Makalah Jual Beli Sah dan Fasid



KATA PENGANTAR Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah serta Inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah ini yang membahas tentang memahami dan memiliki wawasan tentang jual beli sah dan jual beli fasid dan dapat diselesaikan dengan tepat tanpa mengalami hambatan yang berarti. Semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi kami selaku penulis dan bagi para pembaca semuanya.
            Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu demi penyempurnaan tulisan ini, kami mengharapkan masukan dan saran yang bersifat membangun.
            Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkompeten. Amin.

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Jual beli merupakan aktivitas yang tidak terlepaskan dari kehidupan, namun dalam jual beli juga ada jual beli yang sah dan fasid. Baikalah untuk lebih jelasnya akan dibahas berikut ini.

B.     Rumusan Masalah
1.      Dimanakah letak geografis Yunani Kuno
2.      Bagaimanakah sejarah peradaban Yunani Kuno saat itu
3.      Apa sajakah kebudayaan Hellenik yang dihasilkan saat itu dari berbagai bidang

C.    Rumusan Tujuan
1.      Mengetahui letak geografis Yunani Kuno
2.      Mengetahui bagaimanakah sejarah peradaban Yunani Kuno saat itu
3.      Mengetahui apa sajakah kebudayaan Hellenik yang dihasilkan saat itu dari berbagai bidang

BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Jual Beli
Perdagangan atau jual-beli dalam bahasa arab disebut dengan kata al-bai', al-tijarah, atau al-mubadalah. Sebagaimana Allah swt berfirman Allah SWT :
Artinya: Mereka mengharapkan tijarah (perdagangan) yang tidak akan rugi (QS. Fathir : 29)
Secara bahasa, jual-beli atau al-bai'u berarti muqabalatu syai'im bi syai'in ( مقابلة شيء بشيء ). Artinya adalah menukar sesuatu dengan sesuatu.[1]
Al-Imam An-Nawawi di dalam Al-Majmu' Syarah Al- Muhadzdzab menyebutkan jual-beli adalah ( (مقابلة مال بال تليكا yang berarti : tukar menukar harta dengan harta secara kepemilikan.[2]
Hukum Jual Beli
Secara asalnya, jua-beli itu merupakan hal yang hukumnya mubah atau dibolehkan. Sebagaimana ungkapan Al-Imam Asy-Syafi'i rahimahullah : dasarnya hukum jual-beli itu seluruhnya adalah mubah, yaitu apabila dengan keridhaan dari kedua-belah pihak. Kecuali apabila jual-beli itu dilarang oleh Rasulullah SAW. Atau yang maknanya termasuk yang dilarang beliau SAW.[3]


[1] Lihat al-Fqihul Islami wa Adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-zuhaili jilid 4 halaman 344.
[2] Mughni Al-Muhtaj jilid 2 halaman 2
[3] Lihat al-Fqihul Islami wa Adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-zuhaili jilid 4 halaman 364

Related Posts

Subscribe Our Newsletter