1. Adanya hasrat dan keinginan untuk berhasil
Motivasi
intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu
dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan
untuk melakukan sesuatu. Sebagai
contoh seseorang yang senang membaca, tidak usah ada yang menyuruh atau
mendorongnya, sudah rajin mncari buku-buku untuk dibacanya.
Dalam bukunya “The
Science Of Motivation”karya Suhadi mengatakan 3 prisip dasar untuk memotivasi diri
diantaranya sebagai berikut:[1]
a. Yang pertama
adalah membangkitkan motivasi. Membangkitkan motivasi dapat dilakukan dengan
mengelola energi dan emosi.
b. Yang kedua
menyalurkan emosi dalam bentuk tindakan nyata.
c. Yang ketiga
adalah mempertahankan motivasi tersebut supaya tidak cepat padam.
Selain tiga
prinsip tersebut masih ada faktor pendorong dari dalam yang dapat menjadikan
seseorang lebih termotivasi yaitu seperti halnya impian sebagai petunjuk arah
atau kompas untuk memberitahu kepada kita tentang arah yang akan dituju,
kemudian impian juga bisa meningkatkan kekuatan karena tanpa impian seseorang
takkan mungkin berjuang keras, serta diperkuat dengan adanya visi dan misi
dalam kehidupan.[2] Untuk menumbuhkan motivasi dari dalam maka
diperlukan konsep diri yang positif seperti mengetahui mengenai dirinya, baik
mencakup kelemahan maupun kelebihannya, bisa menerima dirinya apa adanya serta
memiliki keasadaran yang besar untuk mengubah atau mengurangi aspek dari diri
yang dianggap merugikan.[3]
2. Adanya dorongan dan kebutuhan
Motivasi
ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik.Motivasi ekstrinsik adalah
motif-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang dari luar.[4]Contoh misalnya rangsangan dari luar (faktor luar) yang
kemudian rangsangan tersebut menggerakkan individu untuk berbuat, seperti
halnya orang yang bekerja giat demi pujian atau upah yang tinggi, kemudian
orang belajar giat untuk mendapatan predikat belajar teladan.[5]
1. Adanya harapan dan cita-cita masa depan
Seseorang akan
terdorong untuk melakukan seuatu perbuatan karena didasari oleh cita-cita di
masa depan, karena tanpa adanya cita-cita seseorang tidak akan mempanyai
motivasi yang kuat dalam dirinya. Sehingga orang yang punya harapan dan
cita-cita hidupnya akan terarah.
2. Adanya penghargaan
Seseorang dalam
menggapai sebuah cita-cita perlu adanya sebuah penghargaan dari dirinya sendiri
dan juga orang lain bahwa ketika berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya
karena penghargaan merupakan penilaian
baik guna mendorong dan memupuk semangat atau motivasi.
3. Adanya kegiatan yang menarik
Kegiatan
menarik merupakan daya tarik atau pendorong seseorang dalam melakukan tingkah
laku, karena kegiatan tersebut membawa tantangan tersendiri dalam mencapai
tujuan atau cita-cita sehingga motivasi akan selalu tumbuh dan berkembang
siiring dengan tantangan yang dilaluinya.
4. Lingkungan yang kondusif
Lingkungan
kondusif merupakan faktor pendukung seseorang sekaligus pemupuk motivasi,
karena dari lingkungan itu sendiri dapat menciptakan suasana yang baik bagi
seseorang, sehingga dengan lingkungan tersebut akan menimbulkan suasana nyaman,
aman. Sebaliknya jika seseorang berada dalam kondisi suasana yang kurang
mendukung maka motivasi atau semangat tidak akan tumbuh dan mengakibatkan
penurunan serta menjadikan malas dalam melakukan perbuatan.
[1]Suhardi, “The Science Of Motivation”, (Jakarta: PT Elex Media
Komputindo, 2013), hlm. 21.
[2]Fery Muhammad, Tujuh Mata Pedang Keberhasilan, (Yogyakarta: Ananda
Publising, 2009), hlm. 6.
[3]Uin Sunan kalijaga, Sukses Di Perguruan Tinggi, (Yogyakarta: CTSD,
2011), hlm. 78.
[5]Martin Handoko,Motivasi Daya Penggerak Tingkah Laku, (Yogyakarta,
Kanisius, 1992), hlm. 42.