Tujuan
pembelajaran Kalam
Menurut
Mahmud kamil bahwa tujuan pembelajaran kalam secara umum adalah untuk
melahirkan pendapat dengan perkataan agar dapat
dimengerti dan dipahami lawan bicara, dan untuk menginformasikan, untuk
melaporkan, sesuatu hal pada pendengar.. sesuatu tersebut dapat berupa,
menjelaskan suatu proses, menguraikan, menafsirkan atau menginterpretasika
sesuatu hal , member, menyebarkan atau
menanmkan pengetahuan, menjelaskan kaitan, hubungan, relasi antara benda, hal,
atau peristiwa.( Mahmud kamil al Naqah : 157 )
Secara
lebih khusus, dikenal ada beberapa macam tujuan dalam kalam, antara lain:
1. Untuk
memberikan dorongan, seperti member semangat, membangkitkan kegairahan
2. Untuk
menyakikan pendengar
3. Untuk
memberitahukan sesuatu hal kepada pendengar
4. Untuk
membuat pendengar melakukan suatu tindakan seperti yang dimaksud dalam
pembicaraan itu
5. Untuk
memberikan penghiburan atau menyenangkan hati pendengar
6. Untuk
berkomunikasi
7. Untuk
mengekpresikan diri
Sedangkan penulis menemukan pada http://dewirohmah.wordpress.com
dijelaskan tentang tujuan pembelajaran keterampilan berbicara (
kalam ) adalah sebagai berikut :
Pada tingkat pemula, tujuan
pembelajaran keterampilan berbicara meliputi: melafalkan bunyi-bunyi bahasa,
menyampaikan informasi, menyatakan setuju atau tidak setuju, menjelaskan
identitas diri, menceritakan kembali hasil simakan/bacaan, menyatakan ungkapan
rasa hormat, dan bermain peran.
Untuk tingkat menengah, tujuan
pembelajaran keterampilan berbicara dapat dirumuskan: menyampaikan informasi,
berpartisipasi dalam percakapan, menjelaskan identitas diri, menceritakan
kembali hasil simakan atau bacaan, melakuakan wawancara, bermain peran,
menyampaikan gagasan dalam diskusi atau pidato.
Tingkat paling tinggi, dapat dirumuskan bahwa:
menyampaikan informasi, berpartisipasi dalam percakapan, menjelaskan identitas
diri, menceritakan kembali hasil simakan atau hasil bacaan, berpartisipasi
dalam wawancara, bermain peran, dan menyampaikan gagasan.
Tujuan pembelajaran kalam ( keterampilan berbicara ) mencakup beberapa
hal antara lain sebagai berikut :
- Kemudahan berbicara
Peserta
didik harus mendapat kesempatan yang besar untuk berlatih berbicara sampai
mereka mampu mengembangkan keterampilan ini secara wajar, lancer, dan
menyenangkan baik di dalam kelompok kecil maupun umum.
- Kejelasan
dalam hal
ini peserta didik berbicara dengan tepat dan jelas, baik artikulasi maupun
diksi kalimat-kalimatnya.
- Bertanggung jawab
Latihan
berbiacara yang bagus menekankan pembicara untuk bertanggung jawab agar
berbicara secara tepat, dan dipikirkan dengan sungguh-sungguh mengenai apa yang
menjadi topic pembicaraan., tujuan pembicaraan, siapa yang diajak berbiacara
dan bagaimana situasi pembicaraan serta momentumnya pada saat itu.
- Membentuk pendengaran yang
kritis
Latihan
berbicara yang baik sekaligus mengembangkan keterampilan menyimak secara tepat
dan kritis
- Membentuk kebiasaan
Kebiasaan
berbicara bahasa Arab tidak dapat dicapai tanpa ada niat yang sungguh-sungguh
dari peserta didik itu sendiri. ( syaiful mustofa, 2011 : 138 )
Tujuan Pembelajaran Qiraah
Menurut Ali Muhammad al khulli bahwa Membaca memiliki tujuan yang beraneka ragam.
Diantaranya:
1. Membaca
dengan tujuan penelitian atau pengkajian. Pembaca hanya sekedar pendahuluan
untuk sebuah penelitian. Dalam keadaan ini ia hanya membaca teks yang berkaitan
dengan tema penelitiannya.
2. Membaca
dengan tujuan membuat rangkuman atau kesimpulan.dalam hal ini membaca dengan
dengan sangat teliti dan mendalam sehingga ia menemukan gagasan-gagasan utama
dari bacaan itu.
3. Membaca
dengan tujuan member pengumuman. Seseorang kadang membaca untuk di perdengarkan
kepada orang lain. Hal ini, mirip dengan yang dilakukan oleh penyiar radio atau
televise.
4. Membaca
karena ujian. Seseorang terkadang membaca untuk persiapan menghadapi ujian.
Dalam hal ini, ia membaca dengan sangat teliti, focus, dan konsentrasi. Bahkan,
terkadang ia melakukannya berulang-ulang agar lebih menguasai bahan bacaan
tersebut atau kalu mungkin menghapalnya.
5. Membaca
dengan tujuan refreshing dan mencari hiburan. Dalam hal ini seseorang tidak
membaca keseluruhan isi teks, tetapi di pilih alinea tertentu atau bahkan
halaman tertentu saja sesuai dengan seleranya.
6. Membaca
dengan tujuan ibadah. Kadang seseorang sengaja membaca untuk kepentingan ibadah
seperti membaca al-quran.
Berikut ini ada dua tujuan keterampilan membaca,
yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum dari pembelajaran keterampilan
membaca ( maharah al qiraah ), yaitu :
- Mengenali
naskah tulisan suatu bahasa
- Memaknai
dan menggunakan kosakata asing
- Memahhami
informasi yang dinyatakan secara eksplisit dan implicit
- Memahami
makna konseptual
- Memahami
nilai komunikatif dari satu kalimat
- Memahami
hubungan dalam kalimat, antar kalimat, antar paragraf
- Meginterpretasi
bacaan
- Megidentifikasi
informasi penting dalam wacana
- Membedakan
antar gagasan utama dan gagasan penunjang
- Menentukan
hal-hal penting untuk dijadikan rangkuman
Adapun tujuan khusus
dari pembelajaran keterampilan membaca
(maharah al qiraah ) ini dibagi menjadi tiga
tingkatan berbahasa yaitu pada tingkat
pemula, menengah, dan lanjut :
- Tingkat
pemula
a. Mengenali
lambang-lambang ( simbol-simbol bahasa)
b. Mengenali
kata dan kalimat
c. Menemukan
ide pokok dan kata-kata kunci
d. Menceritakan
kembali isi bacaan pendek
- Tingkat
menengah
- Menemukan
ide pokok dan ide penunjang
- Menceritakan
kembali berbagai jenis isi bacaan
- Tingkat
lanjut
a. Menemukan
ide pokok dan ide penunjang
b. Menfasirkan
isi bacaan
c. Membuat
inti sari bacaan
d. Menceritakan
kembali berbagai jenis isi bacaan
( syaiful mustofa ,
2011 : 164 )
Tujuan pembelajaran Kitabah
Tujuan
Pembelajaran Kitabah (Menulis)
1.
Memotivasi siswa
untuk menulis bentuk lambang-lambang bahasa serta menimbulkan rasa percaya diri
dan menghilangkan ketegangan;
2.
Dalam
pembelajarannya didukung dengan teknik penuturan huruf, kata dan kalimat.
Sehingga siswa dapat menirukannya dan menulis dengan apa yang mereka dengar;
3.
Siswa terlatih
dan sudah mengenal pengucapan kata-kata. Sebab menulis mempakan aktivitas
menyeluruh dalam penguasaan keterampilan bahasa sehingga siswa dapat membedakan
bunyi lambang yang didengamya.
4.
Memungkinkan
guru untuk mengembangkan materi pembelajaran setelah siswa mampu menguasai
materi sebelumnya (www.strategi pembelajaran
bahasa arab.com oleh : Ahmad Muradi)
Sedangkan dari pendapat Peck & Schulz dalam
Tarigan ( 1982 ) bahwa keterampilan
menulis mempunyai tujuan-tujuan sebagai berikut :
- Membantu
para siswa memahami bagaimana caranya ekspresi tulis dapat melayani
mereka, dengan jalan menciptakan situasi-situasi didalam kelas yang jelas
merlukan karya tulis dan kegiatan menulis.
- Mendorong
para siswa mengekspresikan diri mereka secara bebas dalam tulisan
- Mengajar
para siswa menggunakan bentuk yang tepat dan serasi dalam ekspresi tulis
- Mengembangkan
pertumbuhan bertahap dalam menulis dengan cara membantu para siswa menulis
sejumlah maksud dengan sejumlah cara dengan penuh keyakinan pada diri
sendiri secara bebas.
Tujuan pembelajaran maharah al kitabah menurut
syahatah (1996) dalam H.M abdul Hamid adalah :
- Agar siswa
terbiasa menulis bahasa Arab dengan benar
- Agar siswa
mampu mendeskripsikan sesuatu yang dia lihat atau dia alami dengan cermat
dan benar
- Agar siswa
mampu mendekskripsikan sesuatu dengan cepat
- Melatih
siswa untuk mengekspresikan ide dan pikirannya dengan bebas
- Melatih
siswa terbiasa memilih kosakata dan kalimat yang sesuai dengan konteks
kehidupan
- Agar siswa
terbiasa berpikir dan mengekspresikannya dengan cepat
- melatih
siswa mengekspresikan ide, pikiran, gagasan, dan perasaannya dalam
ungkapan bahasa Arab yang benar, jelas terkesan dan imajinatif
- Agar siswa cermat dalam menulis bahasa Arab
dalam berbagai kondisi
- Agar
pikiran siswa semakin luas dan mendalam serta terbiasa berpikir logis dan
sistematis.