Unsur-unsur Budaya Demokrasi

Semua kebebasan tidak dapat disamakan dengan demokrasi, atau dengan kata lain demokrasi bukanlah beraerti kebasan yang tidak terkendali, melainkan mengandung makna yang luas. Budaya yang mencintai kebebasan dan hak individu tanpa memperhatikan orang lain bukanlah ciri budaya demokrasi. Secara komprehensif budaya demokrasi mengandung unsur-unsur antara lain: kebebasan, persamaan, solidaritas, toleransi, menghormati kejujuran, menghormati penalaran, dan keadaban.
  • Kebebasan

Kebebasan diartikan sebagai keleluasaan untuk membuat pilihan terhadap beragam pilihan atau melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi kepentingan bersama atas kehendak sendiri, tanpa tekanan dari pihak manapun. Kebebasan tidak dapat diartikan sebagai bebas tanpa batas, namun kebebasan tetap dibatasi oleh peraturan yang berlaku. Kebebasan yang bertanggung jawab, bermanfaat bagi masyarakat, dan tidak merugikan masyarakat umum merupakan substansi kebebasan. Nilainilai kebebasan seperti itu tidak bertentangan dengan norrna-norrna yang berlaku di Indonesia dan tetap menghoffnati kebebasan individu yang lain. Sebagai contoh, sekelompok orang yang mendirikan suatu organisasi masyarakat yang bergerak di bidang keagamaan (A). Dalam menjalankan visi dan misinya, organisasi tersebut tidak boleh bertentangan dengan norma yang berlaku, misalnya norrna menghargai organisasi masyarakat yang bergerak dibidang keagamaan (B) yang lain. Nilainilai yang tercermin dalam organisasi tersebut tidak boleh dipaksakan untuk dilalankan oleh ormas yang lain.
  • Persamaan

Manusia merupakan makhluk ciptaan Tirhan yang paling sempuma. Meskipun secara fisik berbeda, namun derajat mereka di hadapan Tirhan adalah sama. Pandangan tersebut merupakan baromerer dari budaya demokrasi. Demokrasi memandang kedudukan manusia satu dengan yang lain sederajat meskipun mereka berbeda. Nilai dan keluhuran sebagai manusia dalam masyarakat (dignity of man as human being), kedudukan hukum, politik adalah sama. Setiap pribadi mempunyai kesempatan sama dalam berpolitik, penegakan hukum, pendidikan dan lain sebagainya.  Nilai persamaan yang tertanam dalam jiwa menjadi satu konrrol bahwa setiap orang harus menghargai harkat dan martabat antara satu individu dengan individu yang lainnya. Selain itu, memiliki kesediaen untuk bekerjasama dan menerima kenyataan bahwa nilai-nilai den prinsip kadangkala saling bertentangan. Kesadaran tersebut hans tumbuh dalam jiwa setiap individu yang menginginkan terciptanya perdamaian.
  • Solidaritas

Arti kata solidaritas secara epistemologi adalah sifat satu rasa (senasib, perasaan setia kawan. Jadi, solidaritas dapat diartikan kesediaan utuk memperhatikan kepentingan dan bekerja sama dengan lain
  • Toleransi

Toleransi adalah sikap atau sifat toleran.  toleran artinya bersikap menghargai, membiarkan, membolehkan pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan dan sebagainya) yang bertentangan atau berbeda dengan pendirian sendiri. Dengan demikian toleransi menunjukkan tingkat penerimaan seseorang terhadap sesuatu yang tidak kita setujui, karena kebutuhan untuk bertoleransi akan muncul jika ada penolakan satu pihak terhadap pihak lain. Di dalam konsep toleransi terdapat penolakan maupun kesabaran. Masyarakat demokratis menganggap seseorang berhak memiliki pandangannya sendiri, tetapi ia akan memegang teguh pendiriannya itu dengan cara toleran terhadap pandangan orang lain yang berbeda atau bahkan bertentangan dengan pendiriannya. Toleran berbeda dengan permisi( yaitu sikap memperbolehkan segala sesuatu. Nilai toleransi dapat mendorong tumbuhnya sikap toleran terhadap keanekaragaman, sikap saling percaya dan kesediaan untuk berkeyakinan sama antarpihak yang berbeda-beda keyakinan, prinsip, pandangan, dan kepenringannya.
  • Menghormati Kejuiuran

Kejujuran merupakan suatu sikap yang terbuka untuk menyatakan kebenaran. Kejujuran berperan sebagai filter konflik akibat kebohongan. Kejujuran dalam menjalin hubungan antarwarga negara sangat diperlukan bagi terbangunnya solidaritas kokoh antarwarga masyarakat demokratis. Begitu juga halnya dengan pemerintah harus terbuka kepada rakyat dalam segala urusan pemerintahan kecuali yang bersifat rahasia negara. Mengingar rakyat juga mempunyai hak untuk mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah dan bagaimana pemerintah menjalankan tugasnya. Misalnya dalam pengambilan suatu keputusan tentang kenaikan harga BBM, pemerintah seharusnya melakukan diskusi-diskusi bersama masyarakat tentang kebijakan yang akan diambil. Dalam forum diskusi tersebut pemerintah dapat menyampaikan alasan'alasan mengapa kebilakan tersebut harus ditempuh sehingga pada akhimya keputusan tersebut tidak menimbulkan kontroversi yang berujung pada munculnya demonstrasi tak terkendali di beberapa daerah. Rakyat tidak akan skeptis terhadap kinerja pemerintah dan juga tidak apatis dengan kebilakan yang diambil. Hal inilah yang disebut dengan terciptakan hubungan yang sinergis dan mutualis antara pemerintah dengan rakyat.
  • Menghormati Penalaran

Penalaran adalah penjelasan mengapa seseorang memiliki pandangm tertentu, membela tindakan tertentu, dan menuntut hal serupa dri orang lain. Kebiasaan memberi penalaran akan menumbuhkan kesadaran bahwa ada banyak altematif sumber informasi dan ada banyak kemungkinan atau cara untuk mencapai tujuan. Penalaran diperlukm bagi terbangunnya solidaritas yang kokoh dalam masyarakat demokratis. Bila pemerintah memberikan penalaran atas kebilakan yang ditetapkan, pemerintah akan memperoleh legitimasi dari masyarakat. Sebaliknya, jika pemerintah menolak untuk memberikan penalarm terhadap kebakannya, hal itu akan memperlemah wibawa pemerintah dan mendorong timbulnya sikap pasif atau pemberontakan rakyat.
  • Keadaban

Tingkat kecerdasan lahir-batin yang tinggi atau kebaikan budi pekerti merupakan substansi dari keadaban. Perilaku yang beradab adalah perilaku yang mencerminkan penghormatan terhadap dan mempertimbangkan kehadiran pihak lain sebagaimana tercermin dari sopan santun dalam bertindak, termasuk penggunaan bahasa tubuh dan bicara yang beradab. Nilai keadaban akan menjadi pedoman perilaku warga negara yang menjunjung demokrasi, yang serba santun, mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat, semaksimal mungkin menghindari penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan bersama, dan patuh pada norma-norrna yang berlaku dalam kehidupan bersama.

Beberapa unsur budaya demokrasi di atas dapat diladikan pedoman pemerintah bersama masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bemegara, dengan harapan demokrasi dapat terwujud secara nyata dan bukan pseula belaka karena pada dasamya budaya demokrasi dapat tumbuh dalam suatu negara apabila ada kerjasama yang sinergis antara pemerintah dan masyarakat.


Related Posts

Subscribe Our Newsletter