PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manusia adalah makhluk zoon politicon yang tidak bisa hidup tanpa
bantuan manusia lainnya dan ini sudah menjadi bagian dari hukum ( ketentuan )
Allah SWT ( Sunnatullah ). Karena itu, menjaga hubungan antar sesame manusia menjadi
sangat mutlak dan penting. Keretakan hubungan, apalagi pecahnya hubungan antar
sesame manusia bahkan juga antar sesama makhluk tuhan akan menyebabkan
terganggunya tatanan kehidupan bermasyarakat yang pada gilirannya akan
berpengaruh juga terhadap aspek kehidupan manusia.
Islam dan bahkan Agama samawi lainnya mengakui bahwa manusia
berasal dari keturunan ( nenek-moyang ) yang sama, yakni Adam dan Hawa.
Artinya, bahwa bumi ini adalah rumah besar yang bernama manusia. Bapak dan
ibunya adalah Adam dan Hawa. Tetapi karena keturunan Adam dan Hawa sudah
terlalu banyak, manusia menjadi sering lupa jika mereka semuanya adalah
saudara. Hal ini dipertajam lagi dengan adanya perbedaaan yang mengatributi
kehidupan manusia. Perbedaan etnis, Agama, kultur, dan lain-lain.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian Ukhuwah Islamiyyah ?
2.
Sebutkan
ayat yang termasuk kedalam Ukhuwah Islamiyyah ?
3.
Strategi
apa saja yang harus diperhatikan dalam Ukhuwah Islamiyah ?
C.
Tujuan Masalah
Tujuan makalah ini adalah untuk membangun dan membina akhlak-akhlak
manusia secara harmonis agar bisa
menjadi insan kamil dimata Allah Swt maupun manusia. Amiin.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Ukhuwah Islamiyah
Ukhuwah
Berasal dari kata ( أخ ) artinya adalah saudara.
Ukhuwah berarti persaudaraan. Dimaksudkan dengan saudara adalah bukan
terbatas pada suadara kerabat yang masih ada hubungan kekeluargaan, akan tetapi
saudara seiman, sehingga tidak dibatasi oleh sekat-sekat keturunan, kebangsaan,
kedaerahan dan lain-lain. ( Juwariyah : 2010 : 47 ).
Istilah Ukhuwah
Islamiyah diambil dari ucapan Nabi Muhammad Saw dalam sebuah hadits yang
mengatakan Al Muslimu Akhuwal Muslim
yang berarti seorang muslim saudaranya muslim yang lain. Ada jgua ayat yang
mengaitkan persaaudaraan manusia itu bukan saja karena persamaan agama,
melainkan karena persamaan asal-usul keturunan dan persamaan kemanusiaannya,
namun hakikat persaudaraan dalam islam adalah kesamaan agama dan keyakinan.
Kesamaan agama dan keyakinan innilah yang akan menjadikan seorang muslim merasa
lebih bersaudara dengan muslim lainnya, karena agama dan keyakinan itulah yang
akan mengikat hati seorang muslim dalam kesatuan prinsip hidup.
Untuk menyadarkan
kembali pentingnya membina ukhuwah islamiyah sekaligus membina persaudaraan
antar sesama manusia itu terdapat dalam sebuah hadits sebagai berikut :
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال
رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تحاسدوا، ولاتناجشوا، ولاتباغضوا، ولاتدابروا،
ولايبع بعضكم على بيع بعض وكونوا عبادالله إخوانا، المسلم أخو المسلم لايظلمه
ولايخدله ولايكذبه ولايحقره التقوى هاهنا ويشير إلى صدره ثلاث مرات بحسب امرئ من
الشر أن يحقر أخاه المسلم ......( رواه المسلم )
1.
Terjemahan
Hadits
Dari Abi Hurairah
Radliyallahu’anhu, ia berkata : Rasulullah saw bersabda : “ janganlah kalian
saling hasud-menghasud, janganlah kalian menjual sesuatu dengan saling menipu,
janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi, janganlah sebagian
kalian menjual sesuatu yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai
hamba-hamba Allah yang bersaudara, seorang muslim adalah saudara muslim
lainnya, tidak ( boleh ) mendzaliminya, tidak ( boleh ) menipunya, tidak (
boleh ) membohonginya, tidak ( boleh ) menghinanya, taqwa itu ada disini sambil
menunjuk dadanya tiga kali, cukuplah bagi seseorang suatu kejahatan dengan
menghina saudaranya yang muslim, setiap muslim atas muslim lainnya haram
darahnya, hartanya, dan harga dirinya”. ( H.R Imam Muslim ).
2.
Sekilas
tentang Rawi dan sanad
Hadits ini
diriwayatkan oleh imam Muslim dari Jalur Abi Sa’id mawla Abdillah bin ’Amir bin
Kariz dari Abi Hurairah. At Tirmidzi juga meriwayatkan hadits ini tetapi dari
jalur Abi Sholih dari Abu hurairah, sama-sama dari Abu Hurairah. Abi Hurairah
adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan Hadits dari nabi Muhammad, yaitu
sebanyak 5.374 hadits. Diantara yang meriayatkan hadits darinya adalah Ibnu
Abbas, Ibnu Umar, Anas bin malik, Jabir bin Abdullah, dan lain-lain. Imam
Bukhori pernah berkata: “ tercatat lebih dari 800 orang perawi haadits dari
kalangan Sahabat dan Tabi’in yang meriwayatkan Hadits dari Abu Hurairah”. Nama
asli Abu Hurairah adalah Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi ( lahir 598 ) dan (
wafat 678 ), yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Hurairah. ( Nanang Ghozali
dan nasehudin : 43 : 2011 )
3.
Penjelasan
Hadits
Dalam Hadits tersebut terdapat Sembilan larangan, yaitu :
a.
Larangan
hasud yaitu merasa iri kepada orang yang sukses dan selalu berharap kalau
kesuksesan orang lain itu lenyap dan berpindah kepada dirinya. Hasud merupakan
penyakit kejiwaan yang sulit diobati dan sangat berbahay bagi kehidpuan social,
juga bisa menggrogoti nilai kebajikan yang telah dilakukan. Sebagaimana sabda
Nabi SAW : “ Hasud itu bis memakan kebaikan sebagaimana api membakar kayu bakar
”. ( HR. at Tirmidzi ).
Hasud memiliki tiga bentuk antara lain :
1)
Iri
atas kesuksesan orang lain seraya berusaha untuk menghancurkan kesuksesan
tersebut dengan berbagai cara
2)
Iri
atas kesuksesan orang lain dan berusaha merebut kesuksesan itu, dan
3)
Hanya
iri saja atas kesuksesan orang lain
b.
Larangan
menipu dalam kegiatan ekonomi
c.
Larangan
saling membenci
d.
Larangan
saling memalingkan mukaapabila bertemu atau berpapasan.
e.
Larangan
menjual barang yang sudah dibeli oleh orang lain
f.
Larangan
mendzalimi orang
g.
Larangan
menipu
h.
Larangan
membohongi orang lain
i.
Larangan
menghina orang lain
B.
Perintah Silaturrahmi
Silaturrahmi adalah istilah yang cukup akrab dan popular didalam
pergaulan umat manusia sehari-hari. Istilah itu sesungguhnya berasal dari kata
bahasa arab yang artinya menyambung tali kasih sayang, yang merupakan kebutuhan
setiap makhluk hidup termasuk didalamnya binatang.
Kasih sayang
merupakan sifat Allah yang sangat diesbutkan dalam Al-Qur’an. Sebagai orang
yang percaya kepada-Nya tentu harus berusaha untuk meneladani sifat keutamaan
Allah tersebut dalam menjalani kehidupannya, karena sesuai janjinya Allah akan
menjadikan kasih saying ada didalam hati orang-orang beriman dan beramal
shaleh. ( Juwariyah : 49 : 2010)
Sebagaimana
firman-Nya :
إن الذين آمنوا وعملواالصالحات سيجعل لهم الرحمن ودا
Artinya : “ sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal
shaleh, yang maha Rahman ( Allah ) akan mengaadakan bagi mereka pereasaan kasih
saying bagi sesamanya ( Q. S Maryam 19 : 96 ).
Berangkat dari
ayat al Qur’an diatas secara logika setiap mukmin seharusnya hidup berdampingan
dengan penuh kasih, akan tetapi realitanya dalam kehidupan masa kini penuh
dengan permusuhan, pertikaian, perselisihan, pertengkaran, adu domba, dan
sifat-sifat tidak terpuji lainnya yang semuanya menunjukan kering dan minimnya
sifat kasih sayang terhadap sesama.
Perintah untuk
saling mengasihi itu ditunjukan nabi saw. Melalui sabdanya :
عن سهل بن سعد رضي الله عنه، عن النبي
صلى الله عليه وسلم قال : إرحم من فى الأرض يرحمك من فى السماء ( حديث حسن رواه
الطبران ).
Dari Sahl bin sa’ad
r.a. berkata : Nabi saw bersabda : sayangilah penduduk bumi niscaya akan
menyayangimu penduduk yang ada dilangit ( H.R Tirmidzi ).
Hadits diatas memerintahkan kepada kita untuk menyayangi
semua yang hidup di bumi termasuk didalamnya binatang dan tumbuh-tumbuhan,
karena jika kita manusia dapat melakukan hal itu maka Allah dan para Malaikat
akan menyayangi kita. Sebaliknya jika manusia saling benci diantara sesame
makhluk hidup, dan tidak menyayangi lingkungan maka Allah tidak akan menyayangi
mereka. (Jalaluddin as-Suyuthi : 141 :
1981 ).
Sedangkan
Allah, apabila telah menyayangi dan mencintai hamba-Nya maka akan menaruh
cinta-Nya itu di hati para malaikat, dan demikian pula apabila Dia membenci
hambanya maka akan menaruh kebencian-Nya itu di hati para malaikat kemudian
menaruhnya di hati semua anak Adam. Nabi bersabda :
عن أنس رضي الله عنه قال : قال النبي
صلى الله عليه وسلم : إذا أحب الله عبدا قذف حبه فى قلوب الملائكة، وإذا أبغض الله
عبدا قذف بغضه فى قلوب الملائكة ثم يقذفه فى قلوب الآدميين ( رواه إبن نعيم فى
الحلية ).
Dari Anas r.a. berkata : Nabi saw
bersabda : Apabila Allah telah mencintai seorang hamba Dia menaruh cinta-Nya di
hati para Malaikat, dan apabila Allah membenci seorang hamba Dia menaruh
kebenciannya dihati para malaikat kemudian menaruhnya dihati anak adam.( H.R
Ibnu Na’im dalam kitabnya Al Hilyah ). ( Ibid ).
C. Startegi Merajut Tali Ukhuwah Islamiyah
Diantar staretgi-strategi tersebut antara lain adalah
sebagi berikut :
1.
Menegakan
shalat berjama’ah di Masjid
Ketika kaum muslimin bertemu sebanyak lima kali sehari semalam (
shalat berjama’ah ), mereka akan saling mengenal satu sama lain minimal untuk
lingkungan sekitarnya, sehingga hati mereka saling terpaut dan mendatangkan
rasa cinta, kesatuan hati dan hilangnya putus hubungan diantara mereka.
2.
Menebarkan
Salam dan tidak saling Acuh
Nabi
Bersabda :
ألا أدلكم بشئ إذا فعلتم تحابوا ؟ أفشواالسلام ( رواه المسلم )
Artinya
: “ maukah aku tunjukan kepada kalian suatu perbuatan yang jika
kalian lakukan akan membuat kalian saling mencintai ? tebarkanlah salam
diantara kalian ( H.R Muslim )
3.
Mengamalkan
hadits tentang hak seorang muslim terhadap muslim lainnya.
Rasulullah bersabda :
حق المسلم على المسلم ست : إذا لقبته
فسلم وإذا دعاك فأجبه، وإذاستضحك فانصحه وإذاعطش فحمد الله، واذا مرض فعده، وإذا
مات فاتبع جنازته ( رواه المسلم )
“ Hak seorang muslim terhadap muslim yang lain itu ada enam : (
yaitu ) apabila engkau bertemu dengannya, ucapkanlah salam, apabila dia
mengundangmu,penuhilah undangannya, apabila dia meminta nasihat kepadamu,
nsihatilah dia, ( dengan mengucapkan yarhamukallah ), apabila dia sakit,
jenguklah dia, dan apabila dia meninggal, iringilah jenazahnya.” ( H.R Muslim
).
4.
Membantu
meringankan beban yang sedang menghimpit saudaranya
Nilai ukhuwah islamiyah seseorang
akan dapat dilihat dari seberapa besar dia memiliki kepedulian ingin
membantu saudaranya yang tengah ksusahan. Dan ketika bangsa Indonesia tengah
dilanda berbagai musibah berupa bencana alam yang mengakibatkan banyak saudara
kita kehilangan harta benda bahkan jiwa, maka hal ini bisa menjadi semacam
hikmah di balik musibah bagi orang-orang islam untuk membuktikan rasa
persaudaraannya dengan sesame muslim bahkan dengan sesame waarga bangsa.
5.
Saling
memaafkan
Manusia aalah makhluk yang “ kadang-kadang ”. kadang-kadang berlaku
baik baik dan benar, kadang-kadang berlaku tidak baik dan tidk benar, maka agar
potensi ini tidak mewabah menjadi virus dalam jiwa yang berdampak pada
terganggunya pembinaan Ukhuwah Islamiyah, setiap muslim hendaknya memiliki
sikap legowo untuk selalu membuka pintu maaf kepada saudaranya, diminta
atau tidak diminta.
6.
Menjauhi
perbuatan maksiat
Maksiat merupakan salah satu penyebab permusuhan diantara manusia,
seperti minum khamr dan judi yang telah dinyatakan oleh Allah SWT dalam
firman-Nya ( Artinya ) : “ sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan
permusuhan dan kebencian diantara kalian dengan meminum khamr dan berjudi
serta menhalangi kalian dari mengingat
Allah dan shalat, maka hentikanlah ( Q.S. Al Maidah : 91 ).
7.
Saling
mendoakan
Strategi yang paling mudah dilakukan setiap muslim dalam rangka
mempererat tali persaudaraan adalah dengan cara saling mendoakan antara sesame
muslim, baik diketahui atau tidak. Yang paling adalah mendo’akan tanpa
sepengetahua mereka, sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits berikut :
Nabi bersabda : “ jika seseorang mendoakan saudaranya tanpa
sepengatahuannya, maka malaikatnya pun akan mengatakan : ( semoga ) engkau
mendapatkan sebagaimana yang engkau do’akan ( kepada saudaramu ). ( H.R
Muslim).
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Ukhuwah Berasal dari
kata ( أخ
) artinya adalah saudara. Ukhuwah
berarti persaudaraan. Dimaksudkan dengan saudara adalah bukan terbatas pada
suadara kerabat yang masih ada hubungan kekeluargaan, akan tetapi saudara
seiman, sehingga tidak dibatasi oleh sekat-sekat keturunan, kebangsaan,
kedaerahan dan lain-lain.
Silaturrahmi adalah
istilah yang cukup akrab dan popular didalam pergaulan umat manusia
sehari-hari. Istilah itu sesungguhnya berasal dari kata bahasa arab yang
artinya menyambung tali kasih sayang, yang merupakan kebutuhan setiap makhluk
hidup termasuk didalamnya binatang.
Kasih sayang
merupakan sifat Allah yang sangat diesbutkan dalam Al-Qur’an. Sebagai orang
yang percaya kepada-Nya tentu harus berusaha untuk meneladani sifat keutamaan
Allah tersebut dalam menjalani kehidupannya, karena sesuai janjinya Allah akan
menjadikan kasih saying ada didalam hati orang-orang beriman dan beramal
shaleh.
Selain itu ada
beberapa startegi untuk tercapainya ukhuwah islamiyah, antara lain adalah :
a.
Menegakkan
shalat berjama’ah di Masjid
b.
Menebarkan
salam dan tidak saling acuh
c.
Mengamalkan
hadits tentang hak seorang muslim terhadap muslim lainnya
d.
Membantu
meringankan beban yang sedang menghimpit saudaranya
e.
Saling
memaaffkan
f.
Menjauhi
perbuatan maksiat
g.
Saling
mendo’akan
DAFTAR PUSTAKA
Dr. Juwariyah M.Ag, Hadits Tarbawi, Yogyakarta :Sukses Offset,
2010.
Al-Imam
Jalaluddin as-Suyuthi, Al-Jami’ah
ashogir fii Ahadiits al basyiir an nadziir, Beirut : dar al fikr, 1981.
Nasehudin
dan Ghozali Nanang, Hadits Tarbawi, IAIN SNJ Press : 2011.