SYARAT SYARAT EVALUASI YANG EFEKTIF

Guru yang baik menggunakan berbagai alat untuk mengevaluasi berbagai aspek kemajuan belajar yang dicapai siswa. Evaluasi yang efektif mencakup empar proses, yaitu: (Eggen dan Kauchak, 1997).
  • Proses perancangan

Rancangan evaluasi yang efektif haruslah didasarkan pada tujuan pembelajaran. Meski demikian, banyak guru yang gagal dalam melakukan hal ini. Misalnya, tujuan pembelajaran pada pada satu topik pembelajaran berada pada level aplikasi atau anaiisis, akan tetapi evaluasinya pada level pengetahuan saja. Tujuan pembelajarannya berupa kemampuan melakukan sesuatu yang dapat diamati, tetapi eval uasinya berupa pertanyaan multiple- choice.
  • Proses persiapan siswa untuk mengikuti evaluasi

Dengan mempersiapkan siswa, guru dapat meningkatkan peluang skor tes menunjukkan prestasi siswa secara akurat, dan sekaligus meningkatkan validitasnya. Mempersiapkan siswa dalam menghadapi tes mempunyai dua tujuan, yaitu tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek. Tujuan jangka panjangnya adalah agar siswa dapat memahami prosedur dan strategi mengikuti tes dan memasuki situasi tes dengan tingkat kecemasan yang serendah mungkin, sedang tujuan jangka pendeknya adalah agar siswa memahami format tes dan materi tes.
  • Proses penyelenggaraan evaluasi

Dalam penyelenggaraan tes, hal-hal yang harus dilakukan adalah: (a) mengkondisikan tempat penyelenggaraan tes senyaman mungkin, (b) memberikan arahan tenrang prosedur pelaksanaan tes dan apayang harus diperharikan siswa, dan (c) memonitor pelaksanaan tes.
  •  Proses analisis hasil evaluasi

Pada proses ini, guru menilai hasil tes, dan mengembalikan kepada siswa keesokan harinya. Hal ini penting sebagai umpan balik yang memungkinkan siswa untuk mengidentifikasi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan mereka bila ada.
Terkait dengan tes, syarat-syarat tes yang baik (Suryabaya 2002) adalah: tes itu harus reliable, valid, objektif, diskriminatii komprehensif, dan mudah digunakan.
  • Tes itu harus reliable

Suatu tes adalah reliable bila tes tersebut memiliki keajegan hasil atau konsistensi. Jika suatu tes diberikan kepada sekelompok subjek di satu waktu, dan diberikan kepada subjek yang sama di lain waktu hasilnya sama atau relative sama, maka dikatakan tes tersebut memiliki reliabilitas tinggi.  Untuk mengetahui apakah suatu tes itu reliable atau tidak dapat ditempuh dengan cara mencari koefisien reliabilitasnya yang dilambangkan dengan simbol r*. Koefisien reliabilitas dapat diestimasi dengan berbagai cara, antara lain dengan teknik korelasi, teknik analisis varians skor, dan analisis
  • Tes itu harus valid

Suatu tes adalah valid jika tes tersebut mengukur apayang seharusnya diukur. Misalnya tes untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam harus benar-benar dan hanya mengukur hasil belajar siswa dalam pelajaran itu, tidak boleh misalnya kemampuan berbahasa Arab ikut diperhitungkan. Untuk menyelidiki validitas suatu tes, ditempuh dengan mencari koefisien validitas. Koefisien validitas dinyatakan oleh korelasi antara distribusi skor tes yang bersangkutan dengan distribusi skor suatu hriteia. Kriteria ini dapat berupa skor tes lain yang mempunyai fungsi ukur sama dan dapat pula berupa ukuran-ukuran lain yang relevan
  • Tes itu harus objektif

Suatu tes adalah objektif jika tidak ada unsur-unsur subjektivitas individu di dalamnya. Objektivitas suatu tes menyangkut dua hal, yaitu (a) yang berhubungan dengan penskoran tes tersebut, dan (b) yang berhubungan dengan interpretasi skor tes tersebut.
  • Tes itu harus diskriminatif

Suatu tes disebut diskriminatif jika tes itu disusun sedemikian rupa sehingga dapat melacak (menunjukkan) perbedaan antara siswa yan g memp unyai kemamp uan tinggi dan siswa yang mempunyai kemampuan rendah. Suatu tes dikatakan mempunyai daya diskriminasi yang tinggi jika dijawab dengan benar oleh semua atau sebagian besar siswa yang berkemampuan tinggi dan tidak dapat dijawab dengan benar oleh semua atau sebagian besar siswa yang berkemampuan kurang.
  • Tes itu harus komprehensif

Suatu tes dikatakan komprehensif jika tes tersebut mencakup segala hal yang harus diselidiki sesuai dengan tujuan tes. Misalnya, suatu tes hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, haruslah dapat menguji penguasaan siswa terhadap semua materi pelajaran yang telah diberikan, tidak hanya sebagian saja.
  • Tes itu harus mudah digunakan

Suatu tes dikatakan mudah digunakan jika dalam penyelenggaraan maupun penskoran tes tersebut tidak terjadi kesulitan yang berarti. Misalnya, dalam bentuk tes pilihan ganda, petunjuk dan pengisiannya jelas dan tersedia kunci jawabannya
Sekian semoga artikelnya bermanfaat.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter