunakan
bantuan kaki. Untuk membantu para pejalan, pondok istirahat dibangun disetiap
beberapa KM. di pondok ini mereka bisa menginap, memasak makanan ataupun
beristirahat sejenak.
Jembatan
merupakan satu-satunya cara mereka melewati sungai. Jika ada salah satu
jembatan yang rusak, maka seluruh system jalan akan kacau. Jika ada salah satu
jalan yang rusak, maka penduduk setempat akan secepat mungkin memperbaikinya.
KEHIDUPAN
SOSIAL
Masyarakat Inca
terdiri dari Ayllus yaitu kumpulan sekelompok suku/clan yang hidup dan bekerja
bersama-sama. Setiap Ayllus dipimpin oleh seorang Curaca atau kepala. Setiap
keluarga hidup dirumah yang terbuat dari batu dan beratapkan jerami.
Kentang
merupakan makanan pokok bangsa Inca. Kekaisaran Inca menggunakan baju yang
terbuat dari Alpaca dan banyak dari upacara keagamaan mereka yang melibatkan
binatang. Mereka menggunakan sandal sebagai alas kaki mereka.
Dalam struktur
sosial Inca, sang penguasa Sapa Inca dan istrinya The Coyas memiliki kekuasaan
yang tak terbatas terhadap seluruh daerah kekuasaannya. Kemudian dibawahnya
baru pendeta agung dan kepala komandan semua pasukan.
AGAMA
Mereka percaya
semua dewa yang ada itu diciptakan oleh sesuatu yang abadi, tidak nampak, dan
mempunyai kekuatan yang sangat dahsyat, yaitu : Tuhannya para Dewa yang dikenal
dengan nama Wiraqocha atau Dewa matahari. Raja bangsa Inca dianggap sebagai
Sapan Intiq Churin, satu-satunya anak Matahari.
C.
PERADABA AZTEC
Kaum Aztek atau
Aztec adalah orang Amerika Tengah dari sentral Meksiko yang kaya dengan warisan
mitologi dan kebudayaan. Dalam bahasa Nahuatl, bahasa suku Aztek,
"Aztek" berarti seseorang yang berasal dari Aztlán". Kaum Aztek
juga menyebut diri mereka sebagai Mehika atau Meshika atau Mexica, asal nama
"Meksiko". Penggunaan nama Aztek sebagai istilah yang merujuk kepada
mereka yang mempunyai ekonomi, adat, agama, dan bahasa Mexica diawali oleh
Alexander von Humboldt.
Kaum Aztek
membuat kota mereka yang dikenal sebagai Tenochtitlan. Tempat tersebut, pada
masa sekarang merupakan pusat Kota Meksiko atau Mexico City. Burung Elang yang
melegenda itu pun juga terdapat dalam bendera Meksiko dengan tujuan agar Elang
tersebut akan terus dikenang sampai akhir peradaban suku Aztec ini.
Kebudayaan suku Aztec
Hasil Kebudayaan suku Aztec adalah :
•
kuil berbentuk piramida yang tengahnya berlubang untuk memasukan kurban
(emas dan perak)
•
Konsep kepercayaannya menyembah dewa-dewa
•
Ditemukan patung di kota Vera Cruz, yang beratnya 30 ton sebagai perwujudan
dewa utama yang disucikan
•
Mampu mengusahakan tambang emas dan perak
•
Suku Aztec tiap 52 tahun sekali mengadakan upacara besar-besaran yang
dipusatkan di Hall of the Star, ibukota kerajaan Aztec.
Pemerintahan
Pada tahun 1519, beberapa
saat sebelum kedatangan bangsa Spanyol seluruh penduduk imperium Aztec
berjumlah 2,5 juta. Pemerintahannya bersifat sentralisasi. Gubernur provinsi
diangkat pemerintah pusat. Sebagai masyarakat yang teratur, bangsa Aztec sudah
mengenal pengadilan. Dan sudah mempunyai tentara yang teratur untuk menjaga
imperium.
Arsitektur
Arsitektur El Tajin terkenal karena reliefnya
yang rumit, banyak yang menggambarkan permainan bola Mesoamerica kuno yang
kadang-kadang dibandingkan dengan bola basket. “Jika tidak ada tindakan, dalam
10, 20 atau 100, hieroglif itu akan ilang,” kata Bravo yang berasal dari
Universitas UNAM Meksiko. Bravo menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk
menyimulasikan efek udara yang terkena polusi dan hujan asam pada
bangunan-bangunan granit lunak El Tajin. Dia menyebutkan, erosi pada zat-zat
penyebab kontaminasi seperti klorin, sulfat, dan nitrat di udara dari pembangkit
listrik dan kilang minyak sebagai penyebabnya. Veracruz dan negara-negara
bagian tetangganya merupakan basis dari fasilitas-fasilitas minyak dan
pelabuhan paling penting di Meksiko. Kota itu dibangun di pantai tropis
Veracruz oleh peradaban Totonac. Pada puncak kejayaannya mulai abad ke sembilan
hingga abad ke 13. Suku Aztecs, yang menguasai Meksiko ketika orang-orang
Spanyol datang, berada pada puncak kejayaan pd abad ke-13 dan 14.
Piramida Peotihuacan
Pada abad ke-13, ketika Orang-orang Aztec
menyapu masuk ke Meksiko Bagian Tengah, Kota Teotihuacan yang dulunya padat ini
(kira2 puncak kejayaanya sekitar 400 M) telah sepi ditinggalakan para
pembangunnya yang misterius.
Bahkan orang-orang Aztec yang ganas pun sangat
terpukau saat pertama kali melihat bangunan piramida-piramida kematian
ini.Pusat upacaranya yang megah,dimana puluhan ribu masyarakatnya berkumpul di
tengah-tengah monumen batu keramat,terbenam di bawah rimbunnya pepohonan nan
hijau.
Orang-orang Aztec menamai situs purbakala ini dan mengidentifikasi monumen2
paling agung dan megah sesuai dengan kepercayaannya sendiri,yaitu Piramida
Matahari dan Piramida Bulan.
Karena berasumsi bahwa beberapa bangunan ini
adalah makam,mereka menyebut jalan raya utamanya âeœStreet of the Deadâe (Jalan Para
Arwah).
Makam2 yang berharga dan mengerikan baru-baru ini ditemukan di Piramida Bulan
dalam penggalian yang dipimpin oleh Cabrera Castro dari National Institute of
Antropology and History Meksiko,dan Saburo Sugiyama dari Aichi Prefectural
University Jepang.Menggali jauh ke dalam struktur batu setinggi 43 meter,para
arkeolog menemukan lima lokasi pemakaman.
Mereka membersihkan lapisan terakhir tanah dari
dasar dan menemukan lokasi pembantaian yang mengerikan.Kepala-kepala tanpa
tubuh dan jasad para pejuang dan para pejabat penting asing,mamalia
karnivora,burung pemangsa,dan reptilia mematikan. Dua kuburan massal yang
terpaut jarak waktu setengah abad menyampaikan pesan yang sama,militer
Teotihuacan mendominasi bagian dari Mesoamerika dengan kekuatan brutal.
Di bawah penggalian pengarah Saburo
Sugiyama,terbaring jasad2 sepuluh pria dari sekitar tahun 300 M.Kemungkinan
tawanan perang,mereka dibuat tunduk untuk selamanya,dengan tangan terikat
dibelakang tubuh dan semua barang dan perhiasannya dilucuti,mereka dipenggal
kepalanya dan dilempar ke sebuah timbunan.Semua korban ini adalah orang
asing,seperti yang ditunjukkan oleh analisa tulang dan gigi bertahtakan batuan
hijau dan pyrite.
Bukti-bukti menunjukkan,semua korban ini
dibunuh dalam upacara ritual untuk menyucikan tahapan2 berikutnya dari
konstruksi piramida ini.Kurban paling awal,dari sekitar tahun 200 M,menandai
perluasan signifikan dari bangunan ini.Orang asing yang terluka,mungkin tahanan
perang,tampaknya dikubur hidup-hidup.Tangannya diikat di belakang tubuhnya,aneka
binatang lambang kekuatan mitologi dan militer mengelilingi mayat2 mereka.
Berbagai persembahan dibuat sangat
indah,temasuk berbagai senjata obsidian,dan patung kecil dari batu hijau
solid.Kemungkinana kurban2 ini dipersembahkan untuk seorang Dewi Perang.
Teotihuacan salah satu perkotaan pertama
dibelahan bumi barat.Luasnya hampir 20 kilometer persegi,pada masa
kejayaannya,kota perdagangan kaya dengan jaringan luas.Tak diketahui
sebabnya,kota ini runtuh mendadak sekitar tahun 600 M.Banyak penduduknya yang
misterius melarikan diri,mereka meninggalakan sedikit catatan untuk digali
informasinya.Hanya tersisa reruntuhan kota dan aneka petunjuk yang menggugah
rasa ingin tahu akan sebuah budaya yang pada masanya sangat kuat.
Kepercayaan
Kepercayaan suku Aztec
mengorbankan nyawa manusia saat pemujaan merupakan warisan dari suku Toltek.
Walaupun begitu, suku Aztec meneruskan pemujaan sendiri yaitu Huiyzilopochtti,
dewa yang memeperhatikan peruntungan politik Tenochtitlan. Tidak seperti suku
Toltek yang mengagungkan dewa Tezkatlipoka.
Kemunduran Suku
Aztec
Bangsa Aztec mengalami kehancuran karena
datangnya Spanyol. Dengan raja terakhirnya Monte Zuma II. Bangsa Spanyol banyak
membunuh orang-orang Aztec.
Polusi Hancurkan sisa kebudayaan Pra-Aztec
MEXICO CITY, Kilang-kilang minyak dan
pembangkit-pembangkit tenaga listrik yang memompa polutan udara asam ke pantai
Teluk Meksiko mengancam kelestarian lukisan-lukisan dinding (mural) batu di
reuntuhan kota El Tajin yang berasal dari era sebelum kemunculan suku Aztec.
[1] http://refto.orgfree.com/sejarah-peradaban-kuno.php.
[2] http://id.shvoong.com/exact-sciences/astronomy/1974260-peradaban-suku-maya/