PEMBAHASAN
Oleh: Andri Nazarudin
Perkembangn islam di barat tak luput dari kemajuan peradaban islam
di sepanyol. islam di sepanyol pada sekitar abad ke-8 m telah membuka cakrawala
baru dalam dunia islam, dalam rentang waktu kurang lebih tujuh setengah abad,
umat islam di sepanyol telah mencapai kemajuan yang pesat, baik di bidang ilmu
pengetahuan maupun kebudayaan. peradaban islam di sepanyol pada saat ini
berimbas pada bangkitnya renaisans dunia barat pada abad pertengahan sehingga
dapat di katakan arab sepanyol adalah guru bagi eropa dan universitas cordova
dan toledo.
Secara garis besar kajian studi islam di dunia barat (eropa) dapat
di kelompokan menjadi dua yaitu: (1) kajian studi islam klasik (2) kajian studi
islam modern.
A. Kajian studi islam klasik
Secara
gasir besar kajian studi islam klasik di dunia barat dapat terbagi manjadi dua
fase:
Ø Fase kejayaan
muslim
1.
Fase kejayaan muslim
Fase kejayaan studi muslim di dunia barat terjadi sekitar abad ke-8. Kontak pertama
antara dunia barat dan dunia muslim adalah lewat kotak-kotak perguruan
tinggi.sejumlah ilmuan dan tokoh-tokoh barat datang kesejumlah perguruan tinggi
, laborarorium, observatorium, dan pusat-pusat studi muslim untuk memperdalam
ilmu pengetahuan dan teknologi. bentuklain kontak dunia muslim dengan barat
pada fase pertama adalah penyalinan manuskrip-manuskrip kedalam bahasa latin
sejak abad ke-13 masehi hingga bangkitnya zaman kebangunan (renaisance) di
eropa pada abad ke-14.
Manuskrip-manuskrip yang di salin ke dalam bahasa latin pada masa
itu di antaranya:
·
Filsafah
Dalam
bidang ini banyak manuskrip-manuskrip karya para ilmuan muslim dalam bidang
filsafah di salin dalam bahasa latin oleh bangsa barat. Karya-karya tersebut seperti
karya filoshof Ibnu Sina, Al Farabi, dan Ibnu Rusydi. Hingga lahirlah beberapa
aliran seperti aliran skolastik,rasionalisme, empirisme, dan masih banyak
lainya.
·
Sains
Di
bidang ini tokoh-tokoh yang mula-mula memperkenalkan ilmu pengetahuan bangsa
arab,terutama di bidang kedokteran (ketabiban atau medical science) dan bidang
matematika (mathematic) pada abad ke 11 masehi adalah Gerbert D’auvergne yang
kemudian menjabat paus di Vatikan dengan panggilan Pope Sylvester II
(999-1003). kamudian pada pertengahan abad ke-12 Raymund, Arcbishop of Toledo,
membentuk socienty of translator yang di ketuai oleh Arcbdeacon Dominicus
Gundasalvi, dan dari situlah mulai pertama kalinya muncul versi-versi dalam
bahasa latin mengenai himpunan komentar avicienna (ibn sina) dan Agazales (Al ghozali)dan
juga Vons Vitae karya Ben Gebirol. dengan demikian mulailah berlangsung
kegiatan penyalinan naskah-naskah arab, karya ibn sina (avicienna) dalam bidang
ketabiban, yaitu canon of medicine (Al Qanun fi Attib), disalin pertama kalinya oleh Gerard of Cremona.
Penyalinan manuskrip-manuskrip itu berlangsung secara intensif
setelah berada di bawah naungan Frederick II (1212-1250), kaisar holi Roman Empire,
yang menjabat king of sicily.kaisar frederick II memberikan fasilitas tidak
terhingga pada michael scot (1175-1234) tokoh yang pertama dalam sejarah
menyalin karya-karya avarrroes (ibn rusydi) dalam bidang astronomi dan fisika.
Seorang tokoh lagi yang di beri fasilitas oleh kaisar frederick II adalah Allemanus,
yang pada tahun 1243 M-1256M menyalin karya-karya al-farabes (al-farabi). diapun
menyalin Rbetorica, salinan karya Aristoteles(384-322) di dalam bahasa arab, serta
menyalin Poetic dan Ecbica, karya averroes (ibn rusydi) yang merupakan salinan
karya Aristoteles.
Namun setelah ilmu-ilmu yang dahulunya di kembangkan muslim masuk
ke eropa dan di kembangkan oleh sarjana-sarjana barat, mulai di rasakan banyak
yang tidak sejalan dengan islam. misalnya mulainya masuk faham secular dan
sejenisnya. Dan karna sebab itu beberapa ilmuan malakukan usaha pembersihan. Ilmuan-ilmuan
tersebut diantaranya Ismail R. Al faruq,M. Naquil Allatas,H.Hasan Bilgrami,S.
Al Asyraf, Ziaudin Sardar dan lain-lain merekalah yang menumpahkan
pikiran-pikirannya terhadap persoalan ini. dan secara garis besar, upaya yang
di lakukan mencakup dua hal. Pertama, mencoba menumbuhkan kesadaran akan
persoalan yang ada, dengan menunjukan kekurangan-kekurangan sistem barat dan
produk-produknya di dunia islam. dalam istilah singkat istilah ini terkenal
dengan islamisasi pengetahuan. Kedua, malakukan upaya yang lebih praktis
seperti pendirian universitas-uni versitas islam (atau lebih tepatnya,
universitas yang islami) sebagai al ternatif terhadap universitas model barat
yang sejauh ini mendominasi. dan wujud dari upaya ini antara lain adalah di
bangunnya Universitas Islam Internasional (international islamic university) di
pakistan dan di malaysia dengan dukungan organisasi konferensi islam (oki),
atau institut islam untuk kajian-kajian tingkat tinggi (islamic institute of
advance studie) di washington, D.C.
2. fase runtuhnya muslim
Kontak muslim
dengan dunia barat pada periode kedua berlangsung selama abad renaisanse.
Selama abad renaisanse (abad ke-14) eropa menguasai dunia untuk mencari mata
dagang, komersial dan penyebaran agama. Pada abad ke 16 hampir seluruh dunia
mereka telah kuasai. ekspedisi bangsa-bangsa eropa, terutama spanyol, portugal,
inggris, belanda, perancis dan itali, yang awalnya hanya berlomba menguasai dan
mengamankan sumber komoditas dan monopoli, lama kelamaan menjadi kolonialisasi
melalui rekayasa kekuasaan.
Kedatangan muslim
fase kedua kedunia barat, khususnya keeropa barat di latar belakangi oleh dua
alasan pokok, yakni: (1) alasan politik (2) alasan ekonomi.alasan politik
adalah kesepakata kedua negara, yang satu sebagai bekas negara penjajah, dan
yang satunya lagi sebagai bekas negara jajahan.misalnya perancis mempunyai
kesepakatan dengan negara-negara bekas jajahannya, bahwa penduduk negara-negara
bekas jajahannya boleh masuk ke perancis tanpa pembatasan.adapun alasan ekonomi
adalah untuk mencukupi tenaga buruh yang di butuhkan negara-negara eropa barat.
Kategori muslim
yang ada di eropa barat ada dua, diantaranya yaitu: (1) pendatang (migrant)
dan(2) penduduk asli. Kategori penduduk asali dapat di kelompokkan lagi menjadi
tiga kelompok, pertama, orang asali yang masuk islam (converted muslim). Kedua
keturunan dari muslim asli yang sudah lama. Dan yang ketiga , muslim yang kembali
menemukan agama aslinya (radiscoveri islam of original roots).
Muslim yang
tinggal di eropa barat dapat di kelompokan menjadi empat kelompok,
pertama,konfessionals, yakni mereka yang melaksanakan ajaran agama islam dan
menjadikannya bukan sekedar agama, tetapi juga cara hidup dan kehidupan sosial
dan budaya. Kadua, believers, yakni mereka yang menerima islam sebagai agama
dan menjadikan ajaran-ajaran yang ber sifat prinsip sebagai dasar dalam
kehidupan sosial dan budaya tanpa melaksanakan kewajiban-kewajiban agama islam.
Ketiga liberals, yakni mereka yang attac great value dalam sejumlah aspek dari
nilai-nilai etika dan filosofi islam, tetapi dalm waktu bersamaan mereka kritis,
bahkan menolak sejumlah aspek dari agama, khususnya dalam kehidupan sosial dan
politik. Keempat agnosticists, yakni mereka yang tidak percaya dengan keimanan
dan menolak agama sebagai dasar kehidupan sosial dan budaya pada umumnya.
Adapun kondisi islam di
belanda, manurut data statistic tahun 1994, jumlah penduduk netehrlan (belanda)
adalah 15.341.553jiwa. dari segi kepemelukan agama, dari 18 tahun keatas dapat
di gambarkan sebagai berikut. 22% kristen protestan, 32% kristen katolik, 3,7 %
islam, 0,5% hindu, dan 40% tidak beragama. Jadi dapat di gambarkan bahwa jumlah
orang islam dari sejak tahun 1971 sampai tahun1993, bertambah dari 54.300 jiwa
menjadi 566.300 jiwa. Dilihat ari komposisi jumlah tersebut dapat di gambarkan:
muslim turki 46%, maroko 38,3%, suriname 6,2%, pakistan 2,2% dan kemungkinan
lainya adalh orang asli belanda yang masuk islam. Dengan demikian dapat di simpulkan
bahwa muslim yang ada di belanda adalah imigran. Di australia juga memiliki
cerita yang mirip dengan di belanda, dimana kedatangan muslim di australia juga
di awali dengan kebutuhan tenaga kasar.
Secara garis besar ,
pembahasan tentang bagaimana studi islam di negara-negara non muslim pada saat
itu dapat di kelompokan menjadi tiga , yakni:
1.
Berdasarkan dosen-dosen di universitas yang mengajarkan studi islam,
2.
Berdasarkan perguruan tiggi
3.
Berdasarkan pusat studi
Berdasakan dosen yang mengjar, studi islam dapat di kelompokan
menjadi dua, yakni:
1. tenaga pengajar yang menganut agama islam (muslim)
2. tenaga pengajar non muslim.
Mereka yang non muslim ini lebih di kenal dengan sebutan
orientalist, dari kata orient yang berarti timur, dan list berarti ahli, maka
secara bahasa orientalist adalah ahli ketimuran, maksu timur disini adalah
islam. Maka ringkasnya orientalist adalah ahli keislaman.sebelum muslim memasuki
universitas-universitas di barat (khususnya eropa dan amerika) belum ada muslim
yang bisa menulis dalam bahasa inggris dan beberapa bahasa eropa, seperti
bahasa perancis,bahasa jerman dan bahasa belanda, oleh sebab itu, pada waktu
itu ahli islam di dominasi oleh para orientalis. Maka buku-buku dan
artikel-artikel tentang pemikiran-pemikiran di bidang islam pun di dominasi dan
merupakan hasil pemikiran para orientalis.seiring dengan adanya sarjana muslim
yang sekolah di barat dan menulis dalam bahasa barat tentang islam, maka ahli
keislamanpun muncul dari sejumlah muslim. Diantara sarjana muslim yang menjadi
ahli dalam kajian islam adalah:
·
Muhammad iqbal
·
Fazrul rahman di chicago
·
Mohammed arkoun
·
Farid esack dan lainya
Munculnya nama-nama sarjana muslim ini sebagai hasil dari interaksi
mereka dengan tenaga-tenaga pengajar tentang study islam didunia barat.
Menurut fazlurrahman para orientalis dapat dikelompokkan secara
umum 2 kelompok besar di dalam study bidang al-qur’an yakni:
o Missionaris
o Akademik
Adapun yang dimaksud kelompok missionaris adalah para sarjana barat
yang ketika mengkaji al-qur’an memekai kacamata jaran kristen,bahkan mempunyai
misi tertentu.tujuan misi tertentu tersebut ialah mereka dengan kajiannya
berusaha memperlihatkan kelemahan dan kekurangan al-qur’an.mereka yang masuk
pada kelompok ini adalah:
§ Johan
bouman,dengan karyanya gott und an mensch im koran
§ Jacques
jomier,dengan karyanya ples grants thems du coran
§ Kenneth
cragg,dengan karyanya the event of the qur’an
Adapun yang dimaksud kelompok akademik adalah ilmuan yang mengkaji
al-qur’an berdasar dan mempunyai motifasi ilmu murni (motifasi akademik).ilmuan
yang masuk kelompok ini adalah:
v Wansbrough,dengan
karyanya qur’anic studies
v Johnburton,dengan
karyanya the collection of the qur’an
v Angelika
neuwirth,dengan karyanya studien zurcompocition der meccanischen suren.
B. Kajian studi islam modern
Kajian
studi islam modern di dunia barat ini berlangsung pada abad ke-19. Pada era
modern ini, mendapati dunia akademi barat lebih terbuka pada cabang-cabang
keilmuan islam yang lain. Tidak hanya filsafah dan sains, tetapi juga
cabang-cabang ilmu kaislaman, seperti al Qur’an, hadis, fikih, dan sejarah
islam. Maraknya kajian islam di barat di satu sisi, menjdikan kekayaan khazanah
islam di dekati secara ilmiah dan kritis. Dan yang lebih penting serta
menguntungkan bagi akademis islam adalah muncul persepektif yang berbeda katika
melihat khazanah keilmuan islam. Kajian-kajian al qur’an, hadis, fiqih, dan
lainnya yang selama ini oleah kalangan muslim di posisika sebagai serpihan
surat yang di muliakan ,oleh ilmuan barat di kaji secara kritis dan di tinjau
dari aspek-aspek humanis yang membentuknya. Hal ini tentu sangat berguna bagi
dinamika khazanah keislaman.
1. Pusat-pusat kajian islam di barat
Gagasan utama di bukanya kajian studi islam ini adalah karna
banyaknya koflik yang di timbulkan oleh isu agama. Studi islam di barat di
selenggarakan di beberapa negara antara lain:
a)
Kanada
Di kanada
studi islam bertujuan: pertama, menekuni kajian budaya dan peradaban
islam di zaman nabi Muhammad Saw. hingga masa kontemporer. Kedua, memahami
ajaran islam dam masyarakat muslim di seluruh dunia. Ketiga, mempelajari
beberapa bahasa muslim.
b)
Amerika serikat
Di
amerika studi islam di bagi menjadi beberapa komponen. Pertama, mengenai
doktrin agama islam termasuk sejarah pemikiran islam. Kedua , bahasa
arab, termasuk teks-teks klasik mengenai sejarah hukum, dan lain-lain. Ketiga,
bahasa-bahasa non arab yang muslim, seperti turki,urdu, persia dan lainnya,
sebagai bahasa yang di anggap telah ikut melahirkan kebudayaan islam. Keempat,
ilmu-ilmu sosial, sejarah bahasa arab,dan sosiologi.
c)
Inggris
Di
inggris, studi islam di gabungkan dalam scool of oriental and afrika studies
(fakultas studi ketimuran dan afrika),salah satu program studinya adalah
proggram MA tentang masyarakat dan budaya islam dan dapat di lanjutkan kejenjang
doktor.
Dua
universitas yang cukup terkenal di inggris membangun pusat penelitian islam,
kedua uni versitas itu adalah university of combridge dan university of edinburgh.di
katakan pada saat itubpengeran kerajaan saudi arabi, al walad bin talal, mendukung
pembangunan pusat penelitian islam ini di kedua universitas tersebut.
universitas combridge dan universitas
edinburgh menerima bantuan sekitar 16
juta ponsterling. Dan karena kedua universitas tersebut memang memiliki
beberapa penglaman dalam hubungannya dengan islam, terutama dalam pendidikan
islam. Oleh karna itu hampir bertahun-tahun universitas edinburgh slalu
manawarkan para pelajar dari kalangan muslim.
d)
Belanda
Di
negara ini, kajian islam di lakukan di universitas leiden. Universitas ini merupakan
perguruan tinggi yang sangat intens memperjuangkan kajian islam menjadi bagian
dari lembaga kajian universitas itu sendiri. Di universitas ini juga terdapat
koleksi perputakaan kajian isalm yang sangat memadai. Bahkan terdapat
manuskrip-manuskrip tentang islam yang berasal dari beberapa negara asalnya.
e)
Jerman
Di
jerman studi islam di fokuskan pada kajian-kajian tentang bahasa,budaya dan
agama yang lebih di kenal dengan seminar orientalis n(orientalisches seminar).
Tokoh
yang berpengaruh dalam kajian islam generasi pertama di jerman adalah theodore
noldeke (1836-1930),julius wellhausen (1844-1918) dan ignaz goldziher
(1850-1921), yang masing –masing di kenal karena penelitian mereka tentang al
qur’an dan perkembangan internal agama dan budaya islam. Pada budaya kedua
munsul tulisan-tulisan dari helmut ritter (1882-1971)mengenai teks-teks agama
islam dan karya-karya carl brockelmann (1868-1956)mengenai sejarah teks-teks
arab.
f)
Australia
Studi
isalm di australia di lakuakan sebagian oleh orang indonesia yang bertujuan
mengamalkan islam. Kajian ini di lakukan di lingkungan mahasiswa muslim
indonesia yang belajar di beberapa universitas di malbourne.
Beberapa
mahasiswa muslim indonesia di monash jugamnghadiri pengajian yang di adakan
islam studi group yang pada umumnya berbentuk tafsir al qur’an. Mereka juga
aktif mengikuti pertemuan kelompok muslim yang di kenal dengan sebutan jama’ah
tabligh.
2.
kritik Terhadap Study Islam Dibarat
Tokoh ilmuan muslim yang sangat gencar melakukan kritik terhadap
study islam dibarat adalah daud rosyid,ia meragukan pandangan sementara orang
yang mengatakan bahwa study islam dibarat dari segi metodologi lebih unggul
dibanding didunia timur.menurut daud rosyid,secara materi,barat sampai saat ini
tidak mampu mengeluarkan sarjana-sarjana yang menguasai bidang-bidang tertentu
dari ilmu islam,seperti ahli tafsir,ahli hadist,ahli fiqih,dll.menurutnya yang
dilakukan oleh kaum orientalis pada umumnya ialah mengumpulkan
manuskrip,memberi komentar buku-buku klasik dan menerjemahkanya kebahasa-bahasa
eropa.
Sebagian besar karya orientalis diwarnai oleh sikap-sikap seperti
memutar balikan fakta,memalsukan sejarah,menyalah pahami teks,serta menyusupkan
kebohongan dan fitnah.para pengamat study orientalis yang jujur mengemukakan
beberapa kelemahan orientalis yang sulit dipungkiri oleh siapa pun,diantaranya
sebagai berikut:
a.
Tidak menguasai B.arab dengan baik,sense bahasa yang lemah,dan
pemahaman yang terbatas atas konteks pemakaian B.arab yang fariatif.
b.
Perasaan”superioritas”sebagai orang barat.mereka cenderung tidak
mau digurui oleh orang timur.
c.
Orientalis barat sangat memegang teguh doktrin-doktrin mereka yang
tidak boleh dikritik bahkan sampai ketingkat fanatik buta.dari segi
metodologi,mereka telah memiliki prakonsepsi dan tidak mau dikritik bahkan
fanatis.
Dari uraian dan penjelasan kritik terhadap study islam dibarat kita
dapat menyimpulkan bahwa sebagai seorang muslim yang baik, tentu kita harus
memikirkan secara jernih resiko dan dampaknyadi kemudian harijika hasil di
dunia barat ternyata seperti apa yang kita ketahuai sekarang,yaitu banyak pikiran yang menyimpang
dari para alumni barat. Dan dengan begitu ini dapat memperkuat analisis rafuqi,
ia menganalisis bahwa bantuan beasiswa studi islam di barat sebenarnya
merupakan upaya merusak pemikiran para mahasiswa-mahasiswa muslim. Dan inilah
yang telah di peringatkan Allah di dalam Al-qur’an:
$pkr'¯»t
â¨$¨Z9$#
¨bÎ)
yôãur
«!$#
A,ym
( xsù
ãNä3¯R§äós?
äo4quysø9$#
$u÷R9$#
( wur
Nä3¯R§äót
«!$$Î/
ârátóø9$#
ÇÎÈ
5. Hai
manusia, Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka sekali-kali janganlah
kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang
pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.
C. Dampak yang ditimbulkan
dari Perkembangan Studi Islam Bagi Dunia Barat.
Setelah Studi Islam Berkembangan begitu
pesatnya di dunia barat, maka mulai tampaklah kelihatan dampak-dampak yang
ditimbulkannya mulai dari hal yang positif maupun negatif.
- Dampak Positif
Kehadiran Islam
di Eropa Spanyol membawa perubahan dalam berbagai segi kehidupan masyarakat,
terutama dalam aspek peradaban dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari hal ini
telah menimbulkan semangat orang barat dalam mempelajari ilmu pengetahuan yang
dibawah oleh islam. Al hasil, maka banyaklah orang barat yang menguasai ilmu
pengetahuan dari islam, seperti ilmu kimia, ilmu hitung, ilmu tambang
(minerologi), meteorology (karya Al Khazini), dan sebagainya. Sedangkan
dibidang teknologi adalah orang barat bisa membuat berbagai macam alat industri
yang dihasilkan dari observasi atau penelitian.
- Dampak Negatif
Diatas telah kami
jelaskan, bagaimana dampak positif dari perkembangan studi Islam di dunia
barat. Perlu diketahui disamping adanya dampak positif, ada juga dampak negatif
yang ditimbulkannya.Adapun dampak negatif itu adalah dapat kami uraikan sebagai
berikut :
1. Setelah bangsa barat menjadi bangsa yang maju dan telah mengalami
revolusi dibidang industri. Maka mereka mendapati masalah kekurangan bahan baku
dalam kegiatan industrinya. Kemudian untuk mencari jalan keluarnya mereka
berlomba-lomba mencari di dunia Timur, yang kebanyakan dikuasai oleh
pemerintahan muslim. Di samping itu, mereka juga memerlukan tempat pemasaran
baru bagi hasil industrinya ke negara-negara Timur. Sebagai akibatnya, banyak
negara-negara Barat datang kedunia Timur dan terjadilah Ekspansi besar-besaran
dalam bidang social, politik, ekonomi dan sebagainya. Di waktu itulah terjadi
suatu massa kolonial dan imperial, yaitu massa dimana bangsa-bangsa Barat
melakukan penjajahan terhadap dunia Timur, khususnya dunia muslim. Suasana
seperti itu menyebabkan dunia Timur mengalami kemunduran dan Barat mencapai
kemajuan pesat dari hasil kolonialisme dan imperialisme atas dunia Timur.
PENUTUP
A. KESIMPULAN
- Perkembangan studi Islam di dunia barat, disebabkan oleh adanya
kontak langsung antara orang barat dengan orang islam, adanya pelajar
barat yang belajar kedunia islam dan adanya gerakan penerjemahan kitab.
- Secara
garis besar perkembangan islam di dunia barat terbagi menjadi dua fase
yaitu: fase kejayaan islam. Dan fase runtuhnya islam.
- Perkembangan peradaban barat yang berkembang begitu pesat, dimulai
sejak periode pertengahan, dimana peradaban umat Islam pada saat itu
mengalami stagnasi
(kemunduran).
- Dari perkembangan studi Islam yang berkembang di dunia barat,
membawa dampak yang positif dan negatif.
- Hasil perkembangan studi Islam di Dunia Barat, membuat para ilmuwan
Barat banyak tertarik untuk mengkajinya.
DAFTAR
PUSTAKA
Dedi
Supriyadi.Sejarah Peradaban Islam.Bandung: CV.Pustaka Setia. 2008.
khoiruddin Nasution. Pengantar
Studi Islam.Yogyakarta: Academia dan Tazzafa. 2009.
Rosihon
Anwar,dkk. Pengantar Studi Islam.Bandung: CV.Pustaka Setia. 2009.